Bina Desa

Koperasi, Bung Hatta, dan Imajinasi yang Hilang

Oleh: Adly Febrian  Dalam pusaran kebijakan ekonomi kontemporer Indonesia, muncul gelora baru dari Presiden Prabowo-Gibran dengan diluncurkannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) lewat Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, yang menetapkan target pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan. Kebijakan ini diangkat sebagai upaya percepatan pemerataan ekonomi desa dan penguatan ekonomi rakyat. Namun, di balik janji […]

Koperasi, Bung Hatta, dan Imajinasi yang Hilang Read More »

Menanam Kedaulatan, Menuai Kesetaraan: Refleksi Hari Perempuan Internasional

Setiap tanggal 8 Maret, kita sering kali merayakan Hari Perempuan Internasional secara simbolis. Di balik perayaan ini, ada esensi perjuangan yang jauh lebih dalam mengenai pengingat dari akar perlawanan perempuan dalam menuntut hak, ruang dan kedaulatan yang setara. Pada tahun 1909 ditetapkan sebagai Hari Perempuan Nasional di Amerika Serikat, setelah aksi demonstrasi pekerja garmen di

Menanam Kedaulatan, Menuai Kesetaraan: Refleksi Hari Perempuan Internasional Read More »

Koperasi Merah Putih: Koperasi apa, operasi?

Ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di 70.000 desa di seluruh Indonesia, banyak pihak yang sebenarnya menaruh harapan. Di tengah ketimpangan ekonomi, melemahnya ekonomi rakyat, dan tersendatnya jalur pemasaran hasil pertanian serta nelayan kecil, gagasan untuk menghidupkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa terdengar seperti kabar baik. Namun di

Koperasi Merah Putih: Koperasi apa, operasi? Read More »

Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai?

Tidak lama setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program prioritas yang diberi nama Koperasi Merah Putih. Program ini digadang-gadang sebagai pilar baru kelembagaan ekonomi nasional yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian bangsa. Namanya pun dibuat penuh nuansa nasionalisme. Merah Putih, bendera kebangsaan, yang melambangkan keberanian dan kesucian. Merah diartikan sebagai semangat juang, keberanian, dan kekuatan rakyat;

Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai? Read More »

Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi

Bina Desa | Keluarga petani kecil di pedesaan menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Diseminasi Hasil Riset Perubahan Iklim terhadap Keluarga Petani Kecil di Pedesaan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Desa secara daring via Zoom pada Selasa, 16 Desember 2025, menyoroti berbagai tantangan dan upaya adaptasi yang dilakukan komunitas

Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi Read More »

Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani

Keterkaitan petani dengan benih dan keragaman tanaman tidak diragukan lagi. Selama ribuan tahun para petani dan masyarakat adat di seluruh dunia telah memilih benih terbaik dari panennya, menyimpannya, menanamnya kembali dan melakukan pemuliaan. Upaya tersebut telah melahirkan ribuan jenis tanaman, yang sekarang telah menyebar dan digunakan secara luas. Misalnya, tanaman jagung yang kita kenal sekarang

Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani Read More »

Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi

 Oleh: Laksmi A. Savitri[1] Kristina Lolon, berusia 80 tahun, adalah perempuan penjaga benih leye (Jawa: jali-jali, nama ilmiah: Coix lacyma-jobi L). Ia tinggal di pulau Lembata, NTT, dan mengemban peran turun-temurun dalam keluarga Lamadike untuk melindungi benih leye dari kepunahan dengan cara tidak boleh mengonsumsi pangan pokok selain leye. Dengan begitu, keluarganya terus-menerus harus bertanam

Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi Read More »

Perempuan, Peluh untuk Benih dan Pangan, “Multi Peran atau Multi Beban”

(Sebuah tulisan pengingat untuk memperkuat konsolidasi perempuan) Perempuan dan sumber daya alam memiliki peranan penting dalam rantai produksi pangan yang melekat dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Sejak dimulainya peradaban dan masa prasejarah perempuan menjadi aktor yang bekerja sama dengan laki-laki baik sebagai peramu dan pemburu. Melalui sejumlah penelitian, termasuk hasil penelitian ilmuwan

Perempuan, Peluh untuk Benih dan Pangan, “Multi Peran atau Multi Beban” Read More »

Belajar Konservasi Benih Dari Dayak Meratus, “Pantangan Menjual Padi”

Sejak era Orde Baru, pembangunan pertanian bertumpu pada Revolusi Hijau dengan monokultur padi dan menjadi pangan pokok bagi seluruh penduduk Indonesia, di manapun berada. Berbagai jenis pangan lokal terpaksa harus menyerah, pola konsumsi masyarakat berubah. Padi menjadi pangan utama di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya serta memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Indonesia

Belajar Konservasi Benih Dari Dayak Meratus, “Pantangan Menjual Padi” Read More »

Mendesak Tanggung Jawab dan Komitmen Politik Presiden dan DPR RI Membenahi Persoalan Struktural Agraria yang Menyebabkan Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

PERNYATAAN SIKAPKOMITE NASIONAL PEMBARUAN AGRARIA (KNPA) Jakarta, 08 September 2025 Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) menyatakan keprihatinan pada situasi krisis politik dan demokrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang mengakibatkan ribuan orang ditangkap dan 10 orang warga-massa aksi meninggal. Tindakan anarkis dan brutal aparat keamanan dalam menangani aksi demonstrasi yang terjadi pada 40 kota/kabupaten di

Mendesak Tanggung Jawab dan Komitmen Politik Presiden dan DPR RI Membenahi Persoalan Struktural Agraria yang Menyebabkan Ketimpangan Sosial dan Ekonomi Read More »