Bina Desa

Koperasi Kredit Daulat Rakyat: Menyelamatkan Jiwa Koperasi dari Jerat Kapitalisme Baru

“Banyak perempuan nelayan dan masyarakat di Arungkeke terjerat utang di Koperasi ‘Mawar’. Katanya, koperasi ini hadir untuk membantu kami para perempuan nelayan mengatasi kesulitan ekonomi yang kian berat sejak gagal panen rumput laut akibat pencemaran limbah tambak.” Penggalan kalimat itu membuat saya termenung, ketika saya datang berkunjung di Komunitas Perempuan Nelayan Sipitanggari (KPNS) di Jeneponto […]

Koperasi Kredit Daulat Rakyat: Menyelamatkan Jiwa Koperasi dari Jerat Kapitalisme Baru Read More »

Koperasi Dana Mitra Tani: Wujud Gotong Royong, Semangat Kolektif Petani di Kabupaten Bulukumba

Berbagai koperasi bermunculan, lahir dari beragam inisiatif baik dari komunitas, dari pemerintah maupun swasta. Namun di tengah pertumbuhan ini, penting untuk kembali mengajukan pertanyaan mendasar: Apakah koperasi-koperasi ini benar-benar lahir dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota?  Salah satu bentuk koperasi yang paling menjanjikan dan memiliki akar kuat dalam semangat gotong royong adalah koperasi berbasis

Koperasi Dana Mitra Tani: Wujud Gotong Royong, Semangat Kolektif Petani di Kabupaten Bulukumba Read More »

Kedaulatan Benih dan Tantangan Perdagangan Global: Antara Hak Petani dan Tekanan Internasional

Laporan dari Workshop Hari Pangan Sedunia 2025 – Hotel Grand Cemara, Jakarta, 21 Oktober 2025 Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025, Yayasan Bina Desa menyelenggarakan Workshop bertajuk “Perwujudan Hak Asasi Petani Melalui Kedaulatan Petani atas Benih” pada Selasa, 21 Oktober 2025 di Hotel Grand Cemara, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, akademisi,

Kedaulatan Benih dan Tantangan Perdagangan Global: Antara Hak Petani dan Tekanan Internasional Read More »

Koperasi, Bung Hatta, dan Imajinasi yang Hilang

Oleh: Adly Febrian  Dalam pusaran kebijakan ekonomi kontemporer Indonesia, muncul gelora baru dari Presiden Prabowo-Gibran dengan diluncurkannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) lewat Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, yang menetapkan target pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan. Kebijakan ini diangkat sebagai upaya percepatan pemerataan ekonomi desa dan penguatan ekonomi rakyat. Namun, di balik janji

Koperasi, Bung Hatta, dan Imajinasi yang Hilang Read More »

Menanam Kedaulatan, Menuai Kesetaraan: Refleksi Hari Perempuan Internasional

Setiap tanggal 8 Maret, kita sering kali merayakan Hari Perempuan Internasional secara simbolis. Di balik perayaan ini, ada esensi perjuangan yang jauh lebih dalam mengenai pengingat dari akar perlawanan perempuan dalam menuntut hak, ruang dan kedaulatan yang setara. Pada tahun 1909 ditetapkan sebagai Hari Perempuan Nasional di Amerika Serikat, setelah aksi demonstrasi pekerja garmen di

Menanam Kedaulatan, Menuai Kesetaraan: Refleksi Hari Perempuan Internasional Read More »

Koperasi Merah Putih: Koperasi apa, operasi?

Ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di 70.000 desa di seluruh Indonesia, banyak pihak yang sebenarnya menaruh harapan. Di tengah ketimpangan ekonomi, melemahnya ekonomi rakyat, dan tersendatnya jalur pemasaran hasil pertanian serta nelayan kecil, gagasan untuk menghidupkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa terdengar seperti kabar baik. Namun di

Koperasi Merah Putih: Koperasi apa, operasi? Read More »

Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai?

Tidak lama setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program prioritas yang diberi nama Koperasi Merah Putih. Program ini digadang-gadang sebagai pilar baru kelembagaan ekonomi nasional yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian bangsa. Namanya pun dibuat penuh nuansa nasionalisme. Merah Putih, bendera kebangsaan, yang melambangkan keberanian dan kesucian. Merah diartikan sebagai semangat juang, keberanian, dan kekuatan rakyat;

Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai? Read More »

Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi

Bina Desa | Keluarga petani kecil di pedesaan menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Diseminasi Hasil Riset Perubahan Iklim terhadap Keluarga Petani Kecil di Pedesaan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Desa secara daring via Zoom pada Selasa, 16 Desember 2025, menyoroti berbagai tantangan dan upaya adaptasi yang dilakukan komunitas

Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi Read More »

Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani

Keterkaitan petani dengan benih dan keragaman tanaman tidak diragukan lagi. Selama ribuan tahun para petani dan masyarakat adat di seluruh dunia telah memilih benih terbaik dari panennya, menyimpannya, menanamnya kembali dan melakukan pemuliaan. Upaya tersebut telah melahirkan ribuan jenis tanaman, yang sekarang telah menyebar dan digunakan secara luas. Misalnya, tanaman jagung yang kita kenal sekarang

Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani Read More »

Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi

 Oleh: Laksmi A. Savitri[1] Kristina Lolon, berusia 80 tahun, adalah perempuan penjaga benih leye (Jawa: jali-jali, nama ilmiah: Coix lacyma-jobi L). Ia tinggal di pulau Lembata, NTT, dan mengemban peran turun-temurun dalam keluarga Lamadike untuk melindungi benih leye dari kepunahan dengan cara tidak boleh mengonsumsi pangan pokok selain leye. Dengan begitu, keluarganya terus-menerus harus bertanam

Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi Read More »