Bina Desa

Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai?

Tidak lama setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program prioritas yang diberi nama Koperasi Merah Putih. Program ini digadang-gadang sebagai pilar baru kelembagaan ekonomi nasional yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian bangsa. Namanya pun dibuat penuh nuansa nasionalisme. Merah Putih, bendera kebangsaan, yang melambangkan keberanian dan kesucian. Merah diartikan sebagai semangat juang, keberanian, dan kekuatan rakyat; […]

Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai? Read More »

Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi

Bina Desa | Keluarga petani kecil di pedesaan menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Diseminasi Hasil Riset Perubahan Iklim terhadap Keluarga Petani Kecil di Pedesaan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Desa secara daring via Zoom pada Selasa, 16 Desember 2025, menyoroti berbagai tantangan dan upaya adaptasi yang dilakukan komunitas

Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi Read More »

Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani

Keterkaitan petani dengan benih dan keragaman tanaman tidak diragukan lagi. Selama ribuan tahun para petani dan masyarakat adat di seluruh dunia telah memilih benih terbaik dari panennya, menyimpannya, menanamnya kembali dan melakukan pemuliaan. Upaya tersebut telah melahirkan ribuan jenis tanaman, yang sekarang telah menyebar dan digunakan secara luas. Misalnya, tanaman jagung yang kita kenal sekarang

Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani Read More »

Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi

 Oleh: Laksmi A. Savitri[1] Kristina Lolon, berusia 80 tahun, adalah perempuan penjaga benih leye (Jawa: jali-jali, nama ilmiah: Coix lacyma-jobi L). Ia tinggal di pulau Lembata, NTT, dan mengemban peran turun-temurun dalam keluarga Lamadike untuk melindungi benih leye dari kepunahan dengan cara tidak boleh mengonsumsi pangan pokok selain leye. Dengan begitu, keluarganya terus-menerus harus bertanam

Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi Read More »

Perempuan, Peluh untuk Benih dan Pangan, “Multi Peran atau Multi Beban”

(Sebuah tulisan pengingat untuk memperkuat konsolidasi perempuan) Perempuan dan sumber daya alam memiliki peranan penting dalam rantai produksi pangan yang melekat dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Sejak dimulainya peradaban dan masa prasejarah perempuan menjadi aktor yang bekerja sama dengan laki-laki baik sebagai peramu dan pemburu. Melalui sejumlah penelitian, termasuk hasil penelitian ilmuwan

Perempuan, Peluh untuk Benih dan Pangan, “Multi Peran atau Multi Beban” Read More »

Belajar Konservasi Benih Dari Dayak Meratus, “Pantangan Menjual Padi”

Sejak era Orde Baru, pembangunan pertanian bertumpu pada Revolusi Hijau dengan monokultur padi dan menjadi pangan pokok bagi seluruh penduduk Indonesia, di manapun berada. Berbagai jenis pangan lokal terpaksa harus menyerah, pola konsumsi masyarakat berubah. Padi menjadi pangan utama di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya serta memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Indonesia

Belajar Konservasi Benih Dari Dayak Meratus, “Pantangan Menjual Padi” Read More »

MEMBELA HAK PETANI, NELAYAN, DAN MASYARAKAT ADAT : KEPAL AJUKAN UJI MATERIL UU CIPTA KERJA

Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) Jakarta, 19 September 2025. Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) sejak 2020 lalu konsisten melakukan serangkaian tindakan advokasi mengawal UU Cipta Kerja. Setelah sebelumnya melakukan permohonan uji formil UU Cipta Kerja, melakukan pemantauan dan pengaduan konstitusional atas pelanggaran putusan melakukan pemantauan pelanggaran putusan MK dalam perkara pengujian formil UU Cipta Kerja,

MEMBELA HAK PETANI, NELAYAN, DAN MASYARAKAT ADAT : KEPAL AJUKAN UJI MATERIL UU CIPTA KERJA Read More »

PERNYATAAN SIKAP “NAVA ARUTALA”

Menyikapi situasi politik nasional akhir-akhir ini, terutama atas masifnya gerakan pro-demokrasi yang disuarakan rakyat dan direspons secara berlebihan oleh aparat, kami menyampaikan keprihatinan mendalam. Respons represif ini telah menimbulkan korban jiwa, termasuk seorang warga pengemudi ojol yang meninggal secara tragis setelah dilindas mobil Barakuda satuan Brimob Polri. Gelombang kekerasan aparat telah memicu kemarahan publik dan

PERNYATAAN SIKAP “NAVA ARUTALA” Read More »

SOPANK Selenggarakan Musyawarah & Konsolidasi Advokasi PA di Kabupaten Tojo Una-Una

Tojo Una-Una, 30 Juni 2025 — Solidaritas Perempuan Kampung (SOPANK) bersama Bina Desa menyelenggarakan Musyawarah dan Konsolidasi Advokasi Pertanian Alami di Kabupaten Tojo Una-Una pada 28–30 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para petani, pegiat pertanian alami, serta organisasi akar rumput dalam upaya memperkuat gerakan kedaulatan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

SOPANK Selenggarakan Musyawarah & Konsolidasi Advokasi PA di Kabupaten Tojo Una-Una Read More »

Petani Kecil Cilacap Petakan Ancaman Iklim: Lokakarya Riset Dampak Perubahan Iklim pada Keluarga Petani Kecil

Cilacap | Perubahan iklim kian nyata menghimpit kehidupan petani kecil di berbagai daerah. Untuk memetakan dampak langsung dari krisis iklim terhadap keluarga petani, Bina Desa bersama Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Sidamakmur menggelar Lokakarya Pengambilan Data Primer sebagai bagian dari rangkaian Riset Perubahan Iklim. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli

Petani Kecil Cilacap Petakan Ancaman Iklim: Lokakarya Riset Dampak Perubahan Iklim pada Keluarga Petani Kecil Read More »