Buletin 152
DOWNLOAD BULETIN Artikel terkait Kartini : Pendidikan Menggerakkan Perempuan untuk Bangkit dari Kesulitan Hidup di Desa Bertukar pengalaman perempuan desa di Cianjur dan pegiat desa dari Jepang
DOWNLOAD BULETIN Artikel terkait Kartini : Pendidikan Menggerakkan Perempuan untuk Bangkit dari Kesulitan Hidup di Desa Bertukar pengalaman perempuan desa di Cianjur dan pegiat desa dari Jepang
Majalah National Geographic, edisi Juni 2011, pernah mengulas tentang Candi atau Kuil Göbekli Tepe di Turki. Judul tulisan utama majalah itu demikian: The Birth of Religion, The World’s First Temple. Artikel ini menjelaskan secara panjang lebar bahwa dalam proses membangun peradaban manusia, agama dan pertanian merupakan hal yang penting. Apakah agama berada di depan atau
Agama dan Pertanian Read More »
“Kuasai minyak, maka engkau akan menguasai bangsa-bangsa. Kuasai pangan, maka engkau akan menguasai rakyat.” Henry Kissinger, penasihat keamanan nasional di era Presiden Amerika Serikat Richard Nixon. Pernyataan Henry Kissinger telah menjadi bukti nyata bahwa terjadi pada sistem pangan Indonesia saat ini. Tingginya beras impor pada tahun 2023 menjadi bukti bahwa petani Indonesia perlahan kehilangan kedaulatan
Menilik Hilangnya Kontrol Perempuan Petani Atas Benih Read More »
Sejak era Orde Baru, pembangunan pertanian bertumpu pada Revolusi Hijau dengan monokultur padi dan menjadi pangan pokok bagi seluruh penduduk Indonesia, di manapun berada. Berbagai jenis pangan lokal terpaksa harus menyerah, pola konsumsi masyarakat berubah. Padi menjadi pangan utama di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya serta memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Indonesia
Belajar Konservasi Benih Dari Dayak Meratus, “Pantangan Menjual Padi” Read More »
Desa Jatiroyo di Karanganyar dikenal akan kesuburannya, dikelilingi hamparan sawah hijau dan kekayaan alam melimpah. Namun, di balik keindahan itu, warga menghadapi siklus yang penuh tantangan: saat musim hujan tiba, ancaman banjir kecil, tanah longsor, dan angin kencang kerap datang; sebaliknya, di musim kemarau, kekeringan melanda, membuat lahan retak dan hasil panen menurun drastis. Realitas
Menjemput Berkah dari Langit: Gerakan Panen Hujan di Desa Jatiroyo Read More »
Tumbuh sebagai remaja di desa yang sebagian besar warganya hidup dari pertanian membuat saya percaya bahwa tanah tempat kami berpijak menyimpan potensi besar untuk berkembang. Desa kami dikenal sebagai penghasil kakao dan padi yang melimpah. Namun, di balik hasil panen yang berlimpah itu, ada tantangan besar yang mengintai: semakin sedikit anak muda yang ingin menjadi
Pertanian, Inovasi, dan Mimpi Hijau dari Desa Ngundi Mulyo Read More »
Di tengah derasnya arus modernisasi dan ekspansi kapitalisme agraria, desa kerap dipandang sebagai ruang yang tertinggal. Padahal, di sanalah sesungguhnya tersimpan kekayaan sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi fondasi penting bagi kedaulatan bangsa. Dari kesadaran itulah, Komunitas Swabina Pedesaan Lantera Sambaliwali (KSP Lantera Sambaliwali) hadir — sebagai ruang belajar, bergerak, dan berorganisasi bagi orang muda
Di sebuah desa di Kecamatan Luyo, Kelurahan Batupanga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), suara cangkul yang berpadu dengan tawa para petani menjadi irama keseharian. Bukan sekadar bekerja di Ladang, mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar hasil panen: membangun kemandirian melalui usaha kolektif. Bagi para anggota Kelompok Petani Kampung (KPK), kerja bersama bukanlah hal
Gotong Royong Membangun Kemandirian: Kisah Usaha Kolektif Petani Kampung Read More »
Pemuda sering dijuluki sebagai agent of change—agen perubahan yang menjadi harapan bangsa untuk mendorong lahirnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan berdaya. Mereka tidak hanya berperan sebagai motor pembangunan, tetapi juga sebagai penjaga nurani sosial yang mengingatkan arah perubahan agar tetap berpihak pada rakyat. Namun, narasi tentang “pemuda” kerap terjebak dalam bayangan tunggal: laki-laki. Nama-nama besar
Jika Organisasi Tanpa Pemudi, Siapa yang Akan Menyulut Perubahan? Read More »
Fajar baru saja menyingkap kabut tipis di langit Desa Bajiminasa. Di sela-sela dinginnya pagi, terdengar suara ayam berkokok menandakan hari telah dimulai. Perempuan-perempuan desa yang selama ini tak kenal lelah, kembali disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Dari menyiapkan sarapan hingga mengurus anak-anak, begitu cepat waktu berlalu hingga tak terasa sore kembali datang. Namun di tahun
Lahirnya Serikat Perempuan Bajiminasa: Ruang Baru Untuk Perempuan Desa Read More »