Bina Desa

Koin Tanah Liat dan Ekonomi Alternatif Jadi Daya Tarik Utama “Siruntu Baku Dapa” di Bulukumba

BULUKUMBA – Sebuah inovasi dalam transaksi ekonomi berbasis komunitas menjadi sorotan utama dalam kegiatan “Siruntu Baku Dapa” yang digelar di Kebun Bersama Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, pada Minggu, 17 Mei 2026. Berlangsung di tengah rimbunan pohon bambu dan aliran sungai yang sejuk, acara ini menghadirkan konsep pertukaran unik menggunakan koin berbahan tanah liat, […]

Koin Tanah Liat dan Ekonomi Alternatif Jadi Daya Tarik Utama “Siruntu Baku Dapa” di Bulukumba Read More »

Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, Desa Menjadi Lebih Berdaya #2 

Ketika Pangan Tidak Berdaulat, Perempuan Menanggung Beban Lebih Besar  Krisis pangan tidak berdampak sama kepada semua orang. Ketika harga pangan meningkat, pendapatan keluarga menurun, hasil panen gagal, atau terjadi bencana, perempuan sering kali menjadi kelompok yang harus menyesuaikan konsumsi keluarga. FAO mencatat bahwa secara global perempuan masih mengalami kerawanan pangan lebih tinggi dibandingkan laki laki. Ketimpangan tersebut

Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, Desa Menjadi Lebih Berdaya #2  Read More »

Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, Desa Menjadi Lebih Berdaya #1

Ketika kita berbicara mengenai pangan, tentunya pembicaraan ini tidak hanya sekedar pemenuhan akan kebutuhan isi perut, namun juga menjadi menjadi pembicaraan yang cukup kompleks. Yakni berbicara mengenai persoalan kuasa, keadilan dan kesejehateraan. Dalam kehidupan masyarakat pedesaan, pemenuhan pangan berada ditangan perempuan pedesaan. Namun perannya disini mencangkup berbagai hal – rantai pangan. Perempuan menanam, merawat tanaman, mengolah hasil pertanian, menyimpan benih, menyiapkan makanan keluarga,

Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, Desa Menjadi Lebih Berdaya #1 Read More »

Perjanjian Internasional yang Relevan dengan Varietas Tanaman, Benih dan Perlindungan Hak Petani

Keterkaitan petani dengan benih dan keragaman tanaman tidak diragukan lagi. Selama ribuan tahun para petani dan masyarakat adat di seluruh dunia telah memilih benih terbaik dari panennya, menyimpannya, menanamnya kembali dan melakukan pemuliaan. Upaya tersebut telah melahirkan ribuan jenis tanaman, yang sekarang telah menyebar dan digunakan secara luas. Misalnya, tanaman jagung yang kita kenal sekarang

Perjanjian Internasional yang Relevan dengan Varietas Tanaman, Benih dan Perlindungan Hak Petani Read More »

Benih dan Sumber-Sumber Agraria Rakyat

Indonesia disebut sebagai negara agraris yang menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama kehidupan masyarakat. Pertanian di Indonesia sejauh ini masih dikonotasikan dengan kehidupan pedesaan, tempat bersemainya benih-benih pertanian menuju ketahanan pangan. Siklus kehidupan tanaman pertanian cukup dipengaruhi oleh benih yang ditanam. Ketepatan pemilihan benih akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produksi hasil pertanian yang diperoleh,

Benih dan Sumber-Sumber Agraria Rakyat Read More »

Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa Swabina 

Di sebuah sudut Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, hiduplah seorang perempuan bernama Ibu Masi. Ia telah melampaui usia setengah abad, di mana puluhan tahun daripadanya dihabiskan di tanah rantau sebagai buruh perkebunan di Malaysia. Di bawah terik matahari perkebunan industri monokultur, ia terbiasa berinteraksi dengan pupuk kimia dan pestisida sintetis dosis tinggi, meyakininya sebagai satu-satunya jalan

Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa Swabina  Read More »

Pendidikan Kritis, Musyawarah dan Kemandirian Kolektif sebagai Pilar Swabina Pedesaan

Di banyak desa, pembangunan tampak bergerak, jalan diperbaiki, kantor desa dibangun, bantuan datang, proyek silih berganti. Namun, jika kita lihat lebih dekat, muncul pertanyaan sederhana namun penting : “Apakah desa-desa kita sungguh sedang berjalan menuju swabina, atau masyarakat desa masih terdiam menjadi penonton pembangunan yang ditentukan orang lain?”   Bayangkan jalan mulus yang menghubungkan kantor baru, sementara sawah mongering dan

Pendidikan Kritis, Musyawarah dan Kemandirian Kolektif sebagai Pilar Swabina Pedesaan Read More »

Desa, Reforma Agraria, Demokrasi, dan Meredam Korupsi

Mohon maaf, tulisan ini jauh dari sekadar opini. Memang tidak berdasarkan data statistik. Percayalah, ini sebuah kajian fenomenologi ala filsuf Edmund Husserl. Artinya sebuah usaha membuat kajian berdasarkan gejala yang nampak di mata pengalaman keseharian. Tahunya orang akan realitas, tidak sekadar yang dia pandang sepintas, tetapi juga yang dia hayati sebagai pengalaman akan keberilmuan. Di

Desa, Reforma Agraria, Demokrasi, dan Meredam Korupsi Read More »

Masyarakat Desa Bajiminasa Serahkan Rekomendasi Pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif 

Bulukumba | Rabu, 8 April 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Bajiminasa dalam mendorong arah pembangunan desa yang lebih partisipatif, transformatif, dan inklusif. Pada hari tersebut, Gerakan Petani Alami Bajiminasa (Gertani) bersama Serikat Perempuan Bajiminasa dan berbagai unsur masyarakat desa secara resmi menyerahkan dokumen usulan rekomendasi pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif kepada Pemerintah Desa Bajiminasa.  Kegiatan penyerahan berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Bajiminasa.

Masyarakat Desa Bajiminasa Serahkan Rekomendasi Pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif  Read More »