Bina Desa

Swasembada Pangan Gagal

Lahan Produktif di Sumsel Beralih Jadi Kebun Sawit PALEMBANG — Alih fungsi lahan pertanian di Sumatera Selatan berdampak serius terhadap kemandirian pangan provinsi tersebut. Kini, Sumsel tak lagi jadi lumbung pangan nasional karena gagal mencapai swasembada pangan. ”Luas dan produktivitas lahan pertanian di Sumsel tidak sebanding dengan jumlah penduduk sehingga provinsi ini gagal swasembada pangan,” kata […]

Swasembada Pangan Gagal Read More »

Impor Pangan Makin Leluasa

Struktur Pajak Melemahkan Daya Saing JAKARTA —  Struktur pajak di Indonesia belum mampu menjadi instrumen bagi terciptanya ketahanan pangan nasional. Sebaliknya, pajak justru memberikan keleluasan bagi masuknya produk pangan impor sehingga melemahkan daya saing produk pangan lokal. Hal itu terungkap dalam dialog bisnis Prasetiya Mulya, Rabu (5/3), di Jakarta, dengan tema ”Food Security for Nation Sovereignty: The

Impor Pangan Makin Leluasa Read More »

Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013

Jakarta – Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat hampir 250 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang tahun 2013. Komisioner Komnas Perempuan Saur Tumiur Situmorang mengatakan, lebih dari setegahnya, kekerasan dilakukan oleh personal yaitu kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri. Kata Saur, kekerasan yang dilakukan umumnya berupa kekerasan secara psikis atau psikologi,

Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013 Read More »

Kenapa Reforma Agraria Penting?

Kenapa reforma agrarian penting bagi bangsa seperti Indonesia? Dalam sejarahnya bangsa ini adalah bangsa yang terjajah ratusan tahun, hal itu membuat sumberdaya agrarianya dikuasai pula oleh bangsa colonial selama ratusan tahun sehingga setalah merdeka bangsa ini penting melakukan reforma agrarian untuk melakukan penataan kembali struktur pemilikan dan penguasaan sumberdaya agraririanya untuk keadilan rakyat. “Hatta pernah

Kenapa Reforma Agraria Penting? Read More »

Mengapa Bertani Alami?

Sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa penyebab perpindahan tangan lahan sawah atau kebun disebabkan oleh karena petani terjerat dalam utang produksi. Berdasarkan catatan Bina Desa, Sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pertanian Alami Bina Desa, Lily Noviani Batara, pertambahan biaya produksi secara signifikan meningkat hampir 100 % sejak tahun 2006 – 2011, dimana sebagian besar peningkatan terjadi

Mengapa Bertani Alami? Read More »

Food Estate: Pembangunan Pertanian yang salah arah

Gelombang investasi oleh perusahaan besar di sektor pangan nampaknya sedang bergairah. Sebagai contoh, di Indonesia Bin laden Group telah menyatakan akan menginvestasikan US$2 miliar untuk pembukaan food estate di Lampung dan Sulawesi Tengah. Sebelumnya grup yang sama juga telah berencana untuk menggelontorkan US$4,37 miliar pada proyek mereka berupa pembukaan lahan pertanian pangan seluas 500.000 hektar

Food Estate: Pembangunan Pertanian yang salah arah Read More »

Menanam Dalam Ketidakpastian: Cerita Pertanian Alami dari Sulawesi

Cerita Pertanian Alami dari Sulawesi Mereka adalah orang-orang yang bersemangat merawat alam di desanya, menghidupi dan hidup harmonis dengan apa yang bisa diberikan oleh tanah di mana mereka tumbuh. Di Salassae dan desa-desa sekitarnya di Kabupaten Bulukumpa, tua dan muda laki-laki dan perempuan bergandeng tangan mengupayakan kehidupan sosial yang tidak bergantung– terutama melalui kemandirian sektor

Menanam Dalam Ketidakpastian: Cerita Pertanian Alami dari Sulawesi Read More »

Sekilas pandang “Pendidikan Musyawarah”

Musyawarah adalah nilai manusiawi asli luhur dan khas bangsa Indonesia. Musyawarah adalah budaya dan tradisi pembaharuan. Sejak perumusan awalnya pada periode pertama (1986-1996) Komisi Pendidikan Musyawarah Yayasan Bina Desa beranggotakan di antaranya: Pater J. Distra SJ (Ketua), Gedong Bagoes Oke, KH. Abdul Rachman Wahid/Gus Dur dan Prof. DR. Sajogyo (Guru Besar Sosiologi IPB/Pendiri SAINS) BINADESA.CO—Jakarta.

Sekilas pandang “Pendidikan Musyawarah” Read More »

Masalah Landreform di Jawa Masa Kini

Oleh: Imam Yudotomo *) OBYEK LAND-REFORM: TANAH PERKEBUNAN Dengan asumsi bahwa land-reform merupakan usaha untuk menata kembali pemilikan tanah yang dirasa tidak adil dan usaha untuk me-redistribusi tanah yang dikategorikan sebagai obyek land-reform kepada kaum tani yang tidak bertanah, maka ketika gagasan land-reform mulai dibicarakan kaum pergerakan Indonesia di masa penjajahan dulu boleh dikatakan bahwa,

Masalah Landreform di Jawa Masa Kini Read More »