Bina Desa

Pembangunan, Dominasi asing dan nasib petani

Untuk apa mencinta kalau hanya berdusta, lyric lagu lawas itu sekiranya cocok untuk parodi ekonomi politik bangsa terkini—untuk apa bikin undang-undang kalau hanya untuk di gugat? Untuk apa mencintai kalau tak pernah berbalas dicinta? Kata Iwan Fals dalam lagunya: “Untuk apa punya pemerintah kalau hidup terus-terusan susah..” Ibarat asmaradana, baru seumur jagung di sahkan sudah […]

Pembangunan, Dominasi asing dan nasib petani Read More »

Kesejahteraan Petani Masih Terabaikan

Berbagai masalah masih melanda petani dan masyarakat pedesaan. Seperti masalah akses dan kontrol atas tanah, air, benih, konflik agraria, belum adanya perlindungan harga produk pertanian bagi para petani kecil serta serbuan pangan impor murah yang menyebabkan anjloknya harga produk pertanian dalam negeri. Terkait dengan Rencana Strategis 2010-2014 Kementerian Pertanian dan lebih jauh Rencana Strategis Pemerintahan

Kesejahteraan Petani Masih Terabaikan Read More »

Mempertimbangkan kembali nasib manusia (di tengah kemarau)

Data Buku : Judul                : KEMARAU Pengarang       : A.A NAVIS Terbit              : GRASINDO, Cetakan VI, Agustus 2003 Tebal               : X + 118 halaman   Judul di atas segera mengajukan pertanyaan, apa yang dipertimbangkan? Nasib? Tulisan ulasan tentang novel ‘Kemarau’ karya A.A Navis ini tidak hendak membahas nasib sebagai sebuah kaidah langit dan bumi,

Mempertimbangkan kembali nasib manusia (di tengah kemarau) Read More »

Chairun Nisa: Dari Sastra Iggris, Guru SD, sampai ke Pasru Jambe

“Bersama kaumnya ia terus menerus belajar, mencerahkan sesama dan dirinya sendiri; bekerja bersama rakyat dan istiqomah membangun kaumnya; perempuan.” Bahasa bijak sering menyebut bahwa hidup itu sebuah pilihan, kita yang memilih kehidupan dan kehidupan yang memilih kita; masing-masing akan saling memilih untuk mencapai kebebasannya sebagai manusia. Uangkapan bijak itu rasanya tepat untuk perempuan ini, Khairun

Chairun Nisa: Dari Sastra Iggris, Guru SD, sampai ke Pasru Jambe Read More »

Kiat Hidup Sehat Dengan Berpikir Positif

Kita sudah ketahui bahwa begitu besar pengaruh pikiran terhadap fisik kita. Dalam dunia medis hal ini disebut sebagai psikoneuroimunologi. Sebagai contoh: saat kita melihat sesuatu yang menjijikkan mungkin kita akan merasa mual dan muntah, hal ini bukan berarti mual dan muntah karena lambung yang sakit, namun karena pikiran negatif kita mempengaruhi lambung sehingga timbul rasa

Kiat Hidup Sehat Dengan Berpikir Positif Read More »

G-20, politik Negara maju atasi krisis?

Harapan agar G-20 memiliki peran yang besar dalam mengatasi krisis global, menciptakan kesetaraan dan keadilan hanya ilusi. Sebab G-20 tidak menjawab persoalan krisis secara subtansial melainkan lebih terarah untuk mempertahankan Kapitalisme baik Kapitalisme ala Anglo-Saxon maupun ala Eropa Continental. Hal tersebut dinyatakan pemerhati ekonomi politik Internasional Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI. Menurutnya, justru G-20 menjadi sarana

G-20, politik Negara maju atasi krisis? Read More »

Korupsi dan Kemelut Konflik Agraria

Kematian tujuh warga Sei Sodong, Ogan Komering Ilir (OKI), akibat konflik agraria menambah daftar panjang korban konflik agraria di tanah air. Padahal, baru sepekan lalu 13 petani Kebumen tertembak saat berhadap-hadapan dengan aparat TNI yang juga dikarenakan konflik agraria. Biasanya, setelah jatuh korban, aspek pidana dari konflik ini segera ditindaklanjuti. Namun, akar masalah utama berupa

Korupsi dan Kemelut Konflik Agraria Read More »

Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut

“Berbagai jenis rumput laut yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis ternyata bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Kandungan unsur hara mikro dan makronya lebih tinggi dari pupuk urea.” Lautan menyimpan begitu banyak sumber daya hayati yang bernilai jual tinggi. Selain beragam jenis ikan, kekayaan laut lainnya yang bermanfaat bagi manusia ialah rumput laut. Selama

Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut Read More »

Rapuh Sejak Fondasi

Pertumbuhan ekonomi dalam dua periode pemerintahan cenderung mengorbankan pemerataan. Pembaharuan agraria secara konsisten, reformulasi distribusi modal, dan pemihakan sektor pertanian secara luas sebagai landasan pembangunan jangka panjang, secara substansial sama sekali tidak jalan. Akibatnya, bangsa ini harus menanggung beban yang kian berat dalam transformasi masyarakat miskin kepada kesejahteraan sosial yang adil dan modern. Beban yang

Rapuh Sejak Fondasi Read More »