Bina Desa

Pertanian Keluarga Disingkirkan

“Pemerintah lupa bahwa pertanian Indonesia basisnya adalah pertanian keluarga dan bukan industri. Lebih-lebih kalau kita hitung penyedia pangan non beras, jagung dan kedelai,” ujar Muhammad Nuruddin, Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API) Menurut Gus Din, panggilan akrabnya, setahun Pemerintahan Jokowi-JK masih memperlihatkan sektor pertanian dibangun lewat cara-cara industrialisasi pertanian seperti di eranya Rezim Suharto. “Yang itu […]

Pertanian Keluarga Disingkirkan Read More »

Indonesia Dibombardir Sekutu, Reforma Agraria di Awal Kemerdekaan Jalan Terus

Politik Pertanian/Agraria di Indonesia, berprinsip, “Pemilikan tanah yang sangat luas oleh seseorang di mana terdapat jumlah penggarap yang besar, adalah bertentangan dengan dasar perekonomian yang adil. Tanah tidak boleh menjadi alat kekuasaan orang-seorang untuk menindas dan memeras hidup orang banyak.” “Soal agraria (soal tanah) adalah soal hidup dan penghidupan manusia, karena tanah adalah asal dan

Indonesia Dibombardir Sekutu, Reforma Agraria di Awal Kemerdekaan Jalan Terus Read More »

Dominasi Amerika dalam Konferensi Perubahan Iklim Paris

Hasil perundingan Paris dianggap sebagai keberhasilan besar oleh negara maju. Negara maju merasa berhasil bersolidaritas terhadap negara-negara berkembang yang menghadapi dampak buruk perubahan iklim. Tetapi, menurut Direktur Ekskutif Bina Desa, Dwi Astuti, sesungguhnya kesepakatan tersebut tidak lebih hanya menguntungkan korporasi (corporate capture) sekaligus mencerminkan gagalnya pemerintah dalam melakukan negosiasi. Konferensi Perubahan Iklim atau Side Event

Dominasi Amerika dalam Konferensi Perubahan Iklim Paris Read More »

Michael Lipton, Pemikir yang teguh membela produsen pertanian skala kecil

Siapakah yang tidak mengenal Michael Lipton? Lipton lahir tahun 1937 di London, Inggris. Karir terakhirnya sebagai professor riset pada Institute of Development Studies, University of Sussex, khususnya pada Unit Penelitian Kemiskinan (Poverty Research Unit) yang ia dirikan. Kaliber, pengaruh dan kemashurannya melebihi disiplin ekonomi pembangunan, tempat ia berangkat. David Simon, penulis buku Fifty Key Thinkers

Michael Lipton, Pemikir yang teguh membela produsen pertanian skala kecil Read More »

5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO

WTO telah gagal, itulah kenyataanya. Tidak ada capaian penting untuk membuat tata dunia menjadi lebih adil dan sejahtera bersama-sama. Negosiasi berlangsung dengan tidak demokratis, Negara-negara maju cenderung memaksakan kepentingan nasional ekonominya, semantara Negara miskin dan berkembang ditempatkan pada posisi membeo saja pada kepentingan Negara maju. Satu contoh factual, subsidi negara miskin dan berkembang dibatasi de

5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO Read More »

Perpangkalan dan Analisis Sosial (Refleksi Pemikiran Kartjono II)

Perpangkalan Perlu kita ingat bersama bahwa apapun yang hendak dibangun diatas bumi suatu negeri harus mengakar secara sosial-kultural. Harus membumi. Harus mempunyai perpangkalan atau mempunyai akar sosial kultural. Semua manusia yang berada dalam bangunan, sistem yang dibangunya harus merasa “krasan” (at home). Mereka tidak  merasa asing didalam lingkungannya sendiri. Betapapun modernnya sistem yang hendak dibangun

Perpangkalan dan Analisis Sosial (Refleksi Pemikiran Kartjono II) Read More »

Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa), khususnya melalui Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) telah menggunakan kata “Pendamping” sebagai bahasa ungkap untuk mereka yang diasumsikan akan bekerja dengan tenaganya mendampingi pembangunan di desa. Salah satu yang paling riil disebutkan adalah para tenaga pendamping desa akan membantu mengawasi dan mendampingi tiap

Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I) Read More »

Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10

Pemerintah harus konsisten dalam memperjuangkan Proposal Cadangan Pangan Publik untuk kesejahteraan petani di perhelatan tersebut. Jakarta, binadesa.co: Sejumlah organisasi rakyat melayangkan Surat Terbuka kepada Menteri Perdagangan Repulik Indonesia Thomas Lembong. Mereka yang terdiri dari Indonesia for Global Justice (IGJ), Lembaga Konsumen Yogyakarta, IHCS, Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), BINA DESA, Institut Perempuan, Suara Perempuan

Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10 Read More »

Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Mereka menggugat UU Kehutanan. “Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ujar hakim konstitusi Anwar Usman saat persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Kamis (10/12/2015). Dalam pertimbangannya, majelis mengabulkan Pasal 50 ayat 3 huruf e dan huruf i karena masyarakat adat

Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui Read More »

Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya

Dengan bekal yang dimilikinya, manusia tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan realitas, tapi ia juga memiliki kemampuan kritis untuk membuat pilihan dan mengubah realitas. Manusia Kritis Dalam Pendidikan Musyawarah Dalam sebuah pertemuan pendidikan di desa Taraju, kabupaten Tasikmalaya ketika itu, Romo Dijktra – salah seorang sesepuh dan pendiri Bina Desa–   tiba-tiba tertawa takjub melihat peserta

Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya Read More »