Bina Desa

Dua Paradigma Desa

Analisis J Kristiadi di harian ini empat hari lalu menempatkan pemilahan dua paradigma sebagai pangkal kisruh desa dalam dua tahun terakhir: desa membangun dan (pemerintah) membangun desa. Kesimpulan Kris berguna untuk memusatkan penyelesaian persoalan pada pemupukan pertemanan paradigma. Tujuannya, memantik implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa melalui soliditas antarpemimpin, antarkelembagaan, dan pola perilaku […]

Dua Paradigma Desa Read More »

Sediono MP Tjondronegoro, Dari Tentara Pelajar sampai AIPI

Sediono termasuk keturunan bangsawan Tjondronegoro (ayah) dan Arungbinang (ibu). Di zaman sebelum Indonesia merdeka, keturunan Tjondronegoro banyak yang menjadi bupati di daerah Jepara, Pati, dan Kudus. Adapun trah Arungbinang di daerah Kebumen dan Wonosobo. Waktu Sediono lahir, ayahnya, RM Soetioso Sosro Boesono, menjabat Asisten Wedana, salah satu kota tugasnya, sebelum sebagai Bupati Semarang dan bergelar

Sediono MP Tjondronegoro, Dari Tentara Pelajar sampai AIPI Read More »

Sediono MP Tjondronegoro: Merosotnya Kemandirian dan Kebersamaan

Hari-harinya kini tidak lagi sesibuk sebelumnya. Kegiatan akademis dan penelitian tidak lagi sebanyak dulu. Tidak lagi duduk sebagai promotor utama pengujian calon doktor, tidak lagi mengajar secara rutin, tidak lagi melakukan penelitian lapangan. Lebih banyak di rumah, tempat menghasilkan karya-karyanya selama ini. Namun, perhatian dan kegiatan tetap di sekitar pemberdayaan masyarakat, seperti Yayasan Akatiga di

Sediono MP Tjondronegoro: Merosotnya Kemandirian dan Kebersamaan Read More »

Kewajiban Negara Dalam Hak Atas Pangan

Kewajiban Negara Dalam Hak Atas Pangan UUD 1945 Pasal 28I ayat (4) mengamanatkan, “Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.” Dalam konteks hak atas pangan, negara dibebani kewajiban untuk memenuhinya sebagaimana hak asasi manusia lainnya. Negara dibebani kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan dan gizi yang terjangkau dan

Kewajiban Negara Dalam Hak Atas Pangan Read More »

Ir. Soekarno: Karena itu, hadapilah persoalan Land reform ini secara zakelijk-objektif

Gagasan perombakan penguasaan atas sumber-sumber agraria telah diusung jauh-jauh hari oleh para pendiri bangsa dan menjadi tuntutan umum di negara-negara yang baru saja bebas dari kolonialisme. Di negara-negara Asia maupun Timur Jauh, tuntutan ini menjadi isu politik utama dalam gerakan antikolonialisme dan periode kemerdekaan. Perlawanan terhadap praktik agraria yang kapitalistis di Indonesia telah berlangsung sejak

Ir. Soekarno: Karena itu, hadapilah persoalan Land reform ini secara zakelijk-objektif Read More »

Merefleksikan Pemikiran A.T. Mosher tentang Kesejahteraan Pedesaan, dan Pembaruan Agraria

Pembangunan tanpa didahuli pembaruan agraria (Agrarian Reform) apa jadinya? Apa kata dunia? Sementara dunia telah berusaha keras mengupayakan pembaruan agararia sebagai landasan pembangunan—bahkan itu oleh negara-negara yang pada akhirnya berhaluan kapitalisme dalam transformasi pembangunannya—Indonesia sebaliknya, justeru meninggalkan agenda pembaruan agraria yang merupakan landasan bagi pembangunan masyarakat adil-makmur. Salah satu pemikir yang mengkaji secara holistik pembangunan

Merefleksikan Pemikiran A.T. Mosher tentang Kesejahteraan Pedesaan, dan Pembaruan Agraria Read More »

Komunitas Swabina Pedesaan Dalam Perspektif Pembangunan Pedeasaan

Rakyat atau komunitas desa yang kuat adalah syarat mutlak untuk membangun Komunitas Swabina Pedesaan (KSP). Oleh: Kartjono WS* Gagasan pengembangan Komunitas Desa Swabina (KDSB) yang diajukan dalam makalah ini merupakan serangkaian pemikiran teman-teman Bina Desa yang sudah lama menjadi topik pembicaraan dilingkungan Bina Desa. Pemikiran KDSB belum menjadi sebuah konsep baku, tapi baru sebatas gagasan

Komunitas Swabina Pedesaan Dalam Perspektif Pembangunan Pedeasaan Read More »

Gunawan Wiradi: Jejak Langkah Pembentuk Zaman

“Setiap generasi itu anak zamannya. Persepsinya menangkap gejala dalam masyarakat, pandangan dan sikapnya, dipengaruhi kondisi obyektif pada zamannya…tetapi sekaligus, setiap generasi adalah pembentuk zamannya.” (Gunawan Wiradi) Pada mulanya 28 Agustus 1932 delapan puluh tahun yang lalu. Delapan puluh tahun lebih kini berjalan menuju, sebagai manusia ia pun pernah mengelami guncangan mental dan batin. Sebagai manusia

Gunawan Wiradi: Jejak Langkah Pembentuk Zaman Read More »

Mbak Usrek: “Tidak ada yang sia-sia, belajar pasti ada buahnya”

Dengan bekerja bersama di penghujung tahun 2014, kelompok yang dibangun oleh Mbak Usrek berhasil memiliki dua areal lahan seluas 0,6 ha yang dibeli dengan usaha sendiri dengan cara mencicil. Sulitnya mendapat biaya produksi pertanian membuatnya terdorong untuk menghadirkan pangan yang sehat untuk keluarga, Mbak Usrek kemudian mengorganisir warga dusun lainnya baik laki-laki maupun perempuan untuk

Mbak Usrek: “Tidak ada yang sia-sia, belajar pasti ada buahnya” Read More »

Program Sektor Pertanian Dibajak Pasar

Pemerintah sudah balik badan dari agenda nawacita pertanian. Mengaggap kedaulatan pangan hanya sebagai peningkatan produksi. Tandanya, redistribusi tanah sebebsar 9 juta ha yang direncankan Presiden Jokowi-JK sampai sekarang belum ada kejelasan.  Di sisi lain, justru sektor pasar yang aktif dan seolah memiliki jatah memperluas areal kuasa atas tanah baik di Kalimantan, Sulawesi maupun Papua. Henry

Program Sektor Pertanian Dibajak Pasar Read More »