Bina Desa

Pertanian Alami: Mereka Tahu Tapi Belum Mau

Oleh: Acmad Miftah,–Sekretaris Lembaga Bina Desa [dropcap]P[/dropcap]ertanian Alami adalah sistem budidaya pertanian yang menempatkan semua unsur makhluk di alam raya berjalan sesuai dengan peran dan fungsinya. Di mana masing-masing akan saling bekerjasama untuk menjaga keseimbangan dan keberlangsungan hidup. Sistem bertani tersebut memang sudah dipraktekkan oleh moyang kita dulu, dan sebagian dari petani-petani sepuh sekarang masih […]

Pertanian Alami: Mereka Tahu Tapi Belum Mau Read More »

Paket Bali WTO: Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah Indonesia

(Oleh: Indonesia for Global Justice dan Sekretariat Bina Desa) Jakarta, 14 Agustus 2014. Indonesia for Global Justice (IGJ) dan Sekretariat Bina Desa mendesak Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan proposal subsidi pertanian di WTO. Desakan ini dilakukan atas langkah India yang menolak untuk menandatangani Perjanjian Trade Facilitation akibat proposal subsidi pertanian yang diajukan oleh negara berkembang tidak

Paket Bali WTO: Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah Indonesia Read More »

Prahara Perampasan Tanah Petani Karawang

Usut Tuntas, Tangkap dan Adili Perampasan Tanah Petani di Karawang [Pernyataan Sikap ALIANSI SEPETAK BERSAMA]   Jakarta (30/06/2014): Perampasan tanah oleh korporasi yaitu PT. Sumber Air Mas Pratama (SAMP) yang sahamnya telah diakuisisi oleh PT. Agung Podomoro Land terhadap tanah petani di Tiga Desa, yaitu Wanakerta, Wanasari dan Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang melahirkan konflik

Prahara Perampasan Tanah Petani Karawang Read More »

Paradigma Kedaulatan Pangan

Paradigma Kedaulatan Pangan (Untuk Komunitas Dampingan Pedesaan) Gagasan kedaulatan pangan sebagai bagian paradigma pembangunan pedesaan persisnya diluncurkan pada World Food Summit 1996 di Roma. Tidak seperti ketahanan dan keamanan pangan yang terbatas pada pendefinisian kepastian kecukupan pangan untuk masyarakat—namun mengabaikan cara dan perolehan pangannya, kedaulatan pangan memastikan hak ekslusif pangan di tangan para produsen pangan

Paradigma Kedaulatan Pangan Read More »

Petani Kecil Menggugat Takdir

[Siaran Solidaritas] Konflik Agraria masih melanda rakyat desa, rakyat tani, rakyat miskin, rakyat penggarap laki-laki dan perempuan–terus jadi korban dari ekspansi korporasi yang kerap tak bermoral dan anti kemanusiaan. Solidaritas dan empati adalah ruh kebebasan dan keberanian adalah nyawa pergerakan rakyat. Baru hari-hari yang lalu ibu-ibu di Rembang berjibaku dengan aparat menolak kepentingan korporasi di

Petani Kecil Menggugat Takdir Read More »

Berbagai hambatan pewujudan reforma agraria (6-habis)

Pergeseran kepentingan.  Penguasa eksekutif, birokrat dan elite politik dalam parlemen (maupun partai2 politik) masa kini tidak memahami apapun tentang reforma agraria. Tidak heran karena generasi yang terlibat dalam politik praktis masa kini merupakan produk didikan pemerintahan Orde Baru yang langsung ataupun tidak langsung telah membutakan mereka dari realitas ketimpangan penguasaan sumber-sumber agraria di negeri ini.

Berbagai hambatan pewujudan reforma agraria (6-habis) Read More »

Kesalahfahaman seputar reforma agraria (5)

Penjabaran undang-undang agraria 1960:5.  Dari judulnya saja, yakni “Peraturan dasar pokok-pokok agraria” jelas bahwa undang-undang ini baru memuat prinsip-prinsip dasar keagrariaan. Oleh sebab itu berbagai ketentuan di dalamnya masih perlu dijabarkan lebih lanjut dalam undang-undang yang lebih khusus lagi.  Salah satu penjabaran itu adalah undang-undang 1960:56 perihal penetapan luas maksimum tanah pertanian (yang salah-kaprah disebut

Kesalahfahaman seputar reforma agraria (5) Read More »

Reforma agraria di Indonesia (4)

Cita-cita pendiri negara. Sejak awal para pendiri negara ini bercita-cita mengubah struktur sosial warisan feodalisme dan kolonialisme yang menindas menjadi struktur sosial yang lebih merata, demokratis, sejahtera dan berkeadilan. Kemerdekaan politik adalah langkah pertama supaya bisa mewujudkan suatu pemerintahan oleh bangsa sendiri. Secara teoritis mustahil pengubahan struktur sosial itu bisa terselenggara tanpa kemerdekaan politik lebih

Reforma agraria di Indonesia (4) Read More »

Model-model reforma agraria (3)

Ada tiga model. Secara garis besar pola reforma agraria dibedakan menjadi tiga model, yaitu kolektifisasi model sosialis, pertanian keluarga model kapitalis dan pertanian keluarga model neo populis.  Sekalipun suatu negara secara normatif menetapkan memilih salah satu model, dalam pelaksanaannya  bisa terjadi perkembangan yang berubah arah. Contoh:  Italia, semula memilih pertanian keluarga model kapitalis namun perkembangan

Model-model reforma agraria (3) Read More »

Tujuan dan prasyarat reforma agraria (2)

Reforma agraria bertujuan terbangunnya struktur masyarakat yang lebih berkeadilan.  Pada awalnya kebijakan land reform adalah suatu kebijakan sosial, yaitu pemerataan penguasaan tanah, bukan sebuah kebijakan ekonomi (produksi); namun kemudian orang sadar bahwa dibutuhkan suatu economic rationale yang mampu memberi alasan dari segi ekonomi mengapa suatu reforma agraria perlu dilakukan. Itulah sebabnya selepas perang dunia kedua

Tujuan dan prasyarat reforma agraria (2) Read More »