Bina Desa

Dominasi Amerika dalam Konferensi Perubahan Iklim Paris

Hasil perundingan Paris dianggap sebagai keberhasilan besar oleh negara maju. Negara maju merasa berhasil bersolidaritas terhadap negara-negara berkembang yang menghadapi dampak buruk perubahan iklim. Tetapi, menurut Direktur Ekskutif Bina Desa, Dwi Astuti, sesungguhnya kesepakatan tersebut tidak lebih hanya menguntungkan korporasi (corporate capture) sekaligus mencerminkan gagalnya pemerintah dalam melakukan negosiasi. Konferensi Perubahan Iklim atau Side Event […]

Dominasi Amerika dalam Konferensi Perubahan Iklim Paris Read More »

Michael Lipton, Pemikir yang teguh membela produsen pertanian skala kecil

Siapakah yang tidak mengenal Michael Lipton? Lipton lahir tahun 1937 di London, Inggris. Karir terakhirnya sebagai professor riset pada Institute of Development Studies, University of Sussex, khususnya pada Unit Penelitian Kemiskinan (Poverty Research Unit) yang ia dirikan. Kaliber, pengaruh dan kemashurannya melebihi disiplin ekonomi pembangunan, tempat ia berangkat. David Simon, penulis buku Fifty Key Thinkers

Michael Lipton, Pemikir yang teguh membela produsen pertanian skala kecil Read More »

5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO

WTO telah gagal, itulah kenyataanya. Tidak ada capaian penting untuk membuat tata dunia menjadi lebih adil dan sejahtera bersama-sama. Negosiasi berlangsung dengan tidak demokratis, Negara-negara maju cenderung memaksakan kepentingan nasional ekonominya, semantara Negara miskin dan berkembang ditempatkan pada posisi membeo saja pada kepentingan Negara maju. Satu contoh factual, subsidi negara miskin dan berkembang dibatasi de

5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO Read More »

Perpangkalan dan Analisis Sosial (Refleksi Pemikiran Kartjono II)

Perpangkalan Perlu kita ingat bersama bahwa apapun yang hendak dibangun diatas bumi suatu negeri harus mengakar secara sosial-kultural. Harus membumi. Harus mempunyai perpangkalan atau mempunyai akar sosial kultural. Semua manusia yang berada dalam bangunan, sistem yang dibangunya harus merasa “krasan” (at home). Mereka tidak  merasa asing didalam lingkungannya sendiri. Betapapun modernnya sistem yang hendak dibangun

Perpangkalan dan Analisis Sosial (Refleksi Pemikiran Kartjono II) Read More »

Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa), khususnya melalui Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) telah menggunakan kata “Pendamping” sebagai bahasa ungkap untuk mereka yang diasumsikan akan bekerja dengan tenaganya mendampingi pembangunan di desa. Salah satu yang paling riil disebutkan adalah para tenaga pendamping desa akan membantu mengawasi dan mendampingi tiap

Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I) Read More »

Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10

Pemerintah harus konsisten dalam memperjuangkan Proposal Cadangan Pangan Publik untuk kesejahteraan petani di perhelatan tersebut. Jakarta, binadesa.co: Sejumlah organisasi rakyat melayangkan Surat Terbuka kepada Menteri Perdagangan Repulik Indonesia Thomas Lembong. Mereka yang terdiri dari Indonesia for Global Justice (IGJ), Lembaga Konsumen Yogyakarta, IHCS, Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), BINA DESA, Institut Perempuan, Suara Perempuan

Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10 Read More »

Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Mereka menggugat UU Kehutanan. “Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ujar hakim konstitusi Anwar Usman saat persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Kamis (10/12/2015). Dalam pertimbangannya, majelis mengabulkan Pasal 50 ayat 3 huruf e dan huruf i karena masyarakat adat

Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui Read More »

Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya

Dengan bekal yang dimilikinya, manusia tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan realitas, tapi ia juga memiliki kemampuan kritis untuk membuat pilihan dan mengubah realitas. Manusia Kritis Dalam Pendidikan Musyawarah Dalam sebuah pertemuan pendidikan di desa Taraju, kabupaten Tasikmalaya ketika itu, Romo Dijktra – salah seorang sesepuh dan pendiri Bina Desa–   tiba-tiba tertawa takjub melihat peserta

Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya Read More »

Merumuskan Tujuan Stabilisasi Iklim KTT Perubahan Iklim Paris 2015 (2)

Oleh: Bambang Kuss* Konvensi Perubahan Iklim dalam Kerangka Kerja PBB (UNFCCC) dalam Artikel 2 menyatakan tujuannya, yaitu: Stabilitasi konsentrasi gas rumah kaca antropogenik di atmosfer, pada tingkat yang tidak membahayakan sistem iklim dalam suatu kerangka waktu (1) yang membuat ekosistem leluasa untuk menyesuaikan diri pada perubahan iklim secara alamiah, (2) menjamin keamanan produksi pangan, dan

Merumuskan Tujuan Stabilisasi Iklim KTT Perubahan Iklim Paris 2015 (2) Read More »

Konferensi Iklim Paris 2015 Menggalang Kerjasama Global (1)

Oleh: Bambang Kuss* Sejak tahun 1960-an para ilmuwan mencemaskan berlangsungnya perubahan iklim yang semakin cepat, yang membahayakan kehidupan di dunia. Perubahan iklim itu dipicu oleh konsentrasi gas rumah kaca buatan manusia (antropogenik) di atmosfer yang meningkatkan pemanasan global. Es di kutub dan di puncak gunung mencair. Cuaca ekstrem makin kerap dan intens dalam rupa gelombang

Konferensi Iklim Paris 2015 Menggalang Kerjasama Global (1) Read More »