Bina Desa

Merefleksikan land reform (lagi)

“Malaksanakan land reform berarti melaksanakan satu bagian yang mutlak dari revolusi Indonesia.” (Pidato Presiden Sukarno, Agustus 1960) Sukarno telah lama berujar dengan sepenuh kesadarannya atas kondisi sosio kultural dan geo politik republik kepulauan ini; ”Revolusi Indonesia tanpa landreform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang. Sama saja dengan omong […]

Merefleksikan land reform (lagi) Read More »

Sekilas Sejarah Bina Desa

Bina Desa merupakan Lembaga Organisasi Non-Pemerintah (ORNOP) di bidang pemberdayaan sumber daya manusia pedesaan yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1975 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Lembaga ini dideklarasikan dengan orientasi nirlaba, nonpartisan dan independen. Kelahirannya didasari oleh pemihakan yang kuat terhadap komunitas marjinal pedesaan yang semakin terpinggirkan dalam pembangunan yang lebih mengutamakan pertumbuhan tanpa

Sekilas Sejarah Bina Desa Read More »

Pembangunan desa berorientasi “kota”

Apakah UU Desa dapat mentransformasikan masyarakat desa ke dalam susunan masyarakat yang lebih sejahtera? Berdaya secara ekonomi dan otonom dalam mengatur wilayah kekuasaan dan kebudayaanya sendiri seperti substansi yang diharapkan? Banyak kalangan menilai UU Desa akan mengakhiri “diskoneksi” dalam proses pembangunan dan distribusi kesejahteraan kepada masyarakat desa. UU Desa diklaim memberi ruang yang lebih otonom

Pembangunan desa berorientasi “kota” Read More »

Kilang Minyak Asing Melanggar Konstitusi

Oleh: Kurtubi RENCANA mengerahkan atau mengundang investor asing untuk membangun kilang bahan bakar minyak bertentangan dengan konstitusi dan, oleh karena itu, harus dibatalkan. Pasal 33 Ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 berbunyi, cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Tak ayal lagi, bahan bakar minyak (BBM) merupakan cabang

Kilang Minyak Asing Melanggar Konstitusi Read More »

Swasembada Pangan Gagal

Lahan Produktif di Sumsel Beralih Jadi Kebun Sawit PALEMBANG — Alih fungsi lahan pertanian di Sumatera Selatan berdampak serius terhadap kemandirian pangan provinsi tersebut. Kini, Sumsel tak lagi jadi lumbung pangan nasional karena gagal mencapai swasembada pangan. ”Luas dan produktivitas lahan pertanian di Sumsel tidak sebanding dengan jumlah penduduk sehingga provinsi ini gagal swasembada pangan,” kata

Swasembada Pangan Gagal Read More »

Impor Pangan Makin Leluasa

Struktur Pajak Melemahkan Daya Saing JAKARTA —  Struktur pajak di Indonesia belum mampu menjadi instrumen bagi terciptanya ketahanan pangan nasional. Sebaliknya, pajak justru memberikan keleluasan bagi masuknya produk pangan impor sehingga melemahkan daya saing produk pangan lokal. Hal itu terungkap dalam dialog bisnis Prasetiya Mulya, Rabu (5/3), di Jakarta, dengan tema ”Food Security for Nation Sovereignty: The

Impor Pangan Makin Leluasa Read More »

Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013

Jakarta – Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat hampir 250 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang tahun 2013. Komisioner Komnas Perempuan Saur Tumiur Situmorang mengatakan, lebih dari setegahnya, kekerasan dilakukan oleh personal yaitu kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri. Kata Saur, kekerasan yang dilakukan umumnya berupa kekerasan secara psikis atau psikologi,

Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013 Read More »

Kenapa Reforma Agraria Penting?

Kenapa reforma agrarian penting bagi bangsa seperti Indonesia? Dalam sejarahnya bangsa ini adalah bangsa yang terjajah ratusan tahun, hal itu membuat sumberdaya agrarianya dikuasai pula oleh bangsa colonial selama ratusan tahun sehingga setalah merdeka bangsa ini penting melakukan reforma agrarian untuk melakukan penataan kembali struktur pemilikan dan penguasaan sumberdaya agraririanya untuk keadilan rakyat. “Hatta pernah

Kenapa Reforma Agraria Penting? Read More »

Mengapa Bertani Alami?

Sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa penyebab perpindahan tangan lahan sawah atau kebun disebabkan oleh karena petani terjerat dalam utang produksi. Berdasarkan catatan Bina Desa, Sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pertanian Alami Bina Desa, Lily Noviani Batara, pertambahan biaya produksi secara signifikan meningkat hampir 100 % sejak tahun 2006 – 2011, dimana sebagian besar peningkatan terjadi

Mengapa Bertani Alami? Read More »