Bina Desa

Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa), khususnya melalui Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) telah menggunakan kata “Pendamping” sebagai bahasa ungkap untuk mereka yang diasumsikan akan bekerja dengan tenaganya mendampingi pembangunan di desa. Salah satu yang paling riil disebutkan adalah para tenaga pendamping desa akan membantu mengawasi dan mendampingi tiap […]

Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I) Read More »

Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10

Pemerintah harus konsisten dalam memperjuangkan Proposal Cadangan Pangan Publik untuk kesejahteraan petani di perhelatan tersebut. Jakarta, binadesa.co: Sejumlah organisasi rakyat melayangkan Surat Terbuka kepada Menteri Perdagangan Repulik Indonesia Thomas Lembong. Mereka yang terdiri dari Indonesia for Global Justice (IGJ), Lembaga Konsumen Yogyakarta, IHCS, Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), BINA DESA, Institut Perempuan, Suara Perempuan

Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10 Read More »

Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Mereka menggugat UU Kehutanan. “Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ujar hakim konstitusi Anwar Usman saat persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Kamis (10/12/2015). Dalam pertimbangannya, majelis mengabulkan Pasal 50 ayat 3 huruf e dan huruf i karena masyarakat adat

Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui Read More »

Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya

Dengan bekal yang dimilikinya, manusia tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan realitas, tapi ia juga memiliki kemampuan kritis untuk membuat pilihan dan mengubah realitas. Manusia Kritis Dalam Pendidikan Musyawarah Dalam sebuah pertemuan pendidikan di desa Taraju, kabupaten Tasikmalaya ketika itu, Romo Dijktra – salah seorang sesepuh dan pendiri Bina Desa–   tiba-tiba tertawa takjub melihat peserta

Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya Read More »

Merumuskan Tujuan Stabilisasi Iklim KTT Perubahan Iklim Paris 2015 (2)

Oleh: Bambang Kuss* Konvensi Perubahan Iklim dalam Kerangka Kerja PBB (UNFCCC) dalam Artikel 2 menyatakan tujuannya, yaitu: Stabilitasi konsentrasi gas rumah kaca antropogenik di atmosfer, pada tingkat yang tidak membahayakan sistem iklim dalam suatu kerangka waktu (1) yang membuat ekosistem leluasa untuk menyesuaikan diri pada perubahan iklim secara alamiah, (2) menjamin keamanan produksi pangan, dan

Merumuskan Tujuan Stabilisasi Iklim KTT Perubahan Iklim Paris 2015 (2) Read More »

Konferensi Iklim Paris 2015 Menggalang Kerjasama Global (1)

Oleh: Bambang Kuss* Sejak tahun 1960-an para ilmuwan mencemaskan berlangsungnya perubahan iklim yang semakin cepat, yang membahayakan kehidupan di dunia. Perubahan iklim itu dipicu oleh konsentrasi gas rumah kaca buatan manusia (antropogenik) di atmosfer yang meningkatkan pemanasan global. Es di kutub dan di puncak gunung mencair. Cuaca ekstrem makin kerap dan intens dalam rupa gelombang

Konferensi Iklim Paris 2015 Menggalang Kerjasama Global (1) Read More »

Peringati Deklarasi Djuanda, Serikat Nelayan Indonesia Pelopori Reformasi Kebijakan Kelautan-Perikanan di Daerah

15 Desember 2015 nanti adalah genap 58 tahun deklarasi Djuanda yang merupakan tonggak tidak hanya poros dan identitas maritim bangsa Indonesia, tapi juga nasionalisme dan kebangsaan Indonesia. Pengakuan atas pulau-pulau kecil, wilayah kedaulatan termasuk di dalamnya tanah Papua yang saat itu belum diakui dunia internasional sebagai bagian NKRI, dengan deklarasi Djuanda hal itu tuntas dipertegas.

Peringati Deklarasi Djuanda, Serikat Nelayan Indonesia Pelopori Reformasi Kebijakan Kelautan-Perikanan di Daerah Read More »

Faktor Kemiskinan di Dunia Ketiga Menurut Bernstein

Saat ini menurut FAO sekitar 870 juta warga di seluruh dunia mengalami kekurangan pangan alias kelaparan. Hal ini menurut Berstein sangat ironis, karena sesungguhnya produksi pertanian masih bisa mencukupi kebutuhan pangan populusi di dunia ini. Tetapi di sisi lain mengapa kelaparan masih saja meningkat? “Hal ini ditengarai oleh pertumbuhan kapitalisme yang masif dan karena ekonomi

Faktor Kemiskinan di Dunia Ketiga Menurut Bernstein Read More »

Sebab-Sebab Deagrarianisasi

“Eksklusi (red-penyingkiran) bukanlah proses acak, ia distrukturasi oleh relasi kekuasaan atau atas nama orang yang berkuasa” Indonesia dikenal dengan negara yang agraris atau kaya akan sumber pangan karena tanahnya yang subur. Namun, sangat ironis bahwa hingga saat ini Indonesia masih memberlakukan impor pangan. Tidak hanya impor gandum yang notabene tak subur ditanam di tanah Indonesia,

Sebab-Sebab Deagrarianisasi Read More »

Gunawan Wiradi: Reforma Agraria untuk pemula

Reforma Agraria untuk pemula.[1] Konsep umum, istilah dan sejarah reforma agraria.[2] Agraria sering ditafsirkan sebatas pertanian bahkan lebih sempit lagi tanah pertanian; salah tafsir (fallacy) mana kemudian berkembang menjadi salah-kaprah sejak pemerintah Orde Baru berkuasa di Indonesia.  Secara etimologi (ilmu asal usul kata) istilah agraria berasal dari bahasa Latin “ager” (lapangan, pedusunan, wilayah, tanah negara). 

Gunawan Wiradi: Reforma Agraria untuk pemula Read More »