Bina Desa

Lebih Dekat dengan Pertanian Alami

Kondisi petani Indonesia memang masih memprihatinkan. Betapa tidak, saat ini proses deagrarianisasi terus saja berlangsung dengan berbagai macam dalih pembangunan modern yang digalakkan pemerintah. Bahkan, menurut Sosiolog pedesaan asal Belanda, Prof. Ben White, saat ini sekitar 80 persen petani di Jawa tidak memiliki lahan. Selain itu, petani pun tak kuasa dalam mengakses air, input (termasuk […]

Lebih Dekat dengan Pertanian Alami Read More »

Pertanian Alami Memulihkan yang Telah Rusak

Sudah sejak dulu nenek moyang Kita mempraktekkan Pertanian Alami: bertani tanpa merusak tanah dan membunuh kehidupan lainnya Revolusi Hijau yang dimulai dan digalakkan Pemerintahan Suharto pada 1976 telah banyak mengakibatkan efek negatif terhadap lingkungan pertanian. Alih-alih ingin meningkatkan produksi pertanian, Revolusi Hijau justru kian membuat lahan pertanian rusak dan petani tak berdaulat. Dimulai dari bibit,

Pertanian Alami Memulihkan yang Telah Rusak Read More »

Program Sektor Pertanian Dibajak Pasar

Pemerintah sudah balik badan dari agenda nawacita pertanian. Mengaggap kedaulatan pangan hanya sebagai peningkatan produksi. Tandanya, redistribusi tanah sebebsar 9 juta ha yang direncankan Presiden Jokowi-JK sampai sekarang belum ada kejelasan.  Di sisi lain, justru sektor pasar yang aktif dan seolah memiliki jatah memperluas areal kuasa atas tanah baik di Kalimantan, Sulawesi maupun Papua. Henry

Program Sektor Pertanian Dibajak Pasar Read More »

Kita harus bermimpi ada gerakan sosial yang lebih masif

Yogyakarta, Bina Desa: Para pendamping dari Bina Desa berkumpul di Yogyakarta, persisnya di Wisma Semedi (19/1), pertemuan masih akan berlanjut dua hari ke depan. Baik pendamping yang masih aktif mendampingi masyarakat desa bersama Bina Desa mau secara mandiri dan swadaya, sepaham untuk berkumpul dan merefleksikan situasi pedesaan terkini dan tantangannya ke depan. “Situasinya telah banyak

Kita harus bermimpi ada gerakan sosial yang lebih masif Read More »

Kronik Berunding dan simpang Reforma Agraria Awal

Pasca proklamasi 1945, Hatta menggagas tanah bekas perkebunan Belanda harus diambil alih oleh rakyat. Ironisnya, ia pun yang menjadi ketua delegasi perjanjian KMB yang membuat rakyat harus mengembalikan tanahnya kepada Belanda. Reforma agrarian terutama memang soal politk? Pasca Indonesia merdeka, Pemerintah Indonesia punya semangat kuat melakukan reforma agraria sejati. Bersamaan dengan itu, Indonesia terjebak pada

Kronik Berunding dan simpang Reforma Agraria Awal Read More »

Bina Desa Fasilitasi Pendidikan Paralegal di Sulawesi

Bina Desa, Sulawesi (13/1) Bina Desa memfasilitasi Pendidikan Paralegal dan advokasi rakyat untuk petani dan mahasiswa di Sulawesi Barat. Kegiatan pelatihan paralegal dan advokasi rakyat tersebut berlangsung 13-15 januari 2016. Acara tersebut dihadiri 30 peserta baik dari kalangan aktivis mahasiswa mau pun petani. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Suci Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.

Bina Desa Fasilitasi Pendidikan Paralegal di Sulawesi Read More »

Kebijakan Agraria era 1950

Sempat terjadi nasionalisasi aset Belanda. Militer yang membuat proses  nasionalisasi aset asing ini tak dirasakan rakyat banyak 17 Agustus 1950 Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Republik Indonesia Serikat hasil perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 hanya dijalankan kurang lebih delapan bulan. Sistem pemerintahan pun berubah, berlandaskan UUD Sementara (UUDS-1950). Presiden hanya

Kebijakan Agraria era 1950 Read More »

Pertanian Keluarga Disingkirkan

“Pemerintah lupa bahwa pertanian Indonesia basisnya adalah pertanian keluarga dan bukan industri. Lebih-lebih kalau kita hitung penyedia pangan non beras, jagung dan kedelai,” ujar Muhammad Nuruddin, Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API) Menurut Gus Din, panggilan akrabnya, setahun Pemerintahan Jokowi-JK masih memperlihatkan sektor pertanian dibangun lewat cara-cara industrialisasi pertanian seperti di eranya Rezim Suharto. “Yang itu

Pertanian Keluarga Disingkirkan Read More »

Mengenang Ben Anderson: Membangun Hidup Akademia

Oleh: Daniel Dhakidae Perkenalan kami berlangsung profesional saat urusan penerimaan di universitas. Saya ke Cornell tanpa melamar, dan lebih menjadi tindakan pro-aktif Ben Anderson dalam mencari bakat di Indonesia untuk dididik menjadi peneliti dan mampu menyusun teori sendiri tanpa harus bergantung kepada peneliti asing. Setelah setahun di Cornell, Amerika Serikat, suatu hari Ben berkata kepada

Mengenang Ben Anderson: Membangun Hidup Akademia Read More »