Bina Desa

gambar

Peta Wilayah Adat Bobongko di Lipu Baulu Menuai Apresiasi

Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Lungkong, kepulauan Togean, kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah peta wilayah adat Bobongko (22/8) Bertempat di pelataran sekretariat KSP di lipu (desa) Baulu, kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari proses pemetaan partisipatif atas wilayah adat Bobongko di lipu Baulu tersebut bertujuan untuk mensosialisasi dan memusyawarahkan peta final bersama para pemangku […]

Peta Wilayah Adat Bobongko di Lipu Baulu Menuai Apresiasi Read More »

ASEAN Village Network: Penguatan Dan Dukungan Untuk Desa dari Ekonomi Hingga Lingkungan

Dalam sebuah inisiatif terobosan untuk mensejahterakan komunitas-komunitas pedesaan, Jaringan Desa ASEAN (Asean Village Network – AVN.red) bertekad menjadi platform yang dinamis di mana desa-desa di negara-negara anggota ASEAN dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dibawakan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, AVN, bertujuan menjadi alat

ASEAN Village Network: Penguatan Dan Dukungan Untuk Desa dari Ekonomi Hingga Lingkungan Read More »

UNDROP: Harapan Teguh atau Kenangan Lalu?

Images by https://viacampesina.org/en/video-the-un-declaration-on-peasants-rights-undrop-explained/ Pada tanggal 24 Mei 2023 lalu, lima organisasi masyarakat sipil melakukan Seminar Nasional dengan tema “Menyeleraskan UNDROP ke dalam Kebijakan: Upaya Perlindungan Hak Asasi Petani dan Masyarakat Pedesaan di Indonesia”. United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas (UNDROP) atau Deklarasi PBB tentang Hak Asasi

UNDROP: Harapan Teguh atau Kenangan Lalu? Read More »

Bincang Syukuran 48th Bina Desa: Kiprah Bina Desa Dalam Pembangunan Pedesaan

[Img: keceriaan perayaan Bincang Syukuran 48th Bina Desa] Berdiri sejak 20 Juni 1975 Bina Desa merayakan hari jadinya yang ke-48 tahun. Sejak awal berdiri hingga saat ini, Bina Desa bertekad untuk tetap konsisten melakukan pemberdayaan kepada Insan Pedesaan demi mendorong benih-benih kemandirian, kedaya-mampuan dan terlindunginya hak-hak wong cilik pedesaan, perempuan dan kaum marginal pedesaan lainnya.

Bincang Syukuran 48th Bina Desa: Kiprah Bina Desa Dalam Pembangunan Pedesaan Read More »

Woman and Youth Leadership Forum: Partisipasi Perempuan dan Anak Muda Bicara Kedaulatan Pangan.

Makassar, sebagai kota metropolitan besar di ujung selatan Pulau Sulawesi, menjadi sibuk Mei lalu. Sebanyak 40 orang, laki-laki dan perempuan dari 7 negara berbeda di Asia (India, Sri Lanka, Nepal, Philipina, Vietnam, Cambodia dan Indonesia) berkumpul untuk berdiskusi tentang masalah, tantangan, dan hambatan yang hingga hari ini membelenggu perempuan dan anak muda dalam perjuangannya untuk mewujudkan

Woman and Youth Leadership Forum: Partisipasi Perempuan dan Anak Muda Bicara Kedaulatan Pangan. Read More »

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara: Gerakan Solidaritas Perempuan Dari Desa Untuk Dunia

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara (JPP Nusantara) merupakan jaringan atau perkumpulan perempuan pertama di Indonesia yang lahir dari gerakan perempuan pedesaan, yang didalamnya termasuk perempuan petani dan nelayan. Setelah melalui proses panjang membangun kesadaran kritis perempuan pedesaan terhadap banyak bentuk ketidakadilan gender akibat patriarki, budaya yang mengakar kuat dalam setiap aspek kehidupan pedesaan. Proses panjang yang

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara: Gerakan Solidaritas Perempuan Dari Desa Untuk Dunia Read More »

Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim

Hari masih gelap saat saya tiba di bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya berkunjung. Tapi perjalanan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, saya melakukan penelitian dalam masa profesional, bukan di Kota Makkassar tapi di Desa Rappoa. Desa dengan 2 topografi unik di Kabupaten Bantaeng. Bayangkan saja, dalam 1

Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim Read More »

ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat

“Apa hubungan pertanian alami dengan perubahan iklim? Ada yang punya pendapat?” Tanya Lily N. Batara dalam kelas. Kelas yang dimaksud adalah TOT Kajian Pertanian Alami yang merupakan kegiatan lanjutan dari TOT Kajian Kerentanan Iklim yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 lalu di Kabupaten Lumajang. Dalam kelas, kembali hadir 16 orang peserta yang berasal dari

ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat Read More »

TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat

“Bak makan buah simalakama!” Begitu seorang peserta asal lumajang mendeskripsikan krisis akibat perubahan iklim yang terjadi. Dewasa ini, perubahan iklim santer sekali digaungkan. Tak hanya orang kota, orang desa pun nyata betul mengalami krisis-krisis iklim. Melihat keresahan ini, Bina Desa menjawab dengan mengajak 4 Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dari 4 Kabupaten di sepanjang Jawa dan

TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat Read More »

Anak Muda, Ayo Pulang ke Desa!

  Yang Lain, Saatnya Pastikan “Partisipasi Kaum Muda” Bukan Hanya Jargon Pemerintah Belaka. Disadur dari halaman daring Kamus Berbahasa Bahasa Indonesia (KBBI), muda/mu·da/ mempunyai beberapa makna, seperti: 1. belum sampai setengah umur; 2. belum sampai masak (tentang buah-buahan); 3. belum cukup umur (tentang tumbuhan, binatang); 4. belum sampai waktunya untuk dipetik (dituai dan sebagainya): buah

Anak Muda, Ayo Pulang ke Desa! Read More »