Bina Desa

Menemukenali Pedesaan dengan PRA (Participatory Rural Appraisal)

JAKARTA,BINADESA.ORG – Bina Desa dan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan bersama. Adapun kegiatan ini berupa pembekalan kepada mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang saat ini duduk di semester 6 guna melaksanakan kegiatan Praktikum 2 pada bulan Juli 2018. Materi pembekalan ini adalah pengenalan PRA (Participatory Rural Appraisal) sebagai salah satu […]

Menemukenali Pedesaan dengan PRA (Participatory Rural Appraisal) Read More »

Perempuan Merubah Pandangan Patriarki

CIANJUR, BINADESA.ORG – Organisasi Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) adakan pendidikan kepemimpinan perempuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan pedesaan yang selama ini masih tertindas di Desa Telagasari, Selasa, (08/05). Ketua SPPB Kartini bercerita tentang awal mula berdirinya organisasi yang sedang ia pimpin. Ia mengatakan awal mula berdirinya SPPB ialah ketika diadakan pendidikan oleh Bina

Perempuan Merubah Pandangan Patriarki Read More »

Refleksi Persaudaraan Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan

JENEPONTO, BINADESA.ORG – Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan Refleksi Persaudaraan di Desa Arungkeke, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Diikuti oleh 25 perempuan petani dan perempuan nelayan dari Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Kegiatan ini dilaksanakan oleh TiME Indonesia dan Bina Desa pada 24-26 April 2018. Rembug perempuan pedesaan di Sulawesi Selatan telah mendasari sebuah gerakan. Lebih

Refleksi Persaudaraan Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan Read More »

Stop dan Lawan Golden Rice

JAKARTA, BINADESA.ORG – Revolusi hijau muncul dengan banyaknya benih-benih ajaib dari dapur-dapur penelitian yang dibayai oleh swasta bermodal uang besar, khususnya International Rice Research Institute (IRRI) yang dapurnya di Los Banos, Philipina. Salah satu hasil IRRI adalah IR-64, benih ajaib yang sangat populer di Indonesia. Benih-benih ajaib ini pula yang menghilangkan benih-benih nenek moyang yang

Stop dan Lawan Golden Rice Read More »

Belajar Bersama dengan Petani Kakao

FILIPINA, BINADESA.ORG – Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Gunung Kidul, melakukan kunjungan belajar pengolahan dan pemasaran kakao serta cokelat ke petani dan pengusaha sosial kakao di Filipina. Kunjungan yang difasilitasi oleh AsiaDHRRA dilaksanakan pada tanggal 19-24 Maret 2018. Enam petani kakao Ngudi Mulyo dan satu staf Bina Desa Affan Firmansyah menjadi peserta dalam kunjungan tersebut. Terdapat

Belajar Bersama dengan Petani Kakao Read More »

Tentang Pendaftaran Tanah

Salah satu titik pembahasan utama dalam RUU Pertanahan adalah pendaftaran tanah. Menurut hemat penulis, ada beberapa pokok pikiran tentang pendaftaran tanah yang belum diakomodir terkait dengan pembahasan pendaftaran tanah. Pertama, terkait dengan wilayah berlaku. Pendaftaran tanah di Indonesia haruslah berlaku pada seluruh tanah di Indonesia. Ego sektoral antara ATR/BPN dan KLHK haruslah dihentikan oleh RUU

Tentang Pendaftaran Tanah Read More »

Jaga Ibu Bumi Lestari Tanpa Korupsi

JAKARTA,BINADESA.ORG – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional pada 22 April 2018, Koalisi Masyarakat Sipil Alam Lestari mengadakan aksi teatrikal dengan tema “Jaga Ibu Bumi: Stop Sampah Plastik, Stop Sampah Politik”. Aksi yang berlangsung di Bundaran HI ini menyerukan penolakan terhadap politisasi dan korupsi sumber daya alam, serta mendesak seluruh calon kepala daerah tidak menjadikan

Jaga Ibu Bumi Lestari Tanpa Korupsi Read More »

Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa

JAKARTA, BINADESA.ORG – Berdeda dengan penerapan demokrasi di berbagai daerah lainnya, proses demokrasi masyarakat adat mempunyai cara dan proses sendiri. Aji Panjalau, pegiat JKPP dan pendamping masyarakat  Kasepuhan Banten mengatakan masyarakat yang menganut adat melakukan musyawarah kepada tetua adat. Pemaparan ini disampaikan pada Diskusi Publik Mendengar Suara dari Desa pada Kamis, 29 Maret lalu di

Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa Read More »

Polemik Surplus dan Impor Beras

Oleh : Syahroni, S.P* Awal 2018 publik terkejut dengan rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton. Padahal sudah 2 tahun terakhir ini (2016—2017) pemerintah mengklaim Indonesia berhasil bebas impor beras medium berkat program Upaya Khusus (Upsus). Impor hanya dilakukan untuk beras khusus seperti beras rendah indeks glikemik untuk kesehatan maupun

Polemik Surplus dan Impor Beras Read More »