Bina Desa

Panen Raya dan Pengukuhan Gabungan Petani Alami: Momentum Baru Pertanian Alami di Bulukumba 

Pertanian Alami terus menunjukkan geliatnya di Kabupaten Bulukumba, khususnya di Desa Bonto Haru, Kecamatan Rilau Ale. Desa ini dikenal dengan potensi pertaniannya, di mana 90 persen masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai petani sawah dan kebun. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah petani mulai meninggalkan pola pertanian konvensional dan beralih ke sistem natural farming yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Salah satu tokoh yang menjadi pelopor pertanian alami di Desa Bonto Haru adalah Ismail Tismin. Ia tidak hanya mengelola lahan sawah, tetapi juga beternak, di mana kotoran ternak dimanfaatkannya menjadi kompos alami sebagai pupuk untuk lahannya. Semangatnya dalam menyebarkan prinsip pertanian alami tidak hanya terbatas di desanya. Ia aktif berdiskusi dengan petani-petani lain, termasuk dari Desa Karama, yang juga mulai tertarik mengembangkan sistem pertanian serupa. 

Didukung oleh Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), Dana Mitra Tani (DMT), dan Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR) Bulukumba, pertemuan-pertemuan petani pun rutin digelar. Pada hari Kamis, 26 Agustus 2025 di Dusun Sampeang Desa Bonto Haru momen bersejarah terjadi. Beberapa petani dari Desa Bonto Haru dan Desa Karama sepakat membentuk wadah bersama bernama Gabungan Petani Alami Kabupaten Bulukumba, sekaligus mengukuhkan Ismail Tismin sebagai ketuanya, Imran sebagai Sekertaris dan Suharni sebagai Bendahara 

Senin, 1 September 2025, sebuah momentum penting digelar di Dusun Sampeang, Desa Bonto Haru, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini mencakup pengukuhan Gabungan Petani Alami Kabupaten Bulukumba yang dirangkaikan dengan panen raya padi alami di lahan seluas ±1 hektare yang garap Ismail Tismin. 

Acara dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari petani anggota gabungan, ketua kelompok tani Desa Bonto Haru, petani Desa Karama, perempuan tani, aparat Desa Bonto Haru, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Rilau Ale, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Bulukumba, hingga Camat Rilau Ale. 

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Camat Rilau Ale, disaksikan oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba serta Kepala BPP Rilau Ale. Dalam sambutannya, Ir. A. Amaluddin, AM, ST, MM Camat Rilau Ale menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Gabungan Petani Alami ini dan menegaskan komitmen kecamatan untuk mendukung pengembangan pertanian alami.

Sri Mawati, SP Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Bulukumba, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung pengembangan pertanian organik atau pun pertanian alami sebagai upaya bersama mendorong transisi menuju pertanian organik demi ketahanan pangan dan pangan sehat. Ia juga menegaskan dukungan terhadap proses sertifikasi lahan organik bagi para petani.

Sementara itu, Kepala Desa Bonto Haru, Baharuddin, S.Pd, menegaskan bahwa pertanian alami telah menjadi bagian dari program desa, termasuk pelatihan peningkatan SDM petani. Ia juga menyebutkan adanya kerjasama dengan Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS) dalam mendukung pengembangan pertanian alami di wilayah tersebut 

Pengukuhan Gabungan Petani Alami yang berlangsung meriah. Acara ini tak hanya menjadi momen penting dalam penguatan kelembagaan petani, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan hasil kerja keras para petani. Dalam kegiatan tersebut, para petani alami memamerkan berbagai produk unggulan hasil pertanian ramah lingkungan. Beberapa produk yang dipamerkan antara lain beras alami yang ditanam tanpa bahan kimia sintetis, serta nutrisi penyubur tanah dan tanaman hasil olahan sendiri yang mendukung kesuburan lahan secara alami. 

Setelah rangkaian acara pengukuhan dan makan siang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan panen raya di lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang dikelola oleh salah satu petani alami, Ismail Tismin. Panen ini menjadi simbol keberhasilan metode pertanian alami yang mereka terapkan. Pada kesempatan tersebut, penyuluh pertanian dari BPP Rilau Ale turut hadir dan melakukan pengambilan ubinan sebagai bagian dari evaluasi hasil panen padi alami. 

Hingga saat ini, Gabungan Petani Alami Bulukumba telah memiliki 25 anggota aktif, dengan total luasan lahan yang digarap secara alami mencapai sekitar 5 hektare. Angka ini diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya menjaga kesuburan tanah dan kesehatan pangan melalui pertanian berkelanjutan. 

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kemandirian petani lokal. 

Penulis: Sri Puswandi – Ketua Koperasi Dana Mitra Tani Bulukumba 

Artikel ini telah terbit pada Buletin Bina Desa Edisi 152 

Artikel terkait