Kertas Kebijakan Advokasi Pertanian Alami Klaten
Unduh Kertas Kebijakan disini Artikel terkait Imperialisme Benih dan Kartel Pangan di Tengah Gugatan Puisi-puisi ke Desa
Kertas Kebijakan Advokasi Pertanian Alami Klaten Read More »
Unduh Kertas Kebijakan disini Artikel terkait Imperialisme Benih dan Kartel Pangan di Tengah Gugatan Puisi-puisi ke Desa
Kertas Kebijakan Advokasi Pertanian Alami Klaten Read More »
Unduh Kertas Kebijakan disini Artikel terkait Imperialisme Benih dan Kartel Pangan di Tengah Gugatan Puisi-puisi ke Desa
Kertas Kebijakan Advokasi Pertanian Alami Karanganyar Read More »
Channel9.id, Jakarta – Komite Rakyat untuk Transformasi Sistem Pangan (TERASI Pangan) mengkritik langkah Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor komoditas pangan. Sebab, secara konstitusionalitas pandangan ini bertentangan dengan UU Pangan dan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang mengatur pembatasan impor pangan dan komoditas agar tidak merugikan petani, nelayan, peternak dan pelaku usaha pangan skala kecil
Pembebasan Kuota Impor Pangan oleh Prabowo Disebut Bakal ‘Bunuh’ Petani Read More »
19-21 Februari 2025 – Puluhan kaum muda pedesaan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam sebuah pelatihan kampanye digital guna memperkuat advokasi dan meningkatkan keterampilan dalam penggunaan media sosial. Peserta berasal dari berbagai komunitas dan kelompok tani di Klaten, Jember, Karanganyar, Tojo Una-Una, Gunungkidul, Sigi, Polewali Mandar, Cilacap, Banjarnegara, Boyolali, Kudus, Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Lamongan,
Kaum Muda Pedesaan Berdaya dengan Kampanye Digital Read More »
Pada tanggal 3 Desember 2024, di Hotel Grand Cemara Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, mengungkapkan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam mencapai swasembada pangan di Indonesia. Dalam pidatonya, Tatang menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya akan mengoptimalkan pertanian korporasi, tetapi juga akan memberikan perhatian besar terhadap pertanian keluarga. Langkah
Mendorong Swasembada Pangan Melalui Pertanian Keluarga dan Diversifikasi Pangan Lokal Read More »
Jakarta, 3 Desember 2024, Hotel Grand Cemara menjadi saksi sebuah diskusi penting yang penuh semangat. Dalam Dialog Nasional Transformasi Sistem Pangan Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK), isu-isu besar mengenai masa depan sistem pangan Indonesia dibahas dengan mendalam. Tema utama dialog ini, Sistem Pangan Berbasis Korporasi versus Sistem Pangan Berbasis Pertanian Keluarga,
Himpunan Tani Ngudi Makmur (HTNM) menggelar pendidikan lobi dan advokasi yang diikuti oleh peserta dari 42 desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (12-14/12). Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo tersebut dibuka oleh Wagiyo selaku pimpinan HTNM didampingi Sukamto, pengurus HTNM yang sekaligus juga pengelola program FO4A yang sedang diimplementasi salah
HTNM Gelar Pendidikan Advokasi Bagi Petani Read More »
Pada tanggal 20-23 November 2023 yang lalu, berlokasi di Maryhill Retreat Center, Taytay, Rizal, Philippines telah berlangsung Asian Peoples’ Exchange on Food Sovereginty and Agroecology (APEX) Regional Conference. Isu transformasi pangan dan krisis iklim sedang menjadi topik yang penting dalam berbagai forum-forum diskusi global dan pengambilan kebijakan di belahan dunia. Namun banyak dari forum-forum tersebut
Pertanian memegang peranan penting bagi kehidupan manusia, tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menjadi sumber penting bagi negara sebagai tulang punggung perekonomian dan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada era globalisasi saat ini penting untuk mengetahui lebih dalam betapa penting dan vitalnya sektor pertanian dalam mencapai ketahanan pangan dan pembangunan yang berkelanjutan. Pada era
Pendokumentasian bagi perempuan pejuang kedaulatan pangan sangat penting dilakukan untuk mencegah dekonstruksi narasi besar sistem pangan yang dibangun oleh neoliberalisme yang terbukti tidak adil terhadap manusia dan alam, dan tidak berkelanjutan. Hal ini sering dialami oleh perempuan baik dalam internal (keluarga), maupun eksternal (masyarakat, penguasa, pemerintah, pihak swasta, bank-bank multilateral dan negara-negara maju) dengan mengeksklusi
FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan Read More »