Bulukumba | Yayasan Motivator Pengembangan Masyarakat (MPM) Tanah Toraja melakukan kunjungan belajar bersama ke Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, dalam rangka mempelajari langsung praktik Program Kampung Iklim (ProKlim) yang telah dikembangkan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian pertemuan refleksi tahunan Yayasan MPM yang digelar di Tanjung Bira, Bulukumba. (Senin, 31 Agustus 2026)

Dalam pertemuan tersebut, Armin Salassa, Ketua Kemitraan Agroekologi sekaligus pendiri dan pembina Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), tampil sebagai fasilitator dan narasumber utama. Armin memaparkan sejarah berdirinya KSPS serta perjalanan panjang Desa Salassae hingga berhasil meraih Trophy ProKlim Utama pada tahun 2017 dan ProKlim Lestari pada tahun 2019.
Selain memaparkan berbagai pengalaman aksi iklim yang telah dilakukan KSPS, sesi belajar bersama ini juga diisi dengan demonstrasi langsung. Abdul Wahid, salah seorang petani anggota KSPS, memperagakan cara pembuatan nutrisi pertanian alami yang selama ini banyak diterapkan oleh masyarakat Desa Salassae sebagai bagian dari praktik pertanian ramah lingkungan.
Sementara itu, Ruth Tandi Ramba, Direktur Yayasan MPM, dalam sambutannya menjelaskan sejarah panjang organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1983 tersebut. Hingga kini, Yayasan MPM masih aktif mendampingi komunitas di Tanah Toraja, Luwu Timur, hingga Provinsi Sulawesi Barat, termasuk memperkuat kelompok-kelompok masyarakat di lembang-lembang (desa adat) Tanah Toraja dalam aksi iklim.
Ruth menegaskan bahwa kunjungan ke Salassae merupakan bagian dari upaya berbagi pengalaman tentang aksi iklim berbasis komunitas antarwilayah.
Menutup paparannya, Armin Salassa menyampaikan harapan agar kerja sama antarkomunitas di Bulukumba dan Toraja dapat terus berlanjut, khususnya dalam isu-isu terkait iklim, ketahanan pangan, dan pengembangan komunitas pedesaan.
Kunjungan belajar ini diikuti oleh 31 peserta dari Yayasan MPM yang terdiri dari staf kantor dan pendamping lapangan. Selain ke Desa Salassae, rombongan Yayasan MPM juga menyempatkan diri berkunjung ke kawasan adat Ammatoa Kajang di Desa Tana Toa, memperkaya pengalaman mereka tentang kearifan lokal dan pelestarian lingkungan di Bulukumba.
Penulis: Sri Puswandi – Ketua Anggota Dewan Pengarah Kemitraan Agroekologi



