Bina Desa

Kiat Hidup Sehat Dengan Berpikir Positif

Kita sudah ketahui bahwa begitu besar pengaruh pikiran terhadap fisik kita. Dalam dunia medis hal ini disebut sebagai psikoneuroimunologi. Sebagai contoh: saat kita melihat sesuatu yang menjijikkan mungkin kita akan merasa mual dan muntah, hal ini bukan berarti mual dan muntah karena lambung yang sakit, namun karena pikiran negatif kita mempengaruhi lambung sehingga timbul rasa […]

Kiat Hidup Sehat Dengan Berpikir Positif Read More »

G-20, politik Negara maju atasi krisis?

Harapan agar G-20 memiliki peran yang besar dalam mengatasi krisis global, menciptakan kesetaraan dan keadilan hanya ilusi. Sebab G-20 tidak menjawab persoalan krisis secara subtansial melainkan lebih terarah untuk mempertahankan Kapitalisme baik Kapitalisme ala Anglo-Saxon maupun ala Eropa Continental. Hal tersebut dinyatakan pemerhati ekonomi politik Internasional Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI. Menurutnya, justru G-20 menjadi sarana

G-20, politik Negara maju atasi krisis? Read More »

Korupsi dan Kemelut Konflik Agraria

Kematian tujuh warga Sei Sodong, Ogan Komering Ilir (OKI), akibat konflik agraria menambah daftar panjang korban konflik agraria di tanah air. Padahal, baru sepekan lalu 13 petani Kebumen tertembak saat berhadap-hadapan dengan aparat TNI yang juga dikarenakan konflik agraria. Biasanya, setelah jatuh korban, aspek pidana dari konflik ini segera ditindaklanjuti. Namun, akar masalah utama berupa

Korupsi dan Kemelut Konflik Agraria Read More »

Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut

“Berbagai jenis rumput laut yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis ternyata bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Kandungan unsur hara mikro dan makronya lebih tinggi dari pupuk urea.” Lautan menyimpan begitu banyak sumber daya hayati yang bernilai jual tinggi. Selain beragam jenis ikan, kekayaan laut lainnya yang bermanfaat bagi manusia ialah rumput laut. Selama

Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut Read More »

Rapuh Sejak Fondasi

Pertumbuhan ekonomi dalam dua periode pemerintahan cenderung mengorbankan pemerataan. Pembaharuan agraria secara konsisten, reformulasi distribusi modal, dan pemihakan sektor pertanian secara luas sebagai landasan pembangunan jangka panjang, secara substansial sama sekali tidak jalan. Akibatnya, bangsa ini harus menanggung beban yang kian berat dalam transformasi masyarakat miskin kepada kesejahteraan sosial yang adil dan modern. Beban yang

Rapuh Sejak Fondasi Read More »

Keadilan Agraria tak terfasilitasi, RUU Pertanahan ditolak?

“Wajah agraria Indonesia diwarnai ketimpangan yang memiskinkan, mengerasnya konflik, dan rusaknya lingkungan yang membuahkan bencana. Masalah agraria yang kronis meliputi seluruh sektor dan semua wilayah.“ Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria, Usep Setiawan. Menurutnya, buruknya rupa agraria Indonesia dibentuk akibat kelakuan instansi/aparat pemerintah, serta bisnis dan preman dari skala global sampai lokal.

Keadilan Agraria tak terfasilitasi, RUU Pertanahan ditolak? Read More »

Menyoal Impor Pangan

Rumusan kebijakan sosial sejatinya adalah soal politik; dalam arti tak melulu berdasarkan pada apa yang berlangsung dari kondisi sosial; karena sifatnya tak pernah “benar-benar”; kondisi sosial dan kebijakan sosial berlangsung selalu dengan ambivalensi dan paradoks; tak jarang kebijakan publik kerap justeru berlaku karena ada kepentingan dari cara pandang kelompok-kelompok yang “jinak-jinak merpati” di kekuasaan; kerap

Menyoal Impor Pangan Read More »

Paket Bali: Kemenangan Negara Berkembang?*

Di luar dugaan, Konferensi Tingkat Menteri IX WTO di Bali akhirnya berhasil menyepakati Paket Bali. Dirjen WTO Roberto Azevedo dan Ketua Konferensi WTO yang juga Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bungah. Setelah macet 12 tahun tanpa hasil, sebagian agenda Putaran Doha bisa diselesaikan. Roberto dan Gita yakin hasil ini akan mengembalikan kepercayaan 160 anggota WTO

Paket Bali: Kemenangan Negara Berkembang?* Read More »

WTO Minus Kepentingan Nasional Kita

Sebagai negara yang ikut mendirikan WTO (World Trade Organization) Indonesia hari ini justeru menjadi negara dengan kemiskinan parah, ketimpangan yang melampaui ambang batas, ancaman krisis pangan dan kelaparan yang terus menghantui, juga korupsi yang merugikan negara dan rakyat. Jadi apa keuntungan yang kita peroleh selama ini dari WTO? “Paket Bali” yang akhirnya disepekati (07/12)—berisi proposal

WTO Minus Kepentingan Nasional Kita Read More »