Buletin 152
DOWNLOAD BULETIN
Desa Jatiroyo di Karanganyar dikenal akan kesuburannya, dikelilingi hamparan sawah hijau dan kekayaan alam melimpah. Namun, di balik keindahan itu, warga menghadapi siklus yang penuh tantangan: saat musim hujan tiba, ancaman banjir kecil, tanah longsor, dan angin kencang kerap datang; sebaliknya, di musim kemarau, kekeringan melanda, membuat lahan retak dan hasil panen menurun drastis. Realitas
Menjemput Berkah dari Langit: Gerakan Panen Hujan di Desa Jatiroyo Read More »
Tumbuh sebagai remaja di desa yang sebagian besar warganya hidup dari pertanian membuat saya percaya bahwa tanah tempat kami berpijak menyimpan potensi besar untuk berkembang. Desa kami dikenal sebagai penghasil kakao dan padi yang melimpah. Namun, di balik hasil panen yang berlimpah itu, ada tantangan besar yang mengintai: semakin sedikit anak muda yang ingin menjadi
Pertanian, Inovasi, dan Mimpi Hijau dari Desa Ngundi Mulyo Read More »
Di tengah derasnya arus modernisasi dan ekspansi kapitalisme agraria, desa kerap dipandang sebagai ruang yang tertinggal. Padahal, di sanalah sesungguhnya tersimpan kekayaan sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi fondasi penting bagi kedaulatan bangsa. Dari kesadaran itulah, Komunitas Swabina Pedesaan Lantera Sambaliwali (KSP Lantera Sambaliwali) hadir — sebagai ruang belajar, bergerak, dan berorganisasi bagi orang muda
Di sebuah desa di Kecamatan Luyo, Kelurahan Batupanga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), suara cangkul yang berpadu dengan tawa para petani menjadi irama keseharian. Bukan sekadar bekerja di Ladang, mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar hasil panen: membangun kemandirian melalui usaha kolektif. Bagi para anggota Kelompok Petani Kampung (KPK), kerja bersama bukanlah hal
Gotong Royong Membangun Kemandirian: Kisah Usaha Kolektif Petani Kampung Read More »
Pemuda sering dijuluki sebagai agent of change—agen perubahan yang menjadi harapan bangsa untuk mendorong lahirnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan berdaya. Mereka tidak hanya berperan sebagai motor pembangunan, tetapi juga sebagai penjaga nurani sosial yang mengingatkan arah perubahan agar tetap berpihak pada rakyat. Namun, narasi tentang “pemuda” kerap terjebak dalam bayangan tunggal: laki-laki. Nama-nama besar
Jika Organisasi Tanpa Pemudi, Siapa yang Akan Menyulut Perubahan? Read More »
Fajar baru saja menyingkap kabut tipis di langit Desa Bajiminasa. Di sela-sela dinginnya pagi, terdengar suara ayam berkokok menandakan hari telah dimulai. Perempuan-perempuan desa yang selama ini tak kenal lelah, kembali disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Dari menyiapkan sarapan hingga mengurus anak-anak, begitu cepat waktu berlalu hingga tak terasa sore kembali datang. Namun di tahun
Lahirnya Serikat Perempuan Bajiminasa: Ruang Baru Untuk Perempuan Desa Read More »
Selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 13–16 Mei 2025, Hotel Amaris Hertasning Makassar menjadi ruang pertemuan bagi para pemuda dari berbagai komunitas pertanian di Sulawesi. Mereka berkumpul dalam Lokakarya Jaringan Belajar Pengorganisasian Orang Muda untuk Kedaulatan Pangan, sebuah inisiatif untuk memperkuat peran generasi muda dalam perjuangan kedaulatan pangan di tingkat komunitas. Menggali Isu, Membangun Koneksi
Lokakarya Jaringan Belajar: Orang Muda Bergerak untuk Kedaulatan Pangan Read More »
Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) Jakarta, 19 September 2025. Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) sejak 2020 lalu konsisten melakukan serangkaian tindakan advokasi mengawal UU Cipta Kerja. Setelah sebelumnya melakukan permohonan uji formil UU Cipta Kerja, melakukan pemantauan dan pengaduan konstitusional atas pelanggaran putusan melakukan pemantauan pelanggaran putusan MK dalam perkara pengujian formil UU Cipta Kerja,
PERNYATAAN SIKAPKOMITE NASIONAL PEMBARUAN AGRARIA (KNPA) Jakarta, 08 September 2025 Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) menyatakan keprihatinan pada situasi krisis politik dan demokrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang mengakibatkan ribuan orang ditangkap dan 10 orang warga-massa aksi meninggal. Tindakan anarkis dan brutal aparat keamanan dalam menangani aksi demonstrasi yang terjadi pada 40 kota/kabupaten di