Bina Desa

Komunitas SAC Mulai Mengembangkan Pertanian Alami

Komunitas Saung Agraria Ciasihan (SAC) yang di Ketuai oleh Kang Ucu Permana adalah sebuah komunitas Petani Alami yang berlokasi di Kp. Gunung Menir, Desa Ciasihan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Komunitas SAC merupakan salah satu komunitas dampingan Bina Desa. Pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020 komunitas SAC mengadakan penanaman padi alami. Pertanian alami menjadi salah satu […]

Komunitas SAC Mulai Mengembangkan Pertanian Alami Read More »

Gerakan Pencegahan Covid-19 dari Desa Galeso

Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Infeksi virus corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Virus ini menyebar ke seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO.  Pada awal bulan Maret 2020 tepatnya tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus

Gerakan Pencegahan Covid-19 dari Desa Galeso Read More »

Kekerasan terhadap petani di tengah Covid-19

Dua Petani Tewas, Dua Kritis Pernyataan Sikap Komite Nasional Pembaruan Agraria Duka di wilayah konflik agraria kembali terjadi. Ditengah ancaman krisis pangan akibat wabah Covid19 yang semakin meluas, petani digusur perusahaan perkebunan sawit. Kabar yang diterima dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Sumatra Selatan dan Komite Reforma Agraria Sumatra Selatan (KRASS), PT. Artha Prigel menggusur

Kekerasan terhadap petani di tengah Covid-19 Read More »

Kegiatan Refleksi JKSP Regional Sumatera

Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan (JKSP) Regional Sumatera dibentuk untuk meningkatkan penguatan dan pengembangan JKSP selain itu guna mendorong agar peran Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dapat lebih fokus dan terlibat aktif dalam pembangunan pedesaan secara mandiri dan berkelanjutan. Pada Januari tahun 2019 dibentuklah Komite dan pembagian wilayah menjadi regional Sumatera I dan II. Regional Sumatera I

Kegiatan Refleksi JKSP Regional Sumatera Read More »

Pernyataan Sikap JKSP Region Sumatera Terhadap Omnibus Law

Deli Serdang, 12 Maret 2020 – Kami organisasi rakyat yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan (JKSP) region Sumatera yang terdiri dari: SIMAB Aceh Barat, SHK Lestari Lampung, Koperasi Bangun Ekonomi Sedulur Sumatera Utara, KPMD Deli Serdang, Koperasi Mitra Sejati Simalungun, KPA Agam Sumatera Barat, SNSU Serdang Berdagai, Komunitas Mandiri Pangan Jambi, SPI Bengkulu, Ibnu

Pernyataan Sikap JKSP Region Sumatera Terhadap Omnibus Law Read More »

Tunduk Pada WTO, Omnibus Law Ancam Kedaulatan Pangan

Jakarta, 12 Maret 2020 – Omnibus Law “melucuti” empat undang-undang penting sektor pangan yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, UU No. 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta UU No. 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura sebagai jawaban atas Putusan World Trade

Tunduk Pada WTO, Omnibus Law Ancam Kedaulatan Pangan Read More »

Usrek Bergerak Untuk Kedaulatan Pangan Para Petani

Menggorganisir petani akan Pertanian Alami tidak dilakukan atas dasar orientasi pasar akan tetapi atas dasar mewujudkan kedaulatan pangan – Usrek- Kemiskinan masih sangat melekat dengan para petani. Tidak jarang karena biaya pupuk yang mahal para petani harus rela berhutang pada saat musim tanam tiba dan baru bisa membayar pada saat musim panen. Jika panen gagal?

Usrek Bergerak Untuk Kedaulatan Pangan Para Petani Read More »

Gayung Bersambut : Gugatan WTO Perihal Pangan Disambut Omnibus Law

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Indonesia melalui panel Dispute Settelment Body (DSB) WTO dengan menuntut Indonesia membayar kepada negara tersebut senilai US$350 atau Rp. 5 trilyun karena (berasumsi!) telah dicurangi. Apa yang menurut Amerika Serikat sebagai tindakan curang adalah karena dalam sejumlah pasal Undang-undang sektor pangan menyebut frasa “dalam negeri”. Frasa itu sendiri merujuk dan

Gayung Bersambut : Gugatan WTO Perihal Pangan Disambut Omnibus Law Read More »

Kongres Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara I

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara merupakan sebuah organisasi perempuan yang diinisiasi oleh perempuan pedesaan diawali dengan kegiatan rembug perempuan pedesaan yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 2017 di Desa Paddinging Kab. Takalar Sulawesi Selatan oleh Bina Desa dengan TiME sebagai panitia pelaksana, pada pertemuan ini lahirlah sebuah deklarasi perempuan yang disebut “Deklarasi Pedass” (Deklarasi Perempuan Pedesaan

Kongres Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara I Read More »

Idoy : Berbagi Pengetahuan Pertanian Alami dengan Literasi

Profesi bertani tidaklah populer dikalangan generasi milenial. Indonesia justru saat ini sedang mengalami krisis petani muda. Menurut data BPS tahun 2018, jumlah petani muda (usia kurang dari 25 tahun) yaitu sebanyak 273.839 yang terdiri dari 240.582 petani laki-laki dan 33.257 petani perempuan. Jumlah ini sangat berbeda jauh dengan usia diatasnya. Dilansir dari Tirto.id dalam riset

Idoy : Berbagi Pengetahuan Pertanian Alami dengan Literasi Read More »