Gerakan Pencegahan Covid-19 dari Desa Galeso

Galeso-Proses pembuatan antiseptik alami oleh anggota SEPEDA. Foto : Irwan Bakri.

Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Infeksi virus corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Virus ini menyebar ke seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO.  Pada awal bulan Maret 2020 tepatnya tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus pertama positif corona di Indonesia. Upaya pencegahan penyebaran virus ini pun dilakukan oleh pemerintah seperti dengan pembatasan sosial (social distancing), sosialisasi mencuci tangan secara rutin dengan sabun selama 20 detik, penggunaan handsanitizer, penyemprotan disinfektan, dan juga penggunaan masker. Tidak hanya pemerintah, masyarakat pun ikut tergerak secara swadaya untuk pencegahan penyebaran maupun dampak sosial, ekonomi dari pandemi covid-19.

Salah satu kelompok masyarakat yang tergerak dalam upaya pecegahan covid-19 secara swadaya yaitu kelompok pemuda di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat yang tergabung dalam Lembaga Kepemudaan di desa yang bernama Serikat Pemuda Desa (SEPEDA).  SEPEDA berinisiatif untuk memproduksi antiseptik alami yang lebih bersahabat terhadap kesehatan dengan berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis sebagai alternatif pengganti disinfektan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlanga, Surabaya ditemukan bahwa kandungan ekstrak daun sirih sebesar 15% mampu menurunkan mikroorganisme di telapak tangan hingga 57%, sedangkan kandungan ekstrak daun sirih sebesar 25% ke atas akan mampu menghilangkan seluruh mikroorganisme (Retno Sari dan Isadiartuti, 2006). Berdasarkan hasil temuan ini, terbukti selain aman untuk kesehatan, antiseptik alami berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan mikroorganisme jahat.

Inisiatif ini pun didukung dengan tersedianya daun sirih dan jeruk nipis di Desa Galeso yang sengaja dibudidayakan oleh masyarakat sebagai tanaman herbal di sekitar rumah mereka.  Tidak sekedar upaya pencegahan, kegiatan inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan gotong royong dan solidaritas antar warga dalam menghadapi masa pandemi covid-19.

“Antiseptik alami yang diproduksi oleh SEPEDA ini telah disebarkan ke ±500 rumah warga di Desa Galeso, portal-portal akses masuk ke desa dan titik-titik tertentu di desa untuk pencegahan penyebaran virus corona.  Sejak pertama kali memproduksi antiseptic alami pada tangal 1 April 2020 hinga hari ini tanggal 4 Mei 2020 terhitung sudah ±200 liter yang telah diproduksi dan disebar”, ujar Irwan Bakri, ketua SEPEDA dan SPPM (Serikat Petani Polewali Mandar).

Selain kegiatan bagi-bagi antiseptik alami, SEPEDA dan Pemerintah Desa bekerjasama untuk melakukan edukasi dan penyebaran poster informasi terkait cara penyebaran, gejala yang ditimbulkan jika terinfeksi, masa inkubasi virus, serta cara pencegahan virus corona serta pembuatan portal dan pos di pintu masuk ke desa.  Di samping itu, ada juga kegiatan bagi-bagi masker kepada masyarakat Desa Galeso yang sering beraktivitas di luar Desa Galeso, sebanyak 300 masker disebar kepada masyarakat desa yang dibagi atas dua tahap yakni tahap pertama itu sebanyak 160 masker dan sisanya akan dibagikan pada tahap kedua karena masih dalam proses pembuatan. Proses pembuatan masker ini, SEPEDA bekerjasama dengan SMK Muhammadiyah Wonomulyo. (Muh. Iqbal Halim, 4/05/2020)

ARTIKEL TERKAIT

Ritual Barikan Banyu Sumber

Inisiatif Komunitas Sidomakmur di tengah Pandemi Covid-19

Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi

Menyonsong Terbitnya Buku “Menanam di Ladang Ranjau”

Hadapi Dampak Covid-19, Pemuda Cempaka Populerkan Jimpitan

sauyunan

Sauyunan Perempuan Petani Gelar Stand Pangan Desa