Bina Desa

Imperialisme Benih Dan Kartel Pangan Di Tengah Gugatan

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun, pada 2015 penduduk Indonesia diperkiran mencapai 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupan makanan berupa beras dengan produksi setara padi 68, 47 juta ton gabah kering giling. Itu dengan asumsi konsumsi, terutama beras per kapita 135, 1 kg per kapita per tahun.  Dengan jumlah penduduk sebanyak […]

Imperialisme Benih Dan Kartel Pangan Di Tengah Gugatan Read More »

Masa Depan Kedaulatan Pangan

Persoalan pangan dan agraria beberapa dekade terakhir tampak diabaikan oleh elit pengambil kebijakan. Kedaulatan bangsa yang salah satunya bisa dilihat dari kedaulatan pangan kini jauh panggang dari api. Kedaulatan yang berarti juga hak eksklusif atas kemandirian negara dalam menghormati, memenuhi dan menjaga keamanan dan ketahanan pasokan pangan rakyatnya. Kini diserahkan dengan brutal kepada institusi “anonim”

Masa Depan Kedaulatan Pangan Read More »

PP Reforma Agraria Sampai Dimana?

“Dengan terbitnya PP Reforma agraria nanti diharapkan akan jadi payung guna memberikan jaminan keadilan atas tanah terhadap rakyat. Peraturan ini memungkinkan memberikan akses kepada masyarakat untuk menguasai atau memiliki tanah,” Demikian mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto pernah menyatakan bahwa pembahasan RPP Reforma Agraria sudah selesai. Bahan RPP tinggal dibicarakan di Sidang Kabinet. ujarnya

PP Reforma Agraria Sampai Dimana? Read More »

Mewaspadai Imperialisme Benih dan Kartel Pangan

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun. Pada 2015 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupan makanan berupa beras dengan produksi setara padi 68,47 juta ton gabah kering giling. Itu dengan asumsi konsumsi, terutama beras per kapita 135,1 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu dan

Mewaspadai Imperialisme Benih dan Kartel Pangan Read More »

Konflik Agraria, Negara Kemana?

Reforma agraria adalah alas dari rencana apa pun yang hendak ditempuh Indonesia dalam pembangunanannya. Kalau pembangunan Indonesia tak kunjung menata sistem agrarianya, situasi konflik akan terus berlangsung dan kebijakan atas dunia agraria akan selalu rentan terhadap silang-singkurat dalam proses tarik ulur tiap-tiap kepentingan di dalamnya. ”Program Reforma Agraria……secara bertahap….akan dilaksanakan mulai tahun 2007 ini…Tanah untuk

Konflik Agraria, Negara Kemana? Read More »

Ironis, Negara Abai, Petani Berjuang Sendiri Demi Hak Asasi

Terutama sejak kesepakatan dari konsolidasi seluruh gerakan tani dan aktivis pembaruan agraria dalam Konferensi Nasional Pembaruan Agraria untuk pembaruan Agraria dan Perlindungan serta Pemenuhan Hak-hak Asasi Petani di Cibubur pada tahun 2000/2001, gerakan petani terus memperjuangkan pengakuan dunia internasional atas hak asasi petani. Hasilnya pada akhir 2012 lalu Sidang dewan PBB memenangkan promosi pengesahan Kovenan

Ironis, Negara Abai, Petani Berjuang Sendiri Demi Hak Asasi Read More »

Kartel di Pekarangan Kita

SEPERTI kisah dalam Ripley’s Believe It or Not!, drama lonjakan harga bawang mengungkap statistik perdagangan yang mencengangkan. Jumlah importir bawang kini mencapai 114 perusahaan, dari sebelumnya sekitar 20-an perusahaan. Permohonan rekomendasi impor pun melejit menjadi 5,14 juta ton, dari 203.732 ton pada 2012. Bagaimana dengan keuntungan? Jika dihitung, pada saat harga tinggi di tingkat konsumen

Kartel di Pekarangan Kita Read More »

Transformasi Agraria dan Transisi Agraris

[anti-both] [ezcol_2third id=”” class=”” style=””] Oleh : Gunawan Wiradi When tillage begins, Other arts follow. The farmers therefore, are the founders of civilization   Daniel Webster (in Lewis C. Henry (ed), 1955)   PENDAHULUAN Bagi mereka yang sudah terbiasa mengikuti wacana masalah agraria, isi tulisan pendek ini bukanlah barang baru. Hal-hal yang dikemukakan disini hampir semuanya

Transformasi Agraria dan Transisi Agraris Read More »

Menggarap Sawah di Punggung Petani

[anti-both] [ezcol_2third id=”” class=”” style=””] Oleh: Damhuri Muhammad   Kita tidak bangga kalau hanya memanen padi, kita akan bangga bila memanen padi di sawah kita sendiri. (Multatuli)   DALAM tradisi Melayu, kata “tani” merupakan penyempitan dari kata “tahani” yang bila diterjemahkan secara bebas berarti: “menahan diri.” Maksudnya, menahan diri untuk tidak membeli segala sesuatu yang

Menggarap Sawah di Punggung Petani Read More »

Merintis Kelembagaan Pelaksana Pembaruan Agraria dan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia

[anti-both] [ezcol_2third id=”” class=”” style=””] Oleh Usep Setiawan (2) Abstrak Konflik agraria masih jadi problem bangsa Indonesia yang belum kunjung terselesaikan. Berlanjutnya konflik agraria menyebabkan rakyat menjadi korban sehingga kehilangan hak-hak ekonomi, sosial dan budayanya sekaligus. Masyarakat yang diwarnai konflik agraria ibarat masyarakat yang sakit sehingga perlu disembuhkan dengan cara menemukan, menangani dan menyelesaikan akar

Merintis Kelembagaan Pelaksana Pembaruan Agraria dan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia Read More »