Bina Desa

Bincang Syukuran 48th Bina Desa: Kiprah Bina Desa Dalam Pembangunan Pedesaan

[Img: keceriaan perayaan Bincang Syukuran 48th Bina Desa] Berdiri sejak 20 Juni 1975 Bina Desa merayakan hari jadinya yang ke-48 tahun. Sejak awal berdiri hingga saat ini, Bina Desa bertekad untuk tetap konsisten melakukan pemberdayaan kepada Insan Pedesaan demi mendorong benih-benih kemandirian, kedaya-mampuan dan terlindunginya hak-hak wong cilik pedesaan, perempuan dan kaum marginal pedesaan lainnya. […]

Bincang Syukuran 48th Bina Desa: Kiprah Bina Desa Dalam Pembangunan Pedesaan Read More »

Woman and Youth Leadership Forum: Partisipasi Perempuan dan Anak Muda Bicara Kedaulatan Pangan.

Makassar, sebagai kota metropolitan besar di ujung selatan Pulau Sulawesi, menjadi sibuk Mei lalu. Sebanyak 40 orang, laki-laki dan perempuan dari 7 negara berbeda di Asia (India, Sri Lanka, Nepal, Philipina, Vietnam, Cambodia dan Indonesia) berkumpul untuk berdiskusi tentang masalah, tantangan, dan hambatan yang hingga hari ini membelenggu perempuan dan anak muda dalam perjuangannya untuk mewujudkan

Woman and Youth Leadership Forum: Partisipasi Perempuan dan Anak Muda Bicara Kedaulatan Pangan. Read More »

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara: Gerakan Solidaritas Perempuan Dari Desa Untuk Dunia

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara (JPP Nusantara) merupakan jaringan atau perkumpulan perempuan pertama di Indonesia yang lahir dari gerakan perempuan pedesaan, yang didalamnya termasuk perempuan petani dan nelayan. Setelah melalui proses panjang membangun kesadaran kritis perempuan pedesaan terhadap banyak bentuk ketidakadilan gender akibat patriarki, budaya yang mengakar kuat dalam setiap aspek kehidupan pedesaan. Proses panjang yang

Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara: Gerakan Solidaritas Perempuan Dari Desa Untuk Dunia Read More »

Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Aturan Bank Tanah ke Mahkamah Agung

Sebanyak sebelas organisasi masyarakat sipil melakukan gugatan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64/2021 tentang Badan Bank Tanah ke Mahkamah Agung di Jakarta. Mereka menilai, aturan ini rawan menciptakan persoalan agraria dan bertentangan dengan UU Pokok Agraria Senin (13/2/23). Kesebelas organisasi tersebut diantaranya adalah Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sawit Watch Bina Desa, Indonesia Human Right Committee

Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Aturan Bank Tanah ke Mahkamah Agung Read More »

Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim

Hari masih gelap saat saya tiba di bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya berkunjung. Tapi perjalanan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, saya melakukan penelitian dalam masa profesional, bukan di Kota Makkassar tapi di Desa Rappoa. Desa dengan 2 topografi unik di Kabupaten Bantaeng. Bayangkan saja, dalam 1

Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim Read More »

Sartini Aisyah: Kebahagiaan itu Bernama Gerakan

“Gerakan itu kebahagiaan bagi saya, berorganisasi dan bergerak itu mengenalkan saya pada teman – teman baru, pengalaman baru, dan pengetahuan baru, dengan itu kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang” Sartini Aisyah ( Inisiator Taman Baca dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur, Karang Anyar) Dari Ibu Sartini, dan tentu saja perempuan lainnya juga saya

Sartini Aisyah: Kebahagiaan itu Bernama Gerakan Read More »

ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat

“Apa hubungan pertanian alami dengan perubahan iklim? Ada yang punya pendapat?” Tanya Lily N. Batara dalam kelas. Kelas yang dimaksud adalah TOT Kajian Pertanian Alami yang merupakan kegiatan lanjutan dari TOT Kajian Kerentanan Iklim yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 lalu di Kabupaten Lumajang. Dalam kelas, kembali hadir 16 orang peserta yang berasal dari

ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat Read More »

TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat

“Bak makan buah simalakama!” Begitu seorang peserta asal lumajang mendeskripsikan krisis akibat perubahan iklim yang terjadi. Dewasa ini, perubahan iklim santer sekali digaungkan. Tak hanya orang kota, orang desa pun nyata betul mengalami krisis-krisis iklim. Melihat keresahan ini, Bina Desa menjawab dengan mengajak 4 Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dari 4 Kabupaten di sepanjang Jawa dan

TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat Read More »

Anak Muda, Ayo Pulang ke Desa!

  Yang Lain, Saatnya Pastikan “Partisipasi Kaum Muda” Bukan Hanya Jargon Pemerintah Belaka. Disadur dari halaman daring Kamus Berbahasa Bahasa Indonesia (KBBI), muda/mu·da/ mempunyai beberapa makna, seperti: 1. belum sampai setengah umur; 2. belum sampai masak (tentang buah-buahan); 3. belum cukup umur (tentang tumbuhan, binatang); 4. belum sampai waktunya untuk dipetik (dituai dan sebagainya): buah

Anak Muda, Ayo Pulang ke Desa! Read More »

Kiai Sadrach, Pasamuwan Mardika dan Desa Swabina: Sebuah Refleksi Kemerdekaan

Merefleksikan kemerdekaan Indonesia berarti kita berhenti sejenak untuk menengok masa lalu, merenungkan kondisi hari ini, dan merancang langkah perbaikan di masa depan. Langkah reflektif ini tepat, di tengah kondisi pulih dan bangkit dari pandemi yang belum usai, untuk melihat langkah-langkah apa saja yang sudah kita perbuat di tengah upaya pergerakan yang masih terbatas. Untuk itu,

Kiai Sadrach, Pasamuwan Mardika dan Desa Swabina: Sebuah Refleksi Kemerdekaan Read More »