Bina Desa

5 Alasan Produk Pangan Hasil Pertanian Alami, Penting Untuk Dikonsumsi

Pertanian konversi, seringkali merujuk pada praktik pertanian yang berfokus pada peningkatan hasil produksi dengan menggunakan teknologi modern dan bahan kimia sintetis, sedangkan pertanian alami lebih menekankan pada pendekatan organik dan berkelanjutan.   Pertanian konversi, meskipun mampu memberikan hasil yang lebih tinggi dalam jangka pendek, sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti degradasi tanah dan pencemaran […]

5 Alasan Produk Pangan Hasil Pertanian Alami, Penting Untuk Dikonsumsi Read More »

Membangun Masa Depan Sehat: Hari Gizi dan Makanan dengan Pemulihan Benih Tanpa Bahan Kimia

Hari Gizi Nasional, yang dirayakan setiap tanggal 25 Januari, menjadi momen penting bagi Indonesia untuk merayakan dan mempromosikan pola makan sehat yang dimulai dari benih tanaman yang sehat dan bebas bahan kimia. Pemilihan bahan tanam yang baik dan bebas dari zat kimia menjadi dasar penting untuk menciptakan makanan berkualitas tinggi yang mendukung kesehatan masyarakat. Pentingnya

Membangun Masa Depan Sehat: Hari Gizi dan Makanan dengan Pemulihan Benih Tanpa Bahan Kimia Read More »

Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif

Pertanian memegang peranan penting bagi kehidupan manusia, tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menjadi sumber penting bagi negara sebagai tulang punggung perekonomian dan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada era globalisasi saat ini penting untuk mengetahui lebih dalam betapa penting dan vitalnya sektor pertanian dalam mencapai ketahanan pangan dan pembangunan yang berkelanjutan. Pada era

Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif Read More »

WhatsApp-Image-2023-11-16-at-15.08.18-1-320x240.jpeg

FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan

Pendokumentasian bagi perempuan pejuang kedaulatan pangan sangat penting dilakukan untuk mencegah dekonstruksi narasi besar sistem pangan yang dibangun oleh neoliberalisme yang terbukti tidak adil terhadap manusia dan alam, dan tidak berkelanjutan. Hal ini sering dialami oleh perempuan baik dalam internal (keluarga), maupun eksternal (masyarakat, penguasa, pemerintah, pihak swasta, bank-bank multilateral dan negara-negara maju) dengan mengeksklusi

FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan Read More »

Belajar Bersama AsiaDHRRA: Memahami Agroekologi, Advokasi Kebijakan dan Keterlibatan Konstruktif

Pada 25 September – 6 Oktober 2023 Bina Desa bersama tujuh anggota Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) mendapatkan kesempatan belajar bersama dengan AsiaDHRRA yang bertajuk “Training on Agroecology and Policy Advocacy and Constructive Engagement”. Kegiatan ini juga diikuti oleh organisasi-organisasi jaringan AsiaDHRRA di beberapa negara antara lain Philipina, Kamboja, Thailand, Laos, Vietnam, dan Indonesia.  Secara khusus,

Belajar Bersama AsiaDHRRA: Memahami Agroekologi, Advokasi Kebijakan dan Keterlibatan Konstruktif Read More »

HARI PANGAN SEDUNIA: IMPOR BERAS 2023 BUKTI NYATA INDONESIA GAGAL SISTEM PANGAN

Potensi kerawanan pangan khususnya pangan pokok beras yang harganya melonjak beberapa bulan terakhir menjadi alasan pemerintah melakukan pengadaan beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) melalui jalur importasi dengan volume penugasan impor yang terbilang sangat besar, yakni mencapai 3,5 juta ton. Jika penambahan impor sejumlah 1,5 juta setelah sebelumnya Bulog telah ditugaskan melakukan impor sejumlah 2

HARI PANGAN SEDUNIA: IMPOR BERAS 2023 BUKTI NYATA INDONESIA GAGAL SISTEM PANGAN Read More »

Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim

Hari masih gelap saat saya tiba di bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya berkunjung. Tapi perjalanan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, saya melakukan penelitian dalam masa profesional, bukan di Kota Makkassar tapi di Desa Rappoa. Desa dengan 2 topografi unik di Kabupaten Bantaeng. Bayangkan saja, dalam 1

Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim Read More »

ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat

“Apa hubungan pertanian alami dengan perubahan iklim? Ada yang punya pendapat?” Tanya Lily N. Batara dalam kelas. Kelas yang dimaksud adalah TOT Kajian Pertanian Alami yang merupakan kegiatan lanjutan dari TOT Kajian Kerentanan Iklim yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 lalu di Kabupaten Lumajang. Dalam kelas, kembali hadir 16 orang peserta yang berasal dari

ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat Read More »

TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat

“Bak makan buah simalakama!” Begitu seorang peserta asal lumajang mendeskripsikan krisis akibat perubahan iklim yang terjadi. Dewasa ini, perubahan iklim santer sekali digaungkan. Tak hanya orang kota, orang desa pun nyata betul mengalami krisis-krisis iklim. Melihat keresahan ini, Bina Desa menjawab dengan mengajak 4 Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dari 4 Kabupaten di sepanjang Jawa dan

TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat Read More »

Forum Pendidikan: Pertanian Alami Sebagai Wujud Nyata Kedaulatan Pangan oleh Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa

Bantaeng, BINADESA.org – Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa asal Kabupaten Bantaeng terus konsisten untuk berkomitmen dalam menciptakan pangan yang sehat dan alami dengan kembali menggelar kegiatan Panen Raya Padi Alami di Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng pada Jum’at, 11 Febuari 2022 lalu. “Berbagai macam program dan jenis pangan Alami dan sehat masih terus

Forum Pendidikan: Pertanian Alami Sebagai Wujud Nyata Kedaulatan Pangan oleh Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa Read More »