Bina Desa

Reforma Agraria, Tak Cukup Hanya Dengan BPN

Reforma agraria bagi Indonesia adalah hal paling penting dan bisa jadi merupakan alat satu-satunya bagi upaya pembangunan nasional yang lebih demokratis dan berkeadilan bagi rakyat. Keadilan di sector agraria, walau tidak selalu, yang peling riil sekarang ini adalah land reform atau redistribusi tanah. Ada ribuan tanah terlantar yang bahkan pernah dijakanjikan SBY akan di redist, […]

Reforma Agraria, Tak Cukup Hanya Dengan BPN Read More »

RUU Perkoperasian Kapitalis

RUU Perkoperasian yang sudah diproses lebih dari 10 tahun di DPR, akhirnya ditetapkan dalam agenda legislasi tahun ini. Namun sangat disayangkan Rancangan Undang-Undang Perkoperasian disusun dengan substansi yang kapitalistik. “Koperasi adalah bentuk perlawanan dari kegagalan sistem kapitalisme dan sistem yang ditengarai menjadi jalan tengah bagi ketegangan tarikan sistem dominasi negara dan sistem fundamentalisme pasar. Jadi

RUU Perkoperasian Kapitalis Read More »

Reforma Agraria Harus Berkadilan Gender

“BPN pernah mempublikasikan peta konflik yang terus meningkat. Yang menjadi keperihatinan adalah seluruh data tersebut belum bicara tentang perempuan.”   Hal itu dinyatakan Direktur Ekskutif BINA DESA, Dwi Astuti, dalam diskusi santai di Kantornya, Otitsa Jakarta Timur. “Karena perempuan tidak terlihat, maka perempuan tidak pernah tersentuh oleh kebijakan. Termasuk kita, penggerak agraria bahkan menutup mata

Reforma Agraria Harus Berkadilan Gender Read More »

G20, Politik Negara Maju Atasi Krisis?

Harapan agar G-20 memiliki peran yang besar dalam mengatasi krisis global, menciptakan kesetaraan dan keadilan hanya ilusi. Sebab G-20 tidak menjawab persoalan krisis secara subtansial melainkan lebih terarah untuk mempertahankan Kapitalisme baik Kapitalisme ala Anglo-Saxon maupun ala Eropa Continental. Hal tersebut dinyatakan pemerhati ekonomi politik Internasional Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI. Menurutnya, justru G-20 menjadi sarana

G20, Politik Negara Maju Atasi Krisis? Read More »

Belajar dari China

Produk China membanjiri pasar Indonesia, dari mulai buah-buahan sampai textile, harganya lebih murah, sementara soal kualitas bisa diperdebatkan. Seorang kawan saya di Bandung, Hasim, yang seorang pengusaha distro nyaris gulung tikar karena serbuan produk jadi beruapa pakaian, celana dan asesoris lain yang datang dari China dan harganya sangat murah. Intinya, karena serbuan produk China ke

Belajar dari China Read More »

Negara Belum Sepenuhnya Akui Hak-hak Petani

(Jakarta: Bina Desa/19/010) Beberapa kalangan dari petani, NGO, gerakan pemuda berkumpul di kantor nasional Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam agenda memperingati hari Hak Asasi Petani (HAP). Mereka merekam dan merefleksikan masih banyak dan berlajutnya kasus-kasus agraria, dan lebih sering petani menjadi korban. Mereka menuntut agar Negara sepenuhnya mengakui Hak Asasi Petni dan membentuk badan penyelesaian

Negara Belum Sepenuhnya Akui Hak-hak Petani Read More »

RAPBN 2011 Berpotensi Melanggar HAM dan Konstitusi

Belanja pegawai dan belanja modal negara terlalu tinggi sehingga untuk pemenuhan hak ekososbud (Ekonomi Sosial dan Budaya) sangat sedikit. Padahal menunjuk pasal 33 dimana negara menguasai sumberdaya alamnya, seharusnya negara bisa memprioritaskan anggarannya untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat. “Volume APBN terhadap PDB di negara yang kapitalis seperti Jepang, Prancis dan Jerman misalnya mendekati 30% , sementara

RAPBN 2011 Berpotensi Melanggar HAM dan Konstitusi Read More »

ASEAN Gagal

Dalam pertemuan Asian Piople Frum di Jakarta, banyak kalangan dari ormas buruh dan tani serta NGO menyebut bahwa ASEAN telah gagal menjalankan mandatnya untuk turut menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Lebih dari itu melalui perjanjian CAFTA , Asean bahkan dianggap telah diam-diam mengkudeta konstitusi Negara-negara yang tergabung di dalamnya, termasuk Indonesia. Menurut Daeng dari IGJ,

ASEAN Gagal Read More »

Dari Bangsa Kurang Gizi Menuju Negara Gagal

Oleh: Sabiq Carebesth* Di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang tetap optimistik pada kuartal akhir 2012, ekonomi Indonesia sesungguhnya sedang dilanda kegalauan mendasar antara pertumbuhan yang ajaib di satu sisi, dan kemelaratan “mendadak” yang makin rentan di sisi yang lain. Tak hanya itu, target pertumbuhan juga riskan meleset karena gejolak ekonomi global. Badan Pusat Statistik menyatakan

Dari Bangsa Kurang Gizi Menuju Negara Gagal Read More »

Mewaspadai Imperialisme Benih dan Kartel Pangan

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun. Pada 2015 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupan makanan berupa beras dengan produksi setara padi 68,47 juta ton gabah kering giling. Itu dengan asumsi konsumsi, terutama beras per kapita 135,1 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu dan

Mewaspadai Imperialisme Benih dan Kartel Pangan Read More »