Bina Desa

Cuaca Buruk Nelayan Garut dan Tasikmalaya Putus Asa

Nelayan pesisir Garut dan Tasikmalaya semakin putus asa karena masih belum bisa mendapatkan tangkapan yang memuaskan dalam dua bulan terakhir. Bahkan, meski mempertaruhkan nyawa pun tidak bisa memperbaiki hasil tangkapannya. “Susah menentukan waktu yang tepat kapan melaut atau tidak. Pernah memaksakan melaut tapi belum sampai melepas jaring kami harus kembali lagi ke pantai karena cuaca […]

Cuaca Buruk Nelayan Garut dan Tasikmalaya Putus Asa Read More »

Buruh Tuntut Jaminan Sosial

Kelompok buruh terus mendesak agar pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penyelenggara Jaminan Sosial. Akan tetapi pemerintah masih beralasan harus menghitung rencana tersebut secara teleti sesuai prinsip realistis dan optimal. Kaladang buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) menyatakan pengesahan RUU tersebut adalah harga mati. Tanpa pengesahan RUU tersebut mustahil lima program lain yaitu

Buruh Tuntut Jaminan Sosial Read More »

Buah Asing Kalahkan Produk Lokal

Pakar ekonomi pertanian Nandang Najmulmunir menilai, buah-buahan dari negara asing telah mengalahkan produk lokal akibat liberalisasi sektor pertanian sehingga terjadi serbuan produk buah dari berbagai negara, seperti China, Thailand, dan Australia. “Kita bisa lihat buah-buahan impor jauh lebih dominan penjualannya ketimbang buah lokal, termasuk produk buah yang sebelumnya dikuasai dalam negeri, seperti jeruk dan durian,”

Buah Asing Kalahkan Produk Lokal Read More »

Bina Desa Luncurkan Jurnal Pedesaan.

Mengiringi acara puncak memperingati 35 tahun usianya, pada 29 Juni 2010 di JDC (Jakarta Disain Center), Yayasan BINA DESA meluncurkan terbitan barunya berupa JURNAL perdesaan dan reforma agraria yang diberi  nama “AGRICOLA”.  Francis Wahono, Gunawan Wiradi, dan Dwi Astuti hadir sebagai pembahas dalam peluncuran tersebut.  Dalam sambutan peluncuran Agricola, redaktur AGRICOLA, Sabiq Carebest, menyatakan hadirnya

Bina Desa Luncurkan Jurnal Pedesaan. Read More »

Geliat Pertanian Alami di Jawa Barat dan Aceh

Dalam keterbatasan sempitnya lahan dan rusaknya irigasi, warga di Desa Cipeuteuy Kecamatan Kabandungan kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tetap bergeliat mempraktikan pertanian alami demi cita-cita kemandiriannya. Musim Tanam Padi sudah tiba, pagi itu 2 Juli 2011 di kampung Babakan Desa Cipeuteuy, beberapa anggota paguyuban Tani Jaya Mukti sibuk menyiapkan bibit padi dalam persemaian. Tidak hanya itu

Geliat Pertanian Alami di Jawa Barat dan Aceh Read More »

Aparat Kembali Lakukan Represi Atas Aksi Petani

Konflik perebutan lahan kembali memakan korban. Kali ini aksi damai yang dilakukan petani tiba-tiba di jawab dengan tindakan kekerasan oleh kepolisian. Akibatnya Iman (43 th), Yusuf (38 th) tertembak dan mengalami luka-luka di wajahnya, sementara Basri (50 th) mengalami luka memar. Mereka saat ini dirawat secara intensif di rumah sakit terdekat. (JAMBI/BINDES/010) Siang hari sekitar

Aparat Kembali Lakukan Represi Atas Aksi Petani Read More »

Anggaran Sektor Pertanian Paling Diabaikan

Pemerintah didesak menaikkan anggaran pertanian untuk memperbaiki kondisi pertanian dalam negeri. “Kami usulkan menjadi 10 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ujar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia, Winarno Tohir, saat berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telewicara video di Istana Negara, Rabu, 22 Juni 2011. Sepuluh persen dari anggaran bukanlah angka

Anggaran Sektor Pertanian Paling Diabaikan Read More »

Analisa IMF Terhadap Ekonomi Indonesia Salah

Pengamat Ekonomi yang juga CEO EC-Think Indonesia Iman Sugema menilai analisis International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan perekonomian Indonesia akan mengalami overheating salah. Pemerintah jangan sampai membuat kebijakan dengan dasar analisis yang tidak tepat tersebut. Imam menjelaskan, dalam kajiannya yang diterbitkan pada April 2011, Dana Moneter Internasional (IMF) menyimpulkan bahwa perekonomian Indonesia, bersama dengan Argentina,

Analisa IMF Terhadap Ekonomi Indonesia Salah Read More »

Alih Fungsi Sawah Memprihatinkan

JAMBI, Kompas.com – Alih fungsi sawah di Provinsi Jambi sudah sangat masif hingga mencapai lebih dari 75.000 hektar, dari total luas sawah 191.774 hektar. Banyak petani mengubah sawahnya menjadi kebun sawit dan karet, serta menjualnya ke perusahaan-perusahaan perkebunan. Berdasarkan data Yayasan Setara, lembaga yang bergerak pada bidang advokasi petani, perubahan peruntukan lahan sawah pada tiga

Alih Fungsi Sawah Memprihatinkan Read More »

Pemda Jakarta Diminta Menghentikan Swastanisasi Air

Aksi koalisi masyarakat menolak swastanisasi air jakarta (FPPI, KRUHA, Walhi, JRMK, SBMI, Solidaritas Perempuan, SP PDAM), diterima oleh pemerintah provinsi jakarta, kami diterima oleh biro umum (Bpk Yusda), biro sarana dan prasarana (Bpk Djatnaka dan Bpk Larry Daniel). Kami kecewa karena kami gagal menemui Foke, sebab Foke ada rapat paripurna di DPRD jakarta, kekecewaan kami

Pemda Jakarta Diminta Menghentikan Swastanisasi Air Read More »