Bina Desa

Perempuan Di Tengah Pasungan Globalisasi

Globalisasi, neo liberalisme ekonomi, tidak hanya gagal membuktikan ‘utopia’ surgawi yang mereka janjikan. Janji keadilan dan kesejahteraan untuk semua melalui pasar bebas dan keadilan bagi semua melalui mekanisme pasar yang keuntungannya akan merembes sampai ke titik paling pinggir di mana ribuan manusia baik laki-laki dan perempuan di pedesaan kini gelimpungan sendiri dilumpur kemiskinan. Lebih dari […]

Perempuan Di Tengah Pasungan Globalisasi Read More »

Komunitas Sidojoyo, Harmoni Alam dan Kesejahteraan Bersama

Menjadi sejahtera tidak berarti harus ditempuh dengan segala cara, apa lagi dengan individualism dan merusak harmoni alam. Sebaliknya, menjadi sejahtera bisa, dan memang seharusnya dilakukan dengan cara bersama-sama, dan tanpa merusak tata kehidupan alam se-isinya, pohon belukar dan seekor tikus sekali pun. Pandangan harmoni semacam itu tertuang dalam Sarasehan harlah ke V komunitas ‘Sido Joyo’

Komunitas Sidojoyo, Harmoni Alam dan Kesejahteraan Bersama Read More »

RUU Perkoperasian Kapitalis

RUU Perkoperasian yang sudah diproses lebih dari 10 tahun di DPR, akhirnya ditetapkan dalam agenda legislasi tahun ini. Namun sangat disayangkan Rancangan Undang-Undang Perkoperasian disusun dengan substansi yang kapitalistik. “Koperasi adalah bentuk perlawanan dari kegagalan sistem kapitalisme dan sistem yang ditengarai menjadi jalan tengah bagi ketegangan tarikan sistem dominasi negara dan sistem fundamentalisme pasar. Jadi

RUU Perkoperasian Kapitalis Read More »

Reforma Agraria Harus Berkadilan Gender

“BPN pernah mempublikasikan peta konflik yang terus meningkat. Yang menjadi keperihatinan adalah seluruh data tersebut belum bicara tentang perempuan.”   Hal itu dinyatakan Direktur Ekskutif BINA DESA, Dwi Astuti, dalam diskusi santai di Kantornya, Otitsa Jakarta Timur. “Karena perempuan tidak terlihat, maka perempuan tidak pernah tersentuh oleh kebijakan. Termasuk kita, penggerak agraria bahkan menutup mata

Reforma Agraria Harus Berkadilan Gender Read More »

Pertanian Alami, Perempuan dan Reforma Agraria Adalah Satu Paket

Demi mendorong dan makin memantapkan pelembagaan desa mandiri khususnya di wilayah dampingan Bina Desa, pada ranah pertanian alami Bina Desa mentargetkan peningkatan perluasan Pertanian Alami dari 183 ha menjadi 320  Ha, dari 66 Rumah Tangga menjadi 115  Rumah Tangga. Salah satu tantangan terberat selama ini dalam mengembangkan pertanian alami salah satunya adalah persoalan lahan yang

Pertanian Alami, Perempuan dan Reforma Agraria Adalah Satu Paket Read More »

Nelayan Tuntut Permudah Izin Kapal

Tegal, Kompas – Sekitar 1.000 nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah, berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kota Tegal, Senin (12/4). Mereka meminta pemerintah mempermudah proses perizinan kapal, menambah alokasi solar bersubsidi, dan menghapus pungutan hasil perikanan. Saat berunjuk rasa, nelayan memblokir jalur pantai utara (pantura)—di ruas Jalan Gajah Mada, Kota Tegal—sekitar lima menit. Aksi

Nelayan Tuntut Permudah Izin Kapal Read More »

Mereka Setia Bercocok Tanam Huma

Komunitas Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini masih mempertahankan cara bercocoktanam huma ladang dengan pola berpindah-pindah karena dapat meningkatkan produktivitas. “Sejak nenek moyang kami hingga sekarang tetap pertanian huma ladang dengan menanam pisang, padi dan tanaman pangan lainya,” kata Ketua Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy (Wammby) Kasmin Saelani di Rangkasbitung, Senin. Ia mengatakan,

Mereka Setia Bercocok Tanam Huma Read More »

Lumbung Pangan di Indonesia Timur Rentan

Meski hingga saat ini Provinsi Sulawesi Selatan masih surplus beras, kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan. Petani tak bisa menggantungkan hidup sepenuhnya dari tanaman padi. Bahkan, ada petani yang terpaksa harus menerima beras dari program beras untuk rakyat miskin. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengancam lumbung pangan Indonesia timur itu. Sejumlah buruh tani dan petani

Lumbung Pangan di Indonesia Timur Rentan Read More »

G20, Politik Negara Maju Atasi Krisis?

Harapan agar G-20 memiliki peran yang besar dalam mengatasi krisis global, menciptakan kesetaraan dan keadilan hanya ilusi. Sebab G-20 tidak menjawab persoalan krisis secara subtansial melainkan lebih terarah untuk mempertahankan Kapitalisme baik Kapitalisme ala Anglo-Saxon maupun ala Eropa Continental. Hal tersebut dinyatakan pemerhati ekonomi politik Internasional Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI. Menurutnya, justru G-20 menjadi sarana

G20, Politik Negara Maju Atasi Krisis? Read More »