Sekilas Globalisasi-Neo Liberalisme

 

Jakarta, Bina Desa–Campur tangan negara terhadap pasar akan membuat ekonomi nasional justeru melambat dan bobrok. Rezim-rezim proteksionis dituding telah membuat rakyatnya sendiri sengsara dan kekurangan pangan. Untuk itu globalisasi melalui liberalisasi ekonomi sangat dibutuhkan untuk tata perekonomian dunia. Benarkah?

India dan Cina yang dulu menolak paket globalisasi dan memilih pembangunan berdasarkan artikulasi nasionalnya sendiri, hari ini nyatanya menjadi salah satu bangsa dengan pondasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan mencengangkan. Indonesia yang getol dengan globalisasi dan paket liberaliasi ekonomi faktualnya justeru mengalami tingkat ketimpangan /rasio gini yang berada di batas aman; walau ekonomi mengalami pertumbuhan yang lumayan signifikan, tapi pertumbuhan semu ekonomi itu tetap rentan. Apa sebenarnya globalisasi itu? Neoliberalisme?

Gerakan neoliberalisme sekarang telah begitu menggurita di indonesia. Jika ditanya kenapa, jawaban yang baru bisa diajukan adalah sebab sebagian besar dari kita belum tahu atau belum sadar dari awal. Padahal gerakan neo-liberalisme sendiri sudah dibangun sejak lama (sejak selesainya perang dunia ke II), dengan sangat hati-hati, cermat, canggih dan rahasia, serta didukung oleh dana yang besar. Selain itu—sebagaimana diungkapkan Sosiolog Gunawan Wiradi (2010), walau pun landasan konsep intelektualnya ditulis secara terbuka, namun strategi operasionalnya dirahasiakan. (Cf. Susan George, 2002; juga Rowland Challis, 2001)

Kata globalisasi dalam arti literal adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara masyarakat dan elemen-elemennya yang terjadi akibat transkulturasi teknologi di bidang teknologi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional. Istilah globalisasi dapat diterapkan dalam berbagai konteks social, budaya, ekonomi dan sebagainya. Misalnya: (1) Pembentukan desa global (Global Cilage), berarti kontak lebih erat antara berbagai pelosok dunia, meningkatnya interaksi personal, saling kerjasama dan persahabatan antara penduduk dunia. (2) Global Campaign Against Poverty: aksi solidaritas internasional untuk menghapuskan kemiskinan. (3) Globalisasi Ekonomi, berarti meningkatnya perdagangan bebas dan meningkatnya hubungan antar pelaku ekonomi di berbagai Negara. (Dian Kartika Sari: Infid, 2005)

Ide awal pemikirnya adalah Fredecik von Hayek, Milton Friedman-Chichago school, yang kemudian diadopsi secara penuh dan terwujud dalam program Thatcher di Inggris dan Reagan di AS. Dan dijadikan landasan operasi lembaga keuangan internasional; IMF, Bank Dunia, yang notabene dikuasai oleh pemegang saham terbesar terhadap lembaga tersebut, yaitu Negara-negara maju seperti: Amerika, Inggris, Jepang. Selain itu, diciptakan pula lembaga untuk perdagangan dunia WTO untuk melancarkan agenda globalisasi ekonomi. Namun pada perjalanannya, perubahan dalam proses pengambilan keputusan dalam WTO, memberikan ruang bagi Negara sedang berkembang dan Negara miskin untuk mendesakkan agenda-agendanya. (ibid, Dian Kartika Sari, 2005)

Ini dia salah satu resep pemiskinan global untuk negara-negara miskin dan sedang berkembang seperti Indonesia. Salah satu resepnya adalah Washington Consensus yang diperbaharui menjadi neo Washingotn Consensus. (Washington Consensus dan neo Washington Consensus (Rodrick, 2002))

Original Washington Consensus

1)      Fiscal discipline

2)      Reorientation of public ecpenditures

3)      Tax reform

4)      Financial liberalization

5)      Unified and competitive exchange rates

6)      Trade Liberalization

7)      Opennes to FDI

8)      Pivatization

9)      Dregulation

10)   Secure Property Rights

Washinton Consensus baru atau yang diperkuat yang lama, 10 items, ditambah:

1)      Corporate governance

2)      Anti corruption

3)      Flexible labor market

4)      WTO agreement

5)      Financial codes and standard

6)      “Prudent” capital account

7)      Non-intermediate exchange rate regime

8)      Independent central banks

9)      Social safety nets

10)   Tareged poverty reduction

Washington Consensus: adalah Kesepakatan antara IMF, Bank Dunia dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang bertempat di Washington DC berupa resep mengatasi ekonomi negera-negara Amerika Latin yang dirumuskan oleh John Williamson tahun 1989.

Sementara itu apa arti resep-resep tersebut? Berikut di antaranya:

  • “Competitivity” artinya Negara menyediakan berbagai fasilitas dan ruang yang kompetitif bagi pemodal
  • Fleksibelitas buruh sebagai factor produksi agar suatu Negara bersifat kompetitif artinya Negara mengurangi berbagai bentuk perlindungan dan jaminan hak asasi buruh, melalui perubahan kebijakan perburuhan
  • “Privatisasi” asset public artinya (Negara) pemerintah mengalihkan tanggungjawab pengelolaan asset-aset public sebagai motor ekonominya kepada pihak swasta.
  • “Privatisasi” layanan public artinya (Negara) pemerintah mengalihkan tanggung jawab konstitusional sebagai penyedia  layanan public kepada pihak swasta pemegang modal besar
  • Deregulasi artinya Negara (pemerintah) mengurangi berbagai aturan yang menghambat tiga pilar fundamental dan membuat aturan baru yang menjamin keberlangsungan kebebasan fundamental tersebut.

Arti singkatnya: negera menyerahkan kedaulatannya kepada korporasi transnasional dan operator pasar, demi mendapatkan sebagian kecil dari keuntungan besar yang diperoleh oleh mereka. Lawan neolib? (*)

Rep: SC

 

ARTIKEL TERKAIT

Tunduk Pada WTO, Omnibus Law Ancam Kedaulatan Pangan

Masyarakat Desak Pemerintah Indonesia untuk Segera Mencabut Komitmen Terhadap WTO

Paket Bali: Kemenangan Negara Berkembang?*

WTO Minus Kepentingan Nasional Kita