Mengapa IMO Penting?

Apa itu Indigenous Microorganism (IMO)? IMO adalah makhluk renik yang dapat dan telah hidup di suatu wilayah selama beberapa waktu. IMO sangat berguna bagi pertanian  karena sangat kuat dan efektif. Pertanian Alami menganjurkan penggunaan IMO karena mikroorganisme terbaik adalah yang berasal dari lingkungan setempat, atau mikroorganisme yang kita butuhkan adalah mikroorganisme yang berada di lingkungan kita sendiri.

Pertanian hanya akan menghasilkan panen yang baik jika lahan yang diberdayakan memiliki kondisi tanah yang sesuai untuk jenis tanaman yang dibudidayakan. Mikroorganisme memainkan peranan penting dalam pengolahan tanah sehingga sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Bersama binatang kecil di dalam tanah, mikroorganisme secara harmonis memperbaiki kondisi tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Mereka menghancurkan dan mendekomposisi bahan organik dalam tanah. IMO bisa dikumpulkan dan dibiakkan.

Mikroorganisme memiliki dua fungsi penting dalam pertanian:

  • Mikroorganisme menguraikan senyawa organik kompleks seperti bangkai tanaman dan hewan dan sampah menjadi nutrisi sehingga bisa diserap oleh tanaman.
  • Mikroorganisme bisa menghasilkan zat-zat berguna seperti antibiotika, enzim, dan asam laktat yang menekan pertumbuhan penyakit dan mendukung kondisi tanah yang sehat.

IMO terutama digunakan untuk menghasilkan kondisi tanah yang ideal bagi pertanian (yaitu meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah) dan untuk mencegah penyakit tanaman. Jika ekologi mikroorganisme seimbang, maka lingkungan akar tanaman akan terpelihara dan akar akan tumbuh kuat tanpa dipengaruhi oleh cuaca buruk. Juga pada daun dan batang, fotosintesis dan katabolisme optimum akan membentuk tubuh tanaman yang sehat sehingga tanaman akan mempunyai kekuatan untuk menahan serangan musuh dari luar.

Material terbaik untuk membiakkan IMO adalah nasi. Nasi sebagai media pembiakan tidak boleh terlalu lembut atau lengket, karena bakteri aerobik( yang memerlukan udara)  tidak bisa hidup di lingkungan seperti itu. Yang paling cocok adalah nasi sisa, namun tidak basi. Saat menggunakan IMO, hindarilah penggunaan plastik, gunakanlah bambu. Pertanian Alami menganjurkan petani untuk menumbuhkan dan menggunakan mikroorganisme pada suhu norma.

Aplikasi IMO ke lahan disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman. Jika berlebihan, pengaruhnya dalam jangka pendek memang bisa seperti yang diharapkan, namun secara jangka panjang hal ini akan merusak keseimbangan ekosistem semula dari mikroorganisme tersebut.

Cara Mengoleksi IMO

IMO dapat kita kumpulkan/koleksi dari gunung, hutan, atau bukit dengan menggunakan nasi perak (nasi yang dimasak agak keras), kompos daun dan bambu.

Semua mikroorganisme yang dikoleksi dari sekitar wilayah pertanian, dari lapangan terbuka dan dibiakkan pada suhu ruang akan tumbuh menjadi berbagai macam mikroorganisme yang kita tidak dapat menggolongkannya baik atau buruk. Semuanya dikoleksi saja karena hanya dengan cara ini IMO akan menjadi kuat dan adaptif.

Bagaimana mengumpulkan IMO dari hutan?

Bahan/Alat:

  1. Kotak tempat nasi
  2. Nasi keras
  3. Kertas berpori
  4. Karet gelang
  5. Gula merah
  6. Pot tanah liat

Caranya:

  • Sediakan kotak nasi, sebaiknya yang terbuat dari kayu dan isi dengan nasi pera /keras yang baru dan sudah dingin. Tebal nasi tidak lebih dari 7 cm, untuk memberi pasokan udara agar mikroorganisme aerobic yang dibutuhkan lebih banyak tumbuh.
  • Tutup kotak nasi dengan kertas berpori agar udara dapat masuk dan ikat dengan karet gelang
  • Kubur lah kotak nasi tersebut di kebun bambu atau di tumpukan sampah (serasah) daun di lereng bukit, tutupi dengan dedaunan. Hati-hati agar daun penutup tidak menekan kertas penutup terlalu berat sehingga tutup kertasnya menyentuh permukaan nasi.
  • Tutuplah tumpukan daun yang berada di atas kotak nasi dengan plastik

Pada suhu 20°C, IMO memerlukan waktu 4-5 hari untuk tumbuh dan memenuhi kotak. Prosesnya akan lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.

  • Setelah 5 hari, pindahkan nasi ke dalam pot tanah liat. IMO yang diperoleh dari proses ini disebut IMO-1.
  • Campurkan gula merah/tebu dengan IMO-1 perbandingan 1:1 Contohnya, 1 kg gula merah dicampur dengan 1 kg IMO-1. Hasilnya disebut IMO-2.

Menggunakan gula merah/tebu lebih baik dibandingkan dengan gula putih. Gula merah mengandung mineral, kalsium (Ca), potassium(K), besi (Fe) dan magnesium (Mg), sedangkan gula putih tidak.

  • Tutup pot tanah liat/tempayan dari tanah liat, dengan kertas dan ikat dengan karet gelang.

Ingat!

Jika nasi terlalu ditekan dalam kotak nasi, pertumbuhan bakteri anaerobik akan meningkat. Mikroba berwarna hitam tidak bagus dalam tahap persiapan IMO. Jika pembuatan IMO pada musim kemarau, kotak nasi bisa dibasahi sedikit untuk merangsang pertumbuhan mikroba.

Bagaimana mengumpulkan IMO dari serasah daun?

Bahan/Alat:

  1. Nasi keras
  2. Nutrisi tanaman atau Fermented Plant Juice (FPJ)
  3. Bekatul
  4. Jerami
  5. Natural Mineral A
  6. dan lain-lain

*Tambahan: Nutrisi asam amino ikan atau Fish Amino Acid (FAA)

Caranya:

  • Cari tumpukan serasah daun di bukit/hutan/lembah yang dipenuhi oleh hifa (benang-benang jamur yang halus) berwarna putih. Ambil sebagian serasah daun itu sebagai sumber IMO.

Lebih baik daun yang sudah gugur karena lebih banyak mengandung mikroorganisme dibandingkan dengan daun yang masih hijau. Daun merupakan salah satu bahan organik, jika kering akan cepat terurai dan menjadi sumber energi bagi mikroba.

  • Benamkan nasi keras ke dalam nutrisi tanaman atau jus tanaman difermentasi atau disebut nutrisi tanaman (FPJ) yang telah diencerkan 1.000x (konsentrasi 0,001%), lalu dipanaskan dan kemudian didinginkan
  • Campurkan nasi keras dengan serasah daun dan biarkan semalam.
  • Campurkan campuran di atas dengan bekatul untuk memperbanyak IMO.
  • Tutup campuran bekatul ini dengan jerami padi untuk merangsang pertumbuhan IMO.
  • Bisa ditambahkan nutrisi tanaman (FPJ), asam amino ikan (FAA), mineral A untuk mempercepat proses.

Bagaimana mengkoleksi IMO dari batang bambu?

Bahan/Alat:

  1. Nasi keras
  2. Pisau
  3. Kotak nasi kayu
  4. Plastik
  5. Pot liat
  6. Gula merah
  7. Kertas berpori
  8. Karet gelang

Caranya:

  • Pilih sebatang pohon bambu dari tengah hutan bambu.
  • Potong miring batang bambu ini 10 cm dari permukaan tanah, sehingga 3.bagian dalamnya lebih rendah dari bagian luarnya dan cairan bambu tidak meleleh keluar. Masukkan nasi keras ke dalam lubang bambu, sampai permukaan nasi lebih tinggi dari tepi bibir bambu.
  • Letakkan kotak nasi kayu, di atas tunggul bambu
  • Tutuplah kotak dengan dedaunan
  • Kemudian tutup dengan plastik dan di atasnya diberi pemberat agar plastiknya tidak terbuka.

Dalam waktu 3-5 hari, berbagai jenis bakteri termasuk yang berwarna merah, putih, kuning dan hitam.

  • Potong tunggul bambu dan tuangkan nasi yang sudah ditumbuhi IMO pada pot tanah. Ini disebut IMO-1
  • Campurkan IMO1 dengan gula merah dengan perbandingan 1:1. Campuran ini disebut IMO-2.
  • Tutup pot tanah dengan kertas dan ikatlah dengan karet gelang.

Bagaimana cara mengkoleksi IMO dari sawah?

Bahan/Alat:

  1. Kotak nasi kayu
  2. Kawat kasa
  3. Plastik
  4. Pot tanah liat
  5. Gula merah
  6. Kertas
  7. Karet gelang

Caranya:

  • Setelah panen, bekas rumpun padi yang telah dipotong segera ditutup dengan kotak nasi kayu
  • Kotak nasi ditempatkan terbalik. Tutup kotak dengan kawat kasa untuk mencegah tikus.
  • Kemudian tutup dengan plastik untuk menghindari hujan
  • Seminggu kemudian, IMO sudah banyak berkumpul
  • Tuangkan nasi ke pot tanah. Inilah yang disebut IMO-1
  • Campurkan gula merah dan IMO-1 perbandingan 1:1. Ini disebut IMO-2
  • Tutup pot dengan kertas, ikat dengan karet

Koleksi dari sawah akan lebih banyak ditemukan mikroorganisme anerobik khususnya bakteri yang mampu menghancurkan serat kuat seperti jerami dan batang padi.

Suhu fermentasi harus dijaga agar tetap dibawah 50oC agar nutrisi bakteri anaerobik ini tidak hilang ke udara.

Jika terjadi peningkatan suhu, gunakan bakteri asam laktat untuk menurunkan suhunya.

Perbanyakan IMO

Organisme yang ditemukan di bawah sinar matahari sangat berbeda dari yang tinggal di tempat yang ternaung seperti misalnya di bawah pohon bambu. Dr Cho menyarankan untuk membiakkan IMO dari tempat yang berbeda-beda untuk mengoleksi jenis IMO yang berbeda-beda.

Ia juga menyarankan untuk membiakkan IMO pada lokasi dengan ketinggian 100-400m dpl, karena mikroorganisme yang dibiakkan di tempat yang tinggi lebih baik. Selain itu, ia menyarankan untuk membiakkan IMO di berbagai kondisi cuaca dan mencampur berbagai jenis mikroorganisme.

Cara mempersiapkan IMO-4

Bahan yang dibutuhkan:

  1.  g IMO 3
  2. kg tanah kebun (tanah yang mengandung IMO)
  3. kg tanah merah halus
  4. Kanvas

Caranya:

  • Campurkan 10 kg IMO dengan 3-5 kg tanah kebun dan tanah merah. 2.Pada saat mencampur, tuangkan IMO ke tanah.
  • Tumpukan tanah jangan lebih dari 20 cm.
  • Tutup campuran dengan kanvas dan biarkan selama 2 hari.

Cara mempersiapkan IMO-5

Bahan yang dibutuhkan:

  1. bagian IMO4
  2. Kanvas
  3. 10 bagian pupuk kandang (kotoran ayam/kambing/sapi/dll.)

Caranya:

  • Campurkan IMO 4 dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:10.
  • Tutup campuran dengan kanvas dan biarkan selama 2 hari.

Cara menggunakan IMO

Agar efektif, IMO harus digunakan dengan cara yang tepat. Dr. Cho menyarankan cara berikut:

  • Gunakan secara berkelanjutan. Karena IMO digunakan untuk menyuburkan tanah, oleh karena itu IMO harus kita kumpulkan dan siapkan setiap tahun. Agar hasilnya terjaga secara berkelanjutan, IMO juga harus tetap ada di tanah.
  • Jaga keberagaman IMO. Jangan pilih-pilih saat mengumpulkan bibit IMO. Sebaliknya, kumpulkan dan campurkan mikroorganisme dari berbagai lingkungan. Kita disarankan untuk mengumpulkan IMO dari 4 arah, yaitu gunung, puncak, lembah, dan tanah guludan.

Carilah mikroorganisme yang baik

Jenis mikroorganisme berbeda-beda di tiap lokasi, karena setiap tempat memiliki kondisi lingkungan yang unik. Contohnya, di lereng gunung yang terkena sinar matahari akan memiliki IMO yang berbeda dengan sisi yang tidak terkena sinar matahari. Ketinggian juga akan mempengaruhi jenis mikroorganisme. Untuk mendapatkan mikroorganisme yang baik, ambillah sampel dari pegunungan atau daerah yang tidak tercemar. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Podcast Pangan dan Gizi

Pestisida Kimia dan Kekerasan Terhadap Perempuan

5 Alasan Produk Pangan Hasil Pertanian Alami, Penting Untuk Dikonsumsi

Membangun Masa Depan Sehat: Hari Gizi dan Makanan dengan Pemulihan Benih Tanpa Bahan Kimia

Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif

FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan