Membumikan Agroekologi di Kalangan Mahasiswa Pertanian

Kuliah umum ini disampaikan oleh Direktur INagri, Syahroni Yunus, dengan tema "Mari Bertani: Pengalaman Praktik Agroekologi (Pertanian Ekologis)." Sebuah langkah maju telah dilakukan Fakultas Pertanian UNSRI untuk memperkaya wawasan mahasiswa pertanian dengan pengalaman praktik lapangan para alumni untuk dibawa pulang kembali ke kampus

Kuliah umum ini disampaikan oleh Syahroni (kiri), dengan tema “Mari Bertani: Pengalaman Praktik Agroekologi (Pertanian Ekologis).” Sebuah langkah maju telah dilakukan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (UNSRI) untuk memperkaya wawasan mahasiswa pertanian dengan pengalaman praktik lapangan para alumni untuk dibawa pulang kembali ke kampus.

INDRALAYA, BINADESA.ORG–Pagi di akhir November 2016,ada sesuatu kegiatan yang cukup menarik, Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) diundang memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (UNSRI), Sumatera Selatan. Dihadiri kurang lebih 35 mahasiswa dan staf dosen dari jurusan ilmu tanah dan jurusan agroekoteknologi dan berlangsung kurang lebih 90 menit, dari pukul 10.00 WIB. Meski singkat dan masih bersifat pengantar, bagi INAgri kepercayaan untuk memberikan kuliah umum agroekologi di kampus ini merupakan keistimewaan tersendiri. Tiga pendiri INAgri adalah alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Kuliah umum ini disampaikan oleh Direktur INagri, Syahroni Yunus, dengan tema “Mari Bertani: Pengalaman Praktik Agroekologi (Pertanian Ekologis).”  Agroekologi pada dasarnya bukan sekadar pengetahuan yang berasal dari masa lalu atau pengetahuan tradisional. Agroekologi menerapkan pendekatan menyeluruh terhadap pengembangan sistem pertanian dan produksi pangan yang didasarkan pada pengetahuan tradisional, pengalaman lokal, dan metode bertani yang diperkaya dengan pengetahuan ilmiah modern. Untuk itu, pertanian di Indonesia harus bisa bertransformasi dari corak pertanian tradisional yang bersifat subsisten maupun pertanian konvensional yang sarat penggunaan bahan kimia sistesis menuju corak pertanian agroekologi.

Dihadiri kurang lebih 35 mahasiswa dan staf dosen dari jurusan ilmu tanah dan jurusan agroekoteknologi dan berlangsung kurang lebih 90 menit, dari pukul 10.00 WIB. Meski singkat dan masih bersifat pengantar, bagi INAgri kepercayaan untuk memberikan kuliah umum agroekologi di kampus ini merupakan keistimewaan tersendiri. Tiga pendiri INAgri adalah alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. (Foto: Syahroni)

Dihadiri kurang lebih 35 mahasiswa dan staf dosen dari jurusan ilmu tanah dan jurusan agroekoteknologi dan berlangsung kurang lebih 90 menit, dari pukul 10.00 WIB. Meski singkat dan masih bersifat pengantar, bagi INAgri kepercayaan untuk memberikan kuliah umum agroekologi di kampus ini merupakan keistimewaan tersendiri. Tiga pendiri INAgri adalah alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. (Foto: Syahroni)

Sebuah langkah maju telah dilakukan Fakultas Pertanian UNSRI untuk memperkaya wawasan mahasiswa pertanian dengan pengalaman praktik lapangan para alumni untuk dibawa pulang kembali ke kampus. Sebaliknya kalangan mahasiswa bisa terinspirasi dan kelak berpraktek pertanian secara agroekologis.

Bagi INAgri, ini juga sebuah langkah baru untuk membumikan agroekologi sebagai pengetahuan dan praktik. Pada intinya berusaha menghadirkan Ilmu Pertanian Praktis yang berwawasan lingkungan di tengah komunitas petani khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Kami berharap semoga dapat berkontribusi bagi dunia pertanian Indonesia, serta wadah semua khalayak yang bercita-cita mendedikasikan dirinya di bidang pertanian. (###)

ARTIKEL TERKAIT

Podcast Pangan dan Gizi

Pestisida Kimia dan Kekerasan Terhadap Perempuan

5 Alasan Produk Pangan Hasil Pertanian Alami, Penting Untuk Dikonsumsi

Membangun Masa Depan Sehat: Hari Gizi dan Makanan dengan Pemulihan Benih Tanpa Bahan Kimia

Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif

FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan