Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi

Prosesi tradisi Sedekah Bumi di Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap

Sedekah Bumi adalah acara tradisi turun-temurun yang sudah dilaksanakan oleh warga masyarakat di Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas semua karunianya yang diberikan kepada warga. Salah satu Sesepuh Desa, Mbah Lapin, mengatakan bahwa sedekah bumi adalah simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat kepada alam sebagai karunia yang besar. “Tanah yang kita pijak setiap hari, kita buang kotoran di situ, kita tanam dan segala sesuatu yang kita lakukan maka kita perlu merawatnya dengan cara memberikan sedekah terhadap bumi kita ini”, paparnya.

Pelaksanaan Sedekah Bumi biasa dilaksanakan oleh masyarakat Desa Binangun pada bulan Dzulqo’dah mengikuti kalender Jawa atau Hijriyah. Biasanya pelaksanaan pada hari Jumat Kliwon namun untuk tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis Wage, 2 Juli 2020 menjelang Jum’at Kliwon.

Pelaksanaan Sedekah Bumi kali ini sangat berbeda, dengan pelaksanaan sebelumnya. Ini disebabkan pelaksanaanya masih dalam suasana pandemik. Meskipun untuk wilayah Kecamatan Bantarsari masuk dalam kategori zona hijau. Sedekah Bumi kali ini dilakukan di setiap lingkungan Rukun Tetangga (RT). Sebelum pandemik Sedekah Bumi dilaksanakan terpusat di sepanjang jalan desa, di balai dusun dan balai desa. Biasanya di balai desa diadakan ritual dan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di kala pandemic ini hanya dilakukan kegiatan Ritual doa bersama. Namun demikian pelaksanaan kali ini tetap berjalan dengan hidmat dan sakral.

Acara Sedekah bumi sudah merupakan tradisi tahunan. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus juga sebagai doa permohonan masyarakat Desa Binangun umumnya diberikan keselamatan, kesehatan, rizki yang melimpah, serta dijauhkan dari bala/ wabah pandemic yang sedang melanda Indonesia.

Pelaksanaan Sedekah Bumi melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari perangakt desa, para Ketua Rukun Tetangga, Ketua Rukun Warga (RW), tokoh masyarakat, tokoh agama dan perempuan dan masyarakat desa.

Sedekah Bumi ini sudah dipersiapkan sebulan sebelum dilaksanakan. Pemerintah desa mengadakan musyawarah desa yang dihadiri oleh lembaga lembaga desa, RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama secara perwakilan dan perwakilan dari perempuan. dalam musyawarah itu dicapai mufakat untuk kapan dan bagaimana akan dilaksanakan di tingkat desa, tingkat dusun dan tingkat Rukun Tetangga. Dan pembagian peran siapa melakukan apa. Selanjutnya para Kepala Dusun mengundang kepada para Ketua RT dan Ketua RW di tingkat dusun untuk membahas pelaksanaan di tingkat dusun. Dan selanjutnya para Ketua RT melanjutkan musyawarah di tingkat lingkungan RT terkait bagaimana pelaksanaan di tingkat lingkungan RT dan rencana anggaran biaya serta prosesnya. Pada musyawarah di tingkat RT ini juga pembentukan panitia sedekah bumi tingkat lingkungan RT.

Dalam acara Sedekah Bumi setiap lingkungan memasak gulai kambing serta menyiapkan serangkaian sesaji untuk leluhur di Desa Binangun. Setelah proses memasak selesai, panitia tingkat dusun membunyikan kentongan sebagai tanda bahwa proses ritual Sedekah bumi sudah dapat dimulai dan sekaligus sebagai tanda mengundang warga masyarakat untuk berkumpul di tempat yang telah disiapkan. Diawali dari pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dusun, sambutan dari sesepuh desa, terakhir doa bersama dan dilanjutkan dengan menyantap hidangan gulai kambing.

Purwanto*
Cilacap, 2 Juli 2020
*Pengurus KSP Sidomakmur – Cilacap

ARTIKEL TERKAIT

Ritual Barikan Banyu Sumber

Menyonsong Terbitnya Buku “Menanam di Ladang Ranjau”

Hadapi Dampak Covid-19, Pemuda Cempaka Populerkan Jimpitan

sauyunan

Sauyunan Perempuan Petani Gelar Stand Pangan Desa

Tunduk Pada WTO, Omnibus Law Ancam Kedaulatan Pangan