Diskusi Uji Coba Modul Pendidikan Kesetaraan, Keadilan Gender dan Inklusi Sosial

 

Pandemi tidak seharusnya menjadi penghambat untuk belajar, maka inilah yang menjadi dasar Yayasan Bina Desa untuk melanjutkan pembelajaran yang sejak tahun 2020 telah direncanakan. Uji coba Modul Pendidikan kesetaraaan gender ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti hasil diskusi terbatas (FGD) tentang “Draft Modul Pendidikan Kesetaraan dan Keadilan Gender dan Inklusi Sosial” yang telah dilaksanakan pada 18 Agustus 2020.

Peserta diskusi adalah para Fasilitator Pendidikan Keadilan Gender yang telah menerapkan kehidupan adil gender. Para fasilitator juga pernah menjadi peserta dalam Pendidikan keadilan gender yang dilakukan oleh Bina Desa bekerjasama dengan Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dan atau Komunitas Swabina Pedesaan secara langsung. Disepakati bahwa sebelum modul Pendidikan tersebut diterapkan pada para kader komunitas swabina pedesaan, maka penting bagi fasilitator untuk melakukan internalisasi setiap materi dan untuk itu ada kebutuhan melakukan try out (uji coba) modul kepada para fasilitator yang akan menstranfer pengetahuan, ketrampilan dan sikap adil gender kepada para kader komunitas swabina pedesaan.

Fasilitator yang mengikuti uji coba modul ini sebanyak 8 – 10 orang yang berasal dari Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur serta (berkomitmen) akan mengikuti rangkaian kegiatan ini sampai pada tahapan Pendidikan Lanjutan (sesuai persyaratan peserta yang tertuang dalam modul). Namun sebelum sampai pada tahapan Pendidikan lanjutan, para fasilitator akan melakukan uji transfer modul ini kepada para kader di tingkatan region.

Meski terpisah jarak dan hanya bisa melaksanakannya melalui kanal Zoom selama 2 (dua) hari dengan materi/sesi belajar yang disederhanakan metode dan waktunya. Peserta mengikuti uji coba dengan penuh semangat dan sesi diskusi juga berlangsung sangat menarik. Sementara Pada situasi normal apabila mengikuti alur Pendidikan yang ada dalam modul membutuhkan waktu 4 (empat) hari dengan jam belajar 6 jam/hari.

Yayasan Bina Desa melalui divisi PP menyajikan 6 materi yang dibagi selama 2 hari. Dari mengidentifikasi peran, akses, menelaah sejarah perempuan perdesaan dan inspirasi gerakan hingga menulis harapan serta mengidentifikasi langkah-langkah guna mencapai cita-cita yang diharapkan.

Adapun Maksud dan tujuan dari uji coba modul ini adalah selain meningkatkan pemahaman dan memperkuat perspektif keadilan gender dan inklusi sosial juga pentingnya meningkatkan kemampuan dalam memfasilitasi dan mendampingi para kader dalam rangka mempromosikan dan menerapkan kehidupan yang adil jender dan inklusif.

(RSF)

ARTIKEL TERKAIT

Sidang MK Lanjutan: Presiden Ingkari Pernyataannya Sendiri, Minta Hakim Konstitusi Tolak Uji Materi UU Cipta Kerja

Pandangan & Pernyataan Sikap Bina Desa Terhadap Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja

Ritual Barikan Banyu Sumber

Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi

Menyonsong Terbitnya Buku “Menanam di Ladang Ranjau”

Hadapi Dampak Covid-19, Pemuda Cempaka Populerkan Jimpitan