Deklarasi Perempuan Pada Konferensi Internasional Pertanian Keluarga Ke-5

IMG_1078

Direktur Ekskutif Bina Desa Dwi Astuti (kedua dari kiri) dalam salah satu sesi presentasi tentang kondisi perempuan dan pertanian keluarga di indonesia

Perempuan ambil bagian dalam Konferensi Internasional Pertanian Keluarga ke-5 yang diadakan di Derio pada 21 – 23 September 2015, adalah tindak lanjut dari Seminar Perempuan tentang pertanian keluarga berdasarkan tantangan dan tujuan bersama yang ingin diwujudkan oleh perempuan dari seluruh benua.

Kami ingin menunjukkan bahwa:

  1. Kami adalah para pemimpin dalam pengembangan ekonomi lokal dan nasional dan penjamin dalam keamanan dan kedaulatan pangan di desa-desa kami.
  2. Meskipun kemajuan dicapai pada dekade sebelumnya, kami terus hidup dalam situasi ketimpangan sosial politik.
  3. Masih ada batasan struktural yang mencegah kami untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
  4. Kami terus menghadapi rintangan besar dalam akses atas tanah, kebutuhan umum dan sumberdaya alam lainnya (air), sumberdaya publik untuk mendukung produksi (seperti kredit, dukungan teknis dan teknologi) dan pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, akomodasi dan infrastruktur.
  5. Kemajuan-kemajuan penting di beberapa negara telah dibuat dalam hal kebijakan public dan dalam pelaksanaan tuntutan institusi untuk mendorong kesetaraan gender, namun di sebagian besar negara, menjadikan kebijakan tersebut sebagai prioritas masih menjadi tantangan besar.

Kami berjanji untuk:

  1. Memperkuat kerja dan pengaruh kami dalam jaringan untuk memastikan adanya suara yang efektif dalam aspek pengambilan keputusan di semua tingkatan.
  2. Memperkuat agenda dan aksi kami tentang perempuan yang merupakan tanggapan terhadap perubahan dan dinamika yang kami hadapi dan masalah-masalah terkait keterlibatan kolektif.
  3. Menjaga, memperbanyak dan bertukar pengalaman tentang pendidikan dan organisasi, yang memberikan kami alat untuk memajukan proses kolektif kami sebagai perempuan.
  4. Melanjutkan untuk mempengaruhi dan menuntut hak-hak individu dan kolektif kami, dengan jelas dan berkualitas, di tingkat nasional dan internasional seperti yang telah disepakati dalam berbagai proses pembelaan HAM di PBB dan dalam dialog umum di CSA/CFS, CELAC, forum-forum petani (FMC-Foro Mundial Campesino) dan lain-lain.

Kami akan meminta Komite Penasehat Dunia (World Consultative Committee):

  1. Untuk menjamin keterlibatan perempuan yang mewakili jaringan ini dalam World Consultative Committee.
  2. Untuk menjamin dan memperkuat usulan-usulan perempuan dari semua tingkatan pengaruh dalam pengembangan dan pelaksanaan agenda IYFF+10.
  3. Untuk menjamin bahwa pada pertemuan selanjutnya yang diadakan WRF, perempuan akan diberikan kesempatan untuk hadir dalam rangka mendiskusikan prioritas-prioritas pertemuan IYFF+10.

Ditandatangani atas nama perempuan pada Konferensi Internasional Pertanian Keluarga ke-5, oleh:

  • Dwi Astuti (AsiaDHRRA
  • Alessandra (CONTAG)
  • Teresa López (FADEMUR)
  • Izaskun Landaida (Emakunde)
  • Conchi Quintana (FRM)
  • Elena Gutierrez (Basque Government)
  • Fatma Ben Rejeb (PAFO)

Derio, 23 September 2015

ARTIKEL TERKAIT

Perjuangan Panjang Melestarikan Benih Pangan Lokal

Menggapai Mimpi bersama Kelompok Wanita Tani Makmur

Sartini Aisyah: Kebahagiaan itu Bernama Gerakan

Perempuan Merubah Pandangan Patriarki

Refleksi Persaudaraan Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan

Ruang Demokrasi Bagi Perempuan di Desa Masih Terancam