Benih Dan Sumber-Sumber Agraria Rakyat

Indonesia disebut sebagai negara agraris yang menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama kehidupan masyarakat. Pertanian di Indonesia sejauh ini masih dikonotasikan dengan kehidupan pedesaan, tempat bersemainya benih-benih pertanian menuju ketahanan pangan. Siklus kehidupan tanaman pertanian cukup dipengaruhi oleh benih yang ditanam. Ketepatan pemilihan benih akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produksi hasil pertanian yang diperoleh, di luar faktor-faktor pertanian lainnya seperti faktor tanah, pupuk, iklim, dan lain sebagainya.

Benih Berkualitas Tinggi

Benih berkualitas tinggi adalah fondasi utama keberhasilan pertanian. Kualitas benih dapat bervariasi dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Benih berkualitas baik di satu tempat belum tentu akan dapat tumbuh dan menghasilkan produksi yang baik di tempat lain. Oleh karena itu, sangat diperlukan pengetahuan dan pemahaman setempat dalam pemilihan benih yang berkualitas. Hal ini dikarenakan kondisi lokalitas yang saling berbeda, diantaranya faktor iklim, cuaca, penyakit, hama, jenis tanah, air, dan lain sebagainya.

Salah satu aspek penting dalam pengelolaan benih adalah diversifikasi. Dengan memiliki berbagai macam benih, maka petani akan lebih memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim, serangan hama, gulma, dan berbagai penyakit tanaman lainnya. Petani perlu memiliki keahlian dan kearifan lokal dalam menyikapi hal tersebut.

Pemberdayaan Petani dalam Produksi Benih

Sebagus apa pun benih dan teknologi yang diterapkan dalam sektor pertanian, namun tanpa penguatan kapasitas petani sebagai sumber daya utama pengelola pertanian maka hasil yang optimal akan sulit untuk diraih.

Kehidupan petani yang realatif di pinggir dan terpinggirkan cenderung menjadi komunitas yang kurang berkembang. Program pelatihan dan pendampingan pertanian baik oleh pemerintah maupun agen-agen perubahan lainnya sangat diperlukan. Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan benih komersial, tetapi juga meningkatkan kedaulatan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Peningkatan dan penguatan kapasitas petani secara berkelanjutan perlu dilakukan di semua sektor pertanian, mulai dari penyiapan lahan dan pengelolaan tanah, pemilihan benih, penyemaian bibit, pengelolaan hingga pemanenan dan pengolahan hasil-hasil pertanian. Hal ini dapat dipandang sebagai bagian integral dari sumber-sumber agrarian rakyat. Dukungan pemerintah dan Lembaga terkait dalam mengadopsi jenis teknologi pertanian yang sesuai dengan kearifan local turut mendukung upaya penguatan ketahanan pangan.

Konservasi Benih Lokal

Konservasi benih lokal dapat dikaitkan dengan upaya pemeliharaan keberagaman genetik, namun tetap menghargai dan melestarikan keberadaan benih lokal atau varietas landrace. Benih lokal memiliki keunikan genetik yang telah terbangun secara alami yang tahan terhadap perubahan atau variasi kondisi setempat. Konservasi benih lokal tidak saja hanya menjaga keanekaragaman genetik, tetapi juga memberikan keberlanjutan bagi masyarakat agraris.

Sumber-Sumber Agraria Rakyat

Selain benih, sumber-sumber agraria rakyat yang mencakup diantaranya lahan/tanah, air/pengairan/irigasi, dan manajemen pengetahuan (know-ledge management) juga harus dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Pengelolaan yang baik akan meningkatkan produktivitas pertanian dan keberlanjutan ekosistem. Pemanfaatan sumber daya air dengan bijak, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, dan peran aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan adalah komponen-komponen vital yang melengkapi sumber-sumber agraria rakyat. Kolaborasi berbagai pihak yang terkait, diantaranya pemerintah, lembaga non-pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta perlu dikelola dengan baik demi kemajuan dan penciptaan ketahanan pangan dan sektor pertanian.

Secara keseluruhan, benih dan sumber-sumber agraria rakyat memiliki peran sentral dalam mencapai ketahanan pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis lokal, masyarakat dapat mengoptimalkan potensi alam untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan sektor pertanian di tengah gempuran oligarki dan kapitalisme. [***]

Penulis: Rachmad Kurniawan – PME Bina Desa

ARTIKEL TERKAIT

Ibu Bayyinah: Pertanian Alami Sebagai Perlawanan

Perjanjian Internasional Yang Relevan Dengan Varietas Tanaman, Benih dan Perlindungan Hak Petani

Sejarah Hilangnya Kontrol Benih Dari Perempuan

Merawat Benih Lokal Menjaga Kehidupan

BELAJAR KONSERVASI BENIH DARI DAYAK MERATUS, “PANTANGAN MENJUAL PADI”

Call For Paper Jurnal Agricola Vol 1 No. 1 (September 2024)