Sauyunan Perempuan Petani Gelar Stand Pangan Desa

Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) membuka stand pasar rakyat di desa Telagasari, Kadupandak kabupaten Cianjur (29/6). Kegiatan yang diprakarsai oleh Paguyuban Jembar Tani pimpinan bu Cicha tersebut bersamaan dengan acara pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi warga tiga desa di kecamatan Kadupandak yang meliputi desa Telagasari, Sukakerta dan Neglasari. Program BLT-Dana Desa sendiri merupakan program pemerintah untuk dukungan desa bagi warga terdampak Covid-19.

“Dengan membuka stand ini kami tidak hanya berjualan produk-produk anggota saja, melainkan juga sebagai media sosialisasi visi dan kegiatan dari teman-teman Sauyunan”, ungkap Ai Sulastri, wakil ketua SPPB.

“Pemerintah desa menyambut baik gagasan kami untuk menggelar stand ini. Selain bermanfaat meramaikan acara dan menjual makanan olahan yang diproduksi anggota, kami juga berkesempatan memperkenalkan komunitas dan kegiatan-kegiatan kami. Kami berharap Sauyunan bisa menjadi media yang baik dan inspirasi bagi perempuan pedesaan untuk bangkit memperjuangkan hak-haknya”, tambahnya.

SPPB merupakan salah satu Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) yang makin menegakkan kiprahnya terutama di kalangan perempuan pedesaan di kecamatan Kadupandak kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Organisasi pimpinan bu Kartini ini secara resmi berdiri sejak tahun 2015. Hingga saat ini SPPB memiliki anggota sejumlah delapan paguyuban yang berada di delapan desa di wilayah kecamatan Kadupandak. Dengan anggota perempuan petani, SPPB mendorong lahirnya berbagai inisiatif kegiatan produksi pangan dan advokasi berbasis pertanian dengan perspektif keadilan gender.

“Luas tanah yang dikuasai petani di sini rata-rata sempit dan bahkan tak mempunyai tanah untuk produksi. Maka kami manfaatkan yang ada dengan sebaik-baiknya, seperti melakukan penanaman sayur, singkong dan lain-lain di pekarangan rumah, setidaknya untuk kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi. Kalau prbih baru bisa untuk dijual”, pungkas teh Ai. (ldj)

ARTIKEL TERKAIT

Ritual Barikan Banyu Sumber

Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi

Menyonsong Terbitnya Buku “Menanam di Ladang Ranjau”

Hadapi Dampak Covid-19, Pemuda Cempaka Populerkan Jimpitan

Tunduk Pada WTO, Omnibus Law Ancam Kedaulatan Pangan