Generated by All in One SEO v4.9.4.1, this is an llms.txt file, used by LLMs to index the site. # Bina Desa ## Sitemaps - [XML Sitemap](https://binadesa.org/sitemap.xml): Contains all public & indexable URLs for this website. ## Posts - [Sejarah](https://binadesa.org/sejarah/) - Sejarah Sejarah Yayasan Bina Desa Kelahiran Bina Desa bermula dari suatu Lokakarya Pengembangan Sumber Daya Manusia Pedesaan di Asia (Development of Human Resources in Rural Asia Workshop – DHRRAW) yang berlangsung tahun 1974 di Swanganivas, Bangkok, Thailand. Sekitar 120 pemerhati pedesaan yang terdiri dari para ahli, pendamping atau organizer, dan simpatisan berkumpul untuk membahas berbagai tantangan dan - [Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, Desa Menjadi Lebih Berdaya #2 ](https://binadesa.org/ketika-perempuan-berdaulat-atas-pangan-desa-menjadi-lebih-berdaya-2/) - Ketika Pangan Tidak Berdaulat, Perempuan Menanggung Beban Lebih Besar Krisis pangan tidak berdampak sama kepada semua orang. Ketika harga pangan meningkat, pendapatan keluarga menurun, hasil panen gagal, atau terjadi bencana, perempuan sering kali menjadi kelompok yang harus menyesuaikan konsumsi keluarga. FAO mencatat bahwa secara global perempuan masih mengalami kerawanan pangan lebih tinggi dibandingkan laki laki. Ketimpangan tersebut - [Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, Desa Menjadi Lebih Berdaya #1](https://binadesa.org/ketika-perempuan-berdaulat-atas-pangan-desa-menjadi-lebih-berdaya/) - Ketika kita berbicara mengenai pangan, tentunya pembicaraan ini tidak hanya sekedar pemenuhan akan kebutuhan isi perut, namun juga menjadi menjadi pembicaraan yang cukup kompleks. Yakni berbicara mengenai persoalan kuasa, keadilan dan kesejehateraan. Dalam kehidupan masyarakat pedesaan, pemenuhan pangan berada ditangan perempuan pedesaan. Namun perannya disini mencangkup berbagai hal – rantai pangan. Perempuan menanam, merawat tanaman, mengolah hasil pertanian, menyimpan benih, menyiapkan makanan keluarga, - [Imperialisme Benih dan Kartel Pangan di Tengah Gugatan](https://binadesa.org/imperialisme-benih-dan-kartel-pangan-di-tengah-gugatan/) - Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun, pada 2015 penduduk Indonesia diperkiran mencapai 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupan makanan berupa beras dengan produksi setara padi 68, 47 juta ton gabah kering giling. Itu dengan asumsi konsumsi, terutama beras per kapita 135, 1 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sebanyak - [Potret Perempuan Oirata di Pulau Kisar Menjaga Pangan](https://binadesa.org/potret-perempuan-oirata-di-pulau-kisar-menjaga-pangan/) - Analisis feminis banyak berpendapat bahwa perempuan adalah petani tak kentara (the invisible farmers) namun tenaga kerja mereka memproduksi setengah makanan dunia. Ketangguhan kaum Hawa ini terlihat begitu nyata dalam kehidupan masyarakat Oirata, penghuni salah satu pulau kecil di Maluku bernama Kisar. Paling tidak, itulah hasil penelitian berbulan-bulan yang dilakukan Ibu Non, dosen Fakultas Pertanian Universitas - [Alam, Perempuan dan Pertanian Alami](https://binadesa.org/alam-perempuan-dan-pertanian-alami/) - Praktik-praktik dalam pertanian alami sangat dekat dengan kehidupan perempuan sehari-hari. Pengetahuan perempuan tentang proses pengolahan pangan, kebutuhan gizi dan nutrisi makhluk hidup dan prinsip reproduksi makhluk hidup kemudian menjadi kunci utama dalam pertanian alami. Menurut pakar pertanian Alami BINA DESA, Lily Noviani, perempuan adalah pihak yang melakukan proses reproduksi dalam kehidupan manusia, sehingga sangat mudah - [Hari Keanekaragaman Hayati: Fondasi Kedaulatan Pangan Melalui Pertanian Alami](https://binadesa.org/hari-keanekaragaman-hayati-fondasi-kedaulatan-pangan-melalui-pertanian-alami/) - Setiap tanggal 22 Mei, dunia memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, momen penting yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2000 untuk meningkatkan kesadaran global akan nilai dan ancaman terhadap keragaman makhluk hidup di bumi. Peringatan ini mengingatkan bahwa keanekaragaman hayati bukan sekadar kekayaan alam, tetapi fondasi utama sistem pangan dunia, yang sangat erat kaitannya dengan penerapan pertanian - [Dari Bantaeng hingga Polewali Mandar, ToT Pertanian Berkelanjutan Cetak Fasilitator Transisi Hijau](https://binadesa.org/dari-bantaeng-hingga-polewali-mandar-tot-pertanian-berkelanjutan-cetak-fasilitator-transisi-hijau/) - Warta Bulukumba - Ada percakapan-percakapan pagi di balai desa. Telapak tangan petani masih menyimpan bekas lumpur yang mengering, sementara wajah-wajah yang dipanggang matahari musim tanam memantulkan kesabaran yang panjang. Ada yang mencari jawaban mengapa musim tak lagi setia pada kalender yang diwariskan leluhur. Dari ruang belajar sederhana di desa-desa Bantaeng hingga Polewali Mandar, lahirlah ikhtiar - [Kemitraan Agroekologi Gandeng Media, Bulukumba Jadi Ruang Kolaborasi](https://binadesa.org/kemitraan-agroekologi-gandeng-media-bulukumba-jadi-ruang-kolaborasi/) - Warta Bulukumba - Aroma kopi yang memenuhi ruangan Kedai Kopi Litera berpadu dengan percakapan tentang tanah, pangan, dan masa depan pertanian Indonesia. Lebih dari sekadar diskusi santai, pertemuan pada Rabu malam, 22 Juli 2026 itu menjadi ruang bertemunya pegiat agroekologi dan insan media untuk merancang kolaborasi yang lebih erat dalam menyebarluaskan praktik-praktik pertanian berkelanjutan. Diskusi - [SPA Butta Toa, Selenggarakan Pendidikan Berjenjang Pertanian Berkelanjutan](https://binadesa.org/spa-butta-toa-selenggarakan-pendidikan-cascading-pertanian-berkelanjutan/) - Bantaeng | Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa menyelenggarakan Pendidikan Berjenjang (Cascading) Pertanian Berkelanjutan pada 23-25 Juli 2026 di Balai Pendidikan SPA Butta Toa, Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Transisi Hijau yang merupakan kegiatan kolaborasi dari SPA Butta Toa, Bina Desa, dan Fairtrade Internasional dengan dukungan dukungan Uni Eropa. Kegiatan ini - [Perjanjian Internasional yang Relevan dengan Varietas Tanaman, Benih dan Perlindungan Hak Petani](https://binadesa.org/perjanjian-internasional-yang-relevan-dengan-varietas-tanaman-benih-dan-perlindungan-hak-petani-2/) - Keterkaitan petani dengan benih dan keragaman tanaman tidak diragukan lagi. Selama ribuan tahun para petani dan masyarakat adat di seluruh dunia telah memilih benih terbaik dari panennya, menyimpannya, menanamnya kembali dan melakukan pemuliaan. Upaya tersebut telah melahirkan ribuan jenis tanaman, yang sekarang telah menyebar dan digunakan secara luas. Misalnya, tanaman jagung yang kita kenal sekarang - [CONSULTANCY FOR TRAINING OF TRAINERS (TOT) AND CASCADING WORKSHOPS ON HOUSEHOLD BUSINESS FINANCIAL LITERACY](https://binadesa.org/consultancy-for-training-of-trainers-tot-and-cascading-workshops-on-household-business-financial-literacy/) - Dibuka kesempatan kerja untuk posisi Konsultan dalam rangka kegiatan Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers/TOT) dan penyelenggaraan lokakarya penyebaran materi literasi keuangan yang ditujukan bagi pelaku usaha rumah tangga. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara dua lembaga pelaksana, yaitu Fairtrade International dan Bina Desa, dengan lingkup program “Transitioning towards Green Resilience: Building Sustainable and Inclusive." - [Benih dan Sumber-Sumber Agraria Rakyat](https://binadesa.org/benih-dan-sumber-sumber-agraria-rakyat/) - Indonesia disebut sebagai negara agraris yang menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama kehidupan masyarakat. Pertanian di Indonesia sejauh ini masih dikonotasikan dengan kehidupan pedesaan, tempat bersemainya benih-benih pertanian menuju ketahanan pangan. Siklus kehidupan tanaman pertanian cukup dipengaruhi oleh benih yang ditanam. Ketepatan pemilihan benih akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produksi hasil pertanian yang diperoleh, - [Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa Swabina ](https://binadesa.org/daulat-di-atas-tanah-sendiri-pertanian-alami-sebagai-roh-desa-swabina/) - Di sebuah sudut Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, hiduplah seorang perempuan bernama Ibu Masi. Ia telah melampaui usia setengah abad, di mana puluhan tahun daripadanya dihabiskan di tanah rantau sebagai buruh perkebunan di Malaysia. Di bawah terik matahari perkebunan industri monokultur, ia terbiasa berinteraksi dengan pupuk kimia dan pestisida sintetis dosis tinggi, meyakininya sebagai satu-satunya jalan - [Pendidikan Kritis, Musyawarah dan Kemandirian Kolektif sebagai Pilar Swabina Pedesaan](https://binadesa.org/pendidikan-kritis-musyawarah-dan-kemandirian-kolektif-sebagai-pilar-swabina-pedesaan/) - Di banyak desa, pembangunan tampak bergerak, jalan diperbaiki, kantor desa dibangun, bantuan datang, proyek silih berganti. Namun, jika kita lihat lebih dekat, muncul pertanyaan sederhana namun penting : “Apakah desa-desa kita sungguh sedang berjalan menuju swabina, atau masyarakat desa masih terdiam menjadi penonton pembangunan yang ditentukan orang lain?” Bayangkan jalan mulus yang menghubungkan kantor baru, sementara sawah mongering dan - [KEPAL Menyerahkan Tiga Kesimpulan Sekaligus Uji Materi UU Cipta Kerja, Saatnya Hakim MK Membela Putusan MK dan Menegakkan Hak hak Konstitusional Petani dan Nelayan](https://binadesa.org/kepal-menyerahkan-tiga-kesimpulan-sekaligus-uji-materi-uu-cipta-kerja-saatnya-hakim-mk-membela-putusan-mk-dan-menegakkan-hak-hak-konstitusional-petani-dan-nelayan/) - Siaran Pers Bersama Jakarta, 10 Juli 2026 – Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) melalui Tim Advokasi Gugat Omnibus Law secara resmi telah menyerahkan Kesimpulan atas tiga permohonan uji materil Undang-Undang No.6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang kepada Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia. Ketiga permohonan - ["Temu Masyarakat Pesisir Jeneponto: Hentikan Perampasan Ruang Masyarakat Pesisir dan Nelayan"](https://binadesa.org/temu-masyarakat-pesisir-jeneponto-hentikan-perampasan-ruang-masyarakat-pesisir-dan-nelayan/) - Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya pesisir melimpah. Kita dapat menemukan berbagai jenis sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung penghidupan masyarakat pesisir. Misalnya, ikan laut dan rumput laut. Kekayaan alam tersebut memiliki nilai tinggi bagi masyarakat pesisir karena dapat menunjang berbagai segi kehidupannya, mulai dari - [Membangun Desa Agroekologi: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Warga](https://binadesa.org/membangun-desa-agroekologi-jalan-menuju-kedaulatan-pangan-dan-kemandirian-warga/) - Pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari peningkatan hasil panen semata. Konsep desa agroekologi menawarkan pendekatan yang lebih luas, yang memadukan sistem pertanian, ketahanan pangan, kesejahteraan ekonomi, serta kelestarian lingkungan secara seimbang. Desa jenis ini mengembangkan seluruh aspek kehidupannya berdasarkan prinsip-prinsip agroekologi, dengan tujuan akhir tidak hanya memaksimalkan produksi, tetapi juga menjaga kesehatan tanah, menjamin - [Desa, Reforma Agraria, Demokrasi, dan Meredam Korupsi](https://binadesa.org/desa-reforma-agraria-demokrasi-dan-meredam-korupsi/) - Mohon maaf, tulisan ini jauh dari sekadar opini. Memang tidak berdasarkan data statistik. Percayalah, ini sebuah kajian fenomenologi ala filsuf Edmund Husserl. Artinya sebuah usaha membuat kajian berdasarkan gejala yang nampak di mata pengalaman keseharian. Tahunya orang akan realitas, tidak sekadar yang dia pandang sepintas, tetapi juga yang dia hayati sebagai pengalaman akan keberilmuan. Di - [Kajian Dampak Perubahan Iklim Pada Keluarga Petani Kecil Di Pedesaan Desa Binangun Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap Tahun 2025](https://binadesa.org/kajian-dampak-perubahan-iklim-pada-keluarga-petani-kecil-di-pedesaan-desa-binangun-kecamatan-bantarsari-kabupaten-cilacap-tahun-2025/) - Unduh laporan riset di sini - [Modul Pendidikan Pembangunan yang Dipimpin oleh Rakyat](https://binadesa.org/modul-pendidikan-pembangunan-yang-dipimpin-oleh-rakyat/) - Perubahan dalam sistem pertanian dan pembangunan pedesaan menghadirkan tantangan besar bagi kemandirian dan keberlanjutan hidup petani. Tekanan pasar, krisis iklim, dan kebijakan yang kurang berpihak sering kali membatasi peran masyarakat dalam mengelola ruang hidup dan sumber penghidupannya. Pembangunan yang Dipimpin oleh Rakyat (PLD) menjadi pendekatan penting untuk menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama (subjek) dalam membangun - [Dari Akar Rumput Ke Perubahan: Cerita Dan Praktik Baik People-Led Development/Pld](https://binadesa.org/dari-akar-rumput-ke-perubahan-cerita-dan-praktik-baik-people-led-development-pld/) - Unduh di sini - [Annual Report 2023](https://binadesa.org/annual-report-2023/) - Unduh di sini - [Annual Report 2024](https://binadesa.org/annual-report-2024/) - Unduh di sini - [Annual Report 2025](https://binadesa.org/annual-report-2025/) - Unduh di sini - [Laporan Riset Dampak Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan Terhadap Hak Petani Atas Pengembangan Dan Penyebaran Benih Padi Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 2024](https://binadesa.org/8752/) - Unduh di sini - [Koin Tanah Liat dan Ekonomi Alternatif Jadi Daya Tarik Utama “Siruntu Baku Dapa” di Bulukumba](https://binadesa.org/koin-tanah-liat-dan-ekonomi-alternatif-jadi-daya-tarik-utama-siruntu-baku-dapa-di-bulukumba/) - BULUKUMBA – Sebuah inovasi dalam transaksi ekonomi berbasis komunitas menjadi sorotan utama dalam kegiatan “Siruntu Baku Dapa” yang digelar di Kebun Bersama Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, pada Minggu, 17 Mei 2026. Berlangsung di tengah rimbunan pohon bambu dan aliran sungai yang sejuk, acara ini menghadirkan konsep pertukaran unik menggunakan koin berbahan tanah liat, - [Buletin 153](https://binadesa.org/buletin-153/) - DOWNLOAD BULETIN - [Training of Trainers (ToT) Kepemimpinan Transformatif: Menumbuhkan Pemimpin yang Menggerakkan Perubahan dari Desa ](https://binadesa.org/training-of-trainers-tot-kepemimpinan-transformatif-menumbuhkan-pemimpin-yang-menggerakkan-perubahan-dari-desa/) - Makassar, 30 September – 2 Oktober 2025, Bina Desa menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Kepemimpinan Transformatif sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan kader fasilitator yang mampu memimpin dengan keberanian, empati, dan kesadaran kritis. Melalui sesi microteaching, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana menciptakan ruang belajar yang partisipatif dan reflektif. Mereka dilatih untuk menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan - [Koperasi Kredit Daulat Rakyat: Menyelamatkan Jiwa Koperasi dari Jerat Kapitalisme Baru](https://binadesa.org/koperasi-kredit-daulat-rakyat-menyelamatkan-jiwa-koperasi-dari-jerat-kapitalisme-baru/) - “Banyak perempuan nelayan dan masyarakat di Arungkeke terjerat utang di Koperasi ‘Mawar’. Katanya, koperasi ini hadir untuk membantu kami para perempuan nelayan mengatasi kesulitan ekonomi yang kian berat sejak gagal panen rumput laut akibat pencemaran limbah tambak.” Penggalan kalimat itu membuat saya termenung, ketika saya datang berkunjung di Komunitas Perempuan Nelayan Sipitanggari (KPNS) di Jeneponto - [Koperasi Dana Mitra Tani: Wujud Gotong Royong, Semangat Kolektif Petani di Kabupaten Bulukumba](https://binadesa.org/koperasi-dana-mitra-tani-wujud-gotong-royong-semangat-kolektif-petani-di-kabupaten-bulukumba/) - Berbagai koperasi bermunculan, lahir dari beragam inisiatif baik dari komunitas, dari pemerintah maupun swasta. Namun di tengah pertumbuhan ini, penting untuk kembali mengajukan pertanyaan mendasar: Apakah koperasi-koperasi ini benar-benar lahir dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota? Salah satu bentuk koperasi yang paling menjanjikan dan memiliki akar kuat dalam semangat gotong royong adalah koperasi berbasis - [Kedaulatan Benih dan Tantangan Perdagangan Global: Antara Hak Petani dan Tekanan Internasional](https://binadesa.org/kedaulatan-benih-dan-tantangan-perdagangan-global-antara-hak-petani-dan-tekanan-internasional/) - Laporan dari Workshop Hari Pangan Sedunia 2025 – Hotel Grand Cemara, Jakarta, 21 Oktober 2025 Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2025, Yayasan Bina Desa menyelenggarakan Workshop bertajuk “Perwujudan Hak Asasi Petani Melalui Kedaulatan Petani atas Benih” pada Selasa, 21 Oktober 2025 di Hotel Grand Cemara, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, akademisi, - [Perempuan di Garis Depan Pertanian Alami: Belajar, Bertahan, dan Bergerak dari Lumajang hingga Polman](https://binadesa.org/perempuan-di-garis-depan-pertanian-alami-belajar-bertahan-dan-bergerak-dari-lumajang-hingga-polman/) - Lumajang – Polman. Di dua ujung Nusantara, perempuan-perempuan petani berkumpul untuk sebuah tujuan yang sama: merefleksikan perjalanan mereka menjaga pertanian alami tetap hidup di tengah berbagai tekanan. Pertemuan itu berlangsung di Sekretariat Paguyuban Sidomakmur, Lumajang, Jawa Timur, pada 18–19 November 2025, dan berlanjut di sekretariat Kelompok Wanita Tani Pada Kita, Kelapa Dua, Polman, Sulawesi Barat, - [Koperasi, Bung Hatta, dan Imajinasi yang Hilang](https://binadesa.org/koperasi-bung-hatta-dan-imajinasi-yang-hilang/) - Oleh: Adly Febrian Dalam pusaran kebijakan ekonomi kontemporer Indonesia, muncul gelora baru dari Presiden Prabowo-Gibran dengan diluncurkannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) lewat Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, yang menetapkan target pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan. Kebijakan ini diangkat sebagai upaya percepatan pemerataan ekonomi desa dan penguatan ekonomi rakyat. Namun, di balik janji - [Masyarakat Desa Bajiminasa Serahkan Rekomendasi Pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif ](https://binadesa.org/masyarakat-desa-bajiminasa-serahkan-rekomendasi-pembangunan-desa-transformatif-dan-inklusif/) - Bulukumba | Rabu, 8 April 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Bajiminasa dalam mendorong arah pembangunan desa yang lebih partisipatif, transformatif, dan inklusif. Pada hari tersebut, Gerakan Petani Alami Bajiminasa (Gertani) bersama Serikat Perempuan Bajiminasa dan berbagai unsur masyarakat desa secara resmi menyerahkan dokumen usulan rekomendasi pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif kepada Pemerintah Desa Bajiminasa. Kegiatan penyerahan berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Bajiminasa. - [Menanam Kedaulatan, Menuai Kesetaraan: Refleksi Hari Perempuan Internasional](https://binadesa.org/menanam-kedaulatan-menuai-kesetaraan-refleksi-hari-perempuan-internasional/) - Setiap tanggal 8 Maret, kita sering kali merayakan Hari Perempuan Internasional secara simbolis. Di balik perayaan ini, ada esensi perjuangan yang jauh lebih dalam mengenai pengingat dari akar perlawanan perempuan dalam menuntut hak, ruang dan kedaulatan yang setara. Pada tahun 1909 ditetapkan sebagai Hari Perempuan Nasional di Amerika Serikat, setelah aksi demonstrasi pekerja garmen di - [Panen Raya dan Pengukuhan Gabungan Petani Alami: Momentum Baru Pertanian Alami di Bulukumba ](https://binadesa.org/panen-raya-dan-pengukuhan-gabungan-petani-alami-momentum-baru-pertanian-alami-di-bulukumba/) - Pertanian Alami terus menunjukkan geliatnya di Kabupaten Bulukumba, khususnya di Desa Bonto Haru, Kecamatan Rilau Ale. Desa ini dikenal dengan potensi pertaniannya, di mana 90 persen masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai petani sawah dan kebun. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah petani mulai meninggalkan pola pertanian konvensional dan beralih ke sistem natural farming yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah - [Orang Muda Pelajari Pengorganisasian Petani dari Serikat Petani Pasundan](https://binadesa.org/orang-muda-pelajari-pengorganisasian-petani-dari-serikat-petani-pasundan/) - JAWA BARAT, 5 Oktober 2025 | Sebanyak 31 orang muda dari lima region Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mengikuti kegiatan Youth Exposure: Belajar Praktik Implementasi Pengorganisasian dalam Gerakan Kedaulatan Pangan yang berlangsung pada 27 September hingga 5 Oktober 2025 di Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi ruang belajar lintas daerah - [Woman and Youth Leadership Forum: Partisipasi Perempuan dan Anak Muda Bicara Kedaulatan Pangan.](https://binadesa.org/woman-and-youth-leadership-forum-partisipasi-bermakna-perempuan-dan-anak-muda-bicara-kedaulatan-pangan/) - Makassar, sebagai kota metropolitan besar di ujung selatan Pulau Sulawesi, menjadi sibuk Mei lalu. Sebanyak 40 orang, laki-laki dan perempuan dari 7 negara berbeda di Asia (India, Sri Lanka, Nepal, Philipina, Vietnam, Cambodia dan Indonesia) berkumpul untuk berdiskusi tentang masalah, tantangan, dan hambatan yang hingga hari ini membelenggu perempuan dan anak muda dalam perjuangannya untuk mewujudkan - [Sekolah Pedesaan (SEPEDA) , Bangkitkan Kesadaran Kaum Marginal Desa](https://binadesa.org/sekolah-pedesaan-bangkitkan-kesadaran-kaum-marginal-desa/) - Salah satu hasil dari perencanaan strategi (Renstra) Bina Desa 2016-2021 yang dilaksanakan di Kaliurang, Yogyakarta pada Januari 2016 mengamanatkan membangun Sekolah Pedesaan (SEPEDA) untuk memperkuat Komunitas Swabina Pedesaan (KSP). Secara normatif SEPEDA memfasilitasi pendidikan, antara lain karakter swabina, pendidikan pembaharu, kemandirian, pertanian alami, kesetaraan dan keadilan gender dalam reforma agraria dan kedaulatan pangan. Demikian juga - [Deklarasi Petani Pekebun Rakyat Indonesia](https://binadesa.org/deklarasi-petani-pekebun-rakyat-indonesia/) - DEKLARASI PETANI PEKEBUN RAKYAT INDONESIA Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat Indonesia “Memperkuat Perkebunan Rakyat Menuju Perkebunan Lestari dan Berkeadilan Sosial” Jakarta, 26-27 April 2017 Kami petani pekebun dan pembela hak petani pada tanggal 26-27 April 2017 telah melakukan Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat Indonesia. Konferensi ini diprakarsai oleh Serikat Petani Kelapa Sawit, Serikat Petani Indonesia, Aliansi - [Panen, Anugerah Tuhan Karena Kerja Keras dan Berselaras Dengan Alam](https://binadesa.org/panen-anugerah-dari-hasil-kerja-berselaras-dengan-alam/) - BINADESA.ORG- Bulan April-Mei merupakan waktu panen padi bagi sebagian besar daerah di Indonesia. Beberapa daerah yang terekam oleh binadesa.org adalah di Desa Warungbanten, Kec. Cibeber, Lebak Propinsi Banten dan Desa Salassae, Bulukumpa, Bulukumba Propinsi Sulawesi Selatan. Masing-masing wilayah memiliki cara dan tradisi tersendiri, pengetahuan ini merupakan hasil turun menurun ataupun inovasi yang diperbaharui dari warisan - [Segerakan Reforma Agraria Kawasan Perhutani di Pulau Jawa](https://binadesa.org/segerakan-reforma-agraria-di-kawasan-perhutani-pulau-jawa/) - YOGYAKARTA, BINADESA.ORG—Reforma Agraria dan strategi pembangunan Indonesia dari pinggiran, dimulai daerah dan desa tercantum jelas dalam NAWACITA. Dalam Peraturan Presiden No. 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 menyebutkan bahwa Pemerintah Jokowi menargetkan pelaksanaan reforma agraria 9 juta hektar dan perhutanan sosial 12,7 juta hektar. Secara umum, tujuan program ini yaitu mengurangi kemiskinan, menurunkan ketimpangan penguasaan - [Benih Rakyat untuk Mencapai Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/kedaulatan-benih/) - INDRAMAYU, BINADESA.ORG- Data-data yang tersebar dalam berbagai media menyebutkan bahwa secara global, 67% pasar benih dikuasai oleh 10 perusahaan multinasional, sedangkan 99,9% benih transgenik dikuasai oleh 6 perusahaan multinasional. Sementara di Indonesia sendiri 78% pasar benih dikuasai oleh perusahaan asing, dari semua itu 67% nya dikuasai 2 perusahaan asing. Hal ini sesuai dengan yang dituturkan - [Diminta Perbaiki Permohonan oleh MK, Pengusaha Sawit malah Cabut Gugatan Atas UU 32/2009](https://binadesa.org/diminta-perbaiki-permohonan-oleh-mk-pengusaha-sawit-malah-cabut-gugatan-atas-uu-322009/) - JAKARTA, BINADESA.ORG- Pengajuan pengujian (Judicial Review) UU NO. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU 41/1999 tentang Kehutanan terhadap UUD Negara Republik Indonesia 1945 oleh kalangan pengusaha besar yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melalui kuasa hukumnya Refly Harun dan M. Salman Darwis mencabut - [Video: Pendidikan Pelaku Pengorganisasian Masyarakat](https://binadesa.org/video-pendidikan-pelaku-pengorganisasian-masyarakat/) - Pendidikan musyawarah (dikmus) sebagai suatu pendidikan populer bertujuan membangkitkan kesadaran kritis komunitas marjinal, khususnya di pedesaan. Pendidikan musyawarah bersifat dialogis, partisipatif, dan mengasah kemampuan komunitas membuat keputusan kolektif. Ruang lingkup pendidikan musyawarah adalah pendidikan bagi komunitas atau kelompok, bagi pendamping, dan bagi fasilitator. Pendidikan musyawarah juga memberikan pengetahuan motivasi, keterampilan atau keahlian, dan keahlian pengembangan - [Meluruskan Pemikiran Bung Hatta](https://binadesa.org/meluruskan-pemikiran-bung-hatta/) - Oleh : Suroto* Banyak orang mengenal Bung Hatta sebagai seorang pejuang dan proklamator kemerdekaan. Tapi yang tidak banyak dikenal oleh anak-anak muda sekarang ini adalah bahwa Bung Hatta itu juga seorang bapak koperasi Indonesia. Sumbangsih Bung Hatta terhadap pemikiran demokrasi mengandung dua inti pemikiran, ialah cita-cita negara hukum yang demokratis dan penolakan terhadap individualisme yang - [Video: Mendorong Negara Hadir untuk Petani dan Nelayan](https://binadesa.org/2693-2/) - BINADESA.ORG--Setelah mendorong berbagai kebijakan di Nasional maupun di daerah, kita menyadari perlu pemahaman bersama mengenai isi kebijakan dan bagaimana dilaksanakannya. untuk itu Bina Desa dan para pelaku pengorganisasi masyarakat desa, khsusunya nelayan dan petani melakukan pendalaman dan strategi bersama agar Kebijakan soal Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Nelayan (Perlindatayan) di realisasikan oleh Pemerintah. Perlu waktu, - [Berdaulat Pangan, dimulai dari Tanah dan Benih](https://binadesa.org/berdaulat-pangan-dimulai-dari-tanah-dan-benih/) - Atas nama keluarga Bina Desa kami mengucapkan selamat Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir bathin dan semoga semua amal ibadah kita di terima disisiNya. Edisi buletin Bina Desa ini kali membahas soal perbenihan untuk kedaulatan pangan. Sudah jamak diketahui keberhasilan usaha tani 60 persennya ditentukan oleh benih yang berkualitas. Betapa benih adalah sumber kehidupan - [Video: Seminar Realisasi Perlindungan & Pemberdayaan Petani dan Nelayan](https://binadesa.org/video-seminar-realisasi-perlindundan-pemberdayaan-petani-dan-nelayan/) - Bina Desa dan Serikat Nelayan Indonesia (SNI) menghelat seminar dan workshop perlindungan dan Pemberdayaan Petani & Nelayan di Daerah. Sejak Lahirnya Undang-Undang No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (perlintan) dan Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam membawa harapan besar bagi masyarakat Indonesia khususnya - [Bersama Rakyat Mengelola Hutan](https://binadesa.org/bersama-rakyat-mengelola-hutan/) - Judul Buku : Jalan Menuju Hutan Subur, Rakyat Makmur Penulis: Barid Hardiyanto Penerbit dan tahun : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal: 14x21cm; xxii + 156hlm. Peresensi : M. Rawa El Amady Membaca “jalan Menuju Hutan Subur, Rakyat Makmur’ karya Barid Hardiyanto yang terbayang di pikiran saya adalah sosok tokoh gerakan yang penuh semangat mengabungkan upaya - [Rumah dan Tanah Warga Desa Mulya Jaya di Rampas Menjelang Idul Fitri 1438 H](https://binadesa.org/rumah-dan-tanah-warga-desa-mulyajaya-sumatera-selatan-di-rampas-menjelang-idul-fitri-1438-h/) - Ogan Komering Ulu Timur, BINADESA.ORG--Perampasan tanah oleh PT. LPI (Laju Perdana Indah) di Desa Mulya Jaya (Talang Linang), Kec. Semendawai Timur, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan selama 12 tahun ini telah menyebabkan konflik, memakan korban nyawa, kriminalisasi dan tindak kekerasan yang dialami petani dan warga desa Seperti yang dilaporkan warga kepada Bina Desa, - [Perjanjian Ekonomi RCEP Hanya Untungkan Korporasi Pangan](https://binadesa.org/perjanjian-ekonomi-rcep-hanya-menguntungkan-korporasi-pangan/) - Hyderabad,INDIA-BINADESA.ORG, Tak sedikit kekhawatiran yang disampaikan berbagai pihak terkait negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang saat ini memasuki putaran ke-19 di Hyderabad, India, pada 18-28 Juli 2017. Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Ekonomi terdiri sejumlah Ornop dan organisasi masyarakat mengikuti perkembangan perundingan RCEP semakin menunjukkan keberpihakan pada korporasi. Berpotensi untuk memperburuk situasi kehidupan rakyat, khususnya - [Komnas HAM di Desak Untuk Respon Cepat Atasi Konflik di Desa Mulya Jaya](https://binadesa.org/komnas-ham-didesak-atasi-konflik/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Pertengahan Juli 2017, wakil masyarakat Desa Mulya Jaya (Talang Linang), Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan bersama dengan Sekretariat Bina Desa dan Konsorsium Pembaruan Agraria melaporkan pengaduan atas kasus konflik penyerobotan lahan dan kekerasan yang telah dilakukan oleh PT.Laju Perdana Indah, anak usaha Salim Ivomas Pratama, Indofood. Konflik yang telah berlangsung selama - [Perjanjian RCEP Mengukuhkan Dominasi Korporasi](https://binadesa.org/perjanjian-rcep-mengukuhkan-dominasi-korporasi/) - Hyderabad, INDIA, BINADESA.ORG--Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) saat ini memasuki putaran ke-19 di Hyderabad, India, pada 18-28 Juli 2017. Perkembangan yang terjadi dalam perundingan RCEP semakin menunjukkan keberpihakan pada korporasi, dan berpotensi untuk memperburuk situasi kehidupan rakyat, khususnya rakyat kecil seperti petani, nelayan, pasien, buruh, pelaku usaha kecil, dan perempuan, di ke-16 negara anggota RCEP. - [Reforma Agraria Yang Holistik](https://binadesa.org/reforma-agraria-yang-holistik/) - DENPASAR, BINADESA.ORG- Salah satu agenda yang tercantum dalam Nawacita adalah pelaksanaan reforma agraria. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kemudian mengeluarkan Perpres No. 45 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah tahun 2017 (ditetapkan Mei 2016). Setidaknya ada 5 program prioritas terkait Reforma Agraria; Pertama, Penguatan kerangka regulasi dan penyelesaian konflik agraria; Kedua, Penataan penguasaan dan pemilikan tanah - [Pengorganisasian Petani Benih Kediri: Perwujudan Pembangunan yang Dipimpin oleh Rakyat menuju Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/pengorganisasian-petani-benih-kediri-perwujudan-pembangunan-yang-dipimpin-oleh-rakyat-menuju-kedaulatan-pangan/) - Pembangunan masih banyak dipahami berupa infrastruktur fisik ataupun meningkatnya pendapatan penduduk semata. Keberhasilannya diukur dari produktivitas dan efisiensi saja. Pembangunan sebagai sebuah perubahan sosial yang terencana tidak dapat hanya dijelaskan secara kuantitatif dengan pendekatan ekonomi semata, namun terdapat aspek-aspek yang tersembunyi jauh pada diri masyarakat, seperti persepsi, gaya hidup, motivasi, dan budaya, yang memengaruhi pemahaman - [Menanam Masa Depan: Peran Pemuda dalam Inovasi Pertanian Alami Melawan Krisis Iklim](https://binadesa.org/menanam-masa-depan-peran-pemuda-dalam-inovasi-pertanian-alami-melawan-krisis-iklim/) - Krisis iklim kini bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Perubahan musim yang tidak menentu, curah hujan ekstrem, kekeringan berkepanjangan, serta menurunnya kesuburan tanah telah dirasakan langsung oleh petani di berbagai daerah di Indonesia. Pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional menghadapi tekanan yang semakin berat. Ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida - [Pemuda Desa dan Masa Depan Petani Kecil di Brengkok, Lamongan](https://binadesa.org/pemuda-desa-dan-masa-depan-petani-kecil-di-brengkok-lamongan/) - Di Desa Brengkok, Kabupaten Lamongan, mayoritas warganya merupakan petani kecil dengan rata-rata luas lahan garapan tidak lebih dari satu hektar. Di atas lahan yang terbatas itu, para petani menggantungkan harapan dan cita-cita untuk menghidupi keluarganya. Komoditas yang umum dibudidayakan adalah padi dan jagung, yang diselingi dengan kacang tanah, kedelai, atau cabai. Namun, kisah tentang petani - [Kedaulatan Pangan: Janji yang Terus Ditunda](https://binadesa.org/kedaulatan-pangan-janji-yang-terus-ditunda/) - Mari kita bicara tentang kedaulatan pangan. Istilah ini terdengar gagah dan menjanjikan: rakyat makan dari hasil tanahnya sendiri, petani berdaulat atas benih dan lahannya, dan negara tidak gamang setiap kali harga pangan global bergejolak. Namun dalam praktiknya, kedaulatan pangan justru lebih sering hidup di ruang rapat kementerian daripada di sawah yang becek dan penuh lumpur. - [Membangun Usaha Komunitas: Antara Semangat Kemandirian dan Tantangan Permodalan di Bumi Asih Lamongan](https://binadesa.org/membangun-usaha-komunitas-antara-semangat-kemandirian-dan-tantangan-permodalan-di-bumi-asih-lamongan/) - Belakangan ini, wacana tentang kemandirian komunitas semakin sering dibicarakan. Tidak hanya di kota-kota besar, di desa pun semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri mulai tumbuh. Banyak kelompok masyarakat mencoba membangun usaha bersama, mengolah hasil pertanian, membuat produk rumahan, atau membuka jasa sederhana. Tujuannya satu, yakni mengurangi ketergantungan pada pihak luar sekaligus menciptakan sumber penghidupan - [SNI Sulawesi Barat Konsisten untuk Perjuangan Hak Nelayan](https://binadesa.org/sni-sulawesi-barat-konsisten-untuk-perjuangan-hak-nelayan/) - MAMUJU, BINADESA.ORG-- Serikat Nelayan Indonesia (SNI) mengadakan acara konsultasi nelayan Sulawesi Barat yang dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju H. Lukman Sanusi. Ia mengatakan data nelayan Kabupaten Mamuju kurang lebih 12.000 orang. Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat mempunyai panjang garis pantai kurang lebih dari 228 kilometer. Prosesi acara ini lebih banyak berdialog langsung dengan - [Sarasehan Tani : Peran Organisasi Petani dan Kelembagaan Masyarakat di Desa](https://binadesa.org/sarasehan-tani-peran-organisasi-petani-dan-kelembagaan-masyarakat-di-desa/) - PASURUAN, BINADESA.ORG--Adanya undang-undang No 6 Tahun 2014 tentang desa menjadi tonggak desa untuk mewujudukan cita-citanya menjadi desa yang demokratis serta dapat sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu desa yang memiliki hak asal usul dan hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat serta berperan mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Seperti kutipan terkenal - [Reforma Agraria, Program Prioritas Yang di Kendalikan oleh KSP](https://binadesa.org/reforma-agraria-program-prioritas-yang-di-kendalikan-oleh-ksp/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Reforma Agraria (RA) sebagai program prioritas nasional sedang giat-giatnya dilaksanakan. Percepatan pelaksanaan kegiatan redistribusi dan legalisasi tanah obyek reforma agrarian, dan penyerahan ijin pengelolaan hutan melalui perhutanan sosial kepada rakyat terus dilakukan. Dengan dilaksanakannya reforma agrarian, diharapkan ketimpangan ekonomi dapat dikurangi, kemiskinan bisa diatasi, dan pembangkitan ekonomi rakyat dapat dilakukan. Melalui penataan pemilikan dan - [Keadilan Jender Dimulai Dari Desa](https://binadesa.org/keadilan-jender-dimulai-dari-desa/) - CIANJUR, BINADESA.ORG—Upaya agar terciptanya keadilan jender merupakan perjuangan yang luar biasa energinya. Hal ini harus dilakukan diberbagai tatanan, termasuk dalam pembangunan desa. Belum lagi Keterwakilan perempuan di kelembagaan desa dan pemerintahan belum seimbang dengan laki-laki. Hasil kajian menyebutkan, keterwakilan perempuan kurang dari 10%. Demikian juga dalam proses perencanaan, ataupun dalam proses pengambilan keputusan strategis di desa, - [Desa Membangun Sesuai Kebutuhan Perempuan Petani](https://binadesa.org/desa-membangun-sesuai-kebutuhan-perempuan-petani/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Pertemuan yang berlangsung antara Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) dengan Bina Desa pada awal bulan Agustus 2017 ini, mengkoordinasikan kerja- kerja organisasi terkait tiga hal. Yaitu persiapan finalisasi hasil PRA (participatory rural appraisal) yang akan disampaikan dalam dialog bersama pemerintah desa dan camat, kedua, penguatan tim pendampingan, dan managemen organisasi. Sebelumnya para - [Meneguhkan Kembali Praktek Pertanian Alami](https://binadesa.org/meneguhkan-kembali-praktek-pertanian-alami/) - ACEH BARAT, BINADESA.ORG--Serikat Inong Meutani Aceh Barat (SIMAB) mengadakan Focus Groupp Discussion (FGD) Pertanian Alami. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari. Pelaksanaan dipusatkan di Balai Duek Pakkat, Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga. Selain di Balai kegiatan FGD juga dilaksanakan di (6) Enam gampong lainnya, yakni Gampong Suak Timah, Cot Darat, Ujong Nga, Reusak, Krueng - [Peran Desa Dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Petani/Nelayan](https://binadesa.org/peran-desa-dalam-perlindungan-dan-pemberdayaan-petaninelayan/) - SALASSAE, BINADESA.ORG-- Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa perikanan skala kecil dan masyarakat pesisir memiliki tingkat kerentanan tinggi dan kondisi kerja yang buruk. Sama halnya di Indonesia, kehidupan nelayan kian memprihatinkan. Dari 10.666 desa pesisir, dengan 550 ribu nelayan tradisional di 53 Kabupaten/Kota dengan menyumbangkan 25 persen dari jumlah kemiskinan nasional. Lahirnya UU No. 19 Tahun - [Apa itu Nalungtik Lembur Kuring ?](https://binadesa.org/apa-itu-nalungtik-lembur-kuring/) - BOJONG KASIH CIANJUR, BINADESA.ORG--Nalungtik Lembur Kuring merupakan metode yang ditemukan dan dipraktikan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB), Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat. Nalungtik Lembur Kuring ini bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih artinya meneliti kampung sendiri (baca : saya). Metode ini hampir sama dengan PRA (partisipatory rural appraisal). Namun - [Petani Kecil Mendinginkan Bumi](https://binadesa.org/petani-kecil-mendinginkan-bumi/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Pemerintah Indonesia menyadari betapa persoalan perubahan iklim menjadi sorotan utama dalam pembangunan nasional dan internasional. Untuk itu melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berbagai kebijakan diarahkan untuk melakukan upaya adaptasi ataupun mitigasi. Persoalan perubahan iklim sudah menjadi nyata dan diakui sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan manusia. Laporan Intergovernmental Panel on Climate - [Yang Mengakar Yang Menjalar (Kisah-kisah Pengorganisasian Aktivis Sekolah Involvement)](https://binadesa.org/yang-mengakar-yang-menjalar-kisah-kisah-pengorganisasian-aktivis-sekolah-involvement/) - Judul Buku : Yang Mengakar Yang Menjalar (Kisah-kisah Pengorganisasian Aktivis Sekolah Involvement) Penulis : Sholichul Hadi, Achmad Yakub, dkk Penerbit dan tahun : INSISTPress, 2005 Tebal : 15x21cm; xiii + 220 halaman Peresensi ; Gina Nurohmah Membaca buku setebal 220 halaman adalah tantangan, akibat kebiasaan membaca yang beralih pada genggaman 4,5 inch. Namun warnanya - [Pertumbuhan Ekonomi, Siapa yang Menikmati?](https://binadesa.org/pertumbuhan-ekonomi-siapa-yang-menikmati/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada posisi ketiga diantara negara-negara anggota G-20. Namun, apakah pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan distribusi ekonomi secara merata? Karena banyak hal yang menunjukkan bahwa masih terjadinya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial. Indonesia berada pada urutan keempat soal ketimpangan, berdasarkan data dari Credit Suisse, pada tahun 2016 tercatat - [Ombudsman RI Akan Verifikasi aduan Warga OKU Timur](https://binadesa.org/ombudsman-ri-akan-verifikasi-aduan-warga-oku-timur/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Perwakilan Desa Mulya Jaya (Talang Linang), Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan melaporkan pengaduan ke Ombudsman Republik Indonesia pada pertengahan Agustus 2017 lalu. Pengaduan diterima secara hangat oleh Cut Silvana Desia Dewi yang mencatatat secara terperinci penjelasan dari perwakilan masyarakat Desa Mulya Jaya. Desa Mulya Jaya mengalami konflik pertanahan dengan PT. - [Tata Kelola Desa: Peran Aktif Masyarakat Menjadi Kunci](https://binadesa.org/peran-masyarakat-dalam-pembangunan-desa/) - TUGUBANDUNG, BINADESA.ORG - Melihat perkembangan tiga tahun implementasi Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah dengan dua pertanyaan mendasar yaitu pertama mengenai apa yang kita ketahui tentang UU Desa? Dan yang kedua yaitu apa peran kelompok/organisasi dalam kaitannya dengan implementasi UU desa tersebut? Dua pertanyaan tersebut adalah pemantik dalam pertemuan yang diadakan di Desa - [Membangun Komunikasi dengan Pemerintah Desa](https://binadesa.org/membangun-komunikasi-dengan-pemerintah-desa/) - SUKABUMI, BINADESA.ORG – Masyarakat Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi memaknai hari kemerdekaan dengan membangun komunikasi bersama pemerintah desa. Puluhanorang perwakilan dari masyarakat, pemuda, perempuan, kelompok tani, pemerintah desa, mahasiswa kesejahteraan sosial UIN Syarief Hidayatullah alumni praktikum II di Kabandungan, dan juga perwakilan dari Bina Desa berkumpul bersama di Balai Latihan Kerja Kecamatan Kabandungan, Sukabumi Jawa Barat. - [Camat Kadupandak: Pembuatan RPJMDes Semakin Baik Dengan Metode NLK](https://binadesa.org/camat-kadupandak-pembuatan-rpjmdes-semakin-baik-dengan-metode-nlk/) - CIANJUR, BINADESA.ORG--“Kami ibu-ibu yang tergabung dalam SPPB (Sauyunan Perempuan Petani Binangkit, Cianjur) tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan Pak Camat Kadupandak pada hari ini. Seperti pengalaman kami yang sudah-sudah bahwa untuk bertemu dengan pemerintah kecamatan sangat sulit dan kalaupun bertemu pasti hanya sebentar saja. Kami sangat merasa dimanusiakan dan dihargai sebagai bagian dari penduduk Kecamatan - [Sinergi Untuk Desa Kita](https://binadesa.org/sinergi-untuk-desa-kita/) - Oleh: Iwan Nurdin* Di tengah berita miring tentang penyelewengan dana desa disertai beberapa penangkapan oknum Kepala Desa yang meluas. Berita tentang betapa menggeliatnya desa oleh pembangunan seolah tertutup. Benarlah pepatah lama karena nila setitik rusak susu sebelanga. Tanpa bermaksud meremehkan, apalagi mengabaikan fakta penyelewengan yang terjadi, tak bisa menutupi fakta tentang pekerjaan raksasa yang telah - [Festival Budaya Kalang](https://binadesa.org/festival-budaya-kalang/) - TUBAN, BINADESA.ORG - Bagi sebagian orang masih sangat asing ketika mendengar istilah wong kalang atau budaya kalang atau peradaban Kalang. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Soelardjo Pontjosoetirto (1971) menggambarkan tentang keberadaan orang Kalang yang tersebar di sepanjang sisi utara dan selatan Pulau jawa. Berawal dari minimnya data dan sedemikian banyaknya sebaran situs Kalang yang notabene ada - [Kami Belum Merdeka Air Bersih](https://binadesa.org/belum-merdeka-air-bersih/) - SERANG, BINADESA.ORG--Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke - 72, Kemangteer Serang bersama Gerakan Mahasiswa Serang Utara Solidaritas Pemuda Desa untuk Demokrasi dan Riung Hijau melakukan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di lumpur mangrove Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang. "Upacara di lumpur ini merupakan upacara yang berbeda dari biasanya, biasanya upacara dilakukan di - [Perusahaan Bersama Preman Main Gusur, Seorang Warga Tumbang](https://binadesa.org/perusahaan-bersama-preman-main-gusur-seorang-warga-tumbang/) - OKU TIMUR, BINADESA.ORG—Keresahan warga di beberapa kampung desa Mulya Jaya semakin menekan. Setelah digusur rumah dan kebunnya menjelang Idul Fitri tahun ini (1438H/2017) PT. Laju Perdana Indah (PT. LPI) anak perusahaan Salim Ivomas Pratama group Indofood sekarang kembali menggusur dengan menggunakan kekerasan. Akibatnya seorang warga bernama Turianto menjadi korban pemukulan preman sewaan PT.LPI. Tidak main-main, - [Refleksi Organisasi Komunitas Pertanian Alami Agam](https://binadesa.org/refleksi-organisasi-komunitas-pertanian-alami-agam/) - AGAM, BINADESA.ORG - Pada awal September 2017, Komunitas Pertanian Alami (KPA) Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan kegiatan evaluasi dan refleksi organisasi. Pertemuan yang difasilitasi oleh Lorent E. Aritonang dihadiri oleh 25 orang yaitu pengurus dan anggota KPA Agam turut serta hadir Ketua Koordinator Bina Desa, Mardiah Basuni. Komunitas Pertanian Alami Agam didirikan oleh beberapa orang - [Perkuat Kesadaran Kritis, Gertani Bajiminasa Gelar Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif ](https://binadesa.org/perkuat-kesadaran-kritis-gertani-bajiminasa-gelar-pendidikan-kaji-tindak-partisipatif/) - Bajiminasa — Gerakan Petani Alami (Gertani) Bajiminasa, dengan dukungan Bina Desa, menyelenggarakan Pendidikan Kaji Tindak Partisipatif yang dipusatkan di Balai Pendidikan Gertani Bajiminasa. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya memperkuat kesadaran kritis dan kapasitas masyarakat desa dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi. Sebanyak 22 peserta dari berbagai unsur - [Koperasi Merah Putih: Koperasi apa, operasi?](https://binadesa.org/koperasi-merah-putih-koperasi-apa-operasi/) - Ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di 70.000 desa di seluruh Indonesia, banyak pihak yang sebenarnya menaruh harapan. Di tengah ketimpangan ekonomi, melemahnya ekonomi rakyat, dan tersendatnya jalur pemasaran hasil pertanian serta nelayan kecil, gagasan untuk menghidupkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa terdengar seperti kabar baik. Namun di - [Koperasi: Dari anggota untuk anggota, atau dari negara untuk partai?](https://binadesa.org/koperasi-dari-anggota-untuk-anggota-atau-dari-negara-untuk-partai/) - Tidak lama setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program prioritas yang diberi nama Koperasi Merah Putih. Program ini digadang-gadang sebagai pilar baru kelembagaan ekonomi nasional yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian bangsa. Namanya pun dibuat penuh nuansa nasionalisme. Merah Putih, bendera kebangsaan, yang melambangkan keberanian dan kesucian. Merah diartikan sebagai semangat juang, keberanian, dan kekuatan rakyat; - [Perempuan Desa Lubuk Aua](https://binadesa.org/perempuan-desa-lubuk-aua/) - AGAM, BINADESA.ORG - “Perempuan harus memahami peranannya dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat”. Demikian yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Bina Desa, Mardiah Basuni dalam menghadiri pertemuan di Lubuk Aua, Bundo Kanduang pada 13 september lalu. Pertemuan yang bertempat di rumah warga yaitu Erliati yang juga merupakan anggota KPA Agam dan Ketua Yasinan Nurul Ummi ini - [Rembug Rakyat Desa Sudah dimulai, Untuk Indonesia yang Berkeadilan Sosial](https://binadesa.org/rembug-rakyat-desa-sudah-dimulai-untuk-indonesia-yang-berkeadilan-sosial/) - BANTEN, BINADESA.ORG –Pemerintah Desa Warungbanten dan Bina Desa mengadakan Rembug Rakyat Desa yang diselenggarakan selama enam hari (25-30/09/2017) bertempat di Balai Adat Kaolotan Cibadak. Rembug Rakyat Desa merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Tani Nasional 2017. Adapun rangkaiannya yaitu kegiatan seren taun, rembug rakyat desa, refleksi nasional dan pendidikan pertanian alami. Peserta rembug rakyat desa yang - [Rembug Rakyat Desa : Pengalaman Praktik dan Catatan Demokratisasi Desa](https://binadesa.org/rembug-rakyat-desa-pengalaman-praktik-dan-catatan-demokratisasi-desa/) - BANTEN, BINADESA.ORG--Rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Tani Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah Desa Warungbanten dan Bina Desa akan terus berlangsung dari tanggal 25- 30 September di Desa Warungbanten, Lebak, Banten. Adapun kegiatan rembug rakyat desa ini menganalisa keadaan desa masa lalu, kini dan masa depan, juga refleksi nasional dan pendidikan pertanian alami. Peserta selain dari - [Musyawarah Membangun Harapan, Solidaritas dan Kekuatan](https://binadesa.org/musyawarah-membangun-harapan-solidaritas-dan-kekuatan/) - BANTEN, BINADESA.ORG--Desa Warungbanten merupakan salah satu dari dua desa (Desa Warungbanten dan Desa Hegarmanah) yang masuk dalam wilayah Kaolotan Cibadak. Wilayah ini terletak di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Di dalam desa ada dua struktur yaitu pemerintahan desa dan Lembaga Adat Kaolotan Cibadak. Pemerintahan desa lebih banyak mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan sipil sedangkan - [31 Organisasi dari 8 Negara Belajar Kewirausahaan Sosial di Indonesia](https://binadesa.org/31-organisasi-dari-8-negara-belajar-kewirausahaan-sosial-di-indonesia/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pembangunan gerakan ekonomi rakyat. Diawali oleh Aria Wiria Atmaja yang memperkenalkan koperasi pada tahun 1896 di Purwokerto, hingga revitalisasi koperasi yang mengantarkan Mohammad Hatta memperoleh penghargaan sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada 1953. Dalam konteks kekinian organisasi ekonomi rakyat, Indonesia memperoleh pengakuan sebagai negara terdepan bagi perkembangan kewirausahaan berdasarkan survei - [KSP Region Sulawesi: Bertani Alami, Petani Berdaulat](https://binadesa.org/ksp-region-sulawesi/) - SIGI, BINADESA.ORG - Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Sangulara menjadi tuan rumah kegiatan refleksi pertanian alami KSP Region Sulawesi di Desa Pombewe, Kec. Biromaru, Kab. Sigi pada akhir September lalu. Dihadiri oleh 15 peserta yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah dan turut hadir pula Ketua BPD Desa Pombewe serta Bina Desa yang - [Keadilan Gender Harus Jadi Bagian Dari Transformasi Pedesaan](https://binadesa.org/keadilan-gender-harus-jadi-bagian-dari-tranformasi-pedesaan/) - KUALA LUMPUR, BINADESA.ORG--Pada 5 Oktober 2017 ASEAN menyelenggarakan ASEAN Public Private People Forum (PPP) on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan tema Rural Transformation: Enhancing Human Capital, ASEAN bermaksud memberi ruang kepada semua pihak yg terkait RDPE untuk berdialog, berbagi pengalaman dan masukan. AsiaDHRRA diundang mewakili organisasi non pemerintah regional - [Perempuan Desa Pelopor Pemberdayaan Ekonomi](https://binadesa.org/perempuan-desa-pelopor-pemberdayaan-ekonomi/) - KUALA LUMPUR, BINADESA.ORG--ASEAN menyelenggarakan ASEAN Public Private People Forum (PPP) on Rural Development and Poverty Eradication (RDPE) di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 5 Oktober 2017. Dengan tema Rural Transformation: Enhancing Human Capital, ASEAN bermaksud memberi ruang kepada semua pihak yg terkait RDPE untuk berdialog, berbagi pengalaman dan masukan. AsiaDHRRA diundang mewakili organisasi non pemerintah - [Rembug Rakyat Desa : Bersinergi untuk Desa yang Berdaulat](https://binadesa.org/rembug-rakyat-desa-bersinergi-untuk-desa-yang-berdaulat/) - BANTEN, BINADESA.ORG – Akhir September lalu telah dilaksanakan Rembug Rakyat Desa di Desa Warungbanten, salah satu rangkaian kegiatannya ialah dialog kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi politik, dan budaya tani. Sebagai moderator yaitu Koordinator Umum Bina Desa, Mardiah Basuni dan narasumbernya yaitu Sri Palupi, anggota Dewan Pembina Bina Desa, Suwarto Adi, Soetrisno, dan Ketua Dewan Pembina Bina - [Meneguhkan Kembali Definisi Pertanian Alami](https://binadesa.org/meneguhkan-kembali-definisi-pertanian-alami/) - BANTEN, BINADESA.ORG – Pada akhir September lalu di Desa Warungbanten, Lebak, Banten 22 perempuan dan 31 laki-laki yang mewakili 28 organisasi tani mandiri, pemerintah desa, individu, penggerak pertanian alami dan organisasi pendamping komunitas desa berkumpul dalam Refleksi Nasional Pertanian Alami. Salah satu rangkaiannya adalah penandatanganan hasil diskusi tentang pedoman dan prinsip pertanian alami yang telah - [Rembug Rakyat Desa di Kawasan Rawa Lebak](https://binadesa.org/rembug-rakyat-desa-di-rawa-lebak/) - OGAN KOMERING ILIR , BINADESA.ORG- Rembug Rakyat Desa akan menjadi sebuah media yang digunakan dalam berbagai kegiatan, menurut Koordinator Umum Bina Desa, Mardiah Basuni. Rembug menjadi point penting, yaitu dapat diartikan musyawarah. Bahwa Kita berunding dengan situasi dan kondisi desa kita, apa yang dimaksud dengan desa, siapa yang ada di dalam desa, dan bagaimana desa - [Memperkuat Organisasi Melalui Pertanian Alami](https://binadesa.org/memperkuat-organisasi-melalui-pertanian-alami/) - LUMAJANG,BINADESA.ORG - Komunitas Sido Makmur, Dusun Plambang, Desa Pasrujambe, Kabupaten Lumajang pada akhir April 2017 yang lalu terlihat sedikit agak ramai dari biasanya. Kurang lebih 30-an orang petani dari berbagai kabupaten di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta berkumpul untuk mengikuti kegiatan TOT (Training of Trainer) Pertanian Alami. Pertemuan ini dilaksanakan untuk menyegarkan semangat para petani - [Petani Berdaulat dengan Bertani Alami](https://binadesa.org/petani-berdaulat-dengan-bertani-alami/) - BINADESA.ORG - Pertanian alami merupakan praktik memelihara kelestarian sumber-sumber alam dan lingkungan. Beberapa hal harus diperhatikan dengan seksama, diantaranya pengolahan tanah, penyiapan input pertanian, produksi dan penanganan pasca panen serta konsumsi dan distribusi. Petani di beberapa daerah sudah mencoba untuk mempraktikan pertanian alami. Petani yang memahami dan melakukan praktik pertanian alami akan menjadi sahabat alam - [Generasi Muda Sulawesi Selatan Peduli Pangan](https://binadesa.org/generasi-muda-sulawesi-selatan-peduli-pangan/) - Bantaeng, BINADESA.ORG - “Masyarakat Kabupaten Bantaeng Menuju Kedaulatan Pangan Sehat" adalah tema yang diusung dalam kegiatan seminar pangan dan pameran pertanian alami se-Sulawesi Selatan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2017. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Serikat Petani Alami Butta Toa Kab. Bantaeng yang bekerja sama dengan Bina Desa dan beberapa organisasi tani dari luar Kabupaten Bantaeng - [Perempuan Petani Menghadapi Berbagai Rintangan](https://binadesa.org/perempuan-petani-menghadapi-berbagai-rintangan/) - Oleh : Leong Yee Ting* Banyak anak Indonesia yang tumbuh dewasa dengan mendengarkan pepatah “surga ada di bawah telapak kaki ibu”. Namun, perempuan petani Indonesia terus mengalami rintangan dalam banyak hal. Sekitar 40% petani skala kecil adalah perempuan, yaitu sebesar 7,4 juta pada tahun 2013. Perempuan berperan pada hampir semua tahap produksi namun mereka kekurangan - [Dari Kampus UIN Jakarta, Bakti Desa Bersama Masyarakat](https://binadesa.org/dari-kampus-uin-jakarta-bakti-desa-bersama-masyarakat/) - Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah dengan Bina Desa saat acara pembekalan di TC Desa Ciasihan, Pamijahan, Bogor (Foto: Mahasiswa UIN) Oleh Yulianti* Kesejahteraan Sosial merupakan sebuah jurusan yang berfokus pada pembangunan dan kesadaran pola pikir individu dan komunitas serta advokasi terhadap kebijakan pemerintah untuk memajukan kesejahteraan sosial individu atau masyarakat. Menjadi seorang pekerja sosial profesional tidak - [Koalisi dan Nelayan Teluk Jakarta Gugat HGB Pulau D](https://binadesa.org/koalisi-dan-nelayan-teluk-jakarta-gugat-hgb-pulau-d/) - Jakarta, BINADESA.ORG - Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta dan 15 Nelayan menggugat surat nomor 1697/HGB/BPN-09.05/2016 yang diterbitkan oleh Kepala BPN Jakarta Utara tentang Pemberian Hak Guna Bangunan atas nama PT Kapuk Naga Indah atas Tanah Pulau D Seluas 312 Hektar. KSTJ dan nelayan mendaftarkan gugatan mereka ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, pada kemarin, 21 November - [Di Tertibkan Tanah Terlantar Seluas 23.7 ribu Ha](https://binadesa.org/di-tertibkan-tanah-terlantar/) - JAKARTA, BINADESA.ORG-- Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan penertiban terhadap Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN) yang ada di Indonesia. Dari target 400.000 hektare (ha) tanah terlantar, Kementerian ATR telah menertibkan sekitar 23.795,45 ha. Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan dari 23.795,45 ha tanah terlantar yang dibebaskan yang terbanyak berasal dari - [Perubahan Transformatif untuk Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/perubahan-transformatif-untuk-kedaulatan-pangan/) - Myanmar, BINADESA.ORG - Karuna Mission Social Solidarity (Caritas Myanmar) dan Metta Foundation, dua lembaga yang berkarya di Kota Loikaw, Kayah State, Myanmar kedatangan para tamu fasilitator dari Indonesia, Cambodia, Vietnam dan Philipina dalam rangkaian Regional Learning and Exchange Program 2nd Southeast Asia Workshop (RLEP SAW) pada tanggal 5 – 10 November 2017 yang lalu. Kegiatan ini - [BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok, Ratusan Warganya Ikut Memiliki](https://binadesa.org/bumdes-tirta-mandiri-desa-ponggok-ratusan-warganya-ikut-memiliki/) - KLATEN, BINADESA.ORG -- Keberhasilan Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyedot perhatian banyak kalangan terutama desa. Bagaimana tidak, Desa Ponggok yang dulu dikenal sebagai desa miskin, justru telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan omzet mencapai Rp12 Miliar. Kreativitas aparat desa di Kecamatan Polanharjo itu mampu mendongkrak pendapatan pengelolaan wisata Umbul Ponggok - [Masyarakat Desak Pemerintah Indonesia untuk Segera Mencabut Komitmen Terhadap WTO](https://binadesa.org/desak-pemerintah-indonesia-untuk-segera-mencabut-komitmen-terhadap-wto/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Kelompok masyarakat sipil (IGJ, Bina Desa, dan SPI) mendesak pemerintah untuk segera mencabut komitmennya terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal ini merujuk pada kekalahan Indonesia terhadap Amerika Serikat dan New Zealand di WTO terkait kebijakan pembatasan impor hortikultura, produk hewan dan turunannya. “Tentunya kekalahan Indonesia dalam kasus ini akan membawa dampak besar - [Anak Muda Kampus Belajar di Desa](https://binadesa.org/pemuda-belajar-di-desa/) - PAMIJAHAN, BINADESA.ORG - Berdasarkan hasil Susenas Tahun 2016, jumlah penduduk Indonesia mencapai 257,89 juta jiwa dan sekitar satu dari empat penduduk Indonesia adalah pemuda. Pemuda selalu mempunyai peran penting dalam sejarah perjalanan Indonesia. Dari lahirnya organisasi pemuda Boedi Oetomo tahun 1908, hingga bersatunya pemuda meruntuhkan rezim orde baru pada tahun 1998 dan kini tahun 2017 - [Mahasiswa UIN Jakarta Belajar dan Praktik NLK di Bogor](https://binadesa.org/mahasiswa-uin-jakarta-belajar-dan-praktek-nlk-di-bogor/) - BOGOR, BINADESA.ORG - Sekitar 43 hari (pertengahan Oktober sampai pertengahan November 2017) puluhan mahasiswa UIN Syarief Hidayatullah Jakarta belajar dan praktek Nalungtik Lembur Kuring (NLK) bersama masyarakat di Desa Ciasihan dan Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Mereka hidup berbaur dengan penduduk desa, terlibat dalam kerja-kerja yang dilakukan oleh masyarakat dan sekaligus membuka ruang untuk - [Petani Belajar Kewirausahaan Sosial](https://binadesa.org/petani-belajar-kewirausahaan-sosial/) - FILIPINA, BINADESA.ORG – Enam perwakilan petani dari Indonesia bertolak ke Filipina pada akhir November silam dengan didampingi oleh Affan Firmansyah, Staf Bina Desa. Enam petani ini merupakan perwakilan dari Komunitas Petani Alami Agam (Afdhal dan Erliati), Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (Arman dan Jusmani), dan KSU Ngudi Makmur Karanganyar (Paiman dan Wagiya). Mereka mempelajari pemasaran serta - [Agenda Pemerintah untuk  Reforma Agraria Belum Mengakomodir Kepentingan Perempuan ](https://binadesa.org/agenda-pemerintah-untuk-reforma-agraria-belum-mengakomodir-kepentingan-perempuan/) - Oleh : Aliza Yuliana* Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi belum memperlihatkan keseriusan dalam mengatasi ketimpangan dan ketidakadilan berlapis yang dihadapi perempuan dalam pemilikan, penguasaan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber agraria. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan belum mengintegrasikan prinsip keadilan gender, menempatkan perempuan sebagai subyek pemangku kepentingan, termasuk perempuan kepala keluarga, bahkan tidak ada keterwakilan kepentingan perempuan dalam kelembagaan atau - [Kunjungan Belajar Petani Indonesia ke Petani Filipina](https://binadesa.org/kunjungan-belajar-petani-indonesia-ke-petani-filipina/) - FILIPINA, BINADESA.ORG - Belajar hingga ke negeri cina, adalah pepatah yang masih relevan hingga kini. Semakin terbukanya akses informasi dan kemudahan untuk belajar ke tempat lain menjadi peluang yang harus dimanfaatkan dewasa ini. Belajar merupakan hak semua orang, termasuk petani-petani dari Agam, Salassae, dan Karanganyar yang ingin belajar tentang kewirausahaan sosial di negara Filipina. Kesempatan - [Jalan Panjang dan Terjal Pengakuan Masyarakat Adat](https://binadesa.org/jalan-panjang-dan-terjal-pengakuan-masyarakat-adat/) - JAKARTA, BINADESA.ORG-Tahun 2017 sudah tutup, tentu banyak catatan perjalanan tentang hiruk-pikuknya perjuangan kehidupan masyarakat adat nusantara. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada tanggal 20 Desember 2017 melaksanakan Dialog Nasional Catatan Akhir Tahun 2017 (CATUHA) di Jakarta. Adapun Catuha ini merupakan refleksi perjalanan organisasi AMAN dan arah kebijakan terkait masyarakat adat yang disampaikan pada masyarakat luas - [Deklarasi Forum Kampung Iklim Kabupaten Bulukumba di Desa Salassae](https://binadesa.org/desa-salassae-tempat-deklarasi-forum-kampung-iklim-kabupaten-bulukumba/) - BULUKUMBA, BINADESA.ORG - Perubahan iklim merupakan sebuah realitas yang telah dirasakan secara luas di berbagai belahan dunia, sehingga diperlukan aksi nyata untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim serta upaya pengurangan emisi GRK sebagai komponen yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan KLHK sebagai latar belakang program kampung iklim agustus 2017 saat Desa - [Selamatkan Alam dengan Bertani Alami](https://binadesa.org/selamatkan-alam-dengan-bertani-alami/) - AGAM, BINADESA.ORG - Komunitas Pertanian Alami (KPA) Agam dan Komunitas Salaras Alam menyelenggarakan Festival Gelanggang Merapi yang bertajuk bertani alami pada tanggal 30 – 31 Desember 2017 di Istana Rakyat Salaras Alam. Kegiatan yang mengajak masyarakat untuk selamatkan alam dengan bertani alami dibuka oleh Sekda Adam, Martiyas Manto yang menyampaikan bahwa petani alami harus diberdayakan - [Mengapa Komunitas Desa Swabina?](https://binadesa.org/mengapa-komunitas-desa-swabina/) - *alm. Kartjono Gagasan pengembangan Komunitas Desa Swabina merupakan serangkaian pemikiran yang sudah lama menjadi topik pembicaraan di lingkungan Bina Desa. Pemikiran tersebut dikembangkan dari hasil refleksi panjang selama Bina Desa mendampingi komunitas pedesaan sejak 1975. Dari proses hubungan dialektik antara teori dan pengalaman, konsep masyarakat alternatif pedesaan, Komunitas Desa Swabina pun lahir. Tidaklah berlebihan bila - [Saat Petani Bicara Soal Impor Beras](https://binadesa.org/saat-petani-bicara-soal-impor-beras/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Pemerintah kembali membuka keran impor beras ke Indonesia pada awal 2018. Secara resmi izin impor beras telah diterbitkan oleh Kementrian Perdagangan kepada Perum Bulog sebanyak 500.000 ton. Dilansir dari berbagai media, keputusan ini dibuat sebagai bentuk upaya pemerintah untuk menurunkan harga komoditas tersebut yang dalam beberapa waktu lalu mengalami kenaikan, di beberapa - [Kartini Terus Berkarya di Usia Senja](https://binadesa.org/kartini-terus-berkarya-di-usia-senja/) - Kartini, sekilas mengingatkan kita pada tokoh perempuan Indonesia dari jepara. Dengan nama yang sama memiliki semangat yang sama tetapi berbeda daerah. Kartini yang ini seorang nenek berusia 69 tahun yang berasal dari Desa Warga Asih, Kec. Kadupandak, Kab. Cianjur. Mengenal beroganisasi pada tahun 2015, yaitu saat pembentukan SPPB (Sauyunan Perempuan Petani Binangkit) pada tanggal 13 - [Petani-Nelayan Kecil Ujung Tombak Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/petani-nelayan-kecil-ujung-tombak-kedaulatan-pangan/) - Judul Buku : Liberalisasi Pertanian dan Pangan: Potensi Dampak FTA Uni Eropa dengan Indonesia, Ancaman Bagi Pembangunan Pertanian dan Kedaulatan Pangan Penulis: Achmad Yakub, Elisha Kartini T. Samon, Indah Sukmaningsih dkk Penerbit : Serikat Petani Indonesia (SPI) Tebal: 16,5x22,5cm; viii + 92hlm Sejak ditanda ditanganinya Letter of Intent (LoI) Indonesia dengan IMF tahun 1998-an, Indonesia - [Ekonomi dan Agroekologi Pekarangan](https://binadesa.org/ekonomi-dan-agroekologi-pekarangan/) - OKI-BINADESA.ORG-Pengeluaran berkurang, pendapatan bertambah. Semua bermula dari langkah kecil dan sederhana. Bermula dari semangat "Food Always in the Home (FAITH)" yang dirintis dalam bentuk kebun pekarangan Madrasah Ibnul Fallaah (Sekolah Anak Petani) di Desa Kuro-Bangsal, Pampangan, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Langkah kecil ini kemudian diikuti komunitas perempuan desa Bangsal. Para santri dan wali - [Masih Peliknya Desa dalam 3 Tahun UU Desa](https://binadesa.org/masih-peliknya-desa-dalam-3-tahun-uu-desa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Persoalan implementasi UU Desa hingga hari ini masih dipandang tidak menempatkan masyarakat desa sebagai subyek, hanya berkutat pada dana desa dan tidak menyentuh praktik eksploitasi sumber-sumber agraria di desa, yang sebenarnya menjadi akar persoalan kemiskinan di desa. Pernyataan ini terkemuka dalam Evaluasi 3 tahun pelaksanaan UU Desa yang digagas oleh koalisi masyarakat - [Merawat Generasi, Merawat Kehidupan](https://binadesa.org/merawat-generasi-merawat-kehidupan/) - BANTEN, BINADESA.ORG - Pemdes Warungbanten mengadakan kegiatan pendidikan pertanian alami untuk berbagai kalangan, termasuk pada generasi muda, yaitu para pelajar dari SMPN 1 Cibeber yang tergabung dalam ekstra kurikuler Pecinta Alam. Sebanyak 32 orang bertempat di kandang kambing Nangerang melakukan praktik pembuatan pupuk alami (mikroba 2 dan nutrisi dari rebung, pohon pisang muda dan nanas) - [Deklarasi Komunitas Perempuan Pedesaan SPA Butta Toa](https://binadesa.org/deklarasi-komunitas-perempuan-pedesaan-spa-butta-toa/) - BANTAENG, BINADESA.ORG – Serikat Petani Alami Butta Toa Bantaeng merupakan komunitas generasi muda yang fokus dalam mendorong pertanian alami sebagai wujud dari pertanian yang berdaulat. Pada akhir januari silam, SPA Butta Toa melaksanakan dialog perempuan yang diselenggarakan di Baruga adat Gantarangkeke Bantaeng. Pertemuan ini sekaligus deklarasi organisasi dan pelantikan pengurus Komunitas Perempuan Pedesaan Serikat Petani - [PRO KENDENG PRO PETANI  ](https://binadesa.org/pro-kendeng-pro-petani/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Pangkur : Yen to Kendheng den kiwakna Putusan pangwasa teges anti tani Pak Jokowi, ngaten niku? Kang pangwasa kersakna? Lamun ngaten kula namung saget nguwuh Lmah banyu angin dayanya Uripa kanggo mbengkasi Maksud dari tembang diatas : Bila Kendeng diabaikan Keputusan penguasa berarti anti petani Begitulah, Pak Jokowi? Yang dikehendaki para - [Negara Harus Lindungi Rakyat dari Perdagangan Bebas  ](https://binadesa.org/negara-harus-lindungi-rakyat-dari-perdagangan-bebas/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Menjelang perundingan Indonesia European Comprehenshive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) pada 19-23 Februari 2018 di Solo, Jawa Tengah, sembilan organisasi masyarakat sipil Indonesia dan lima orang petani petambak garam yang tergabung dalam Tim Advokasi Keadilan Ekonomi mengajukan Judicial Review Undang-Undang No. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian International ke Mahkamah Konstitusi. Pasal-pasal yang - [Langkah Tegap Perempuan Desa Memperjuangkan Kemandirian Desa](https://binadesa.org/langkah-tegap-perempuan-desa-memperjuangkan-kemandirian-desa/) - BULUKUMBA, BINADESA.ORG - Dimulai pada Januari 2018 sebagai tindak lanjut pendidikan gender dan rembug perempuan pedesaan di Sulawesi Selatan, sejumlah kader perempuan Desa Salassae melaksanakan pertemuan rutin bagi perempuan desa. Kegiatan rutin tersebut kemudian dikenal sebagai sekolah perempuan Desa Salassae yang diadakan tiap sabtu pukul 09.00 -12.00 Sejumlah 24 Perempuan dari 5 dusun di Desa - [Membangun Jaringan Guna Menyatukan Kekuatan Perempuan Pedesaan](https://binadesa.org/membangun-jaringan-guna-menyatukan-kekuatan-perempuan-pedesaan/) - TAKALAR, BINADESA.ORG - 23 perempuan pedesaan mendeklarasikan dirinya bergabung dalam Jejaring Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan, yang selanjutnya akan disebut Jejaring PEDASS. Hal ini dilatar belakangi oleh situasi perempuan pedesaan yang hidup dalam ketidakadilan sosial politik, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Irsani, perempuan pedesaan yang turut bergabung dalam Jejaring PEDASS menyatakan perempuan memang dibatasi langkahnya. “Saya - [Jali-Jali, Pangan yang Hampir Punah](https://binadesa.org/jali-jali-pangan-yang-hampir-punah/) - KADUPANDAK, BINADESA.ORG - Tumbuhan jali atau yang lebih dikenal dengan nama jali-jali sudah tidak dikenal lagi oleh orang-orang kelahiran tahun 1993 dan setelahnya. Pasalnya di beberapa wilayah tumbuhan ini sudah tidak ditemukan sejak 25 tahun yang lalu dan sekarang hanya dapat ditemui di beberapa wilayah. Padahal tanaman jali-jali merupakan salah satu bahan pangan masyarakat yang - [Kilas Balik Pendampingan](https://binadesa.org/kilas-balik-pendampingan/) - Oleh : Ki Subekti* Konsep pendampingan di Indonesia erat dengan keberadaan Sekretariat Bina Desa, yang selanjutnya akan disingkat SBD. Pada periode tahun 1980 – 1990 Bina Desa udah memulai melakukan pergelokan pemikiran tentang pendampingan. Dipunggawai oleh empat sekawan yang secara langsung berhubungan dengan jaringan teman-teman aktifis gerakan rakyat, ialah Romo Dikjstra (alm/aktifis Katolik), Kartjono (alm/aktifis - [Meneguhkan Status Pengakuan Perempuan Nelayan](https://binadesa.org/meneguhkan-status-pengakuan-perempuan-nelayan/) - JAKARTA,BINADESA.ORG - Pengakuan atas profesi yang dijalani setiap orang merupakan hal yang biasa, namun tidak bagi para perempuan nelayan selama ini pekerjaan yang dilakukannya tidak terakui dalam catatan profesi yang tertera pada kolom Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudian pada Oktober 2017 angin segar terhembus seperti memberi harapan baru bagi para perempuan nelayan. Profesi yang selama - [Asmat: Sudut Lain](https://binadesa.org/asmat-sudut-lain/) - Judul buku : Yang Menyublim di Sela Hujan Pengarang : Fawaz Penerbit : Ea Books Tebal : 313 halaman ISBN : 978-602-1318-49-2 Presensi - [Merombak Sistem Pertanian](https://binadesa.org/merombak-sistem-pertanian/) - Oleh : Gunawan* Perubahan judul dalam Prioritas Progam Legislasi Nasional Tahun 2018, yaitu dari RUU tentang Perubahan UU 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman menjadi RUU Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, menunjukan semangatnya mengganti undang-undang bukan sekedar perbaikan dan pengaturan yang lebih komprehensif mengingat ada banyak undang-undang terkait pertanian, seperti UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, - [Dongkrak Produktivitas Padi dengan Nutrisi Alami Berbasis Sumberdaya Lokal](https://binadesa.org/dongkrak-produktivitas-padi-dengan-nutrisi-alami-berbasis-sumberdaya-lokal/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Di areal persawahan pantura terjadi trend penurun produksi padi dalam beberapa tahun terakhir ini, hal ini disebabkan oleh perubahan iklim yang tak menentu dan konidisi tanah yang sudah jenuh oleh bahan kimia atau miskin hara. Pemberian pupuk kimia yang berlebihan juga bukan meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman padi, tetapi justru merusak ekosistem - [Menyulap Sampah Menjadi Pundi-pundi Ekonomi](https://binadesa.org/menyulap-sampah-menjadi-pundi-pundi-ekonomi/) - TEMANGGUNG, BINADESA.ORG - Sampah sampai saat ini masih menjadi masalah utama bagi masyarakat karena seringkali melahirkan kesan buruk, seperti kumuh dan menjijikkan. Banyak usaha yang telah dilakukan sebagaian besar masyarakat untuk mengubah kesan itu salah satunya para Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Masyarakat mempunyai cara ampuh untuk mengeola sampah menjadi - [Constructive Engagement : Upaya Mencapai Tujuan Bersama](https://binadesa.org/constructive-engagement-upaya-mencapai-tujuan-bersama/) - BANGKOK, BINADESA.ORG - Untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas dalam melakukan advokasi kebijakan melalui Constructive Engagament, yang dapat diartikan secara bebas yaitu membangun hubungan kritis antara organisasi masyarakat sipil, pemerintah dan sektor privat. AsiaDHRRA menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Regional ke-3, dengan tema ‘Training-Workshop on Policy Advocacy Through Constructive Engagements and Private Sector’. 45 orang berkumpul selama - [Ruang Demokrasi Bagi Perempuan di Desa Masih Terancam](https://binadesa.org/ruang-demokrasi-bagi-perempuan-di-desa-masih-terancam/) - JAKARTA, BINADESA.ORG ­- Praktik penerapan demokratisasi dalam Undang-undang Desa (UU Desa) di berbagai daerah masih menjadi polemik. Dede Kusumayati bercerita kondisi demokrasi yang sebelah mata. Perempuan masih belum dilibatkan secara aktif dalam forum musyawarah membangun desa di Sukabumi, penuturannya dalam Diskusi Publik Suara dari Desa di Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018 lalu. Dede salah satu - [Potret Praktik Demokratisasi Desa](https://binadesa.org/potret-praktik-demokratisasi-desa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Dalam diskusi publik mendengar suara dari bawah “Potret Praktik Demokratisasi Desa” di Jakarta pada 29 Maret lalu hadir narasumber dari Lampung, ialah Saipudin, Kepala Desa Mulyosari, Pesawaran. Saipudin menyayangkan masyarakatnya yang masih pasif dalam membangun desa. Desa Mulyosari baru didirikan pada 19 November 2012, pemekaran dari Desa Gunung Rejo, Provinsi Lampung. Ia - [Polemik Surplus dan Impor Beras](https://binadesa.org/polemik-surplus-dan-impor-beras/) - Oleh : Syahroni, S.P* Awal 2018 publik terkejut dengan rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang akan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton. Padahal sudah 2 tahun terakhir ini (2016—2017) pemerintah mengklaim Indonesia berhasil bebas impor beras medium berkat program Upaya Khusus (Upsus). Impor hanya dilakukan untuk beras khusus seperti beras rendah indeks glikemik untuk kesehatan maupun - [Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa](https://binadesa.org/peran-masyarakat-kasepuhan-dalam-demokratisasi-desa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Berdeda dengan penerapan demokrasi di berbagai daerah lainnya, proses demokrasi masyarakat adat mempunyai cara dan proses sendiri. Aji Panjalau, pegiat JKPP dan pendamping masyarakat Kasepuhan Banten mengatakan masyarakat yang menganut adat melakukan musyawarah kepada tetua adat. Pemaparan ini disampaikan pada Diskusi Publik Mendengar Suara dari Desa pada Kamis, 29 Maret lalu di - [Jaga Ibu Bumi Lestari Tanpa Korupsi](https://binadesa.org/peringatan-hari-bumi-bumi-lestari-tanpa-korupsi/) - JAKARTA,BINADESA.ORG - Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional pada 22 April 2018, Koalisi Masyarakat Sipil Alam Lestari mengadakan aksi teatrikal dengan tema “Jaga Ibu Bumi: Stop Sampah Plastik, Stop Sampah Politik”. Aksi yang berlangsung di Bundaran HI ini menyerukan penolakan terhadap politisasi dan korupsi sumber daya alam, serta mendesak seluruh calon kepala daerah tidak menjadikan - [Tentang Pendaftaran Tanah](https://binadesa.org/tentang-pendaftaran-tanah/) - Salah satu titik pembahasan utama dalam RUU Pertanahan adalah pendaftaran tanah. Menurut hemat penulis, ada beberapa pokok pikiran tentang pendaftaran tanah yang belum diakomodir terkait dengan pembahasan pendaftaran tanah. Pertama, terkait dengan wilayah berlaku. Pendaftaran tanah di Indonesia haruslah berlaku pada seluruh tanah di Indonesia. Ego sektoral antara ATR/BPN dan KLHK haruslah dihentikan oleh RUU - [Belajar Bersama dengan Petani Kakao](https://binadesa.org/belajar-bersama-dengan-petani-kakao/) - FILIPINA, BINADESA.ORG – Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Gunung Kidul, melakukan kunjungan belajar pengolahan dan pemasaran kakao serta cokelat ke petani dan pengusaha sosial kakao di Filipina. Kunjungan yang difasilitasi oleh AsiaDHRRA dilaksanakan pada tanggal 19-24 Maret 2018. Enam petani kakao Ngudi Mulyo dan satu staf Bina Desa Affan Firmansyah menjadi peserta dalam kunjungan tersebut. Terdapat - [Stop dan Lawan Golden Rice](https://binadesa.org/stop-dan-lawan-golden-rice/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Revolusi hijau muncul dengan banyaknya benih-benih ajaib dari dapur-dapur penelitian yang dibayai oleh swasta bermodal uang besar, khususnya International Rice Research Institute (IRRI) yang dapurnya di Los Banos, Philipina. Salah satu hasil IRRI adalah IR-64, benih ajaib yang sangat populer di Indonesia. Benih-benih ajaib ini pula yang menghilangkan benih-benih nenek moyang yang - [Refleksi Persaudaraan Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan](https://binadesa.org/refleksi-perempuan-pedesaan-sulawesi-selatan/) - JENEPONTO, BINADESA.ORG - Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan Refleksi Persaudaraan di Desa Arungkeke, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Diikuti oleh 25 perempuan petani dan perempuan nelayan dari Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Kegiatan ini dilaksanakan oleh TiME Indonesia dan Bina Desa pada 24-26 April 2018. Rembug perempuan pedesaan di Sulawesi Selatan telah mendasari sebuah gerakan. Lebih - [Land Reform dari Masa ke Masa : Perjalanan Panjang Menjajaki Gunung Kebenaran](https://binadesa.org/land-reform-dari-masa-ke-masa-perjalanan-panjang-menjajaki-gunung-kebenaran/) - Judul Buku : Land Reform dari masa ke masa Penulis : Noer Fauzi Rachman Penerbit : Tanah Air Beta Ketebalan buku : XVIII + 164 Halaman, 14 x 21 cm Tahun terbit : - [Menemukenali Pedesaan dengan PRA (Participatory Rural Appraisal)](https://binadesa.org/menemukenali-pedesaan-dengan-pra-participatory-rural-appraisal/) - JAKARTA,BINADESA.ORG - Bina Desa dan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan bersama. Adapun kegiatan ini berupa pembekalan kepada mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang saat ini duduk di semester 6 guna melaksanakan kegiatan Praktikum 2 pada bulan Juli 2018. Materi pembekalan ini adalah pengenalan PRA (Participatory Rural Appraisal) sebagai salah satu - [Belajar Bertani Alami dari Teh Entin](https://binadesa.org/belajar-bertani-alami-dari-teh-entin/) - CIANJUR, BINADESA.ORG - Lima orang perempuan sedang sibuk ditengah sepetak sawah. Ditengah terik panas matahari dan kesibukan masing-masing yang mereka kerjakan lelah hilang ditengah obrolan yang terus berlangsung sampai pekerjaan usai. Disela-sela istirahat menjelang pulang, Rusmiati Hartini (42) dan empat temannya yang sedang duduk di bawah pohon kelapa bercerita mengenai pekerjaan sawah yang sedang ia - [Semua Orang adalah Pemimpin untuk Melakukan Transformasi](https://binadesa.org/semua-orang-adalah-pemimpin-untuk-melakukan-transformasi/) - BOHOL, FILIPINA, BINADESA.ORG - Pada April 2018 lalu, tiga staf Bina Desa (M Chaerul Umam, John Pluto Sinulingga, Kristina Pakpahan) menjadi peserta workshop RLEP (Regional Learning and Exchange Platform) ke-3 yang diadakan di Bohol, Philipina. Workshop dengan tema “using PAR in community organizing to advance PLD for food sovereignity” ini dihadiri oleh 5 negara di - [Cerita Pengorganisasian dari Filipina](https://binadesa.org/cerita-pengorganisasian-dari-filipina/) - FILIPINA, BINADESA.ORG - Organisasi petani TTIFA (Trinidad Talibon Intergrated Farmers Assosiation) adalah organisasi di Trinidad, Bohol, Filipina yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mempertahankan dan merebut kembali tanah mereka. Organisasi yang dibentuk pada tahun 1986 ini mengalami proses berhadapan dengan militerisme, pemerintah, perusahaan dan pelecehan, hingga berhasil menikmati tanah mereka sebagai bagian dari hidup mereka. - [Belajar Bersama untuk Membangun Desa](https://binadesa.org/belajar-bersama-untuk-membangun-desa/) - GUNUNGKIDUL, BINADESA.ORG - Kelompok Tani Ngudi Mulyo adalah organisasi tani di Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sebagai organisasi yang hidup di tengah masyarakat desa penting untuk tidak menjadi eksklusif. Itulah yang disadari bersama oleh pengurus Ngudi Mulyo. “Sesama organisasi desa bisa saling bekerja sama untuk membangun desa,” ucap pengurus Ngudi Mulyo, Sri Murtirahayu. - [Pilar Bangga Mbangun Desa Kabupaten Cilacap](https://binadesa.org/pilar-bangga-mbangun-desa-kabupaten-cilacap/) - CILACAP, BINADESA.ORG - Bertepatan pada tanggal 25 Juli 2018, Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melakukan Pembukaan Praktikum 2 yang bertempat di Aula Kecamatan Bantarsari. Peserta pembukaan Praktikum 2 Jurusan Kesejahteraan Sosial ini terdiri dari 47 orang diantaranya 38 orang mahasiswa (praktikan), 3 orang perwakilan Bappeda Kabupaten Cilacap, 1 - [Bank Dunia & IMF Mengisi Bahan Bakar dan Mengambil Untung dari Neo-Kolonialisme](https://binadesa.org/bank-dunia-imf-mengisi-bahan-bakar-dan-mengambil-untung-dari-neo-kolonialisme/) - Jakarta, BINADESA.ORG - Gerak Lawan kembali melakukan aksi protes melawan segala bentuk intervensi Bank Dunia terhadap Indonesia melalui berbagai proyek dan utangnya. Aksi protes ini dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2018 di tengah sosialisasi Environmental and Social Framework (ESF) dengan membentangkan spanduk bertuliskan “World Bank & IMF are Fuelling and Profitting from Neo-Colonialism”. Gerak Lawan - [Pertemuan Petani Pendidik Pertanian Alami](https://binadesa.org/pertemuan-petani-pendidik-pertanian-alami/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Pertemuan petani pendidik pertanian alami dilaksanakan pada tanggal 18 September s.d 21 September 2018 di Jakarta. Diikuti oleh 22 orang peserta yang berasal dari 9 provinsi (Sulsel, Sulteng, Sulbar, Jateng, Jatim, Jabar, Lampung, Sumbar, Nanggroe Aceh Darussalam). Masing – masing peserta membawa benih lokal untuk bertukar benih dan membawa produk lokal untuk - [Kampung Laut Kedatangan Puluhan Mahasiswa UIN JAKARTA](https://binadesa.org/kampungan-laut-kedatangan-puluhan-mahasiswa-uin-jakarta/) - CILACAP, BINADESA.ORG - Kampung Laut salah satu kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menjadi tujuan Mahasiswa UIN Syarief Hidayatullah Jakarta untuk melakukan Praktikum 2. Ini telah dimulai pada tanggal 25 Juli 2018. Pada tanggal itu pula dilakukan pembukaan dan penerimaan secara resmi peserta praktikum oleh pemerintah kecamatan dan pemerintahan empat desa yang ada di Kecamatan Kampung - [Panen Raya Padi Alami](https://binadesa.org/panen-raya-padi-alami/) - BANTAENG, BINADESA.ORG - 30 September 2018 Serikat Petani Alami Butta Toa (SPA) Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan menggelar Panen Raya Padi Alami yang dilaksanakan di Desa Rappoa, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan panen raya diawali dengan diskusi terkait petanian berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng yang dipandu oleh Nasirah (Ketua Komunitas Perempuan Pedesaan). Narasumber dalam diskusi ialah Sujarman - [Komunike Musyawarah : “Dunia-Warga Yang Melampaui Kuasa Bank” (World Beyond Banks)](https://binadesa.org/komunike-musyawarah-dunia-warga-yang-melampaui-kuasa-bank-world-beyond-banks/) - --“Persahabatan yang jujur adalah alat politik utama dari pergerakan kita”-- Yang kami hormati, Saudara-saudara Warga masyarakat Bali perempuan dan laki-laki yang tetap setia membela kesucian pulau & kehidupannya, Saudara-saudara Warga masyarakat di seluruh Indonesia yang terusir dari tanah ruang-tinggalnya atau rusak hidupnya oleh perluasan industri ekstraktif termasuk ekstraksi kayu dari hutan tropis, pertambangan, perkebunan besar, - [Bank Dunia, Tinggalkan Desa Kami!](https://binadesa.org/bank-dunia-tinggalkan-desa-kami/) - BALI, BINADESA.ORG - Bina Desa adalah organisasi yang telah bekerja bersama komunitas pedesaan yang beragam sejak 1975. Kami meyakini bahwa sumber insani pedesaan adalah kekuatan utama untuk membangun desa. Rakyat desa, dengan segala kelas dan kelompoknya memiliki pemahaman tentang desanya lebih baik daripada orang luar. Rakyat desa di Indonesia memiliki sistem mengelola desa yang telah teruji, - [Hajatan Kampong: Pembangunan yang Dipimpin Komunitas](https://binadesa.org/hajatan-kampong-pembangunan-yang-dipimpin-komunitas/) - Bantaeng, binadesa.org - Bina Desa adalah organisasi yang telah bekerja bersama dengan komunitas pedesaan yang beragam sejak 1975. Kami meyakini bahwa sumber insani pedesaan adalah kekuatan utama untuk membangun desa. Rakyat desa, dengan segala kelas dan kelompoknya memiliki pemahaman tentang desanya lebih baik daripada orang luar. Rakyat desa di Indonesia memiliki sistem mengelola desa yang telah - [Semangat Perempuan Pedesaan dalam Mengawali Hajatan Kampong](https://binadesa.org/3825-2/) - Bantaeng, binadesa.org - Hajatan Kampong telah dimulai, semangat para peserta telah menjadi pembuka dalam rangkai acara empat hari kedepan. Pembukaan pada hari ini dihadiri oleh Pemangku Adat Gantarangkeke, Ibu Lurah Gantarangkeke, dan masyarakat sekitar baruga turut hadir. Para peserta dari NTT, Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Sulawesi pun berkumpul dan bernyanyi lagu daerah salassae. Bina desa dihadiri - [Pernyataan Sikap Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan dan Bina Desa Terkait RUU Pertanahan](https://binadesa.org/pernyataansikapkspdanbinadesa/) - Dalam rangka Hari Tani Nasional Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan dan Bina Desa mengambil sikap politik untuk menolak upaya perubahan dengan alasan melengkapi dan menyempurnakan Undang-Undang Pokok Agraria 1960 (UUPA) melalui RUU Pertanahan karena RUU Pertanahan seharusnya melaksanakan UUPA 1960. Sikap penolakan ini adalah sebagai salah satu upaya menolak privatisasi dan liberalisasi pertanahan yang akan memberikan - [Sarasehan dan Pameran Produk Pertanian Alami : Ajak Masyarakat Bertani Alami](https://binadesa.org/sarasehan-dan-pameran-produk-pertanian-alami-ajak-masyarakat-bertani-alami/) - Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya produk pertanian yang sehat kembali tumbuh dan telah membuat sebagian petani kembali kepada praktek pertanian alami. Banyak yang mulai kembali memanfaatkan limbah kotoran hewan ternak dan sampah busuk yang diolah menjadi kompos. Komunitas ini mengusung istilah yaitu pertanian organik. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan - [Eksploitasi Perempuan Pekerja Budidaya Rumput Laut](https://binadesa.org/eksploitasi-perempuan-pekerja-budidaya-rumput-laut/) - Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Sepanjang pesisir mulai dari Kabupaten Pinrang sampai Kabupaten Luwu merupakan sentra penghasil rumput laut. Dilansir dari laman sindonews.com pada tahun 2017 total produksi rumput laut di Sulawesi Selatan mencapai 3.3 juta ton. Kabupaten Takalar menjadi produsen tertinggi, Kabupaten Luwu, Kabupaten Wajo dan kabupaten - [Peringatan Hari Pangan Sedunia](https://binadesa.org/peringatan-hari-pangan-sedunia/) - Yayasan Bina Desa Sadajiwa bersama Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan Sulawesi Selatan memeriahkan Hari Pangan Sedunia dengan menyelenggarakan seminar dan pameran produk hasil pertanian alami sesulawesi selatan. Seminar yang bertajuk "Membangun Solidaritas Pangan Nelayan dan Petani Dalam Mewujudkan kedaulatan Pangan" ini bertujuan untuk mengedukasi multi pihak terkait pentingnya kedaulatan pangan dan diharapkan pula masyarakat mampu berdaulat - [Jaringan Perempuan Pedesaan](https://binadesa.org/jaringan-perempuan-pedesaan/) - Berangkat dari permasalahan yang di hadapi oleh perempuan pedesaan di berbagai pelosok, yang berdampak pada para perempuan (perempuan petani dan perempuan nelayan) sampai pada titik merasa tidak berdaya. Bentuk ketidakadilan yang dialami oleh perempuan (petani dan nelayan) sangat mewarnai kehidupannya, beban ganda di laksanakannya seolah olah menjadi pekerjaan yang memang harus dikerjakan sesuai dengan kodratnya, - [Idoy : Berbagi Pengetahuan Pertanian Alami dengan Literasi](https://binadesa.org/idoy-berbagi-pengetahuan-pertanian-alami-dengan-literasi/) - Profesi bertani tidaklah populer dikalangan generasi milenial. Indonesia justru saat ini sedang mengalami krisis petani muda. Menurut data BPS tahun 2018, jumlah petani muda (usia kurang dari 25 tahun) yaitu sebanyak 273.839 yang terdiri dari 240.582 petani laki-laki dan 33.257 petani perempuan. Jumlah ini sangat berbeda jauh dengan usia diatasnya. Dilansir dari Tirto.id dalam riset - [Kongres Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara I](https://binadesa.org/kongres-jaringan-perempuan-pedesaan-nusantara-i/) - Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara merupakan sebuah organisasi perempuan yang diinisiasi oleh perempuan pedesaan diawali dengan kegiatan rembug perempuan pedesaan yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 2017 di Desa Paddinging Kab. Takalar Sulawesi Selatan oleh Bina Desa dengan TiME sebagai panitia pelaksana, pada pertemuan ini lahirlah sebuah deklarasi perempuan yang disebut “Deklarasi Pedass” (Deklarasi Perempuan Pedesaan - [Gayung Bersambut : Gugatan WTO Perihal Pangan Disambut Omnibus Law](https://binadesa.org/gayung-bersambut-gugatan-wto-perihal-pangan-disambut-omnibus-law/) - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Indonesia melalui panel Dispute Settelment Body (DSB) WTO dengan menuntut Indonesia membayar kepada negara tersebut senilai US$350 atau Rp. 5 trilyun karena (berasumsi!) telah dicurangi. Apa yang menurut Amerika Serikat sebagai tindakan curang adalah karena dalam sejumlah pasal Undang-undang sektor pangan menyebut frasa "dalam negeri". Frasa itu sendiri merujuk dan - [Usrek Bergerak Untuk Kedaulatan Pangan Para Petani](https://binadesa.org/usrek-bergerak-untuk-kedaulatan-pangan-para-petani/) - Menggorganisir petani akan Pertanian Alami tidak dilakukan atas dasar orientasi pasar akan tetapi atas dasar mewujudkan kedaulatan pangan - Usrek- Kemiskinan masih sangat melekat dengan para petani. Tidak jarang karena biaya pupuk yang mahal para petani harus rela berhutang pada saat musim tanam tiba dan baru bisa membayar pada saat musim panen. Jika panen gagal? - [Pernyataan Sikap JKSP Region Sumatera Terhadap Omnibus Law](https://binadesa.org/pernyataan-sikap-jksp-region-sumatera-terhadap-omnibus-law/) - Deli Serdang, 12 Maret 2020 - Kami organisasi rakyat yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan (JKSP) region Sumatera yang terdiri dari: SIMAB Aceh Barat, SHK Lestari Lampung, Koperasi Bangun Ekonomi Sedulur Sumatera Utara, KPMD Deli Serdang, Koperasi Mitra Sejati Simalungun, KPA Agam Sumatera Barat, SNSU Serdang Berdagai, Komunitas Mandiri Pangan Jambi, SPI Bengkulu, Ibnu - [Kekerasan terhadap petani di tengah Covid-19](https://binadesa.org/di-tengah-pandemi-covid19-dan-ancaman-krisis-pangan-perusahaan-perkebunan-dan-aparat-menggusur-dan-membunuh-petani-lahat/) - Dua Petani Tewas, Dua Kritis Pernyataan Sikap Komite Nasional Pembaruan Agraria Duka di wilayah konflik agraria kembali terjadi. Ditengah ancaman krisis pangan akibat wabah Covid19 yang semakin meluas, petani digusur perusahaan perkebunan sawit. Kabar yang diterima dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Sumatra Selatan dan Komite Reforma Agraria Sumatra Selatan (KRASS), PT. Artha Prigel menggusur - [Gerakan Pencegahan Covid-19 dari Desa Galeso](https://binadesa.org/gerakan-pencegahan-virus-corona-dari-desa-galeso/) - Virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok. Infeksi virus corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Virus ini menyebar ke seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO. Pada awal bulan Maret 2020 tepatnya tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus - [Komunitas SAC Mulai Mengembangkan Pertanian Alami](https://binadesa.org/komunitas-sac-pertanian-alami/) - Komunitas Saung Agraria Ciasihan (SAC) yang di Ketuai oleh Kang Ucu Permana adalah sebuah komunitas Petani Alami yang berlokasi di Kp. Gunung Menir, Desa Ciasihan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Komunitas SAC merupakan salah satu komunitas dampingan Bina Desa. Pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020 komunitas SAC mengadakan penanaman padi alami. Pertanian alami menjadi salah satu - [Perjuangan Keadilan Agraria : Inspirasi Gunawan Wiradi](https://binadesa.org/buku-perjuangan-keadilan-agraria/) - Judul Buku : Perjuangan Keadilan Agraria : Inspirasi Gunawan Wiradi Penyunting : Adi D. Bahri dan Mohammad Shahibuddin Penerbit : Bina Desa, Sajogyo Institute, AKATIGA, PSA IPB, STPN Press Ketebalan Buku : xvi +145 hal 15 x 23 cm Tahun Terbit : 2020 ISBN : 978-602-51260-5-5 Link Download : Perjuangan Keadilan Agraria : Inspirasi GWR - [Sauyunan Perempuan Petani Gelar Stand Pangan Desa](https://binadesa.org/sauyunan-gelar-stand-pangan-desa/) - Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) membuka stand pasar rakyat di desa Telagasari, Kadupandak kabupaten Cianjur (29/6). Kegiatan yang diprakarsai oleh Paguyuban Jembar Tani pimpinan bu Cicha tersebut bersamaan dengan acara pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi warga tiga desa di kecamatan Kadupandak yang meliputi desa Telagasari, Sukakerta dan Neglasari. Program BLT-Dana Desa sendiri - [Hadapi Dampak Covid-19, Pemuda Cempaka Populerkan Jimpitan](https://binadesa.org/hadapi-dampak-covid-19-pemuda-cempaka-populerkan-jimpitan/) - Menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 terhadap masyarakat pedesaan, komunitas Pemuda Cempaka di desa Sumber Rejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur mempopulerkan kembali tradisi jimpitan sebagai metode jaring pengaman sosial. Keputusan untuk melestarikan tradisi warisan leluhur tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah membincang riset aksi partisipatoris "Desa melawan Corona" baru-baru ini. Menurut Muhammad Nur Huda, koordinator - [Menyonsong Terbitnya Buku "Menanam di Ladang Ranjau"](https://binadesa.org/menyonsong-terbitnya-buku-menanam-di-ladang-ranjau/) - Undang-undang Nomer 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, selanjutnya disebut UU SBPB, merupakan pengganti dari Undang-undang No.12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman, yang sering disebut pula sebagai undang-undang benih. Selain UU ini juga terdapat UU Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) yang juga terkait benih. Meskipun UU SBT sudah lama ada tapi secara faktual - [Melestarikan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Pandemi](https://binadesa.org/melestarikan-tradisi-sedekah-bumi-di-tengah-pandemi/) - Sedekah Bumi adalah acara tradisi turun-temurun yang sudah dilaksanakan oleh warga masyarakat di Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas semua karunianya yang diberikan kepada warga. Salah satu Sesepuh Desa, Mbah Lapin, mengatakan bahwa sedekah bumi adalah simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat kepada - [Inisiatif Komunitas Sidomakmur di tengah Pandemi Covid-19](https://binadesa.org/inisiatif-komunitas-sidomakmur-di-tengah-pandemi-covid-19/) - Saat ini, pandemi virus covid-19 yang masih terus menghantui kehidupan masyarakat di Indonesia, juga mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di pedesaan. Hal ini pula yang dialami oleh salah satu komunitas di Dusun Plambang, Desa Pasrujambe, Kecamatan. Pasrujambe, Kabupaten. Lumajang, Jawa Timur yaitu Komunitas Sidomakmur. Apalagi saat ini Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat covid-19 tertinggi di - [Ritual Barikan Banyu Sumber](https://binadesa.org/ritual-barian-banyu-sumber/) - Oleh. Pasri Shodiq* Barikan atau bari’an merupakan istilah dari Bahasa Arab yang artinya bebas. Dalam hal ini yang dimaksud bebas itu adalah bebas dari berbagai marabahaya, wabah penyakit, malapetaka dan bala yang ada. Ritual Bari’an ini biasanya dilakukan secara rutin dalam waktu tertentu. Namun wujud ritual Bari’an sejatinya merupakan ritual yang berbentuk pemberian sedekah berupa - [Pandangan & Pernyataan Sikap Bina Desa Terhadap Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja](https://binadesa.org/pernyataan-sikap-pengesahan-undang-undang-cipta-kerja/) - Dengan dalih mendapatkan jalan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income country trap), penyederhanaan regulasi, penyediaan lapangan kerja, efisiensi birokrasi dan mendongkrak investasi, pemerintah mendorong lahirnya sebuah Undang-undang “sapujagat” Cipta Kerja dengan menggunakan metode penyusunan peraturan perundangan Omnibus Law. Sedikitnya terdapat 79 Undang-undang serta kurang lebih 1.229 pasal yang telah disesuaikan. Selain mengandung banyak - [Setia Pada Sumber: (Alm) Gunawan Wiradi di Mata Para Sahabat dan "Murid"nya](https://binadesa.org/setia-pada-sumber-alm-gunawan-wiradi-di-mata-para-sahabat-dan-muridnya/) - Telah terbit dan dapat di download ebook berjudul "SETIA PADA SUMBER: Kesaksian tentang Sosok dan Keteladanan Gunawan Wiradi" Penyunting: Ari Wibowo & Ahmad Jaetuloh, 2021 Buku ini merupakan kumpulan kesaksian dari keluarga, kolega, murid dan perwakilan organisasi yang mengetahui sejarah hidup Gunawan Wiradi (GWR). Kesaksian ini satu per satu digali, terutama ketika mengadakan doa bersama - [Diskusi Uji Coba Modul Pendidikan Kesetaraan, Keadilan Gender dan Inklusi Sosial](https://binadesa.org/diskusi-uji-coba-modul-pendidikan-kesetaraan-keadilan-gender-dan-inklusi-sosial/) - Pandemi tidak seharusnya menjadi penghambat untuk belajar, maka inilah yang menjadi dasar Yayasan Bina Desa untuk melanjutkan pembelajaran yang sejak tahun 2020 telah direncanakan. Uji coba Modul Pendidikan kesetaraaan gender ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti hasil diskusi terbatas (FGD) tentang “Draft Modul Pendidikan Kesetaraan dan Keadilan Gender dan Inklusi Sosial” yang telah dilaksanakan pada - [Sidang JR UU Ciptaker: Kuasa Presiden Diwakili 6 Menteri Minta Ditunda Karena Belum Siap.](https://binadesa.org/sidang-jr-uu-ciptaker-kuasa-presiden-diwakili-6-menteri-minta-ditunda-karena-belum-siap/) - Jakarta, 10 Juni 2021 - Persidangan Uji Formil dan Materiil Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja kembali digelar. Yayasan Bina Desa bersama-sama 14 lembaga lain yang tergabung dalam Koalisi Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) yang telah mengajukan Gugatan Uji Formil UU Cipta Kerja sejak 10 November 2020 lalu pun turut menghadiri sidang hari ini. - [KSP Bansr Gelar Konsolidasi Lingkar Tambang](https://binadesa.org/ksp-bansr-gelar-konsolidasi-lingkar-tambang/) - Komunitas Swabina Pedesaan Bansr (KSP BANSR) yang meliputi Bunta, Nuho dan Simpang Raya di Banggai Sulawesi Tengah, menggelar diskusi konsolidasi jaringan lingkar tambang, (14-15/6) . Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi tematik terpadu tentang UU Minerba tersebut dimaksudkan sebagai upaya konsolidasi kekuatan rakyat terutama yang berada di pedesaan untuk selanjutnya mengupayakan usaha-usaha advokasi sehubungan banyak - [Sidang MK Lanjutan: Presiden Ingkari Pernyataannya Sendiri, Minta Hakim Konstitusi Tolak Uji Materi UU Cipta Kerja](https://binadesa.org/sidang-mk-lanjutan-presiden-ingkari-pernyataannya-sendiri-minta-hakim-konstitusi-tolak-uji-materi-uu-cipta-kerja/) - Setelah aksi penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) berlangsung luas di wilayah Indonesia setahun yang lalu. Presiden Jokowi memberi pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan Bogor itu dengan disiarkan secara langsung lewat akun youtube Sekretariat Presiden per tanggal 09 Oktober 2020. Dalam pernyataannya Jokowi menyebut demonstrasi penolakan omnibus law UU Ciptaker berlangsung luas di wilayah - [SPA BUTTA TOA MELANJUTKAN KAYUH GERAKAN PERTANIAN ALAMI DI BANTAENG](https://binadesa.org/spa-butta-toa-melanjutkan-kayuh-gerakan-pertanian-alami-di-bantaeng/) - Sejak diawali dengan kunjungan beberapa pemuda dari Kabupaten Bantaeng ke desa Salassae untuk belajar pertanian alami, pertanian alami saat ini telah memperoleh statusnya sebagai sistem pertanian berkelanjutan untuk perwujudan kedaulatan pangan di Kabupaten Bantaeng. Sebagai gerakan yang digawangi oleh kaum muda, perkembagan pertanian alami memperoleh dukungan dari para pemangku kebijakan di Bantaeng. Puncaknya, Bupati Bantaeng - [Temu Mufakat Jaringan Pendidik Petani Alami Region-Sulawesi Selatan](https://binadesa.org/temu-mufakat-jaringan-pendidik-petani-alami-region-sulawesi-selatan/) - JAPPA adalah singkatan dari Jaringan Pendidik Petani Alami, yang terbentuk pada tanggl 25 september 2019 di Kabupaten Jeneponto, yang pada saat itu Irwan (SPPM) mendapatkan amanah sebagai kordinator JAPPA Sulawesi Selatan & Barat (SulSel-Bar). Pada tanggal 28 Juni 2021 lalu, JAPPA melakukan rapat kordinasi, hasil rapat kordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memekarkan wilayah untuk mengoptimalkan - [Kertas Posisi Komite Rakyat Untuk Transformasi Sistem Pangan Juli 2021: MENTRANSFORMASI SISTEM PANGAN BERORIENTASI KEDAULATAN PANGAN MELALUI GERAKAN RAKYAT](https://binadesa.org/kertas-posisi-komite-rakyat-untuk-transformasi-sistem-pangan-juli-2021-mentransformasi-sistem-pangan-berorientasi-kedaulatan-pangan-melalui-gerakan-rakyat/) - Kertas Posisi Komite Rakyat Untuk Transformasi Sistem Pangan Juli 2021 “MENTRANSFORMASI SISTEM PANGAN BERORIENTASI KEDAULATAN PANGAN” MELALUI GERAKAN RAKYAT Pandangan Masyarakat Sipil Indonesia terhadap KTT Sistem Pangan Dunia PBB PENDAHULUAN Dinamika sistem pangan nasional takkan terlepas dari adanya pengaturan pangan tingkat dunia yang aktor-aktornya saling berkaitan. Selama ini pengaturan pangan global yang sudah berada dalam - [Di Balai Pertanian Alami Galeso, Jaringan Pendidik Petani Alami (JAPPA) Sulawesi Barat Terbentuk](https://binadesa.org/di-balai-pertanian-alami-galeso-jaringan-pendidik-petani-alami-jappa-sulawesi-barat-terbentuk/) - Puluhan penggerak pertanian alami berkolaborasi membentuk Jaringan Pendidik Petani Alami (JAPPA) Sulawesi Barat. Kegiatan dilaksanakan di balai Pertanian Alami yang baru didirikan di Desa Galeso Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Sabtu 21/8/2021. Kordinator Kegiatan Musyawarah JAPPA Irwan menjelaskan, JAPPA merupakan salah satu lembaga pertanian alami dan akan berfokus pada proses pegembangan serta pendidikan pertanian alami - [Pelatihan Pengelolaan Hasil Perkebunan (Komoditas Sereh Wangi) 2021 - KSP Sidomakmur Cilacap](https://binadesa.org/pelatihan-pengelolaan-hasil-perkebunan-komoditas-sereh-wangi-2021-ksp-sidomakmur/) - (09/09/2021) - Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan kelompok tani Sidomakmur melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Hasil Perkebunan Komoditas Sereh Wangi. Kegiatan diikuti oleh seluruh anggota kelompok tani Sidomakmur dan kelompok tani binaan PokTan Sido Makmur. Dimana kegiatan berlangsung selama setengah hari. DisPaBun Kabupaten Cilacap menjelaskan pengolahan minyak atsiri yang berasal dari tanaman Sereh - [Menagih Janji Pemerintah, Penyintas Loli Raya Ditangkap dan Direpresif Aparat Donggala](https://binadesa.org/4236-2/) - Dok: mediasulawesi.id Binadesa.org - Donggala. Penyintas Gempa Bumi dan Tsunami Loli Raya diberitakan ditangkap Aparat Polres Donggala saat sedang melakukan aksi di sepanjang jalan Loli Tasiburi, Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Senin, 27 September 2021 lalu. Mereka ditangkap dalam kegiatan aksi untuk menagih janji Bupati Donggala untuk bertanggungjawab terhadap penyintas gempa bumi dan tsunami Palu - [Seminar Reforma Agraria STAM Cilacap: Mari Desak Pemerintah Laksanakan Keadilan Agraria](https://binadesa.org/seminar-ra-stam-cilacap/) - Cilacap, Bina Desa - Lahan adalah luas tanah yang bisa dimanfaatkan untuk penunjang hidup atau kebutuhan mahluk hidup. Bagi sebagian besar orang, Lahan (atau Land) seringkali disamakan dengan tanah. Dalam kenyataannya, lahan tidak selalu berupa tanah, karena dapat mencakup rawa, danau, atau bahkan lautan. Bagi masyarakat terutama para petani di Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten - [Press Release: Gugatan terhadap Uji Formil UU Cipta Kerja Dikabulkan MK](https://binadesa.org/press-release-gugatan-tim-kepal-terhadap-uji-formil-uu-cipta-kerja-dikabulkan-mk/) - Pada hari Kamis, 24 November 2021 lalu, gugatan tim KEPAL terhadap Uji Formil UU Cipta Kerja dikabulkan Mahkamah Konstitusi. MK telah menyatakan bahwa UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja cacat formil dan inkonstitusional bersyarat. Lebih lanjut, MK menyatakan bahwa tidak dibenarkan untuk mengambil tindakan atau kebijakan strategis dan berdampak luas, termasuk menerbitkan peraturan - [JKSP Sulteng Gelar Pemetaan Partisipatif](https://binadesa.org/jksp-sulteng-gelar-pemetaan-partisipatif/) - BINADESA - Jaringan komunitas Swabina Pedesaan (JKSP) region Sulawesi Tengah memulai hari pertama Pendidikan Pametaan Partisipatif bertempat di balai pertemuan KSP Sangurara, desa Pombewe, Sigi Biromaru, kabupaten Sigi (22/1). Kegiatan yang sedianya akan berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh 30 kader dari empat Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) di region Sulawesi Tengah seperti Bansr, SoPank, - [Pandangan & Pernyataan Sikap Bina Desa Atas Penindasan Terhadap Warga Wadas Melawan](https://binadesa.org/pandangan-pernyataan-sikap-bina-desa-atas-penindasan-terhadap-warga-wadas-melawan/) - Bina Desa - Pada Selasa, 8 Februari 2022, sejumlah warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo ditangkap oleh aparat kepolisian. Tindakan kekerasan dan penangkapan terjadi bersamaan dengan masuknya ratusan aparat kepolisian ke Desa Wadas untuk membackup BPN yang hendak melakukan pengukuran lokasi rencana penambangan material bagi Bendungan Bener. Sejak 2013, warga Desa Wadas merasa dirugikan dan - [Forum Pendidikan: Pertanian Alami Sebagai Wujud Nyata Kedaulatan Pangan oleh Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa](https://binadesa.org/forum-pendidikan-pertanian-alami-sebagai-wujud-nyata-kedaulatan-pangan-oleh-serikat-petani-alami-spa-butta-toa/) - Bantaeng, BINADESA.org - Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa asal Kabupaten Bantaeng terus konsisten untuk berkomitmen dalam menciptakan pangan yang sehat dan alami dengan kembali menggelar kegiatan Panen Raya Padi Alami di Desa Rappoa, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng pada Jum'at, 11 Febuari 2022 lalu. "Berbagai macam program dan jenis pangan Alami dan sehat masih terus - [Eksaminasi Publik Terhadap Putusan MK Uji Formil UU Cipta Kerja](https://binadesa.org/eksaminasi-publik-terhadap-putusan-mk-uji-formil-uu-cipta-kerja/) - Pada Kamis, 25 November 2021, Mahkamah Konstitusi membacakan putusan perkara pengujian formil Undang-Undang Cipta Kerja. Sesuai putusan, Undang-Undang Cipta Kerja harus diperbaiki dalam batas waktu dua tahun dengan putusan Inkonstitusional Bersyarat. Jika tidak berhasil diperbaiki, UU ini akan menjadi inkonstitusional permanen. Putusan MK tersebut membuktikan bahwa: (1) omnibus law sebagai metode, tahapan pembentukan UU Cipta - [Lokakarya Kaji Tindak Partisipatif Jaringan Belajar ILEP PLD NTT](https://binadesa.org/lokakarya-kaji-tindak-partisipatif-jaringan-belajar-ilep-pld-ntt/) - BINADESA - Jaringan Belajar Indonesia Learning Exchange Program (ILEP) - People Led Development (PLD) melaksanakan Lokakarya Kaji Tindak Partisipatif dan Workshop Videografi yang merupakan rangkaian pembelajaran secara menyeluruh mitra-mitra kerja jaringan Miserior di Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung selama 6 hari dengan melibatkan 6 mitra organisasi di seluruh Nusa Tenggara - [Kiai Sadrach, Pasamuwan Mardika dan Desa Swabina: Sebuah Refleksi Kemerdekaan](https://binadesa.org/kiai-sadrach-pasamuwan-mardika-dan-desa-swabina-sebuah-refleksi-kemerdekaan/) - Merefleksikan kemerdekaan Indonesia berarti kita berhenti sejenak untuk menengok masa lalu, merenungkan kondisi hari ini, dan merancang langkah perbaikan di masa depan. Langkah reflektif ini tepat, di tengah kondisi pulih dan bangkit dari pandemi yang belum usai, untuk melihat langkah-langkah apa saja yang sudah kita perbuat di tengah upaya pergerakan yang masih terbatas. Untuk itu, - [Anak Muda, Ayo Pulang ke Desa!](https://binadesa.org/anak-muda-ayo-pulang-ke-desa/) - Yang Lain, Saatnya Pastikan “Partisipasi Kaum Muda” Bukan Hanya Jargon Pemerintah Belaka. Disadur dari halaman daring Kamus Berbahasa Bahasa Indonesia (KBBI), muda/mu·da/ mempunyai beberapa makna, seperti: 1. belum sampai setengah umur; 2. belum sampai masak (tentang buah-buahan); 3. belum cukup umur (tentang tumbuhan, binatang); 4. belum sampai waktunya untuk dipetik (dituai dan sebagainya): buah - [TOT Kajian Kerentanan Iklim: Bumi Kuat, Pangan Sehat, Desa Berdaulat](https://binadesa.org/tot-kajian-kerentanan-iklim-bumi-kuat-pangan-sehat-desa-berdaulat/) - "Bak makan buah simalakama!" Begitu seorang peserta asal lumajang mendeskripsikan krisis akibat perubahan iklim yang terjadi. Dewasa ini, perubahan iklim santer sekali digaungkan. Tak hanya orang kota, orang desa pun nyata betul mengalami krisis-krisis iklim. Melihat keresahan ini, Bina Desa menjawab dengan mengajak 4 Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dari 4 Kabupaten di sepanjang Jawa dan - [Sartini Aisyah: Kebahagiaan itu Bernama Gerakan](https://binadesa.org/sartini-aisyah-kebahagiaan-itu-bernama-gerakan/) - “Gerakan itu kebahagiaan bagi saya, berorganisasi dan bergerak itu mengenalkan saya pada teman – teman baru, pengalaman baru, dan pengetahuan baru, dengan itu kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang” Sartini Aisyah ( Inisiator Taman Baca dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur, Karang Anyar) Dari Ibu Sartini, dan tentu saja perempuan lainnya juga saya - [Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim](https://binadesa.org/mengenal-wahyu-serikat-petani-alami-spa-butta-toa-dan-kelompok-petani-peneliti-muda-yang-melek-iklim/) - Hari masih gelap saat saya tiba di bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Ini sebenarnya bukan kali pertama saya berkunjung. Tapi perjalanan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, saya melakukan penelitian dalam masa profesional, bukan di Kota Makkassar tapi di Desa Rappoa. Desa dengan 2 topografi unik di Kabupaten Bantaeng. Bayangkan saja, dalam 1 - [Koalisi Masyarakat Sipil Gugat Aturan Bank Tanah ke Mahkamah Agung](https://binadesa.org/koalisi-masyarakat-sipil-gugat-aturan-bank-tanah-ke-mahkamah-agung/) - Sebanyak sebelas organisasi masyarakat sipil melakukan gugatan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64/2021 tentang Badan Bank Tanah ke Mahkamah Agung di Jakarta. Mereka menilai, aturan ini rawan menciptakan persoalan agraria dan bertentangan dengan UU Pokok Agraria Senin (13/2/23). Kesebelas organisasi tersebut diantaranya adalah Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sawit Watch Bina Desa, Indonesia Human Right Committee - [Bincang Syukuran 48th Bina Desa: Kiprah Bina Desa Dalam Pembangunan Pedesaan](https://binadesa.org/bincang-syukuran-48th-bina-desa-kiprah-bina-desa-dalam-pembangunan-pedesaan/) - [Img: keceriaan perayaan Bincang Syukuran 48th Bina Desa] Berdiri sejak 20 Juni 1975 Bina Desa merayakan hari jadinya yang ke-48 tahun. Sejak awal berdiri hingga saat ini, Bina Desa bertekad untuk tetap konsisten melakukan pemberdayaan kepada Insan Pedesaan demi mendorong benih-benih kemandirian, kedaya-mampuan dan terlindunginya hak-hak wong cilik pedesaan, perempuan dan kaum marginal pedesaan lainnya. - [DESA, KARTJONO, DAN BINA DESA](https://binadesa.org/desa-kartjono-dan-bina-desa/) - Pengantar Pembangunan pedesaan adalah salah satu agenda penting dalam pembangunan nasional di Indonesia. Hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah dan penduduk Indonesia berada di pedesaan. Pembangunan pedesaan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan demokrasi masyarakat desa, serta mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa, seperti kemiskinan, ketimpangan, marginalisasi, eksploitasi, konflik, dan lainnya. Pembangunan pedesaan - [UNDROP: Harapan Teguh atau Kenangan Lalu?](https://binadesa.org/undrop-harapan-teguh-atau-kenangan-lalu/) - Images by https://viacampesina.org/en/video-the-un-declaration-on-peasants-rights-undrop-explained/ Pada tanggal 24 Mei 2023 lalu, lima organisasi masyarakat sipil melakukan Seminar Nasional dengan tema “Menyeleraskan UNDROP ke dalam Kebijakan: Upaya Perlindungan Hak Asasi Petani dan Masyarakat Pedesaan di Indonesia”. United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas (UNDROP) atau Deklarasi PBB tentang Hak Asasi - [ASEAN Village Network: Penguatan Dan Dukungan Untuk Desa dari Ekonomi Hingga Lingkungan](https://binadesa.org/asean-village-network-penguatan-dan-dukungan-untuk-desa-dari-ekonomi-hingga-lingkungan/) - Dalam sebuah inisiatif terobosan untuk mensejahterakan komunitas-komunitas pedesaan, Jaringan Desa ASEAN (Asean Village Network - AVN.red) bertekad menjadi platform yang dinamis di mana desa-desa di negara-negara anggota ASEAN dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dibawakan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, AVN, bertujuan menjadi alat - [Peta Wilayah Adat Bobongko di Lipu Baulu Menuai Apresiasi](https://binadesa.org/𝗣𝗲𝘁𝗮-𝗪𝗶𝗹𝗮𝘆𝗮𝗵-𝗔𝗱𝗮𝘁-𝗕/) - Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Lungkong, kepulauan Togean, kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah peta wilayah adat Bobongko (22/8) Bertempat di pelataran sekretariat KSP di lipu (desa) Baulu, kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari proses pemetaan partisipatif atas wilayah adat Bobongko di lipu Baulu tersebut bertujuan untuk mensosialisasi dan memusyawarahkan peta final bersama para pemangku - [Perluas Komunitas, KSP Lungkong Berganti Nama Menjadi PIDATO](https://binadesa.org/𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂𝗮𝘀-𝗞𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝘁𝗮𝘀/) - [TOJO UNA-UNA] Setelah sehari sebelumnya menggelar Musyawarah Peta Wilayah Adat Bobongko yang dihadiri sejumlah tetua adat, tokoh masyarakat dan jaringan organisasi masyarakat adat, KSP Lungkong selanjutnya membuka rangkaian acara Kongres pertamanya. (22-23/8). Bertempat di lokasi yang sama dengan kegiatan musyawarah peta, kongres Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Lungkong Togean merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengorganisasian komunitas - [FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/fpar-pentingnya-dokumentasi-pengetahuan-bagi-perempuan-pejuang-kedaulatan-pangan/) - Pendokumentasian bagi perempuan pejuang kedaulatan pangan sangat penting dilakukan untuk mencegah dekonstruksi narasi besar sistem pangan yang dibangun oleh neoliberalisme yang terbukti tidak adil terhadap manusia dan alam, dan tidak berkelanjutan. Hal ini sering dialami oleh perempuan baik dalam internal (keluarga), maupun eksternal (masyarakat, penguasa, pemerintah, pihak swasta, bank-bank multilateral dan negara-negara maju) dengan mengeksklusi - [Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif](https://binadesa.org/belajar-dari-laos-menjaga-mengelola-kesuburan-tanah-dan-mengelola-hama-secara-alternatif/) - Pertanian memegang peranan penting bagi kehidupan manusia, tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menjadi sumber penting bagi negara sebagai tulang punggung perekonomian dan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada era globalisasi saat ini penting untuk mengetahui lebih dalam betapa penting dan vitalnya sektor pertanian dalam mencapai ketahanan pangan dan pembangunan yang berkelanjutan. Pada era revolusi - [Menggapai Mimpi bersama Kelompok Wanita Tani Makmur](https://binadesa.org/menggapai-mimpi-bersama-kelompok-wanita-tani-makmur/) - Oleh Sartini Aisyah Sebuah cerita inspiratif datang dari desa kecil di Jawa Tengah, telah mewakili semangat dan tekad perempuan dalam menghadapi tantangan dan menggapai aspirasi mereka. Kelompok Wanita Tani Makmur yang berdiri sejak tahun 2012, telah menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar. Terletak di bagian selatan Kabupaten Karanganyar, berbatasan - [SOPANK Selenggarakan Musyawarah & Konsolidasi Advokasi PA di Kabupaten Tojo Una-Una](https://binadesa.org/sopank-selenggarakan-musyawarah-konsolidasi-advokasi-pa-di-kabupaten-tojo-una-una/) - Tojo Una-Una, 30 Juni 2025 — Solidaritas Perempuan Kampung (SOPANK) bersama Bina Desa menyelenggarakan Musyawarah dan Konsolidasi Advokasi Pertanian Alami di Kabupaten Tojo Una-Una pada 28–30 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para petani, pegiat pertanian alami, serta organisasi akar rumput dalam upaya memperkuat gerakan kedaulatan pangan di tingkat lokal maupun nasional. - [PERNYATAAN SIKAP “NAVA ARUTALA”](https://binadesa.org/pernyataan-sikap-nava-arutala/) - Menyikapi situasi politik nasional akhir-akhir ini, terutama atas masifnya gerakan pro-demokrasi yang disuarakan rakyat dan direspons secara berlebihan oleh aparat, kami menyampaikan keprihatinan mendalam. Respons represif ini telah menimbulkan korban jiwa, termasuk seorang warga pengemudi ojol yang meninggal secara tragis setelah dilindas mobil Barakuda satuan Brimob Polri. Gelombang kekerasan aparat telah memicu kemarahan publik dan - [MEMBELA HAK PETANI, NELAYAN, DAN MASYARAKAT ADAT : KEPAL AJUKAN UJI MATERIL UU CIPTA KERJA](https://binadesa.org/membela-hak-petani-nelayan-dan-masyarakat-adat-kepal-ajukan-uji-materil-uu-cipta-kerja/) - Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) Jakarta, 19 September 2025. Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) sejak 2020 lalu konsisten melakukan serangkaian tindakan advokasi mengawal UU Cipta Kerja. Setelah sebelumnya melakukan permohonan uji formil UU Cipta Kerja, melakukan pemantauan dan pengaduan konstitusional atas pelanggaran putusan melakukan pemantauan pelanggaran putusan MK dalam perkara pengujian formil UU Cipta Kerja, - [Perjalanan perjuangan KPNS dalam menyelamatkan ekosistem laut dan mata pencaharian petani rumput laut di Arpal, Arungkeke dan Palajau.](https://binadesa.org/perjalanan-perjuangan-kpns-dalam-menyelamatkan-ekosistem-laut-dan-mata-pencaharian-petani-rumput-laut-di-arpal-arungkeke-dan-palajau/) - [Sejarah Hilangnya Kontrol Benih Dari Perempuan](https://binadesa.org/sejarah-hilangnya-kontrol-benih-dari-perempuan/) - Benih merupakan sumber kehidupan. Dari butiran-butiran kecil, benih akan menghasilkan bahan-bahan pangan yang dikonsumsi oleh manusia. Sehingga benih merupakan bagian yang sangat penting dalam sejarah budaya peradaban manusia di dunia sampai masa yang akan datang. Dan satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa perempuan memiliki kedekatan yang sangat erat dengan benih. Dengan pemilihan yang - [Perempuan, Peluh untuk Benih dan Pangan, “Multi Peran atau Multi Beban”](https://binadesa.org/perempuan-peluh-untuk-benih-dan-pangan-multi-peran-atau-multi-beban/) - (Sebuah tulisan pengingat untuk memperkuat konsolidasi perempuan) Perempuan dan sumber daya alam memiliki peranan penting dalam rantai produksi pangan yang melekat dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Sejak dimulainya peradaban dan masa prasejarah perempuan menjadi aktor yang bekerja sama dengan laki-laki baik sebagai peramu dan pemburu. Melalui sejumlah penelitian, termasuk hasil penelitian ilmuwan - [Merawat Benih Lokal Menjaga Kehidupan](https://binadesa.org/merawat-benih-lokal-menjaga-kehidupan/) - Indonesia dengan berbagai macam strategi kebijakan negara (pemerintah) di sektor pertanian sering menimbulkan masalah di kalangan petani. Masalah reforma agraria yang tidak terlaksana dengan baik, selain itu langka dan mahalnya pupuk menjadi persoalan pertanian. Tak hanya itu, persoalan benih yang tidak lagi terjamin kualitasnya karena pemanggku kebijakan yang hanya berorientasi proyek atau keuntungan (profit) dibanding - [Perempuan Dan Benih: Relung Sempit Dalam Ruang Pengetahuan Perguruan Tinggi](https://binadesa.org/perempuan-dan-benih-relung-sempit-dalam-ruang-pengetahuan-perguruan-tinggi/) - Oleh: Laksmi A. Savitri[1] Kristina Lolon, berusia 80 tahun, adalah perempuan penjaga benih leye (Jawa: jali-jali, nama ilmiah: Coix lacyma-jobi L). Ia tinggal di pulau Lembata, NTT, dan mengemban peran turun-temurun dalam keluarga Lamadike untuk melindungi benih leye dari kepunahan dengan cara tidak boleh mengonsumsi pangan pokok selain leye. Dengan begitu, keluarganya terus-menerus harus bertanam - [Perjanjian Internasional yang relevan dengan varietas tanaman, benih dan perlindungan Hak Petani](https://binadesa.org/perjanjian-internasional-yang-relevan-dengan-varietas-tanaman-benih-dan-perlindungan-hak-petani/) - Keterkaitan petani dengan benih dan keragaman tanaman tidak diragukan lagi. Selama ribuan tahun para petani dan masyarakat adat di seluruh dunia telah memilih benih terbaik dari panennya, menyimpannya, menanamnya kembali dan melakukan pemuliaan. Upaya tersebut telah melahirkan ribuan jenis tanaman, yang sekarang telah menyebar dan digunakan secara luas. Misalnya, tanaman jagung yang kita kenal sekarang - [Menilik Hilangnya Kontrol Perempuan Petani Atas Benih](https://binadesa.org/menilik-hilangnya-kontrol-perempuan-petani-atas-benih/) - “Kuasai minyak, maka engkau akan menguasai bangsa-bangsa. Kuasai pangan, maka engkau akan menguasai rakyat.” Henry Kissinger, penasihat keamanan nasional di era Presiden Amerika Serikat Richard Nixon. Pernyataan Henry Kissinger telah menjadi bukti nyata bahwa terjadi pada sistem pangan Indonesia saat ini. Tingginya beras impor pada tahun 2023 menjadi bukti bahwa petani Indonesia perlahan kehilangan kedaulatan - [Agama dan Pertanian](https://binadesa.org/agama-dan-pertanian/) - Majalah National Geographic, edisi Juni 2011, pernah mengulas tentang Candi atau Kuil Göbekli Tepe di Turki. Judul tulisan utama majalah itu demikian: The Birth of Religion, The World’s First Temple. Artikel ini menjelaskan secara panjang lebar bahwa dalam proses membangun peradaban manusia, agama dan pertanian merupakan hal yang penting. Apakah agama berada di depan atau - [Belajar Konservasi Benih Dari Dayak Meratus, “Pantangan Menjual Padi”](https://binadesa.org/belajar-konservasi-benih-dari-dayak-meratus-pantangan-menjual-padi/) - Sejak era Orde Baru, pembangunan pertanian bertumpu pada Revolusi Hijau dengan monokultur padi dan menjadi pangan pokok bagi seluruh penduduk Indonesia, di manapun berada. Berbagai jenis pangan lokal terpaksa harus menyerah, pola konsumsi masyarakat berubah. Padi menjadi pangan utama di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya serta memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Indonesia - [Petani Kecil di Pedesaan Hadapi Krisis Iklim: Riset Bina Desa Ungkap Tantangan dan Solusi Adaptasi](https://binadesa.org/petani-kecil-di-pedesaan-hadapi-krisis-iklim-riset-bina-desa-ungkap-tantangan-dan-solusi-adaptasi/) - Bina Desa | Keluarga petani kecil di pedesaan menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Diseminasi Hasil Riset Perubahan Iklim terhadap Keluarga Petani Kecil di Pedesaan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Desa secara daring via Zoom pada Selasa, 16 Desember 2025, menyoroti berbagai tantangan dan upaya adaptasi yang dilakukan komunitas - [Riset Penelitian Kepuasan dan Dampak Publikasi Bina Desa 2023-2025](https://binadesa.org/riset-penelitian-kepuasan-dan-dampak-publikasi-bina-desa-2023-2025/) - Unduh disini - [Kisah dari Lapangan: Cerita Perempuan Dalam Pendidikan Organisasi, FPAR dan Advokasi](https://binadesa.org/kisah-dari-lapangan-cerita-perempuan-dalam-pendidikan-organisasi-fpar-dan-advokasi-2/) - Unduh disini - [Perkuat Literasi dan Pertanian Berkelanjutan, Dana Mitra Tani Jajaki Kolaborasi dengan TBM Rumah Nalar](https://binadesa.org/perkuat-literasi-dan-pertanian-berkelanjutan-dana-mitra-tani-jajaki-kolaborasi-dengan-tbm-rumah-nalar/) - BULUKUMBA – Suasana hangat menyelimuti Sekretariat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Nalar di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Senin (26/1/2026) sore. Puluhan anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas literasi, mulai dari pendidikan keagamaan hingga pengenalan pertanian berkelanjutan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dana Mitra Tani, Sri Puswandi, bersama Ketua Koperasi Dana Mitra, Haica. Kunjungan - [Masa Depan Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/masa-depan-kedaulatan-pangan/) - Persoalan pangan dan agraria beberapa dekade terakhir tampak diabaikan oleh elit pengambil kebijakan. Kedaulatan bangsa yang salah satunya bisa dilihat dari kedaulatan pangan kini jauh panggang dari api. Kedaulatan yang berarti juga hak eksklusif atas kemandirian negara dalam menghormati, memenuhi dan menjaga keamanan dan ketahanan pasokan pangan rakyatnya. Kini diserahkan dengan brutal kepada institusi “anonim” - [Kegiatan Refleksi JKSP Regional Sumatera](https://binadesa.org/kegiatan-refleksi-jksp-regional-sumatera/) - Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan (JKSP) Regional Sumatera dibentuk untuk meningkatkan penguatan dan pengembangan JKSP selain itu guna mendorong agar peran Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) dapat lebih fokus dan terlibat aktif dalam pembangunan pedesaan secara mandiri dan berkelanjutan. Pada Januari tahun 2019 dibentuklah Komite dan pembagian wilayah menjadi regional Sumatera I dan II. Regional Sumatera I - [Kisah dari Lapangan: Cerita Perempuan Dalam Pendidikan Organisasi, FPAR dan Advokasi](https://binadesa.org/kisah-dari-lapangan-cerita-perempuan-dalam-pendidikan-organisasi-fpar-dan-advokasi/) - Kurun waktu Oktober 2023 - Agustus 2024, Bina Desa, bersama fasilitator lapangan dan komunitas di Gunung Kidul serta Kulon Progo, bekerja sama dengan Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara (JPP Nusantara) dalam melaksanakan berbagai program pendidikan yang dirancang untuk memperkuat keorganisasian dan penguatan komunitas. Program ini mencakup pendidikan Community Organizing yang bertujuan membekali komunitas dengan keterampilan untuk - [KSP Sangurara Selenggarakan Musyawarah dan Konsolidasi Advokasi Kebijakan Pertanian Alami di Sigi](https://binadesa.org/ksp-sangurara-selenggarakan-musyawarah-dan-konsolidasi-advokasi-kebijakan-pertanian-alami-di-sigi/) - Sigi – Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Sangurara bersama berbagai komunitas dan organisasi masyarakat sipil di Kabupaten Sigi menyelenggarakan Musyawarah dan Konsolidasi Advokasi Pertanian Alami. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi langkah awal membangun payung advokasi kebijakan pertanian alami di tingkat kabupaten. Pertanian alami yang selama ini - [Mendesak Tanggung Jawab dan Komitmen Politik Presiden dan DPR RI Membenahi Persoalan Struktural Agraria yang Menyebabkan Ketimpangan Sosial dan Ekonomi](https://binadesa.org/mendesak-tanggung-jawab-dan-komitmen-politik-presiden-dan-dpr-ri-membenahi-persoalan-struktural-agraria-yang-menyebabkan-ketimpangan-sosial-dan-ekonomi/) - PERNYATAAN SIKAPKOMITE NASIONAL PEMBARUAN AGRARIA (KNPA) Jakarta, 08 September 2025 Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) menyatakan keprihatinan pada situasi krisis politik dan demokrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang mengakibatkan ribuan orang ditangkap dan 10 orang warga-massa aksi meninggal. Tindakan anarkis dan brutal aparat keamanan dalam menangani aksi demonstrasi yang terjadi pada 40 kota/kabupaten di - [Petani Menggugat Sistem Budaya Bercocok Tanam](https://binadesa.org/128/) - Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman tengah disidangkan di MK (Mahkamah Konstitusi) untuk dilakukan peninjauan kembali (Judicial Review) oleh para petani. UU ini mengakibatkan semakin hilangnya benih lokal, dan petani jadi sangat tergantung dengan benih. Sementara jika petani ingin mandiri dan mengedarkan benih atau kegiatan pemulian benih, dianggap akan jadi masalah bagi - [NH. Dini, Bersuara Lewat Sastra](https://binadesa.org/nh-dini-bersuara-lewat-sastra/) - [quote]One is not born a woman, one becomes one.” Simone de Beauvoir, The Seceond Sex (1949) [/quote] Dalam pengantar buku The Second Sex, Simone de Beauvoir mengungkapkan bahwa pada zaman sekarang perempuan sedang dalam proses menuju pemulihan mitos feminisme. Mereka mulai menyatakan kebebasannya dengan cara terang-terangan. Tetapi, sebenarnya perempuan belum dapat menikmati kehidupan yang mereka - [Menebar Janji Menuai Import](https://binadesa.org/menebar-janji-menuai-import/) - Janji merevitalisasi sektor pertanian sampai janji melakukan reforma agrarian di awal kampanye, Rezim kali ini rupanya hanya menebar janji. Sampai akhir 2011, bukan janji yang ditepati tapi badai import yang merundung rakyat tani. Tidak hanya berakibat pada tingginya harga pangan, produsen pangan local yang sudah kewalahan dengan hidup sehari hari makin dibuat lumpuh oleh ketidakmampuannya - [Puisi-puisi ke Desa](https://binadesa.org/puisi-puisi-ke-desa-2/) - Ke Desa ‘Rangkota! Pernahkah tuan pergi ke desa, Menghirup bumi, Baru di cangkul menyegar rasa? Pernahkah tuan duduk di tengah ladang Dengan peladang bersenda-gurau, Menunggu jagung di dalam unggun Sebelum pacul kelak mengayun? Pernahkah tuan tegak di tepi sawah, Padi beriak menyibak sukma, Pipit bercicit, Riang haram bersusah? Pernahkah tuan lihat air - [Dari Basis](https://binadesa.org/dari-basis/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Minggu, tanggal 20 Juni 2010, Yayasan Bina Desa Sadajiwa (Bina Desa) berulang tahun yang ke-35. Dalam usia tersebut, dengan keterbatasan yang ada tapi penuh keberanian karena panggilan jiwa, antara lain hendak kami tandai dengan penerbitkan sebuah Jurnal. Tidak hendak berambisi namun juga penuh keteguhan, dalam lingkaran satu tahun, kami mulai - [Kertas Kebijakan Advokasi Pertanian Alami Karanganyar](https://binadesa.org/kertas-kebijakan-advokasi-pertanian-alami-karanganyar/) - Unduh Kertas Kebijakan disini - [Kertas Kebijakan Advokasi Pertanian Alami Klaten](https://binadesa.org/kertas-kebijakan-advokasi-pertanian-alami-klaten/) - Unduh Kertas Kebijakan disini - [Finalisasi Kertas Kebijakan dan Pendidikan Advokasi Bulukumba](https://binadesa.org/finalisasi-kertas-kebijakan-dan-pendidikan-advokasi/) - BULUKUMBA - Sebanyak tiga puluh orang anggota Jaringan Advokasi Petani Bulukumba berkumpul di Balai KSPS, Desa Salassae, dalam kegiatan bertajuk Finalisasi Kertas Kebijakan dan Pendidikan Advokasi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KSPS bersama Jaringan Advokasi Petani Bulukumba atas dukungan Bina Desa ini berlangsung selama tiga hari (23-26/5). Kegiatan dibuka dengan sesi finalisasi kertas kebijakan yang berlangsung - [Gotong Royong Membangun Kemandirian: Kisah Usaha Kolektif Petani Kampung](https://binadesa.org/gotong-royong-membangun-kemandirian-kisah-usaha-kolektif-petani-kampung/) - Di sebuah desa di Kecamatan Luyo, Kelurahan Batupanga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), suara cangkul yang berpadu dengan tawa para petani menjadi irama keseharian. Bukan sekadar bekerja di Ladang, mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar hasil panen: membangun kemandirian melalui usaha kolektif. Bagi para anggota Kelompok Petani Kampung (KPK), kerja bersama bukanlah hal - [Menyalakan Lentera Desa: Gerak Orang Muda dalam Menghidupkan Kedaulatan dan Kebudayaan Pedesaan](https://binadesa.org/menyalakan-lentera-desa-gerak-orang-muda-dalam-menghidupkan-kedaulatan-dan-kebudayaan-pedesaan/) - Di tengah derasnya arus modernisasi dan ekspansi kapitalisme agraria, desa kerap dipandang sebagai ruang yang tertinggal. Padahal, di sanalah sesungguhnya tersimpan kekayaan sosial, ekonomi, dan budaya yang menjadi fondasi penting bagi kedaulatan bangsa. Dari kesadaran itulah, Komunitas Swabina Pedesaan Lantera Sambaliwali (KSP Lantera Sambaliwali) hadir — sebagai ruang belajar, bergerak, dan berorganisasi bagi orang muda - [Jika Organisasi Tanpa Pemudi, Siapa yang Akan Menyulut Perubahan?](https://binadesa.org/jika-organisasi-tanpa-pemudi-siapa-yang-akan-menyulut-perubahan/) - Pemuda sering dijuluki sebagai agent of change—agen perubahan yang menjadi harapan bangsa untuk mendorong lahirnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan berdaya. Mereka tidak hanya berperan sebagai motor pembangunan, tetapi juga sebagai penjaga nurani sosial yang mengingatkan arah perubahan agar tetap berpihak pada rakyat. Namun, narasi tentang “pemuda” kerap terjebak dalam bayangan tunggal: laki-laki. Nama-nama besar - [Pertanian, Inovasi, dan Mimpi Hijau dari Desa Ngundi Mulyo](https://binadesa.org/pertanian-inovasi-dan-mimpi-hijau-dari-desa-ngundi-mulyo/) - Tumbuh sebagai remaja di desa yang sebagian besar warganya hidup dari pertanian membuat saya percaya bahwa tanah tempat kami berpijak menyimpan potensi besar untuk berkembang. Desa kami dikenal sebagai penghasil kakao dan padi yang melimpah. Namun, di balik hasil panen yang berlimpah itu, ada tantangan besar yang mengintai: semakin sedikit anak muda yang ingin menjadi - [Buletin 152](https://binadesa.org/buletin-152/) - DOWNLOAD BULETIN - [Menjemput Berkah dari Langit: Gerakan Panen Hujan di Desa Jatiroyo](https://binadesa.org/menjemput-berkah-dari-langit-gerakan-panen-hujan-di-desa-jatiroyo/) - Desa Jatiroyo di Karanganyar dikenal akan kesuburannya, dikelilingi hamparan sawah hijau dan kekayaan alam melimpah. Namun, di balik keindahan itu, warga menghadapi siklus yang penuh tantangan: saat musim hujan tiba, ancaman banjir kecil, tanah longsor, dan angin kencang kerap datang; sebaliknya, di musim kemarau, kekeringan melanda, membuat lahan retak dan hasil panen menurun drastis. Realitas - [Lokakarya Jaringan Belajar: Bergerak untuk Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/lokakarya-jaringan-belajar-orang-muda-bergerak-untuk-kedaulatan-pangan/) - Selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 13–16 Mei 2025, Hotel Amaris Hertasning Makassar menjadi ruang pertemuan bagi para pemuda dari berbagai komunitas pertanian di Sulawesi. Mereka berkumpul dalam Lokakarya Jaringan Belajar Pengorganisasian Orang Muda untuk Kedaulatan Pangan, sebuah inisiatif untuk memperkuat peran generasi muda dalam perjuangan kedaulatan pangan di tingkat komunitas. Menggali Isu, Membangun Koneksi - [ToT Kajian Pertanian Alami: Bertani Alami Untuk Rawat Ekologi dan Sajikan Pangan Sehat](https://binadesa.org/tot-kajian-pertanian-alami-bertani-alami-untuk-rawat-ekologi-dan-sajikan-pangan-sehat/) - "Apa hubungan pertanian alami dengan perubahan iklim? Ada yang punya pendapat?" Tanya Lily N. Batara dalam kelas. Kelas yang dimaksud adalah TOT Kajian Pertanian Alami yang merupakan kegiatan lanjutan dari TOT Kajian Kerentanan Iklim yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 lalu di Kabupaten Lumajang. Dalam kelas, kembali hadir 16 orang peserta yang berasal dari - [Pertanian Alami Pintu Masuk Pengorganisasian](https://binadesa.org/pertanian-alami-pintu-masuk-pengorganisasian/) - JENEPONTO, BINADESA.ORG - Kasmawati, tokoh perempuan di Desa Arungkeke, Jeneponto, Sulawesi Selatan mengundang Serikat Petani Alami Butta Toa untuk menjadi fasilitator dalam pendidikan pertanian alami di desanya. Awal dan Arman mewakili organisasi untuk berbagi pengalaman terkait pertanian alami. 20 orang berlatar belakang petani rumput laut, nelayan, dan petani sawah mengikuti rangkaian pendidikan pada 28 Juli - [Melepas Ketergantungan dengan Pertanian Alami](https://binadesa.org/melepas-ketergantungan-dengan-pertanian-alami/) - Gunung Kidul, BINADESA.ORG – Perkembangan zaman disatu sisi menjadikan petani sebagai kelompok yang tertindas, dalam arti luas ketertindasan ini dalam berbagai bentuk. Dari persoalan tidak mempunyai tanah, ketergantungan pupuk kimia, tidak memiliki daya tawar hasil panen, hingga tidak memiliki kekuatan dalam memberdayakan dirinya meskipun sebenarnya bisa, petani bisa melakukannya. Di beberapa wilayah ketergantungan pupuk kimia - [Pertanian Alami Memulihkan yang Telah Rusak](https://binadesa.org/pertanian-alami-memulihkan-yang-telah-rusak-2/) - -Untuk mengembalikan kedaulatan budaya tani ke tangan petani, salah satu cara yang dapat kita tempuh adalah melalui pertanian alami- Pertanian alami secara ekologis menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem serta kekayaan alam, mengembangkan ekonomi rumah tangga dengan kegiatan produksi yang mampu memberikan surplus dan mencukupi kebutuhan rumah tangga, sementara secara sosial, pertanian alami sesungguhnya membangun kemandirian - [Upaya Petani Desa Bangsal Kembali ke Pertanian Alami](https://binadesa.org/upaya-petani-desa-bangsal-kembali-ke-pertanian-alami/) - OGAN KOMERING ILIR, BINADESA.ORG - Desa Bangsal, Pampangan, Ogan Komerin Ilir, Sumatera Selatan terus berkomitmen menyadarkan petani untuk menerapkan pertanian alami berbasis sumber lokal. Hal ini terbukti, selang beberapa bulan tanggal 14 – 17 Oktober 2017 acara rembug desa dan pelatihan pertanian alami yg diadakan oleh Bina Desa dan INAgri bersama pemerintah Desa Bangsal. Kini - [Laporan Riset: Kapasitas Adaptif Pertanian Alami Terhadap Perubahan Iklim](https://binadesa.org/laporan-riset-kapasitas-adaptif-pertanian-alami-terhadap-perubahan-iklim/) - Unduh Laporan - [Lahirnya Serikat Perempuan Bajiminasa: Ruang Baru Untuk Perempuan Desa ](https://binadesa.org/lahirnya-serikat-perempuan-bajiminasa-ruang-baru-untuk-perempuan-desa/) - Fajar baru saja menyingkap kabut tipis di langit Desa Bajiminasa. Di sela-sela dinginnya pagi, terdengar suara ayam berkokok menandakan hari telah dimulai. Perempuan-perempuan desa yang selama ini tak kenal lelah, kembali disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Dari menyiapkan sarapan hingga mengurus anak-anak, begitu cepat waktu berlalu hingga tak terasa sore kembali datang. Namun di tahun - [Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara: Gerakan Solidaritas Perempuan Dari Desa Untuk Dunia](https://binadesa.org/jaringan-perempuan-pedesaan-nusantara-gerakan-solidaritas-perempuan-dari-desa-untuk-dunia/) - Jaringan Perempuan Pedesaan Nusantara (JPP Nusantara) merupakan jaringan atau perkumpulan perempuan pertama di Indonesia yang lahir dari gerakan perempuan pedesaan, yang didalamnya termasuk perempuan petani dan nelayan. Setelah melalui proses panjang membangun kesadaran kritis perempuan pedesaan terhadap banyak bentuk ketidakadilan gender akibat patriarki, budaya yang mengakar kuat dalam setiap aspek kehidupan pedesaan. Proses panjang yang - [Petani Kecil Cilacap Petakan Ancaman Iklim: Lokakarya Riset Dampak Perubahan Iklim pada Keluarga Petani Kecil](https://binadesa.org/petani-kecil-cilacap-petakan-ancaman-iklim-lokakarya-riset-dampak-perubahan-iklim-pada-keluarga-petani-kecil/) - Cilacap | Perubahan iklim kian nyata menghimpit kehidupan petani kecil di berbagai daerah. Untuk memetakan dampak langsung dari krisis iklim terhadap keluarga petani, Bina Desa bersama Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Sidamakmur menggelar Lokakarya Pengambilan Data Primer sebagai bagian dari rangkaian Riset Perubahan Iklim. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli - [Buletin 151](https://binadesa.org/buletin-151/) - DOWNLOAD BULETIN - [Buletin 150](https://binadesa.org/buletin-150-bina-desa/) - DOWNLOAD BULETIN - [Petani Klaten Audiensi ke DPRD dan Bupati: Desakkan Kebijakan Pro-Petani dan Dukungan Terhadap Pertanian Alami](https://binadesa.org/petani-klaten-audiensi-ke-dprd-dan-bupati-desakkan-kebijakan-pro-petani-dan-dukungan-terhadap-pertanian-alami/) - Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Sanggar Kebangsaan bersama Jaringan Advokasi Petani Klaten menggelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi para petani setempat, Rabu (12/6). Aksi ini merupakan bagian dari upaya advokasi untuk mendorong kebijakan daerah yang lebih berpihak kepada petani dan sistem pertanian berkelanjutan, diantaranya melalui pertanian - [Jaringan Petani Alami Polman Rancang Kertas Kebijakan](https://binadesa.org/jaringan-petani-alami-polman-rancang-kertas-kebijakan/) - Polewali Mandar – Di tengah suasana hujan Desa Bumi Mulyo, Kecamatan Wonomulyo, Sulawesi Barat, puluhan petani alami, aktivis muda dan pegiat literasi berkumpul selama tiga hari dalam Workshop Penyusunan Kertas Kebijakan dan Pendidikan Advokasi yang diselenggarakan oleh Serikat Petani Polewali Mandar (SPPM) dengan dukungan Bina Desa (28-30/5). Kegiatan ini bukan pertemuan rembug tani biasa. Sejak - [Laut yang Tak Lagi Ramah: Getirnya Perempuan Pesisir Jeneponto dalam Bayang-Bayang Industri Tambak Udang](https://binadesa.org/laut-yang-tak-lagi-ramah-getirnya-perempuan-pesisir-jeneponto-dalam-bayang-bayang-industri-tambak-udang/) - Jeneponto, Sulawesi Selatan – “Dulu laut memberi hidup, sekarang laut berubah. Airnya seperti kecap, rumput laut kami memutih, membusuk, dan gagal panen. Tapi siapa peduli?” ujar Syamsiah, seorang petani rumput laut dari Desa Arungkeke, dengan mata berkaca-kaca. Pernyataan itu bukan keluhan biasa. Itu adalah jeritan dari perempuan pesisir yang merasa diabaikan oleh negara dan dijepit - [Memperkuat Suara Petani: Konsolidasi Advokasi dan Pendalaman Kertas Kebijakan di Klaten ](https://binadesa.org/memperkuat-suara-petani-konsolidasi-advokasi-dan-pendalaman-kertas-kebijakan-di-klaten/) - Setelah melewati rangkaian kegiatan konsolidasi dan penggalian persoalan-persoalan pertanian di Kabupaten Klaten, serta penguatan kapasitas dan penyusunan kertas kebijakan, Sanggar Kebangsaan bersama Jaringan Advokasi Petani Klaten kembali melangkah lebih jauh. Pada tanggal 13 Mei, mereka menggelar forum bertajuk "Review Kertas Kebijakan dan Konsolidasi Advokasi" di Balai Sanggar Kebangsaan, Desa Sumber, Kecamatan Trucuk. Kegiatan ini bertujuan - [Laporan Baseline Survey Pertanian Alami Di Indonesia](https://binadesa.org/laporan-baseline-survey-pertanian-alami-di-indonesia/) - Unduh Laporan - [Kaum Muda Pedesaan Diajak Kembali Mengakar: Seminar Bina Desa Gali Isu Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Pangan Global ](https://binadesa.org/kaum-muda-pedesaan-diajak-kembali-mengakar-seminar-bina-desa-gali-isu-kedaulatan-pangan-di-tengah-krisis-pangan-global/) - Jakarta – Di tengah krisis iklim, dominasi korporasi pangan global, dan semakin terkikisnya ruang hidup petani, Bina Desa menggelar seminar “Pengayaan Kedaulatan Pangan bagi Kaum Muda Pedesaan”. Kegiatan ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan panggilan pulang bagi generasi muda untuk kembali mengakar pada tanah, komunitas, dan nilai-nilai kedaulatan atas hidup mereka sendiri. (20/03/2025). Seminar ini menghadirkan - [Pembebasan Kuota Impor Pangan oleh Prabowo Disebut Bakal ‘Bunuh’ Petani](https://binadesa.org/pembebasan-kuota-impor-pangan-oleh-prabowo-disebut-bakal-bunuh-petani/) - Channel9.id, Jakarta – Komite Rakyat untuk Transformasi Sistem Pangan (TERASI Pangan) mengkritik langkah Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor komoditas pangan. Sebab, secara konstitusionalitas pandangan ini bertentangan dengan UU Pangan dan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang mengatur pembatasan impor pangan dan komoditas agar tidak merugikan petani, nelayan, peternak dan pelaku usaha pangan skala kecil - [Kaum Muda Pedesaan Berdaya dengan Kampanye Digital](https://binadesa.org/kaum-muda-pedesaan-berdaya-dengan-kampanye-digital/) - 19-21 Februari 2025 – Puluhan kaum muda pedesaan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam sebuah pelatihan kampanye digital guna memperkuat advokasi dan meningkatkan keterampilan dalam penggunaan media sosial. Peserta berasal dari berbagai komunitas dan kelompok tani di Klaten, Jember, Karanganyar, Tojo Una-Una, Gunungkidul, Sigi, Polewali Mandar, Cilacap, Banjarnegara, Boyolali, Kudus, Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Lamongan, - [Mendorong Swasembada Pangan Melalui Pertanian Keluarga dan Diversifikasi Pangan Lokal ](https://binadesa.org/mendorong-swasembada-pangan-melalui-pertanian-keluarga-dan-diversifikasi-pangan-lokal/) - Pada tanggal 3 Desember 2024, di Hotel Grand Cemara Jakarta, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, mengungkapkan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dalam mencapai swasembada pangan di Indonesia. Dalam pidatonya, Tatang menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya akan mengoptimalkan pertanian korporasi, tetapi juga akan memberikan perhatian besar terhadap pertanian keluarga. Langkah - [Kekerasan Gender Pestisida Kimia, Risiko Terpapar Bagi Kesehatan Reproduksi](https://binadesa.org/kekerasan-gender-pestisida-kimia-risiko-terpapar-bagi-kesehatan-reproduksi/) - Download - [Buletin 147](https://binadesa.org/buletin-147/) - Download Buletin Bina Desa 147 - [Buletin 148](https://binadesa.org/buletin-148/) - Download Buletin Bina Desa 148 - ["Merawat Masa Depan Pangan: Kisah Petani dan Nelayan di Tengah Tantangan Sistem Korporasi" ](https://binadesa.org/merawat-masa-depan-pangan-kisah-petani-dan-nelayan-di-tengah-tantangan-sistem-korporasi/) - Jakarta, 3 Desember 2024, Hotel Grand Cemara menjadi saksi sebuah diskusi penting yang penuh semangat. Dalam Dialog Nasional Transformasi Sistem Pangan Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK), isu-isu besar mengenai masa depan sistem pangan Indonesia dibahas dengan mendalam. Tema utama dialog ini, Sistem Pangan Berbasis Korporasi versus Sistem Pangan Berbasis Pertanian Keluarga, - [Belajar Bersama AsiaDHRRA: Memahami Agroekologi, Advokasi Kebijakan dan Keterlibatan Konstruktif](https://binadesa.org/belajar-bersama-asiadhraa-memahami-agroekologi-advokasi-kebijakan-dan-keterlibatan-konstruktif/) - Pada 25 September - 6 Oktober 2023 Bina Desa bersama tujuh anggota Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) mendapatkan kesempatan belajar bersama dengan AsiaDHRRA yang bertajuk “Training on Agroecology and Policy Advocacy and Constructive Engagement”. Kegiatan ini juga diikuti oleh organisasi-organisasi jaringan AsiaDHRRA di beberapa negara antara lain Philipina, Kamboja, Thailand, Laos, Vietnam, dan Indonesia. Secara khusus, - [Membangun Masa Depan Sehat: Hari Gizi dan Makanan dengan Pemulihan Benih Tanpa Bahan Kimia](https://binadesa.org/membangun-masa-depan-sehat-hari-gizi-dan-makanan-dengan-pemulihan-benih-tanpa-bahan-kimia/) - Hari Gizi Nasional, yang dirayakan setiap tanggal 25 Januari, menjadi momen penting bagi Indonesia untuk merayakan dan mempromosikan pola makan sehat yang dimulai dari benih tanaman yang sehat dan bebas bahan kimia. Pemilihan bahan tanam yang baik dan bebas dari zat kimia menjadi dasar penting untuk menciptakan makanan berkualitas tinggi yang mendukung kesehatan masyarakat. Pentingnya - [5 Alasan Produk Pangan Hasil Pertanian Alami, Penting Untuk Dikonsumsi](https://binadesa.org/5-alasan-produk-pangan-hasil-pertanian-alami-penting-untuk-dikonsumsi/) - Pertanian konversi, seringkali merujuk pada praktik pertanian yang berfokus pada peningkatan hasil produksi dengan menggunakan teknologi modern dan bahan kimia sintetis, sedangkan pertanian alami lebih menekankan pada pendekatan organik dan berkelanjutan. Pertanian konversi, meskipun mampu memberikan hasil yang lebih tinggi dalam jangka pendek, sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti degradasi tanah dan pencemaran - [Regional Conference APEX: Memperkuat Gerakan Kedaulatan Pangan, Mengubah Sistem Pangan, Menegaskan Keadilan Iklim](https://binadesa.org/regional-conference-apex-memperkuat-gerakan-kedaulatan-pangan-mengubah-sistem-pangan-menegaskan-keadilan-iklim/) - Pada tanggal 20-23 November 2023 yang lalu, berlokasi di Maryhill Retreat Center, Taytay, Rizal, Philippines telah berlangsung Asian Peoples’ Exchange on Food Sovereginty and Agroecology (APEX) Regional Conference. Isu transformasi pangan dan krisis iklim sedang menjadi topik yang penting dalam berbagai forum-forum diskusi global dan pengambilan kebijakan di belahan dunia. Namun banyak dari forum-forum tersebut - [HTNM Gelar Pendidikan Advokasi Bagi Petani](https://binadesa.org/htnm-gelar-pendidikan-advokasi-bagi-petani/) - Himpunan Tani Ngudi Makmur (HTNM) menggelar pendidikan lobi dan advokasi yang diikuti oleh peserta dari 42 desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (12-14/12). Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo tersebut dibuka oleh Wagiyo selaku pimpinan HTNM didampingi Sukamto, pengurus HTNM yang sekaligus juga pengelola program FO4A yang sedang diimplementasi salah - [Bincang PLD: Urgensi Kebijakan Lokal untuk Pertanian Berkelanjutan](https://binadesa.org/bincang-pld-urgensi-kebijakan-lokal-untuk-pertanian-berkelanjutan/) - Jaringan ILEP-PLD NTT, Sumatera, dan Sulawesi menyelenggarakan Bincang Online dengan tema "Urgensi Kebijakan Lokal untuk Pertanian Berkelanjutan" pada Kamis, 28 Maret 2024. Diskusi ini menghadirkan perwakilan jaringan pertanian dari seluruh Indonesia, termasuk Serikat Petani Pasundan (SPP), untuk membahas pentingnya kebijakan lokal yang kuat dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Pentingnya Regulasi Lokal untuk - [Pencegahan Perdagangan Manusia dan Resiliensi Terhadap Kekerasan pada Anak, Perempuan, dan Disabilitas](https://binadesa.org/pencegahan-perdagangan-manusia-dan-resiliensi-terhadap-kekerasan-pada-anak-perempuan-dan-disabilitas/) - Dalam upaya memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan, Jaringan ILEP-PLD yang mencakup wilayah NTT, Sumatera, dan Sulawesi menggelar acara bincang online bertema, “Pencegahan Perdagangan Manusia dan Resiliensi Terhadap Kekerasan pada Anak, Perempuan, dan Disabilitas”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 3 April 2024. Diskusi yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bina Desa ini menjadi ajang bertukar - [Transformasi Sistem Pangan Berbasis Kedaulatan: Menjaga Pangan Lokal untuk Masa Depan](https://binadesa.org/transformasi-sistem-pangan-berbasis-kedaulatan-menjaga-pangan-lokal-untuk-masa-depan/) - Di tengah krisis pangan global dan perubahan iklim yang semakin nyata, tantangan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, sehat, dan berkelanjutan bagi semua orang semakin mendesak. Dalam kondisi ini, konsep kedaulatan pangan mulai dipandang sebagai solusi yang tak hanya praktis, tapi juga berpihak pada kesejahteraan petani lokal dan keberlanjutan lingkungan. Kedaulatan Pangan: Apa Bedanya dengan - [Pemasaran Bersama : Untuk Kehidupan Keluarga Tani Yang Lebih Berkualitas](https://binadesa.org/pemasaran-bersama-untuk-kehidupan-keluarga-tani-lebih-berkualitas/) - KADUPANDAK, BINADESA.ORG - Dalam usaha pemasaran bersama, perencanaan lahan merupakan suatu keharusan agar produksi komunitas dapat lebih terorganisir. Karena itu pada tanggal 20-22 Desember 2017 yang lalu, Sauyunan Perempuan Petani Binangkit di Kadupandak, Cianjur bersama dengan Bina Desa mengadakan pendidikan "Perencanaan Lahan dan Pemasaran Bersama" yang diikuti oleh sekitar 20 perempuan petani anggota Sauyunan dari - [Inisiatif Komunitas Swabina Pedesaan Sallasae Dalam Menyelenggarakan Kemah Pemuda](https://binadesa.org/inisiatif-komunitas-swabina-pedesaan-sallasae-dalam-menyelenggarakan-kemah-pemuda/) - Febuari 2023 lalu, pemuda tani bulukumba bernyanyi diiringi hujan yang mengguyur di tepi Sungai Kantang yang membelah dua kecamatan di Kabupaten Bulukumba. Disinilah anak-anak muda ini juga melaksanakan kegiatan berkemah. Di tengah gemuruh modernisasi dan kesibukan sehari-hari, nilai-nilai tradisional seperti diskusi, semangat gotong royong, dan interaksi antar warga sering kali terabaikan. Namun tidak dengan anak-anak - [Pestisida Kimia dan Kekerasan Terhadap Perempuan](https://binadesa.org/pestisida-kimia-dan-kekerasan-terhadap-perempuan/) - https://www.youtube.com/watch?v=xxz9ZfDpgaA \"Sejak tahun 1998, tanggal 3 Desember sebagai Hari Tanpa Penggunaan Pestisida Internasional juga menandai peringatan bencana Bhopal pada tahun 1984. Insiden yang melibatkan bahan kimia yang dapat dicegah ini dianggap sebagai salah satu kecelakaan industri terburuk dalam sejarah. Lebih dari setengah juta orang terpapar gas beracun dari pabrik pestisida yang dioperasikan oleh Union Carbide - [Deklarasi Rembug Rakyat Laut: Rakyat Berdaulat Menjaga Laut Bersama](https://binadesa.org/deklarasi-rembug-rakyat-laut-rakyat-berdaulat-menjaga-laut-bersama/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Nelayan tradisional dan rakyat di pesisir dan pulau kecil mendapat ancaman global berupa upaya menjual lautan sebagai finansialisasi dan privatisasi lautan dengan selubung menjaga laut. Upaya tersebut secara campur aduk disebut sebagai ekonomi biru yang hari ini mulai didiskusikan tanpa partisipasi penuh rakyat nelayan dalam “Our Ocean Conference.” Acara tersebut dihadiri oleh pemerintah - [HARI PANGAN SEDUNIA: IMPOR BERAS 2023 BUKTI NYATA INDONESIA GAGAL SISTEM PANGAN](https://binadesa.org/hari-pangan-sedunia-impor-beras-2023-bukti-nyata-indonesia-gagal-sistem-pangan/) - Potensi kerawanan pangan khususnya pangan pokok beras yang harganya melonjak beberapa bulan terakhir menjadi alasan pemerintah melakukan pengadaan beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) melalui jalur importasi dengan volume penugasan impor yang terbilang sangat besar, yakni mencapai 3,5 juta ton. Jika penambahan impor sejumlah 1,5 juta setelah sebelumnya Bulog telah ditugaskan melakukan impor sejumlah 2 - [Pertanian Keluarga: Solusi untuk Krisis Pangan dan Energi di Era Pemerintahan Baru](https://binadesa.org/pertanian-keluarga-solusi-untuk-krisis-pangan-dan-energi-di-era-pemerintahan-baru/) - Dalam beberapa tahun terakhir, isu pangan dan energi semakin mendesak di Indonesia, terlebih dengan adanya krisis global yang mengancam ketahanan nasional. Banyak yang mengajukan solusi teknologi canggih untuk mengatasi masalah ini, namun di balik semua itu, ada satu model yang sudah lama diterapkan oleh masyarakat pedesaan dan kini mulai diakui sebagai solusi utama: pertanian keluarga. - [Buletin 149](https://binadesa.org/buletin-149/) - Download Buletin 149 - [Perjuangan Panjang Melestarikan Benih Pangan Lokal](https://binadesa.org/perjuangan-panjang-melestarikan-benih-pangan-lokal/) - Foto: Petani dampingan dan umbi-umbian Kei Ungu. Doc: Yakines 2020 Perempuan dan benih merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menjamin kehidupan yang berkelanjutan. Berdasarkan perjalanan panjang itu, saya belajar tentang kemiskinan perempuan pedesaan dan hak-hak mereka yang telah tercerabut oleh kemajuan dan perubahan yang mengakibatkan perempuan hilang dari peran utamanya sebagai pelestari pangan - [Podcast Pangan dan Gizi](https://binadesa.org/podcast-pangan-dan-gizi/) - https://www.youtube.com/watch?v=wiZz-Rikn_g&t=89s Sejak Revolsui Hijau, input-input pertanian secara kimiawi digunakan untuk menunjang pertumbuhan tanaman khususnya pangan agar berpoduktif secara maksimal. Ditambah lagi dengan tingginya permintaan akan pangan sering kali menuntut pertanian konvensional untuk menggunakan lebih banyak input berbahan kimia guna meningkatkan produksi. Sayangnya, pendekatan ini sering kali berdampak negatif pada kandungan gizi hasil pertanian. Penggunaan bahan - [Lowongan: Staf HRD](https://binadesa.org/lowongan-staf-hrd/) - Lowongan Staf HRD Bina Desa Bina Desa adalah Organisasi Non Pemerintah yang memiliki kepedulian utama pada bidang pengembangan sumber insani pedesaan di Indonesia. Di tingkat regional, Bina Desa dikenal juga sebagai InDHRRA kepanjangan dari Indonesian Secretariate for the Development of Human Resources in Rural Areas. Bina Desa sangat mendukung proses pengorganisasian komunitas pedesaan dan prakarsa - [Dialog Publik dan Diskusi Media](https://binadesa.org/4206-2/) - Pada hari Kamis tanggal 12 Agustus 2021, Mahkamah Konstitusi telah menggelar sidang pengujian formil UU Omnibus law Cipta Kerja dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang diajukan oleh PEMOHON yang terdiri dari gabungan 15 organisasi masyarakat yaitu Serikat Petani Indonesia, Yayasan Bina Desa Sajadiwa, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Serikat Petani Kelapa Sawit, Perkumpulan Pemantau Sawit - [Release Pers: Mengawal Demokrasi, Mengawal Konstitusi. Batalkan Omnibus Law!](https://binadesa.org/release-pers-mengawal-demokrasi-mengawal-konstitusi-batalkan-omnibus-law/) - Release Pers: Mengawal Demokrasi, Mengawal Konstitusi. Batalkan Omnibus Law! Komite Pembela Hak Konstitusional (KEPAL) Jakarta, 10 Juni 2021 - Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), sejak masuk dalam Prolegnas pada 22 Januari 2020 sampai dengan pengundangannya pada tanggal 2 November 2020, hanya memakan waktu kurang dari satu tahun. Proses cepat - [Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H](https://binadesa.org/selamat-hari-raya-idul-fitri-1442-h/) - Segenap staff dan pengurus Yayasan Bina Desa menghaturkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H Semoga amal ibadah yang kita laksanakan sepanjang bulan Ramadhan kemarin diterima dan dilimpahkan berkah hingga kelak bertemu bulan Ramadhan selanjutnya. - [Tunduk Pada WTO, Omnibus Law Ancam Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/tunduk-pada-wto-omnibus-law-ancam-kedaulatan-pangan/) - Jakarta, 12 Maret 2020 - Omnibus Law “melucuti” empat undang-undang penting sektor pangan yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, UU No. 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta UU No. 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura sebagai jawaban atas Putusan World Trade - [Rakyat Pesisir & Kedaulatan atas Pangannya](https://binadesa.org/rakyat-pesisir-kedaulatan-atas-pangannya/) - Yayasan Bina Desa Sadajiwa bekerjasama dengan TiME Butta Lamberang dan Kelompok Nelayan Sipitangngari melaksanakan Workshop Kedaulatan Pangan Pesisir di Desa Arungkeke Kabupaten Jeneponto, Sulwesi Selatan pada tanggal 23-26 Oktober 2019. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 peserta dari Desa Pesisir yakni Desa Laikang, Topejawa, Banyuanyara, Pulau Tanakeke, Arungkeke, Arungkeke Pallantikang, Palajau, dan Rappoa. Masing-masing dari Kab. - [Mengayuh SEPEDA dari Pantai Mampie hingga ke Desa](https://binadesa.org/mengayuh-sepeda-dari-pantai-mampie-sampai-galeso/) - Tepi Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar selama 4 hari diramaikan kehadiran oleh para anak muda dari berbagai daerah. Mulai dari tanggal 17–21 Desember 2019 para peserta ini akan terlibat dalam Pendidikan Pengorganisasian untuk penyelenggaraan pertama. Pendidikan Pengorganisasian ini dihadiri dari berbagai komunitas antara lain dari Palopo, Luwu, Pinrang (Sulawesi Selatan), Mamasa, - [Buletin Bina Desa (136/XXXVIII/2019)](https://binadesa.org/buletin-realitas-petani-dalam-politik-pembangunan/) - Download Buletin Bina Desa 136 - [Lowongan Kerja untuk Staf Advokasi Sosial dan Jaringan](https://binadesa.org/lowongan-kerja-untuk-staf-advokasi-sosial-dan-jaringan/) - Yayasan Bina Desa adalah salah satu LSM Indonesia tertua yang bekerja pada pemberdayaan sosial dan pengorganisasian masyarakat miskin pedesaan. Selain itu, advokasi kebijakan tentang keagrariaan yang berperspektif keadilan gender adalah salah satu program utama yang sedang kami kerjakan. Untuk meningkatkan program kami agar lebih bermanfaat bagi masyarakat yang kami layani, staf yang cakap adalah kebutuhan - [Lowongan Staf Monitoring dan Evaluasi](https://binadesa.org/lowongan-staf-monitoring-dan-evaluasi/) - Bina Desa adalah Organisasi non Pemerintah yang memiliki kepedulian utama pada bidang pengembangan sumber insani pedesaan di Indonesia. Di tingkat regional, Bina Desa dikenal juga sebagai InDHRRA kepanjangan dari Indonesian Secretariate for the Development of Human Resources in Rural Areas. Bina Desa sangat mendukung proses pengorganisasian komunitas pedesaan dan prakarsa lain di tingkat lokal dalam - [Pengelolaan Keuangan Keluarga](https://binadesa.org/pengelolaan-keuangan-keluarga/) - LUMAJANG, BINADESA.ORG - Pada 26 – 28 Januari 2019 telah dilaksanakan Pendidikan Manajemen Keuangan Keluarga dan Organisasi di Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur. Dihadiri 34 orang dari organisasi yang tergabung dalam KSP Region Jawa Timur, yaitu Serikat Petani Ungkalan, Paguyuban Sidomakmur, SL Sekar Tani, SL Sinar Benowo, PPNI Surabaya, dan PPNI Gresik. Perwakilan dari Bina Desa, - [Pendidikan Advokasi](https://binadesa.org/pendidikan-advokasi/) - Aceh Barat, BINADESA.ORG – Pada tanggal 7-9 Januari 2019 dilaksanakan pendidikan advokasi di Aceh Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh 24 peserta dari 8 organisasi (SPI Lampung, SHK Lestari, GDM Lampung, Ibnu Fallah, KPA Agam, SNSU, FSNN, SIMAB). Pendidikan advokasi dilakukan bukan hanya sebatas ruang untuk belajar tetapi juga menjadi ruang tukar pengetahuan dan pengalaman antar - [Our Ocean Conference: Menyelamatkan Laut Dengan Menjual ?](https://binadesa.org/our-ocean-conference-menyelamatkan-laut-dengan-menjual/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi bertajuk "Our Ocean Conference" (OOC 2018) pada 29-30 oktober 2018 di Bali. Konferensi tersebut diselenggarakan setiap tahun oleh pemerintah, bersama dengan perusahaan dan lembaga internasional. Mereka berkumpul untuk mendorong berbagai macam agenda eksploitasi terhadap laut seperti Ekonomi Biru, Revolusi Biru, Pertumbuhan Biru, ... atau dalam istilah lain finansialisasi - [Dunia Tanpa IMF-Bank Dunia: Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Keadilan Sosial](https://binadesa.org/dunia-tanpa-imf-bank-dunia-wujudkan-kedaulatan-pangan-dan-keadilan-sosial/) - BALI, BINADESA.ORG - Gerak Lawan sebagai aliansi strategis kelompok masyarakat sipil memanggil Rakyat Indonesia untuk Menggugat : Kehidupan tanpa Bank Dunia, wujudkan kedaulatan pangan dan tegakkan keadilan sosial. Gugatan rakyat adalah respon terhadap agenda pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF dimana Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah bagi pertemuan tersebut yang dimulai hari ini 10 sampai - [Usaha Bersama untuk Kemandirian Ekonomi Komunitas](https://binadesa.org/usaha-bersama/) - TAKALAR, BINADESA.ORG - Pada tanggal 15 September 2018, TiME melaksanakan kegiatan berbagi pembelajaran terkait kewirausahaan dan pemasaran bersama" di Bonto Panno Desa Paddinging Kec. Sanrobone kab. Takalar. Pertemuan ini dilakukan setelah perwakilan dari TiME mengikuti pendidikan kewirausahaan dan pemasaran bersama di bogor lalu. Pertemuan ini dihadiri oleh 13 perempuan dari pengurus TiME, SEPAKAT dan Balai - [Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Petani Menuju Kemandirian Ekonomi Komunitas  ](https://binadesa.org/peningkatan-kapasitas-kewirausahaan-petani-menuju-kemandirian-ekonomi-komunitas/) - CIASIHAN, BINADESA.ORG - Gerakan pedesaan di tingkat akar rumput memiliki dinamika yang beragam. Kekuatan individu dan arah tujuan organisasi bertemu dengan kondisi eksternal serta regulasi-regulasi yang berpengaruh menyebabkan organisasi dapat bertumbuh maju, stagnan atau bahkan menghilang. Untuk menjamin bahwa organisasi dapat terus bergerak, salah satu faktor yang mendukungnya adalah organisasi mampu mandiri secara finansial. Beberapa - [Buletin Bina Desa (135/XXXVI/2018)](https://binadesa.org/buletin-bina-desa-135-xxxvi-2018/) - [Buletin Bina Desa (134/XXXVI/2018)](https://binadesa.org/buletin-bina-desa-134-xxxvi-2018/) - Perempuan pedesaan juga mengalami penindasan secara berlapis. Perempuan tani seringkali mengalami kekerasan dalam bentuk pemaksaan menggunakan benih/pupuk/pestisida tertentu buatan pabrik serta menggantikan peran mereka dengan teknologi baru atau mesin yang dirancang tidak untuk perempuan. Pada buletin edisi 134 ini mengangkat tema dinamika kemandirian perempuan pedesaan, dengan semangat persaudaraan perempuan, kita wujdukan kehidupan yang berkeadilan. Selamat - [Mahasiswa UIN Jakarta Belajar Bersama dengan Komunitas](https://binadesa.org/mahasiswa-uin-jakarta-belajar-bersama-dengan-komunitas/) - CILACAP, BINADESA.ORG - Prodi kesejahteraan sosial (kessos) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tengah melangsungkan kegiatan praktikum dua di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan praktikum dua tersebut dilaksanakan di dua kecamatan, yaitu kecamatan Bantarsari dan Kecamatan Kampung Laut. Kegiatan praktikum dua dilaksanakan untuk memenuhi syarat praktik yang harus dilakukan oleh mahasiswa kesejahteraan sosial untuk mencapai gelar starata 1. - [Membangun Ekonomi yang Adil dan Berdaulat](https://binadesa.org/membangun-ekonomi-yang-adil-dan-berdaulat/) - JEPARA, BINADESA.ORG - Dewasa ini, kewirausahaan sosial banyak berkembang di Indonesia. Tidak seperti bisnis pada umumnya, kewirausahaan sosial tidak hanya meraup untung, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk memperkuat gerakan akar rumput komunitas di pedesaan perlu dibekali dengan pendidikan. Salah satunya pendidikan kewirausahaan sosial yang dilaksanakan di IKADA wisata (Rintisan Wisata Edukasi) di Dukuh Banjarjo, - [Membangun Organisasi Rakyat yang Kuat](https://binadesa.org/membangun-organisasi-rakyat-yang-kuat/) - PEMALANG, BINADESA.ORG - Bagi masyarakat, petani, nelayan dan komunitas perempuan pedesaan penting mengorganisasikan diri sendiri untuk menghadapi setiap sisi aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya dan politik. Namun pada kenyataan yang lahir dan tumbuh di kalangan petani, nelayan dan komunitas perempuan lainnya belum berkembang sesuai harapan, kapasitas dalam mengelola organisasi masih lemah. Sehingga belum mampu - [Perempuan Merubah Pandangan Patriarki](https://binadesa.org/perempuan-merubah-pandangan-patriarki/) - CIANJUR, BINADESA.ORG - Organisasi Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) adakan pendidikan kepemimpinan perempuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan pedesaan yang selama ini masih tertindas di Desa Telagasari, Selasa, (08/05). Ketua SPPB Kartini bercerita tentang awal mula berdirinya organisasi yang sedang ia pimpin. Ia mengatakan awal mula berdirinya SPPB ialah ketika diadakan pendidikan oleh Bina - [Organisasi Sebagai Syarat Mutlak Pembebasan dari Belenggu Kemiskinan dan Pembodohan](https://binadesa.org/organisasi-sebagai-syarat-mutlak-pembebasan-dari-belenggu-kemiskinan-dan-pembodohan/) - MAMUJU, BINADESA.ORG - Mentradisikan pertemuan di desa dengan tempat yang sangat sederhana ialah sebagai wujud kecintaan terhadap desa. Itu juga bentuk melebur bersama rakyat agar dapat bertukar pikiran, utamanya dengan kaum tani, nelayan. Pada pertemuan ini, sangat bersyukur dengan kehadiran kawan-kawan dari berbagi daerah penjuru Sulawesi untuk berembuk atau duduk bersama yang dalam bahasa daerah mandar - [Buletin Bina Desa (133/XXXVI/2017)](https://binadesa.org/buletin-bina-desa-133-xxxvi-2017/) - Rembug dapat dipahami dengan arti musyawarah, yaitu berunding tentang situasi dan kondisi desa kita, apa yang dimaksud dengan desa, siapa yang ada di dalam desa, dan bagaimana desa kita sekarang ini. Prinsip yang diletakkan dalam rembug rakyat desa adalah kesejajaran, kesamaan, keharmonisan karena semua mempunyai kepentingan untuk mewujudkan desa yang berdaulat. Bagi Bina Desa, musyawarah - [Kampung Laut Tempat Refleksi KSP Region Jawa](https://binadesa.org/kampung-laut-tempat-refleksi-ksp-region-jawa/) - CILACAP, BINADESA.ORG – Sejak diimplementasikannya UU no 6 Tahun 2014 tentang desa telah memberikan ruang yang luas kepada desa untuk melakukan hal yang terbaik bagi dirinya. Desa dapat menentukan dan melakukan pembangunan dengan kehendak sendiri sesuai dana yang diberikan kepada desa. Namun, dinamika yang terjadi di desa tidak seperti yang diharapkan. Masih terdapat banyak celah - [Undang-Undang Desa Bukan Solusi Tunggal : Jelang Refleksi 3 Tahun Pelaksanaan UU Desa](https://binadesa.org/undang-undang-desa-bukan-solusi-tunggal-jelang-refleksi-3-tahun-pelaksanaan-uu-desa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Sejak lama kawasan desa dihisap dan digulung pemodal dan program-program percepatan pembangunan ekonomi yang tak mengenal batas kedaulatan negara. Sudah lama desa tak memiliki hak dan kedaulatan atas ruang hidupnya. Dalam kondisi demikian, hadirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bak oase yang memberikan harapan akan adanya perubahan di desa. Harapan ini disandarkan - [Pendidikan Musyawarah sebagai roh SEPEDA](https://binadesa.org/pendidikan-musyawarah-sebagai-roh-sepeda/) - GUNUNGKIDUL, BINADESA.ORG – Bagi Bina Desa pendidikan musyarawah adalah suatu bentuk pendidikan populer yang betujuan membangkitkan kesadaran kritis komunitas marjinal. Pendidikan musyawarah bersifat dialogis, partisipatif, dan mengasah kemampuan komunitas membuat keputusan kolektif. Pada akhir desember 2017, Bina Desa melakukan aktivitas pendidikan musyawarah di Suak Timah, Aceh Barat dan Nglegi, Patuk, Gunungkidul. Perempuan di Suak Timah - [Pendidikan Koperasi dan Kewirausahaan Sosial Bagi Petani dan Nelayan](https://binadesa.org/pendidikan-koperasi-dan-kewirausahaan-sosial-bagi-petani-dan-nelayan/) - KULON PROGO, BINADESA.ORG - Sistem ekonomi yang tidak berpihak kepada kaum tani dan nelayan seringkali menjadikan kaum tani dan nelayan menjadi kelompok pinggiran. Padahal kaum tani dan nelayan adalah faktor produksi yang utama yang memproduksi bahan pangan bagi kebutuhan konsumen, namun di Indonesia petani dibuat ketergantungan dengan asupan dari luar mulai dari bibit, pupuk pestisida hingga harga - [Buletin Bina Desa (132/XXXVI/2017)](https://binadesa.org/buletin-bina-desa-132-xxxvi-2017/) - Edisi 132 buletin Bina Desa mempunyai fokus utama pada kreatifitas di desa, yaitu suatu istilah baru Nalungtik Lembur Kuring (NLK), yang jika diartikan meneliti desa saya sendiri. NLK adalah suatu metode yang digunakan oleh ibu-ibu yang tergabung di SPPB yang telah berproses dalam SEPEDA, sebagai wadah pendidikan untuk memperkuat Komunitas Swabina Pedesaan (KSP). DOWNLOAD - [Pentingnya Kader Komunitas Swabina Pedesaan di Desa](https://binadesa.org/pentingnya-kader-komunitas-swabina-pedesaan-di-desa/) - SIGI, BINADESA.ORG - Salah satu strategi organisasi yang dilakukan oleh Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) yang dilakukan KSP Sangulara bersama Bina Desa adalah mempengaruhi dari luar yang diwujudkan dalam proses pendampingan. Tahapan pendampingan adalah serangkaian kegiatan memfasilitasi kelompok/organisasi petani-nelayan di pedesaan guna untuk transformasi kesadaran dan meningkatkan kemandirian desa dari segala aspek kehidupan (sosial-ekonomi, sosial budaya, - [Semangat Berbagi Membangun Desa](https://binadesa.org/semangat-berbagi-membangun-desa/) - JOMBANG, BINADESA.ORG - Pendidikan Orang Dewasa (POD) sebagai metode yang digunakan untuk penguatan organisasi petani dalam kegiatan refleksi dan pelatihan pengorganisasian petani serta pengenalan media advokasi untuk mendukung pendukung penguatan organisasi petani di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Dalam acara yang diselenggarakan Bina Desa di sekretariat Sekolah Lapang Usaha Sejahtera Bersama (SL USB) di Dusun - [Merawat Generasi Petani di Desa Bangsal](https://binadesa.org/merawat-generasi-petani-di-desa-bangsal/) - OGAN KOMERING ILIR, BINADESA.ORG - Pondok Pesantren Ibnul Fallaah atau sekedar disebut Ibnul Fallaah terletak di Desa Bangsal, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Mengambil nama dari Bahasa arab, Ibnul Fallaah memiliki arti anak petani atau dapat diistilahkan menjadi generasi petani. Dilatarbelakangi oleh keadaan geografis Desa Bangsal yang terisolir, yaitu cukup jauh dengan akses kecamatan maupun - [Memperkuat Kepemimpinan Petani](https://binadesa.org/pendidikan-manajemen-pemimpin-kelompok-organisasi-tani/) - BULUKUMBA, BINADESA.ORG - Salassae selalu memiliki ceritanya tersendiri. Salassae dan desa-desa sekitarnya di Kabupaten Bulukumba, tua, muda, laki-laki dan perempuan selalu bergandeng tangan bersolidaritas dalam musyawarah mandiri untuk menghadapi tantangan hidup. Lebih khususnya dalam eksistensi kedaulatan petani dan kemandirian desa. KSPS (Komunitas Swabina Pedesaan Salasae) telah bertahun fokus pada pertanian alami karena pertanian alami memiliki semangat - [Bonus Demografi dan Peran Pemuda Desa](https://binadesa.org/bonus-demografi-dan-peran-pemuda-desa/) - BANTEN, BINADESA.ORG – Bonus demografi merupakan agenda masa depan Indonesia. Menurut Heri Bowo Haksa, Ketua Solidaritas Pemuda Desa Untuk Demokrasi (SPDD), Mengadakan seminar terkait kepemudaan adalah hal penting untuk menyongsong bonus demografi dan SDGs. Selain hal itu, ini menjadi salah satu jalan untuk mengintegrasikan lintas sektoral pemuda terutama untuk menjawab persoalan yang ada di pedesaan. - [Kasus Kendeng : Darurat NAWACITA JOKOWI-JK](https://binadesa.org/kasus-kendeng-darurat-nawacita-jokowi-jk/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Hari ke-7 Aksi Tenda Kartini Kendeng Depan Istana. Jokowi-JK menawarkan nawacita dalam visi-misinya sebagai calon Presiden – calon Wakil Presiden. Komitmen dan janji pemimpin bangsa, dokumen resmi yang didaftarkan ke KPU dan hutang kepada seluruh warga negara. Dokumen yang kemudian diturunkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Pertanyaannya, bagaimanakah pemenuhan nawacita tersebut setelah - [Perempuan berSEPEDA Dari Bulukumba ke Jepara](https://binadesa.org/perempuan-dari-bulukumba-ke-jepara-bersepeda/) - JEPARA, BINADESA.ORG—Sekolah Pedesaan (SEPEDA) Bina Desa melakukan aktivitas pendidikan musyawarah dengan berbagai pokok bahasan. Seperti sekarang ini mengenai Keadilan Gender, yang dimulai dari Desa Salasae Bulukumba, Sulawesi Selatan kemudian dilanjutkan ke Desa Raguklampitan, Batealit Jepara Jawa Tengah. Itulah yang dimaksud perempuan berSEPEDA dari Bulukumba ke Jepara. Bagi Bina Desa Pendidikan musyawarah sebagai suatu pendidikan populer - [Sekolah Kepemimpinan Feminis dan Perempuan Desa](https://binadesa.org/sekolah-kepemimpinan-feminis-dan-perempuan-desa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Pada akhir Agustus lalu, Solidaritas Perempuan (SP) melakukan kunjungan ke Bina Desa dalam rangkaian kegiatan Sekolah Kepemimpinan Feminis (SKF). Para peserta diskusi terdiri dari peserta SKF yang terdiri dari 13 wilayah kerja SP berjumlah 32 orang dan peserta diskusi dari Bina Desa yaitu koordinator Bina Desa : Mardiah Basuni, Achmad Yakub, serta - [Buletin Bina Desa (131/XXXVI/2017)](https://binadesa.org/buletin-bina-desa-131xxxvi2017/) - Edisi buletin Bina Desa ini kali membahas soal perbenihan untuk kedaulatan pangan. Sudah jamak diketahui keberhasilan usaha tani 60 persennya ditentukan oleh benih yang berkualitas. Betapa benih adalah sumber kehidupan itu sendiri. Saat ini konsentrasi pasar dan penguasaan dalam pertanian dan pangan, berada di tangan 10 korporasi raksasa dunia. Bagi yang berminat dengan edisi cetak - [Bina Desa Mengucapkan: Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1438 H](https://binadesa.org/bina-desa-mengucapkan-selamat-hari-raya-iedul-fitri-1-syawal-1438-h/) - [Buletin Bina Desa (130/XXXVI/2017)](https://binadesa.org/buletin-bina-desa-130xxxvi2017/) - Pembaca yang budiman, Buletin Bina Desa telah mengalami penyegaran tampilan. Dalam edisi kali ini, Buletin Bina Desa mengenalkan program kerja baru berupa layanan Sekolah Pedesaan atau disingkat SEPEDA. Secara normatif SEPEDA memfasilitasi pendidikan, antara lain karakter swabina, pendidikan pembaharu, kemandirian, pertanian alami, kesetaraan dan keadilan gender dalam reforma agraria dan kedaulatan pangan. Bagi yang berminat dengan - [Membangun Masyarakat Sejahtera Melalui UU Perlindatayan dan UU Desa](https://binadesa.org/membangun-masyarakat-sejahtera-melalui-uu-perlindatayan-dan-uu-desa/) - Membangun Masyarakat Sejahtera Berdasarkan UU Perlindatayan (1) dan UU Desa Oleh Suwarto Adi (2) Pengantar Tujuan dasar kedua UU (No 19/2013, tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, No. 7/2016 tentang Pelrindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam dan dan No. 6/2014, tentang Desa) meningkatkan kehidupan petani dan nelayan menjadi lebih sejahtera. Salah satu - [Korporasi Besar ajukan Permohonan Uji Materi UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup](https://binadesa.org/korporasi-besar-ajukan-permohonan-uji-materi-uu-perlindungan-dan-pengelolaan-lingkungan-hidup/) - JAKARTA, BINADESA.ORG – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) diketahui telah melakukan Permohonan Uji Materi ke Mahkamah Konstitusi terkait Pasal 69 ayat (2), Pasal 88, dan Pasal 99 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut Pemohon, keberadaan Pasal 69 ayat (1) tidak konsisten dan - ["Menjahit" Pelaku Pengorganisasian Masyarakat](https://binadesa.org/menjahit-pelaku-pengorganisasian-masyarakat/) - INDRAMAYU, BINADESA.ORG--Serikat Nelayan Indonesia (SNI) bekerjasama dengan Bina Desa mengadakan kegiatan refleksi pengorganisasian, kunjungan ke komunitas nelayan Indramayu. Juga pendidikan kader pengorganisasian masyarakat dan di rangkai dengan workshop mengenai perlindungan dan pemberdayaan petani dan nelayan. Refleksi Pengorganisasian dan pendidikan kader ini dilakukan untuk "menjahit" dan memperkuat pelaku-pelaku pengorganisasian dari tiga region yaitu Sumatera, Jawa dan - [Video: Refleksi dan Konsolidasi Organisasi Masyarakat Desa](https://binadesa.org/refleksi-dan-konsolidasi-organisasi-masyarakat-desa/) - Dalam aktivitas pengorganisasian kita perlu "rehat" dengan melakukan refleksi. Cita komunitas pedesaan yang kuat, lebih menusiawi; terpenuhi kebutuhan-kebutuhan praktis dan kepentingan-kepentingan strategisnya yang dicapai melalui cara-cara demokratis, berdaulat oleh rakyat sendiri yang didasari atas kesadaran transformatifnya. Hal ini akan menjadi fondasi yang kuat guna mewujudkan masyarakat sipil (civil society) yang dalam konteks pedesaan di Indonesia - [Petani Alami Berkumpul Berbagi Pengalaman](https://binadesa.org/petani-alami-berkumpul-berbagi-pengalaman/) - CIASIHAN, BINADESA.ORG--Para petani pertanian alami dari Jawa Barat dan Banten berkumpul di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Bogor Jawa Barat. Para petani ini berasal dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Lebak. Selama tiga hari, tepatnya pada 4-6 April 2017 lalu petani pertanian alami mengadakan refleksi terkait praktek pertanian alami - [Memahami Keadilan Gender dan Manajemen Keuangan Keluarga](https://binadesa.org/memahami-keadilan-gender-dan-manajemen-keuangan-keluarga/) - KULON PROGO, BINADESA.ORG-Kesadaran akan keadilan gender sangat penting bagi masyarakat baik di desa dan di kota, terlebih ketidak adilan gender sering di alami kaum perempuan. Swara Nusa Institute bersama Bina Desa mengadakan pendidikan kesadaran gender, manajemen keuangan keluarga dan pemanfaatan perkarangan dengan pertanian alami. Pendidikan berlansung selama 3 hari dimulai tanggal 8 – 10 Mei - [Video: Kehidupan Nelayan Indonesia](https://binadesa.org/kehidupan-nelayan-indonesia/) - Pentingnya kegiatan perikanan tradisional dalam pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pangan, setengah hasil tangkapan laut dan budidaya diperairan umum dunia langsung dikonsumsi oleh manusia. Aktivitas perikanan memperkerjakan lebih dari 35 juta nelayan tangkap dan mendukung mata pencarian 90 juta orang pada level produksi, distribusi, pengelolaan dan pemasaran ikan serta setengah dari pelaku perikanan skala kecil - [Reforma Agraria Presiden Jokowi, harus disambut dengan Organisasi Tani Yang Kuat](https://binadesa.org/reforma-agraria-presiden-jokowi-harus-disambut-dengan-organisasi-tani-yang-kuat/) - JEMBER, BINADESA.ORG-- Serikat Petani Ungkalan (SPU) merupakan anggota SEKTI, yang selama ini mengupayakan mendapatkan legalitas atas tanah yang dikelola juga mengembangkan pertanian alami untuk budidaya pertaniannya. SPU sendiri berada di Dusun Ungkalan, Kecamatan Ambulu, Jember Jawa Timur. Selama beberapa tahun terakhir ini petani di Ungkalan terus berupaya memperkuat organisasi untuk menyambut program Reforma Agraria Presiden - [Buruh dan Reforma Agraria](https://binadesa.org/buruh-dan-reforma-agraria/) - Oleh: Iwan Nurdin* 1 Mei seluruh dunia merayakan hari buruh internasional. Hari ini, seperti tahun tahun-nan lalu, kalangan Gerakan Reforma Agaria turut serta bersama kaum buruh menuju Istana Negara. Dahulu peringatan hari buruh adalah terlarang. Hari ini, hari kaum buruh internasional seperti di negara-negara lain di seluruh dunia, oleh pemerintah dijadikan hari libur. Tapi nasib - [Perempuan Pedesaan Masih Termarjinalkan](https://binadesa.org/perempuan-pedesaan-masih-termarjinalkan/) - Hari Kartini seharusnya merupakan hari yang indah untuk seluruh perempuan di Indonesia. Tanggal 21 April adalah pengingat bahwa hakikatnya manusia itu setara, apapun jenis gendernya. Namun perempuan dari berbagai latar belakang kultur di dunia, termasuk di Indonesia, masih mengalami penindasan akibat konstruksi sosial yang mengutamakan kekuatan, sesuatu yang seolah lekat pada satu gender saja, sebagai - [Reforma Agraria di Perkebunan Jawaban Atasi Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial](https://binadesa.org/reforma-agraria-di-perkebunan-jawaban-atasi-ketimpangan-ekonomi-dan-kesenjangan-sosial/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam upaya mengimplementasikan salah satu program prioritas dalam Nawa Cita adalah Reforma Agraria dengan mendistribusikan tanah seluas 9 juta hektar kepada petani dan masyarakat tak bertanah. Reforma Agraria ditujukan untuk mengatasi ketimpangan penguasaan tanah dan kesenjangan ekonomi yang masih terjadi sampai saat ini. Salah satu subyek dan obyek reforma agraria - [Kajian KPK: Pengelolaan Kelapa Sawit Rawan Korupsi](https://binadesa.org/kajian-kpk-pengelolaan-kelapa-sawit-rawan-korupsi/) - JAKARTA, BINADESA.ORG-- Komoditas kelapa sawit adalah salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Sayangnya, pengelolaannya masih banyak menimbulkan masalah. Lemahnya mekanisme perizinan, pengawasan, dan pengendalian membuat sektor ini rawan korupsi. Korupsi dalam proses perizinan perkebunan kelapa sawit sering melibatkan kepala daerah. Seperti yang sudah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , yakni Bupati Buol Amran - [Menguatkan Pergerakan Masyarakat dengan Berjejaring](https://binadesa.org/menguatkan-pergerakan-masyarakat-dengan-berjejaring/) - INDRAMAYU, BINADESA.ORG--Puluhan pendamping Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Bina Desa dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Indramayu 13-18 Maret 2017. Mereka hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan Sekolah Pedesaan (SEPEDA) besutan Bina Desa. Selain pendamping komunitas, di antara peserta juga terdapat kepala desa, sekretaris desa yang peduli terhadap isu pedesaan dan hendak belajar bersama agar dapat - [Regional Learning Exchange Asia Tenggara: Berkumpul dan Bertukar Pengetahuan](https://binadesa.org/berkumpul-dan-bertukar-pengetahuan-di-regional-learning-exchange-program-asia-tenggara/) - YOGYAKARTA, BINADESA.ORG-Bina Desa menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara bagian perdana rangkaian Regional Learning Exchange Program Southeast Asia (RLEP SEA) pada 13-19 Februari 2017. Kegiatan yang dilaksanakan di Yogyakarta ini adalah bagian pertama sekaligus pembuka rangkaian kegiatan RLEP SEA yang akan dilaksanakan secara kontinu selama dua tahun ke depan. Program besutan Pesticide Action Network Asia Pacific - [Mensyukuri Hasil Panen Lewat Tradisi Poparung dan Mappesta Paneng](https://binadesa.org/mensyukuri-hasil-panen-lewat-tradisi-poparung-dan-mappesta-paneng/) - SULBAR, BINADESA.ORG-Sebagai negara yang berangkat dengan tradisi agraria yang kuat, ada banyak peristiwa budaya di Indonesia yang berkaitan dengan ritual menanam dan memanen salah satunya di propinsi Sulawesi Barat kabupaten Mamuju kecamatan Tapalang tepatnya di desa Bela. Masa awal tanam punya festival dan perayaannya sendiri untuk berharap agar musim tanam membawa hasil yang baik. Setelah - [Komunitas Masyarakat Asia, Saling Belajar dan Bersolidaritas](https://binadesa.org/komunitas-masyarakat-asia-saling-belajar-dan-bersolidaritas/) - CEBU-FILIPINA, BINADESA.ORG—Sepuluh hari awal April ini empat puluh pimpinan dan kader dari jaringan ASIADHRRA (organisasi pengembangan Sumber daya manusia pedesaan Asia) berkumpul di Cebu, Filipina. Setidaknya ada perwakilan dari 8 (delapan) negara yaitu Filipina, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja dan Thailand bersama dengan DHRRA di masing-masing negara dan para mitranya. Mereka konsolidasi, belajar bersama - [Pekarangan Produktif, Ekonomi Keluarga Terjaga](https://binadesa.org/pekarangan-produktif/) - OGAN KOMERING ILIR, BINADESA.ORG—Ruang perempuan untuk aktif dalam perencanaan, pengambil keputusan, implementasi, mengawasi dan evaluasi dalam pembangunan desa, sudah semakin terbuka. Tentu dengan prasyarat, musyawarah yang inklusif. Hal ini makin dikuatkan dengan ditetapkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa). Hakekat dari pembangunan desa adalah pembangunan manusia/insani seutuhnya. Merealisasikan sumberdaya manusia yang seutuhnya - [Serikat Petani Alami Butta Toa, Kaum Muda Wujudkan Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/serikat-petani-alami-butta-toa-kaum-muda-wujudkan-kedaulatan-pangan/) - BANTAENG, BINADESA.ORG - Perkembangan pertanian alami di Sulawesi Selatan dimulai sejak 2011 oleh sekelompok Petani di desa Salassae kab. Bulukumba. Petani bersepakat untuk membangun wadah organisasi bagi para Petani alami dengan nama Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS). Seiring berjalannya waktu, pertanian alami mulai disebarluaskan oleh para Petani tersebut di desa-desa lain di Sulawesi Selatan melalui - [Manusia Sebagai Subyek Pembangunan](https://binadesa.org/manusia-subyek-pembangunan/) - Catatan ini disampaikan oleh Suwarto Adi, anggota Dewan Pembina Bina Desa yang mewakili Bina Desa untuk hadir di acara S. Rajaratnam Endowment (SRE), ASEAN Community Forum di Singapura pada tengah Maret 2017, selamat menyimak... SINGAPURA, BINADESA.ORG--Kegiatan yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation (AF) pertengahan Maret 2017 ini nama lengkapnya adalah S. Rajaratnam Endowment (SRE), ASEAN Community - [Desa Membangun, Memanusiakan Manusia](https://binadesa.org/desa-membangun-memanusiakan-manusia/) - Judul Buku : Pembangunan dan Pembaharuan Desa Ekstrapolasi 2017 Penulis: Fadillah Putra dkk Penerbit : Direktorat Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Katalog Dalam Terbitan (KDT) Tebal: 14x21cm; xxii + 156hlm. Sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) , pendekatan hubungan negara dan desa - [Membangun Kedaulatan Pangan dari Kawasan Desa Gambut](https://binadesa.org/membangun-kedaulatan-pangan-dari-kawasan-desa-gambut/) - OGAN KOMERING ILIR, BINADESA.ORG—Pertengahan bulan Maret 2017 ini, sekolah YPI Ibnu Fallah (anak petani) dan Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) sedang sibuk dan sumringah, aneka sayuran mulai masuk tahap panen. Panen ini merupakan buah hasil tanam anak-anak petani yang bersekolah di YPI Ibnu Fallah. Seperti yang dikabarkan oleh Bina Desa Desember tahun 2016 lalu, anak petani - [KSP Dorong Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Nelayan](https://binadesa.org/ksp-mendorong-perlindatayan/) - PALEMBANG, BINADESA.ORG—Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Selatan membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Nelayan. Rapat Pansus ini di pimpin oleh Robby Puruhita SW, Ketua Komisi 2, dan Anggota lainnya, pihak pemerintah propinsi Sumsel dihadiri oleh Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan. Dari kalangan masyarakat dihadiri oleh - [Hari Air Sedunia: RUU Air Harus Melindungi Ekosistem Karst](https://binadesa.org/hari-air-sedunia-ruu-air-harus-melindungi-ekosistem-karst/) - JAKARTA, BINADESA.ORG-- Hak atas air, yang telah ditetapkan sebagai Hak Asasi Manusia bersama dengan sanitasi melalui resolusi PBB pada bulan Juli tahun 2010, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Indonesia, sebagai negara yang turut menandatangani resolusi Majelis Umum PBB tersebut, selama ini juga belum secara konsisten menjalankan kewajiban HAM. Yakni dalam bentuk menghormati - [Menyelami Dunia Pangan Alami Bersama Wendell Berry](https://binadesa.org/review-bringing-it-to-the-table-wendell-berry/) - Hanya petani bisa menggali begitu dalam ke dalam asal-usul makanan. Kira-kira begitulah gambaran buku ini dalam satu kalimat singkat. Buku yang satu ini bisa dibilang adalah karya yang tak terduga dari Wendell Berry. Bagaimana tidak? Berry yang lebih terkenal karena karyanya berupa buku puisi dan fiksi ini kemudian mulai menulis tentang agrikultur dan pangan. Namun - [Perjuangan Bu Patmi Petani Kendeng untuk Anak Cucu dan Masyarakat Banyak](https://binadesa.org/bu-tani-dari-kendeng-wafat/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Petani di kawasan bentang alam karst Kendeng sejak Senin minggu lalu tepatnya 13 Maret 2017, memulai aksi kolektif untuk memprotes pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan petani untuk menolak rencana pendirian dan pengoperasian pabrik Semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dan semen lainnya di pegunungan Kendeng. Termasuk meminta Presiden menindak Gubernur - [Ubah Perkebunan Agar Lestari dan Berkeadilan Sosial](https://binadesa.org/perkebunan-yang-berkeadilan-sosial/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Upaya Pemerintah untuk mengatasi kesenjangan sosial yang ada di masyarakat yang salah satunya disebabkan oleh ketimpangan dalam penguasaan, pemilikan dan pengggunaan sumber-sumber agraria khususnya dalam hal penguaasan, pemilikan dan penggunaan tanah, adalah melalui progam reforma agraria dan perhutananan sosial sebagai jalan redistribusi tanah kepada petani. Gunawan dari Indonesian Human Rights Committee for Social Justice - ["Selamat Hari Perempuan Internasional 2017"](https://binadesa.org/selamat-hari-perempuan-internasional-2017/) - [Lagi, Aktivis dan Petani di Vonis Tahunan Penjara…](https://binadesa.org/lagi-aktivis-dan-petani-di-penjarakan/) - LAMPUNG, BINA DESA.ORG—“Akhirnya panggung pengadilan kriminalisasi perjuangan petani untuk mempertahankan hak atas tanahnya di Pengadilan Negeri Menggala sudah selesai. Sujarno dan Hasanudin di Vonis 2 tahun. Sukirman dan Sukirji di vonis 2 tahun 4 bulan. Pendeta Sugianto di vonis 1 tahun 6 bulan. Terima kasih atas dukungan kawan-kawan semua, yang membuat kami tetap semangat dan - [Ini dia Kronologis Penyerobotan tanah oleh PT. BNIL di Lampung…](https://binadesa.org/kronologis-konflik-dengan-pt-bnil/) - Konflik agraria antara PT. Bangun Nusa Indah Lampung atau biasa disebut PT. BNIL dengan warga Banjar Margo (Bujuk Agung dan Agung Jaya), Tulang Bawang, Lampung, terus memakan korban. Kemudian warga menggabungkan diri dalam Serikat Tani Korban Gusuran BNIL (STKGB).Tercatat sejak tahun 1991, 55 warga telah menjadi korban akibat penyerobotan lahan yang dilakukan oleh salah satu - [Ribuan Petani dan Warga Desa di Lampung, 26 tahun Berjuang Untuk Tanahnya](https://binadesa.org/26-tahun-berjuang-untuk-tanah/) - JAKARTA, BINA DESA.ORG-- Konflik agraria tak pernah surut di Republik ini, ratusan terjadi tiap tahunnya. Menurut catatan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) sedikitnya terjadi 450 konflik agraria sepanjang tahun 2016 dengan luasan wilayah 1.265.027 hektar dan melibatkan 86.745 KK yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Konflik agraria menyisakan banyak persoalan, sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. - [Akibat Tolak Privatisasi Air oleh Mayora Group Warga Cadas Sari dan Baros Banten di Tangkap (1)](https://binadesa.org/akibat-tolak-privatisasi-air-oleh-mayora-group-warga-cadas-sari-dan-baros-banten-di-tangkap/) - BANTEN, BINADESA.ORG--Kebijakan privatisasi di sektor agraria terus memakan korban. Minggu lalu dibulan Februari 2017, Enam orang warga Cadas Sari – Baros, Serang – Pandeglang, Banten H. Ahmad Buseri, Ustadz Dayat, Ustadz Hasan, H. Nurhadi, Ustadz Uci ditangkap tanpa proses yang jelas. Ke-6 (enam) warga ini dikriminalisasi dengan tuduhan tuduhan penggerakan massa dan pengerusakan. Bahkan tiga - [Akibat Tolak Privatisasi Air oleh Mayora Group Warga Cadas Sari dan Baros Banten di Tangkap (2)](https://binadesa.org/akibat-tolak-privatisasi-air-oleh-mayora-group-warga-cadas-sari-dan-baros-banten-di-tangkap-2/) - BANTEN, BINADESA.ORG--Kedatangan warga saat itu tak digubris sehingga warga merasa kecewa dengan melampiaskan kemarahan mereka ke pabrik air minum PT. Tirta Fresindo Jaya. Aksi ini akhirnya berujung dengan penangkapan 6 (enam) orang warga Cadas Sari – Baros dengan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka tanpa ada proses surat panggilan dan BAP sebelumnya. Hingga saat ini, aparat - [Akibat Tolak Privatisasi Air oleh Mayora Group Warga Cadas Sari dan Baros Banten di Tangkap (3)](https://binadesa.org/akibat-tolak-privatisasi-air-oleh-mayora-group-warga-cadas-sari-dan-baros-banten-di-tangkap-3/) - BANTEN, BINADESA.ORG--Menyikapi situasi di atas,Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) dan Aliansi Tolak Privatisasi Air menuntut agar pertama, Pihak Kepolisan Polda Banten dan Polres Pandeglang agar segera Membebaskan tiga orang warga Cadas Sari – Baros yang telah ditetapkan sebagai tersangka tanpa proses hukum yang jelas. Kedua, Pihak Kepolisian Polda Banten dan Polda Pandeglang untuk segera menghentikan - [Nelayan Cirebon Sulit Melaut Akibat Gelombang Tinggi](https://binadesa.org/nelayan-cirebon-sulit-melaut-akibat-gelombang-tinggi/) - CIREBON, BINADESA.ORG--Sejak Oktober tahun lalu hingga Maret nanti, Indonesia sedang dilalui angin muson barat, yakni angin yang berhembus dari barat laut-utara (kawasan Asia) menuju selatan akibat adanya perbedaan tekanan udara karena posisi matahari berada di selatan. Angin yang berhembus dari utara melalui lautan dan samudera membawa banyak uap air bersamanya sehingga berimbas pada datangnya musim - [Mengawal Negara Laksanakan Amanat Konstitusi, Penuhi Hak Atas Air Rakyat (1)](https://binadesa.org/mengawal-negara-laksanakan-amanat-kontitusi-penuhi-hak-atas-air-rakyat-1/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA) bersama berbagai organisasi masyarakat sipil seperti WALHI, Solidaritas Perempuan, KPA, BINA DESA, CREATA, SHI, HuMA, JATAM, IGJ, KPRI, SPRI, debtWatch Indonesia dan Kontras mengingatkan agar pemerintah melaksanakan amanat konstitusi dan memenuhi hak atas air rakyat. Hal ini terkait dengan dibatalkannya Undang-Undang No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air - [Mengawal Negara Laksanakan Amanat Konstitusi, Penuhi Hak Atas Air Rakyat (2)](https://binadesa.org/mengawal-negara-laksanakan-amanat-kontitusi-penuhi-hak-atas-air-rakyat-2/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Praktek yang ada juga mengabaikan situasi dan dampak berbeda yang dialami perempuan ketika terjadi krisis air bersih akibat pengelolaan air yang eksploitatif. Peran untuk memastikan akses dan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga menjadi tanggung jawab perempuan, mulai dari kebutuhan air untuk minum, memasak, mencuci, mandi, dll. Ditambah lagi dengan adanya kebutuhan atas - [Mengawal Negara Laksanakan Amanat Konstitusi, Penuhi Hak Atas Air Rakyat (3)](https://binadesa.org/mengawal-negara-laksanakan-amanat-kontitusi-penuhi-hak-atas-air-rakyat-3/) - Usulan dari Masyarakat untuk kebijakan air sesuai Konstitusi JAKARTA, BINADESA.ORG--Untuk itulah KRuHA dan organisasi lainnya kembali mengingatkan Pemerintah dan DPR RI untuk, menghentikan praktek penyusunan Kebijakan yang tertutup dan mengabaikan masukan Masyarakat serta perintah Konstitusi yang telah ditegaskan oleh Mahkamah Konstitusidengan menghindari terjadinya kembali praktek “Swastanisasi Terselubung” yang dilegalisir lewat produk perundangan. Mengevaluasi Proyek Utang - [Kembali ke Kearifan Lokal, Kunci Pertanian Berkelanjutan](https://binadesa.org/kembali-ke-kearifan-lokal-kunci-pertanian-berkelanjutan/) - MAJENE, BINADESA.ORG--Sulit dipungkiri, dengan tergerusnya pengetahuan lokal (local knowledge) para petani terkait budidaya pertanian, serta banyaknya bantuan input kimia bagi petani yang juga banyak menimbulkan masalah, menjadikan petani kian kelimpungan dalam mengatasi masalahnya. Efek yang paling kentara ialah petani tak berdaya menangani serangan hama. Selain itu, petani tidak bisa berpikir aktif dalam menemukan solusi terhadap - [Menteri Desa PDDT, Percepat Bentuk Holding BUMDes](https://binadesa.org/menteri-desa-pddt-percepat-bentuk-holding-bumdes/) - TANGERANG, BINADESA.ORG--Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo saat ini serius mempercepat pembentukan Holding Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal tersebut mengantisipasi jumlah yang kian menjamur hingga lebih dari 22.000 BUMDes. "Pentingnya holding BUMDes adalah untuk memastikan bahwa setiap BUMDes tidak hanya papan nama saja. BUMDes payung hukumnya sudah ada, dan - [Buktikan Kesuburan Lereng Pegunungan Karst Pati, Petani Panen Padi Bersama](https://binadesa.org/buktikan-kesuburan-lereng-pegunungan-karst-pati-petani-panen-padi-bersama/) - PATI, BINADESA.ORG- Perjuangan warga Pati dari Kecamatan Sukolilo, Kayen dan Tambakromo tak seperti anggapan beberapa pihak, bahwa penolakan pabrik semen yang dilakukan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) hanya terhadap PT. Semen Indonesia. Kamis, 26 Januari 2016, pukul 08.00 pagi, ratusan petani akan turun ke sawah di Desa Brati,Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Panen - [Ada 69 Produk Hukum Daerah Baru tentang Masyarakat Adat Pasca Putusan MK 35 Tahun 2012](https://binadesa.org/ada-69-produk-hukum-daerah-baru-tentang-masyarakat-adat-pasca-putusan-mk-35-tahun-2012/) - JAKARTA, BINADESA.ORG- Perkembangan kebijakan mengenai masyarakat adat semakin terasa pasca dikeluarkannya Putusan MK No. 35/PUU-X/2012 pada 16 Mei 2013 silam. Jumlah produk hukum daerah tentang masyarakat adat pasca putusan MK 35 terus meningkat dibandingkan sebelum adanya putusan MK 35. Data Epistema Institute seperti yang tercantum dalam Outlook Epistema 2017 menunjukkan bahwa terdapat 69 produk hukum - [Indonesia harus berani Bekukan Perundingan dengan EU CEPA](https://binadesa.org/indonesia-harus-berani-bekukan-perundingan-dengan-eu-cepa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG-- Indonesia for Global Justice (IGJ) mendesak Pemerintah Indonesia untuk melakukan moratorium terhadap Indonesia-European Union- Comprehensive Economic Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) yang sedang dirundingkan saat ini. Hal ini karena Pemerintah Indonesia belum pernah melakukan analisis dampak terkait dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dan lingkungan dari kerjasama yang akan dibangun tersebut. Desakan ini disampaikan - [Presiden Harus Memastikan Gubernur Jawa Tengah Patuhi Putusan MA (2)](https://binadesa.org/presiden-harus-memastikan-gubernur-jawa-tengah-patuhi-putusan-ma-2/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Menurut Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengacu konstitusi agraria kita, bahwa bumi, termasuk tanah, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, merupakan sumber kekayaan agraria yang harus dilindungi oleh Negara dan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat sesuai Pasal 33 UUD 1945 dan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5/1960. "Hak - [Presiden Harus Memastikan Gubernur Jawa Tengah Patuhi Putusan MA (1)](https://binadesa.org/presiden-harus-memastikan-gubernur-jawa-tengah-patuhi-putusan-ma/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Organisasi masyarakat sipil sebanyak 67 seperti WALHI, KPA, Bina Desa, LBH, Kontras, API, IHCS dan lainnya, serta 52 individu dari berbagai kalangan seperti akademisi, praktisi, pencinta lingkungan, pengacara yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Untuk Keadilan Kendeng, dalam konferensi persnya di EKNAS WALHI di Jakarta pada 16 Januari lalu, mengingatkan kepada pemerintah Daerah Jawa Tengah - [Kriminalisasi: Petani Kendal di Hukum 8 tahun dan Denda 10 Milyar Rupiah](https://binadesa.org/kriminalisasi-petani-kendal-di-hukum-8-tahun-dan-denda-10-milyar-rupiah/) - KENDAL, BINADESA.ORG—Persoalan pertambangan semen di Rembang, Jawa Tengah ternyata menjalar kemana-mana, yang kemudian menyebabkan keresahan warga bahkan sampai ada yang di penjara, dikriminalkan. Masyarakat desa Surokonto Wetan, Kendal, Jawa Tengah beberapa tahun ini direpotkan dengan masalah serius sejak lahan garapannya ditetapkan sebagai kawasan hutan. Masyarakat yang merupakan petani melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan lahannya. Cerita - [MUSRENA ajang partisipasi perempuan dalam pembangunan Gampong di Aceh Barat](https://binadesa.org/musrena-ajang-partisipasi-perempuan-dalam-pembangunan-gampong-di-aceh-barat/) - MEULABOH, BINADESA.ORG—Selama ini dalam menjaring aspirasi dan peluang partisipasi masyarakat dalam pembangunan adalah melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan (MUSRENBANG), dengan berbagai tingkatan dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga nasional. Namun dalam pelaksanaannya musrenbang masih banyak terdapat kekurangan, seperti minimnya aspirasi perempuan, anak dan disabilitas. Pandangan atas musrenbang yang hanya dianggap formalitas, karena dalam prosesnya keterlibatan - [Ibu-Ibu Jamaah Majelis Taklim di Agam Mulai Mengenal Pertanian Alami](https://binadesa.org/ibu-jamaah-majelis-taklim-di-agam-mulai-mengenal-pertanian-alami/) - AGAM, BINADESA.ORG-Tidak hanya petani yang mendapatkan pendidikan mengenai pertanian. Pada Rabu, 4 Januari 2017, ibu-ibu jamaah majelis taklim di Desa Lubuk Aua, Kecamatan Agam, Sumatera Barat pun mendapatkan materi mengenai pertanian, khususnya pertanian alami. Tidak ketinggalan, beberapa mahasiswa sekolah tinggi kesehatan di Bukttinggi pun turut mengikuti pelatihan ini. Kegiatan yang menjadi bagian dari peningkatan kualitas - [Pertanian Keluarga yang Kian Tergerus](https://binadesa.org/pertanian-keluarga-yang-kian-tergerus/) - Sekitar tiga miliar penduduk dunia tinggal di pedesaan. Mereka adalah keluarga-keluarga yang melakukan kegiatan pertanian atau disebut pertanian keluarga (family farming). Bahkan, pertanian keluarga menghasilkan 70% pangan dunia. Namun, hal tersebut belum dibarengi dengan kebijakan pendukung yang efektif dari pemerintah. Salah satu aksi global untuk mendukung kemajuan Pertanian Keluarga adalah mendirikan komite nasional pertanian keluarga - [Peluang dan Tantangan UU Desa dalam Upaya Demokratisasi Tata Kelola Sumber Daya Alam Desa: Perspektif Agraria Kritis](https://binadesa.org/peluang-dan-tantangan-uu-desa-dalam-upaya-demokratisasi-tata-kelola-sumber-daya-alam-desa-perspektif-agraria-kritis/) - Tulisan berikut ini merupakan hasil penelitian dari Saudara Mohamad Shohibuddin , beliau merupakan pemikir muda dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) dan Pusat Studi Agraria (PSA), Institut Pertanian Bogor (IPB). BINADESA.ORG merasa perlu untuk mempublikasikan tulisan ini, karena setelah dua tahun sejak Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa (UU Desa) di sahkan, membawa berbagai konsekuensi politik, ekonomi, - [Pelaksanaan Reforma Agraria Butuh Presiden yang Benar-Benar Berpihak pada Rakyat Miskin (1)](https://binadesa.org/pelaksanaan-reforma-agraria-butuh-presiden-yang-benar-benar-berpihak-pada-rakyat-miskin/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bersama anggota Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) menyelenggarakan peluncuran Jaringan Bantuan Hukum Agraria dan Laporan Akhir Tahun 2016 mengenai situasi keagrarian di Indonesia pada minggu pertama Januari 2017. Laporan akhir tahun itu berjudul “Liberalisasi Agraria Diperhebat, Reforma Agraria Dibelokkan” disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika. Hadir sebagai panelis ahli - [Pelaksanaan Reforma Agraria Butuh Presiden yang Benar-Benar Berpihak pada Rakyat Miskin (2)](https://binadesa.org/pelaksanaan-reforma-agraria-butuh-presiden-yang-benar-benar-berpihak-pada-rakyat-miskin-2/) - Ombudsman : Format kebijakan memang menghendaki Konfilk Agraria JAKARTA, BINADESA.ORG--Sedangkan Alamsyah Saragih mengutarakan banyak terjadinya maladministrasi, terutama untuk selisih batas dan separuh dari maladministrasi tersebut terjadi karena penyelewengan wewenang. Yang paling banyak dilaporkan adalah Badan Pertanahan Nasional. Pemerintah dan BPN ini paling banyak yang diadukan di daerah berkaitan dengan HGU yang telah habis. Namun dalam - [Petani Desa Awo, Sulawesi Barat Mendapatkan Pelatihan Praktik Pertanian Alami](https://binadesa.org/petani-desa-awo-sulawesi-barat-mendapatkan-pelatihan-praktik-pertanian-alami/) - MAJENE, BINADESA.ORG--Puluhan petani Desa Awo, Kecamatan Tammeroddo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengikuti pelatihan pertanian alami pada Selasa, 27 Desember 2016. Peningkatan kapasitas petani ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Pemerintah Desa Awo dan Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulawesi Barat. Samsul Manjurai Kepala Desa Awo dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah - [Dana Desa Di Dorong Untuk Mendukung Pertanian Alami](https://binadesa.org/dana-desa-di-dorong-untuk-mendukung-pertanian-alami/) - AGAM, BINADESA.ORG—Komunitas Petani Alami (KPA) Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada akhir tahun 2016, yakni tanggal 13-19 Desember menggelar dua kegiatan penting bagi keberlanjutan pertanian alami. Kegiatan tersebut adalah Musyawarah Besar I (pertama) dan pelatihan kader untuk pengurus dan anggota kelompok tani. Pertanian alami menjadi salah satu aktivitas yang dapat mengubah sistem sosial, budaya, ekonomi dan - [Rakyat Kecil Penjaga Pangan Keluarga, Basis Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/rakyat-kecil-dan-kedaulatan-pangan/) - BANTUL, BINADESA.ORG—Hingga saat ini kedaulatan pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi dalam Nawa Cita sesungguhnya hanya menyentuh kebijakan luaran saja, tanpa ada aksi pemberdayaan petani dan memperkuat sektor pertanian. Karena kedaulatan pangan harus juga dimaknai sebagai politik pertanian yang lebih memihak kepada petani, perempuan dan laki-laki tidak semata pada soal ketersediaan pangan, impor maupun ekspor pangan, - [Penguatan Kolaborasi Ekonomi Dibahas pada ASEAN Cooperative Business Forum 2016](https://binadesa.org/penguatan-kolaborasi-ekonomi-dasean/) - MANILA, BINADESA.ORG--Acara 6th ASEAN+2 Cooperative Business Forum 2016 (ACBF 2016) berhasil dilaksanakan pada tanggal 29-30 November 2016 lalu di Manila, Filipina. Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama berbagai lembaga pemerintah, organisasi tani, koperasi, serta LSM internasional ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari 15 negara. Ini merupakan ACBF pertama kalinya yang melibatkan organisasi tani. Perwakilan - [Catatan Kritis atas Konsultasi Publik Hak Atas Air](https://binadesa.org/catatan-kritis-atas-konsultasi-publik-hak-atas-air/) - MAGELANG, BINADESA.ORG— Berikut ini merupakan catatan dari Suwarto Adi, salah seorang anggota pembina Bina Desa yang berkesempatan hadir pada acara konsolidasi dan konsultasi publik hak atas air. Mari kita simak catatan kritis Suwarto Adi atas proses kegiatan, secara substasial dan urun rembugnya bagi tindak lanjut ke depan; Keberlakuan Undang-Undang nomor 7/2004 tentang Sumberdaya Air telah - [Long March Petani Kendeng Dukung Gubernur Cabut Izin Pabrik Semen di Rembang](https://binadesa.org/long-march-petani-kendeng-dukung-gubernur-cabut-izin-pabrik-semen-di-rembang/) - JAWA TENGAH, BINADESA.ORG—Minggu malam merupakan persiapan akhir bagi ribuan warga sekitar Pegunungan Kendeng, yang ada di Kabupaten Rembang, Pati, Blora, Kudus yang akan melepaskan saudara-saudaranya untuk melakukan long march (jalan kaki) mengawal keputusun Mahkamah Agung yang menyatakan mencabut SK Gubernur Jawa Tengah terkait penambangan semen PT. Semen Gresik (kemudian berubah nama jadi PT. Semen Indonesia). - [Perundingan RCEP Ancam Pertanian dan Akses Kesehatan Publik](https://binadesa.org/perundingan-rcep-ancam-pertanian-dan-akses-kesehatan-publik/) - JAKARTA, BINADESA.ORG-Koalisi Masyarakat Indonesia untuk Keadilan Ekonomi, pada 6 Desember 2016 melakukan aksi demonstrasi di depan istana Negara, di Jakarta, untuk mendesak Presiden Indonesia untuk tidak melanjutkan perundingan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnerhsip (RCEP) atau kerjasama ekonomi secara konprehensif di regional, karena bisa dipastikan isi perundingan RCEP sangat jauh dari kepentingan rakyat, serta membahayakan perikehidupan - [Anak Petani Bangun Kebun Pekarangan](https://binadesa.org/anak-petani-bangun-kebun-pekarangan/) - Data menunjukkan sebanyak 63% anak petani padi dan 54% anak petani hortikultura menegaskan tak ingin menjadi petani. Dari sisi orang tua petani pun demikian. Sejumlah 50% orang tua petani padi tidak ingin anaknya menjadi petani. Sementara 73% petani hortikultura menyatakan tidak ingin anaknya menjadi petani demikian Hasil riset Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) tahun - [Penting, Peran Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Desa](https://binadesa.org/penting-peran-perempuan-tentukan-arah-pembangunan-desa/) - WONOSOBO, BINADESA.ORG—Sejak di berlakukannya Undang-Undang Nomer 6 tahun 2014 tentang Desa memberi harapan bagi pembangunan yang partisipatif. Setiap unsur masyarakat mempuntai ruang yang luas untuk berpartisipasi aktif menentukan arah dalam membangun desanya. Adapun bentuk partisipasi warga tersebut dalam musyawarah desa. Musyawarah tersebut memberi ruang dan kesempatan warga desa untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat secara - [Membumikan Agroekologi di Kalangan Mahasiswa Pertanian](https://binadesa.org/membumikan-agroekologi-di-kalangan-mahasiswa-pertanian/) - INDRALAYA, BINADESA.ORG--Pagi di akhir November 2016,ada sesuatu kegiatan yang cukup menarik, Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) diundang memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (UNSRI), Sumatera Selatan. Dihadiri kurang lebih 35 mahasiswa dan staf dosen dari jurusan ilmu tanah dan jurusan agroekoteknologi dan berlangsung kurang lebih 90 menit, dari pukul 10.00 WIB. Meski singkat dan - [Merefleksikan Praktek dari Sekolah Pertanian Alami](https://binadesa.org/merefleksikan-praktek-dari-sekolah-pertanian-alami/) - CIANJUR, BINADESA.ORG--Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur pada awal Oktober 2016 lalu mengadakan kegiatan Refleksi Pertanian Alami. Kegiatan ini dilaksanakan di Paguyuban Ranca Bunggur, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak. Peserta yang terlibat dari kegiatan ini adalah peserta yang pernah mengikuti sekolah pelatih Pertanian Alami di Desa Talaga Sari pada bulan Maret 2016 yang - [Catatan Perjalanan: Revolusi Agroekologi di Kuba](https://binadesa.org/catatan-perjalanan-revolusi-agroekologi-kuba/) - Tulisan berikut ini merupakan catatan perjalanan saudari Elisha Kartini Samon, perempuan lulusan salah satu Universitas di Roma Italia ini, sekarang merupakan peneliti dan Asia program staff untuk GRAIN. GRAIN adalah organisasi internasional yang bekerja untuk mendukung model pertanian berbasis komunitas dan keaneka ragaman hayati. Kesempatan penulis hampir 3 minggu dibulan September-Oktober 2016 berkeliling dan bertatap - [Petani Menyediakan Pangan Justru jadi korban Kekerasan dan Kriminalisasi](https://binadesa.org/petani-digusur-dan-dikriminalkan/) - KNPA Mengecam Keras Kekerasan Aparat dan Kriminalisasi Terhadap Perjuangan Hak Atas Tanah — Mendukung Sepenuhnya Perjuangan Warga Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat dan Mekar Jaya, Langkat Sumatera Utara Dalam Mempertahankan Tanahnya JAKARTA, BINADESA.ORG-- Di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, kekerasan aparat dan kriminalisasi rakyat masih terjadi. Penggusuran atas nama pembangunan demi kepentingan umum terus dilakukan dengan - [Budi Laksana: Anak Nelayan yang jadi Pimpinan Organisasi Nelayan](https://binadesa.org/budi-laksana-anak-nelayan/) - Bulan Desember 2007 tanggal 6, merupakan tonggak sejarah berdirinya organisasi Serikat Nelayan Indonesia (SNI). Deklarasi pendirian SNI tersebut dilakukan di Denpasar Bali, ketikan itu berkumpul berbagai kelompok nelayan dan individu-individu nelayan yang berasal dari berbagai daerah. sebut saja misalnya Pilar Perjuangan Nelayan Labuhan Batu, Bina Nelayan Belawan, Medan, Ipanjar Langkat Sumatera Utara, SNT Indramayu, Cirebon, - [Keluarga Petani Kecil Memberi Makan Dunia](https://binadesa.org/petani-kecil-memberi-makan-dunia/) - Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK) Indonesia berpartisipasi dalam acara Bogor Organic Fair (BOF) 2016 yang dihelat di Sentul Bogor, Jawa Barat 27-30 Oktober 2016. Pelaksana acara adalah Aliansi Organis Indoesia (AOI). KNPK Indonesia memeriahkan acara tersebut mementaskan theatrical (happening art) sebagai salah satu cara komunikasi publik kami agar masyarakat menaruh perhatian kepada petani kecil. Dalam - [Puluhan Mahasiwa UIN Syarief Hidayatullah “Serbu” Enam Desa di Sukabumi](https://binadesa.org/mahasiswa-belajar-di-desa/) - SUKABUMI, BINADESA.ORG-- Bina Desa bersama dengan Universitas Negeri Islam (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta mengadakan Bhakti Mahasiswa (Praktikum 2) selama sebulan (27 September – 28 Oktober 2016). Pesertanya adalah mahasiswa UIN Fakultas Dakwah dan komunikasi, Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kegiatan ini melibatkan 64 orang mahasiswa yang dibagi dalam 6 kelompok. Tempat Bhakti Mahasiswa dilaksanakan di enam desa - [Memperkuat Peran Pemuda dan Koperasi Petani Kecil untuk Masa Depan Kehidupan](https://binadesa.org/pemuda-dan-koperasi-petani-kecil/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Sebagai upaya memperkuat peran pemuda dan koperasi pertanian keluarga dalam konteks integrasi regional ASEAN, ASEAN Foundation, dalam kemitraan dengan Uni Eropa, menyelenggarakan Dialogue Roundtable (RTD) pada 7 Nopember 2106 di Kantor ASEAN Foundation. Forum ini sebagai jalan untuk berbagi inisiatif yang ada serta untuk membahas potensi kolaborasi antara Petani Organisasi yang diwakili oleh La - [Kembali ke Khittah, Pertanian Alami sebagai Proses Pemanusiaan](https://binadesa.org/pertanian-alami-sebagai-proses-pemanusiaan/) - Pendampingan bagi masyarakat desa yang marjinal merupakan suatu pilihan sikap dan hidup. Hanya sedikit orang mampu bertahan. Upaya mentranformasikannya menjadi gerakan sosial dan religius merupakan kerja besar. Sesungguhnya dalam proses pendampingan masyarakat marjinal pedesaan siapa yang belajar dan siapa yang memberi pelajaran?. Sekedar untuk menghayati apa yang dilakukan oleh pendamping kaum marjinal pedesaan, kita baca - [Sanggar Bumi Menoreh, Pentaskan Lakon Geger Genjik Udan Kirik](https://binadesa.org/pentas-lakon-geger-genjik-udan-kirik/) - WATES, BINADESA.ORG--Perubahan sistem kekuasaan yang tidak lagi bersifat monopolitik karena makin maraknya partai politik dan munculnya kekuatan masyarakat sipil dalam sistem politik di Indonesia sejak runtuhnya rezim orde baru ternyata tak membawa perubahan yang signifikan. Utamanya terhadap perubahan sosial terutama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Keprihatinan inilah yang membuat Sekertariat Bersama (Sekber) Masyarakat - [Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Sebagian Gugatan Atas UU Perkebunan](https://binadesa.org/putusan-mahkamah-konstitusi-mengabulkan-sebagian-gugatan-takp/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Tepat setahun setelah didaftarkan ke Mahkamah Konstituti oleh Tim Advokasi Keadilan Perkebunan (TAKP), gugatan terhadap UU No 39 tahun 2014 tentang Perkebunan akhirnya di bacakan pagi tanggal 27 Oktober 2016 oleh kesembilan hakim MK. Seperti di ketahui Tim Advokasi Keadilan Perkebunan merupakan elemen organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Sawit Watch, SPKS , SPI, - [Peran Rakyat Pedesaan dalam Pembangunan Berkelanjutan dan Visi Komunitas ASEAN](https://binadesa.org/peran-rakyat-pedesaan-dalam-visi-komunitas-asean/) - VIENTIANE, BINADESA.ORG—“Dalam beberapa tahun belakangan ini kita menyaksikan perubahan luar biasa dan transformasi di region Asia khususnya pertanian dan kawasan pedesaan dari produsen menjadi importir pangan. Petani kecil menjadi lebih miskin, kehilangan akses dan kontrol atas tanah, benih dan air. Perempuan tani bekerja lebih dari 17 jam sehari, bahkan banyak yang menjadi pekerja kasar migran - [Apa Kabar Demokratisasi Desa?](https://binadesa.org/apa-kabar-demokratisasi-di-desa/) - JAKARTA, BINADESA.ORG—Pemberlakuan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa memberi harapan yang sangat besar terhadap berlangsungnya demokratisasi di desa. Demokratisasi dimaknai sebagai proses peningkatan kapasitas masyarakat desa untuk lebih berperan aktif dalam pengambilan keputusan dari, oleh dan untuk masyarakat. Perwujudannya dalam berbagai bentuk partisipasi pada pembangunan desa. Untuk mendalami perkembangan praktek demokratisasi di desa, Bina - [Pasar Desa, Bergeliat Berputarnya Produk dan Uang di Desa](https://binadesa.org/pasar-desa-untuk-kesejahteraan-masyarakat/) - TEMANGGUNG, BINADESA.ORG—Masyarakat Dusun Kelingan, Desa Caruban Kec. Kandangan Kab. Temanggung bersama INAgri (Institut Agroekologi Indonesia) merayakan Hari Pangan Sedunia (HPS) 16 Oktober 2016. Hari Pangan ini dirayakan bertepatan dengan gelaran pasar yang ke-8 yakni pasar Papringan, pasar yg digagas warga desa, Spedagi (Sepeda Pagi) dan Fransisca Callista personil INAgri yang juga lulusan design culture dari - [Perempuan dari Polewali Mandar Belajar Bertani Alami](https://binadesa.org/perempuan-bertani-alami/) - POLEWALI MANDAR, BINADESA.ORG--Peringatan Hari Pangan Se-Dunia dihayati oleh pegiat pertanian alami bersama perempuan-perempuan di Desa Kelapa Dua, Anreapi, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat berpraktek pertanian alami. Para pegiat yang tergabung dalam Lembaga inspirasi dan advokasi Rakyat Sulawesi Barat (LIAR SULBAR). Lukman Rahim bersama dengan pegiat dari wilayah Polman lainnya mendorong perempuan aktif dalam pertanian alami, karena - [Negara Harus Lindungi Petani Dari Ancaman Perdagangan Bebas](https://binadesa.org/petani-harus-dilindungi-dari-ancaman-perdagangan-bebas/) - JAKARTA, BINADESA.ORG - Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Ekonomi dalam konprensi persnya (minggu 16/10) mendesak pemerintah untuk secara serius melindungi petani dari ancaman FTA, khususnya ASEAN RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), dengan menyusun strategi perlindungan yang tepat bagi petani. Pada tanggal 17-21 Oktober 2016 akan berlangsung putaran perundingan ASEAN RCEP ke-15 - [SNI: Darurat Perompakan, Nelayan Minta Perlindungan](https://binadesa.org/sni-perompakan-nelayan/) - https://www.youtube.com/watch?v=LTIPhCyYz2A&list=PLBrENQLaqGd52yVZxA3nHF7aqvWxRhu3q&index=1 Berdasarkan data dari Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cirebon (Agustus 2016), 250 perahu telah menjadi korban, mulai dari daerah Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, dengan rincian rata-rata per perahu adalah 6 kuintal, sehingga bila diakumulasikan mencapai 1.500 ton dalam 3 bulan terakhir, dengan kerugian selama sebulan ditaksir adalah 60 ton - [Bupati Cianjur: Eks HGU dan Tanah Terlantar, Prioritas Untuk Petani Penggarap](https://binadesa.org/bupati-cianjur-tanah-untuk-petani-penggarap/) - CIANJUR, BINADESA.ORG--Paguyuban Petani Cianjur (PPC) bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur, Bina Desa, Aliansi Petani Indonesia (API) dan Pemda Cianjur menggelar peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke 56 pada tanggal 26 September 2016 di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dihadiri hampir semua petani di kawasan Kadupandak dan beberapa organisasi tani dari Cibinong - [Mandiri dengan Pupuk Buatan Sendiri](https://binadesa.org/mandiri-dengan-pupuk-buatan-sendiri/) - CIANJUR, BINADESA.ORG-Ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Tunas Jaya, Desa Gandasari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur mengadakan pendidikan pertanian alami di Kampung Nyublek. Setidaknya 20 orang ibu yang terlibat dalam pendidikan yang difasilitasi oleh Hikmat Nugraha yang biasa di panggil Imat. Pendidikan Pertanian Alami ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada 17-18 September 2016. Pendidikan hari pertama dimulai - [Terbentuk Organisasi Sarekat Pengorganisasian Rakyat Indonesia](https://binadesa.org/terbentuk-organisasi-sarekat-penggorganisasian-rakyat-indonesia/) - CIANJUR, BINADESA.ORG—Momentum peringatan Hari Tani Nasional yang ke 56 di tahun 2016 ini digelar Kongres I Pengorganisasian Rakyat Pedesaan Indonesia di Desa Mekarsari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ketua panitia Lily N. Batara dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Kongres ini berlangsung dari tanggal 28-30 September 2016, dihadiri 35 orang utusan dari berbagai propinsi seperti - [Pernyataan Sikap Hari Tani Nasional 2016](https://binadesa.org/pernyataan-sikap-hari-tani-nasional-2016-komite-nasional-pembaruan-agraria-knpa/) - “Perkuat Persatuan Gerakan Rakyat, Laksanakan Reforma Agraria Sejati dan Lawan Perampasan Tanah Rakyat” Pada 24 September 1960, Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) diundangkan. Tiga tahun sesudahnya, Presiden Sukarno melalui Kepres No. 169 Tahun 1963, menetapkan bahwa 24 September sebagai Hari Tani Nasional. Simbol bahwa kelahiran UUPA 1960 dimaksudkan untuk merombak nasib kaum tani dengan menyediakan tanah - [Rangkaian Kegiatan dan Aksi Peringatan Hari Tani Nasional 2016 KNPA (3)](https://binadesa.org/rangkaian-htn-knpa-3/) - #HARITANINASIONAL 2016 JAKARTA, BINADESA.ORG– Tiap tahunnya tanggal 24 September dirayakan sebagai harinya petani, pada tanggal tersebut melalui Keputusan Presiden No. 169 tahun 1963 ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional (HTN) yang juga merupakan hari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960. Puncak Peringatan Hari Tani Nasional 2016 diperingati pada tangal 27 September 2016, sebelumnya dilakukan berbagai aktivitas - [Rangkaian Kegiatan dan Aksi Peringatan Hari Tani Nasional 2016 KNPA (2)](https://binadesa.org/rangkaian-kegiatan-dan-aksi-htn-knpa-2/) - #HARITANINASIONAL 2016 JAKARTA, BINADESA.ORG– Tiap tahunnya tanggal 24 September dirayakan sebagai harinya petani, pada tanggal tersebut melalui Keputusan Presiden No. 169 tahun 1963 ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional (HTN) yang juga merupakan hari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960. Puncak Peringatan Hari Tani Nasional 2016 diperingati pada tangal 27 September 2016, sebelumnya dilakukan berbagai aktivitas - [Rangkaian Kegiatan dan Aksi Peringatan Hari Tani Nasional 2016 KNPA (1)](https://binadesa.org/rangkaian-kegiatan-dan-aksi-htn-knpa-1/) - #HARITANINASIONAL2016 JAKARTA, BINADESA.ORG–Tiap tahunnya tanggal 24 September dirayakan sebagai harinya petani, pada tanggal tersebut melalui Keputusan Presiden No. 169 tahun 1963 ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional (HTN) yang juga merupakan hari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960. Puncak Peringatan Hari Tani Nasional 2016 diperingati pada tangal 27 September 2016, sebelumnya dilakukan berbagai aktivitas dan aksi - [John Dijkstra Sosok Gila Yang Berpihak Kepada Kaum Miskin](https://binadesa.org/john-dijkstra-sosok-gila-yang-berpihak-kepada-kaum-miskin/) - UNGARAN, BINADESA.ORG- Perjalanan minggu pagi (18/09) dari ibukota Jawa Tengah, Semarang ke Ungaran terasa cepat, saat itu lalu lintas lengang dan cuaca mendung. Kunjungan ini atas undangan dari Lembaga Pendamping Usaha Buruh, Tani dan Nelayan (LPUBTN) dalam rangka peringatan hari lahir lembaga tersebut yang ke -56 tahun. Organisasi ini sebagai salah satu pendirinya adalah (alm) - [Di Myanmar Petani dan Nelayan Asia Berlatih  “Action Learning”](https://binadesa.org/di-myanmar-petani-dan-nelayan-asia-berlatih-action-learning/) - NAY PYI TAW, BINADESA.ORG- Puluhan perwakilan petani dan nelayan jaringan AsiaDHRRA (the Development Human Resources in Rural Areas) yang terdiri dari 8 negara seperti Thailand, Laos, Philipina, Malaysia, Vietnam, Indonesia dan lainnya berkumpul di ibukota Myanmar yang baru, Nay Pyi Taw. Selama tiga hari tepatnya pada tanggal 15-17 September 2016 mereka melakukan pelatihan regional tentang - [Polemik Reklamasi Teluk Jakarta: Presiden Diminta agar Taat Hukum](https://binadesa.org/polemik-reklamasi-teluk-jakarta-walhi-minta-presiden-untuk-menghormati-hukum/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Pernyataan Pemerintah Pusat yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan bahwa pemerintah akan melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta, khususnya reklamasi pulau G. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menunjukkan Pemerintah Pusat tidak mentaati hukum. Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah memutuskan bahwa proyek reklamasi Teluk Jakarta (Pulau G) ditunda - [Diskusi: "Lemahmu udu duwekmu: Mengurai Hak Milik atas Tanah, Perspektif Warga DIY"](https://binadesa.org/diskusi-lemahmu-udu-duwekmu-mengurai-hak-milik-atas-tanah-perspektif-warga-diy/) - Dalam rangka mempererat solidaritas antar penyintas penggusuran, warga terdampak pembangunan tidak berwawasan lingkungan, dan masyarakat sipil di DIY, akan diselenggarakan pertemuan terbuka. Bentuk diskusi dipilih karena ada kebutuhan segera menajamkan analisa dan menyebarkan semangat berjuang untuk ruang hidup kita bersama. Diskusi berjudul "Lemahmu udu duwekmu: Mengurai Hak Milik atas Tanah, Perspektif Warga DIY" ini akan - [Bertukar pengalaman perempuan desa di Cianjur dan pegiat desa dari Jepang](https://binadesa.org/bertukar-cerita-perempuan-desa-di-cianjur-dan-pegiat-desa-dari-jepang/) - CIANJUR, BINADESA.ORG- Pada akhir Agustus lalu, tepatnya pada tanggal 30-31 merupakan hari yang berbeda dari biasanya bagi Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) Kadupandak. Saat itu SPPB kedatangan tamu dari lembaga Asian Community Trust (ACT) Jepang, Mari Suzuki bersama staff Bina Desa Jakarta, Mardiah, Affan dan John S. Kesempatan kunjungan ini tidak disia-siakan oleh SPPB, mereka - [Kartini : Pendidikan Menggerakkan Perempuan untuk Bangkit dari Kesulitan Hidup di Desa](https://binadesa.org/kartini-pendidikan-menggerakkan-perempuan-untuk-bangkit-dari-kesulitan-hidup-di-desa/) - CIANJUR, BINADESA.ORG- Ketua Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) Kartini, menyampaikan sambutan pada pembukaan pendidikan kader dasar, bagi pengurus sauyunan dan anggota paguyuban. Kartini mengatakan pendidikan bagi perempuan pedesaan utamanya petani, merupakan salah satu cara menggerakan dan menyadarkan agar lebih peduli untuk bangkit dari kesulitan-kesulitan hidup di desa. “Melalui pendidikan kader ini, diharapkan kita semua bisa lebih sadar dan - [Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Kebijakan Luar Negeri Merespon Pertemuan G20](https://binadesa.org/forum-masyarakat-sipil-indonesia-untuk-kebijakan-luar-negeri-merespon-pertemuan-g20/) - “Kerjasama Perpajakan dan Reformasi Struktural dalam Perdagangan dan Investasi harus menjadi prioritas Indonesia di G20” Dua hari ini tepatnya tanggal 4-5 September berlangsung pertemuan Puncak G20 di Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Presiden Jokowi hadir di pertemuan tersebut. Pertemuan puncak G20 yang mengangkat tema Pembangunan yang inovatif, menyegarkan, terhubung, dan inklusif berlangsung hampir satu tahun - [SNI: Darurat Perompakan, Nyawa Nelayan Kecil Terancam dan Merugi Milyaran Rupiah](https://binadesa.org/nelayan-kecil-korban-perompakan/) - JAKARTA, BINADESA.ORG--Nelayan yang merupakan pilar utama sebagai produsen pangan laut dan garda terdepan dalam menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam wilayah perairan, saat ini harus dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang mengancam kesejahteraannya. Persoalan pertama yang mungkin cukup klasik adalah proses produksi dan distribusi yang masih bergantung kepada para tengkulak sehingga keterlibatan para nelayan, khususnya nelayan - [Perompakan Merajalela Nelayan Menderita Kerugian Miliaran Rupiah](https://binadesa.org/perompakan-merajalela-nelayan-menderita-kerugian-miliaran-rupiah/) - Nelayan Rajungan Tiga Bulan Tidak Melaut Karena Perompakan Kerugian Mencapai Miliaran dalam Sebulan SERIKAT NELAYAN INDONESIA Nelayan yang merupakan pilar utama sebagai produsen pangan laut dan garda terdepan dalam menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam wilayah perairan, saat ini harus dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang mengancam kesejahteraannya. Persoalan pertama yang mungkin cukup klasik adalah proses produksi - [Peluncuran Program Penguatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Pedesaan Asia](https://binadesa.org/peluncuran-program-penguatan-kapasitas-organisasi-masyarakat-pedesaan-asia/) - YOGYAKARTA, BINADESA.ORG- Perwakilan DHRRA, organisasi pengembangan SDM pedesaan di Asia, dari 8 negara dan organisasi mitra regional dan global berkumpul di Yogyakarta pada 18 mei 2016 untuk menyaksikan peluncuran program regional yang berjudul ReCoERDO Asia. ReCoERDO Asia merupakan kerjasama dengan Komisi Uni Eropa dan ditujukan untuk penguatan aspek social-ekonomi organisasi komunitas pedesaan di Asia Tenggara dan - [Menyusun Strategi Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria](https://binadesa.org/menyusun-strategi-nasional-pelaksanaan-reforma-agraria/) - Rapat dengan Kantor Staf Presiden merumuskan Strategi Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria 2016-2019 di Istana Cipanas yang diikuti oleh berbagai kementrian/lembaga dan organisasi masyarakat salah satunya Bina Desa. Reforma Agraria sesuai dengan visi, misi dan program aksi Jokowi JK (Nawacita). Sebagai hasil dari RA : 1) berkurangnya ketimpangan dan konflik agraria, 2) perbaikan kondisi sosial ekologi - [Seri Pertanian Alami: Panen di lahannya saudara Aan](https://binadesa.org/seri-pertanian-alami-panen-di-lahannya-saudara-aan/) - Seri Pertanian Alami: Panen padi 11 April 2016 di lahan saudara Aan, kelompok Aswaja, Desa Sumber Rejo, Ambulu, Jember, Jawa Timur Panen kali ini adalah panen perdana padi alami, hasilnya jika dibandingkan dengan padi tetangga, jauh lebih baik. Sementara semua padi yang diolah secara kimia di Sumber Rejo, hasil panen tahun ini tidak begitu menggembirakan. - [Sayuran, Iklim dan Pengerjaan Tanah](https://binadesa.org/sayuran-iklim-dan-pengerjaan-tanah/) - Penanaman sayuran dapat diselenggarakan hanya ditempat-tempat yang tak kekurangan air; walaupun tanah itu kering umpamanya, masih dapat ditanami asal ada air untuk menyiramnya. Acapkali ditempat yang kering, ditengah atau dipinggir kebun sayuran digali sumur, yang airnya khusus untuk kepentingan palawijanya. Ditempat-tempat yang banyak hujanpun, pengairan tetap berfaedah, karena penanam tidak tergantung kepada turunnya hujan. Tanah - [Perubahan Iklim, Kedaulatan Pangan dan Kesadaran Konsumen](https://binadesa.org/perubahan-iklim-kedaulatan-pangan-dan-kesadaran-konsumen/) - Baru saja di penghujung tahun lalu dua hal monumental berkaitan dengan pembangunan dunia terlaksana. Yang terbaru adalah Perjanjian Paris (COP21) yang terselenggara di bulan Desember. Disebut monumental karena pertama kalinya dalam sejarah, 195 negara peserta menyetujui komitmen yang mengikat secara legal dan universal. Perjanjian ini menyepakati komitmen menahan laju kenaikan temperatur global di bawah 2oC - [Pusat-Pusat Perkebunan Sayuran](https://binadesa.org/pusat-pusat-perkebunan-sayuran/) - Sayuran asli dapat tumbuh dengan subur, baik ditanah rendah maupun dipegunungan pada bermacam-macam tanah di Jawa asal cukup air untuk menyiramnya, terutama selama tanaman itu masih muda. Dengan demikian tempatnyapun tidak dipusatkan, melainkan tersebar diseluruh negeri. Akan tetapi disekitar kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya terdapat penanaman sayuran yang agak luas, terdiri dari: - [Riwayat Penanaman Sayuran](https://binadesa.org/riwayat-penanaman-sayuran/) - Marilah kita menyelidiki riwayat penanaman sayuran. Mula-mula orang-orang dijaman purbakala mengambil dan memilih makannya itu dari daun-daunan serta buah-buahan; dicarinyalah tumbuh-tumbuhan yang buahnya atau daunnya yang dapat dimakan yang lezat dan berguna. Supaya tidak terlalu jauh dari kampung halamannya tumbuh-tumbuhan yang berguna itu ditanamnya diperkarangannya, seolah-olah mereka itu memindahkannya dari hutan. Dengan demikian pekarangan itu - [Mengapa IMO Penting?](https://binadesa.org/mengapa-imo-penting/) - Apa itu Indigenous Microorganism (IMO)? IMO adalah makhluk renik yang dapat dan telah hidup di suatu wilayah selama beberapa waktu. IMO sangat berguna bagi pertanian karena sangat kuat dan efektif. Pertanian Alami menganjurkan penggunaan IMO karena mikroorganisme terbaik adalah yang berasal dari lingkungan setempat, atau mikroorganisme yang kita butuhkan adalah mikroorganisme yang berada di lingkungan - [Ayo Kuasai 13 Ramuan Penting Pertanian Alami!](https://binadesa.org/ayo-kuasai-13-ramuan-penting-pertanian-alami/) - Jenis mikroorganisme berbeda-beda di tiap lokasi, karena setiap tempat memiliki kondisi lingkungan yang unik. Praktek pertanian alami merupakan praktik memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Oleh karena itu, setiap tahap dalam praktiknya harus memperhatikan betul kondisi unsur-unsur pendukungnya seperti tanah, tumbuhan dan pupuk/nutrisi. Agar dalam proses mengolah alam tersebut tidak merusak atau membunuh kehidupan - [Cinta, Kunci Masuk Bertani Alami](https://binadesa.org/cinta-kunci-masuk-bertani-alami/) - Cinta lahan merupakan salah satu kepedulian petani yang sangat tinggi dan belum dilakukan oleh petani kita dengan sepenuh hati. Karena tanah adalah kehidupan Keberhasilan petani bukan karena memiliki tanah yang subur. Kesuburan tanah bisa diusahakan atau dibuat oleh petani, bila petani mau kreatif dan aktif dalam memperlakukan tanahnya. Umumnya, petani Indonesia telah dibuat oleh pertanian - [Panen Padi Alami di Lahan Kelompok Tani Berkat Yakin](https://binadesa.org/1914-2/) - Seri Pertanian Alami: kabar gembira (5 April 2016) dari Lahan praktek sekolah lapang pertanian organik kelompok tani Berkat Yakin, anggota Komunitas Petani Alami Agam, Jorong Bukik Apik Nagari Padang Tarok, Sumatera Barat seluas satu (1) hektar tidak lama lagi akan panen. perlakuan dengan pertanian alami menggunakan Mikroba dan Nutrisi, dengan System Rice Intensification (SRI), hasilnya - [Reforma Agraria era Demokrasi Terpimpin](https://binadesa.org/reforma-agraria-era-demokrasi-terpimpin/) - 24 September 1960. Mementum bersejarah muncul. Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau dikenal sebagai UUPA-1960 lahir. UU Agraria yang sejak awal kemerdekaan dicita-citakan secara nasional akhirnya terbentuk. Inilah bagian dari Dekrit Presiden Sukarno “kembali kepada UUD-1945”. Di era yang disebut Demokrasi Terpimpin itu bidang politik pertanian dan agrarianya jelas, diarahkan “kembali” kepada semangat 1945. UUPA ini - [Kebijakan Agraria era 1950](https://binadesa.org/kebijakan-agraria-era-1950-2/) - Sempat terjadi nasionalisasi aset Belanda. Militer yang membuat proses nasionalisasi aset asing ini tak dirasakan rakyat banyak 17 Agustus 1950 Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Republik Indonesia Serikat hasil perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 hanya dijalankan kurang lebih delapan bulan. Sistem pemerintahan pun berubah, berlandaskan UUD Sementara (UUDS-1950). Presiden hanya - [Petani Kecil Kunci Supply Pangan di Indonesia](https://binadesa.org/petani-kecil-kunci-supply-pangan-di-indonesia/) - Siang 29/03/2016 Bina Desa (Achmad Ya'kub dan Nining Erlina Fitri ) bersama teman2 dari Komite Nasional Pertanian Keluarga Indonesia ( API Ika dan Ferry Widodo, AOI, Slowfood Bibong Widyarti D) dan WRF berdialog dengan FAO Representative in Indonesia bapak Mark Smulders. dialog kami mendalam bahwa kunci dari supply pangan sehat, beragam, bergizi dan berimbang di - [Kronologis Penembakan Terhadap Massa Aksi Hari Ketiadaan Tanah Di Sulawesi Tengah](https://binadesa.org/kronologis-penembakan-terhadap-massa-aksi-hari-ketiadaan-tanah-di-sulawesi-tengah/) - Berdasarkan Surat Pemberitahuan pada hari Senin, Tanggal 28 Maret 2016 kepada Polres Kota Palu untuk memperingati Hari Ketiadaan Tanah Internasional yang akan dilakukan aksi massa sebagai bentuk respon kritis akan ketidakadilan yang dialami oleh petani, buruh dan rakyat penambang dalam pengelolaan sumber daya agraria. Aksi massa ini dilaksanakan oleh Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Tengah (FPR - [Refleksi Komunitas Pedesaan Aceh dan Jawa Barat](https://binadesa.org/refleksi-komunitas-pedesaan-aceh-dan-jawa-barat/) - Seri Pendidikan Musyawarah (dikmus): Refleksi Komunitas Pedesaan Aceh dan Jawa Barat, tanggal 22-25 Maret 2016, bertempat di Training Centre Bina Desa di Suak Timah, Aceh Barat. Merefleksikan organisasi di komunitas dan jaringan yang sudah terbangun. Rencana ke depan lebih meningkatkan kerjasama yang kritis dengan pihak Pemda Aceh Barat agar adanya berbagai program pemerintah yang berpihak - [Merawat Bumi melalui Pertanian Alami](https://binadesa.org/merawat-bumi-melalui-pertanian-alami/) - Seri Pertanian Alami dan Perempuan: pada 20-24 Maret 2016 lalu, kita mengadakan dengan khitmad Pendidikan dan Praktek Pertanian Alami di Kelompok Wulan Sari, Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah. Ibu-ibu bersepakat untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran alami, utamanya untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat untuk dikonsumsi oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. (###) - [Mengubah dari Kebiasaan Kimia menjadi Alami](https://binadesa.org/mengubah-dari-kebiasaan-kimia-menjadi-alami/) - Seri Pertanian Alami: sekarang kami Bina Desa Berbagi informasi kegiatan Pendidikan dan Praktek Pertanian Alami di Penikel, Kecamatan Kampung Laut. Petani di Penikel, mulai menggunakan pestisida kimia sejak tahun 2010. Akibatnya menurut kawan-kawan petani tanah sawah mereka menjadi lebih kering, dan lebih dangkal. sebagai ikhtiar kita melakukan pendidikan selama 4 hari di Penikel dari tanggal - [Refleksi Pendampingan Rakyat Bina Desa](https://binadesa.org/refleksi-pendampingan-rakyat-bina-desa/) - Pendampingan dan pengorganisasian adalah kerja-kerja agar rakyat mampu mengetahui secara sadar dan kritis struktur penindasan yang melingkupi kehidupan sekeliling mereka. Sehingga rakyat bisa berdaulat dan mandiri. Forum Refleksi Pendamping Rakyat diselenggarakan di Yogyakarta pada Minggu (24/1). Bina Desa memfasilitasi organisasi-organisasi dan individu dari berbagai wilayah untuk merefleksikan hasil kerja-kerja pendampingan mereka selama ini di wilayahnya - [Kebijakan Harus Berangkat dari Inti Penghidupan Rakyat](https://binadesa.org/kebijakan-harus-berangkat-dari-inti-penghidupan-rakyat/) - Banyak agenda global yang kemudian menampakkan dirinya dengan wajah “manusiawi”. Hal itu terlihat dengan beberapa agenda seperti Milenium Development Goals (MDGs) yang hari ini berubah menjadi Sustainable Development Goals (SGDs). Program ini merupakan butir-butir yang disepakati negara-negara PBB dalam pembangunan untuk tercapainya kesejahteraan di masing-masing negara. Namun, program ini patut untuk ditinjau ulang karena banyak - [Pertanian Alami, Kuncinya Tekad yang Kuat](https://binadesa.org/pertanian-alami-kuncinya-tekad-yang-kuat/) - “saya kira pertanian alami harus diterapkan lebih luas. Di Salasse sendiri pendidikan pertanian alami sudah akan dijadikan mutan lokal di SMP dan SMA di sana” Meskipun masyarakat Indonesia profesinya adalah masyoritas petani, namun minim sekali mendapat pemberdayaan dan pengembangan kemampuan dalam bertani dari pemerintah. Justru saat ini, profesi sebagai petani tidak lagi memiliki nilai kebanggaan, - [Dwi Astuti: Masalah Dihadapi Perempuan Sebenarnya Adalah Juga Soal Politik](https://binadesa.org/dwi-astuti-masalah-dihadapi-perempuan-sebenarnya-adalah-juga-soal-politik/) - Yogyakarta, BINA DESA: Forum diskusi perempuan pada Minggu malam di Jogja (21/1/2016). Bina Desa memfasilitasi organisasi perempuan dari berbagai wilayah dan individu untuk bermusyawarah mencari kemungkinan pembentukan organisasi perempuan-Bina Desa. Perempuan berorganisasi kerap masih dianggap tabu bahkan menyalahi kodrat. Kesadaran semacam itu mesti dihadapi dan didiskusikan. "Masalah yang dihadapi perempuan secara individu sebenarnya adalah masalah - [Rahasia Pertanian Alami dan Siklus Nutrisi Tumbuhan](https://binadesa.org/rahasia-pertanian-alami-dan-siklus-nutrisi-tumbuhan/) - Praktek pertanian alami merupakan praktik memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Oleh karena itu, setiap tahap dalam praktiknya harus memperhatikan betul kondisi unsur-unsur pendukungnya seperti tanah, tumbuhan dan pupuk/nutrisi. agar dalam proses mengolah alam tersebut tidak merusak atau membunuh kehidupan lainya. Anda mungkin sudah tidak sabar menunggu lebih lama untuk mengetahui dan meracik ramuan - [Nilai Nilai Pertanian Alami](https://binadesa.org/nilai-nilai-pertanian-alami/) - Pernahkah anda menggunakan perasaan ketika memupuk tanaman? tanya seorang nara sumber dalam suatu diskusi pada Pelatihan Pertanian Alami yang diselenggarakan oleh Institut Janong (lembaga yang mengembangkan pertanian alami) di Pulau Jeju, Korea Selatan pada penghujung 2007. Tentu saja, tidak sedikit peserta yang bertanya-tanya dalam hati. Sadarkah Anda, semakin banyak Anda memberi pupuk kepada tanaman, semakin - [US-ASEAN Summit 15-16 Feb: “Jangan Ada Komitmen Tentang TPP”](https://binadesa.org/siaran-media-us-asean-summit-15-16-feb-jangan-ada-komitmen-tentang-tpp/) - Jakarta, 15 Februari 2016. Sekelompok organisasi masyarakat sipil Indonesia mendesak agar Presiden Joko Widodo tidak membuat komitmen apapun terhadap TPP dalam pertemuan US-ASEAN Summit yang akan dilaksanakan pada 15-16 Februari di California, AS. Mereka juga mengingatkan agar Presiden tidak kembali membuat pernyataan politik yang akan merugikan Indonesia kedepannya. Perjanjian TPP menuai banyak protes dari berbagai - [Menjadi Sahabat Alam, Metode Pertanian Alami](https://binadesa.org/menjadi-sahabat-alam-metode-pertanian-alami/) - Jadi pertanian alami adalah sebuah penghayatan sekaligus perlakuan manusia terhadap alam secara arif dan cerdas. Alam beserta isinya harus kita perlakukan dengan arif dan bijaksana, penuh kasih sayang, sebagaimana manusia menyayangi dirinya. Bertani secara alami terbukti lebih ekonomis, ramah lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat. Tidak seperti pertanian kimiawi yang justru tidak ramah lingkungan. Kekinian, - [Pertanian Alami Solusi Ancaman Krisis Pangan](https://binadesa.org/pertanian-alami-solusi-ancaman-krisis-pangan/) - Krisis ekonomi global membawa dampak pada mahalnya input (asupan) pertanian. Petani yang sudah tergantung pada input kimia tetap membelinya meski mahal. Padahal penggunaan input kimia mempengaruhi penurunan kesuburan lahan. Bagaimana kiat kita mengatasi persoalan ini? Mulailah bertani alami! Pertanian alami dapat menjadi pilihan utama di masa-masa sulit seperti sekarang ini, di samping keinginan kita untuk - [Perempuan dan Pertanian Alami](https://binadesa.org/perempuan-dan-pertanian-alami/) - Praktik-praktik dalam pertanian alami sangat dekat dengan kehidupan perempuan sehari-hari. Pengetahuan perempuan tentang proses pengolahan pangan, kebutuhan gizi/nutrisi makhluk hidup dan prinsip reproduksi makhluk hidup kemudian menjadi kunci utama dalam pertanian alami. Namun, sejak awal dimulainya Revolusi Hijau bagi perempuan pedesaan, pertanian kimiawi (baca: Revolusi Hijau) telah menggusur peran mereka di pertanian, sementara anggapan bahwa - [Pokok-pokok Pertanian Alami](https://binadesa.org/pokok-pokok-pertanian-alami/) - Pertanian alami memang tidak sekedar mengejar produksi, tidak hanya bertujuan meraih keuntungan material, tetapi diharapkan di dalam kehidupan pelakunya ada perilaku yang alami yang menjalin hubungan selaras dengan lingkungan sekitar Di Indonesia, istilah-istilah pertanian alami, pertanian organik, pertanian berkelanjutan, pertanian selaras alam, sering kita temui di berbagai media. Adakah perbedaan pengertian di antara istilah-istilah itu? - [Lebih Dekat dengan Pertanian Alami](https://binadesa.org/lebih-dekat-dengan-pertanian-alami/) - Kondisi petani Indonesia memang masih memprihatinkan. Betapa tidak, saat ini proses deagrarianisasi terus saja berlangsung dengan berbagai macam dalih pembangunan modern yang digalakkan pemerintah. Bahkan, menurut Sosiolog pedesaan asal Belanda, Prof. Ben White, saat ini sekitar 80 persen petani di Jawa tidak memiliki lahan. Selain itu, petani pun tak kuasa dalam mengakses air, input (termasuk - [Kedaulatan Pangan Tanpa Benih GMO](https://binadesa.org/kedaulatan-pangan-tanpa-benih-gmo/) - Indonesia menjadi negara terbesar keempat dunia di bawah Cina, India, dan Amerika dengan jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupakan makanan, khususnya beras dengan produksi setara padi 68,47 ton gabah kering giling. Dengan jumlah penduduk sebesar itu otomatis para korporat tak ada yang tidak tergiur menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar. Semuanya - [Pertanian Alami Memulihkan yang Telah Rusak](https://binadesa.org/pertanian-alami-memulihkan-yang-telah-rusak/) - Sudah sejak dulu nenek moyang Kita mempraktekkan Pertanian Alami: bertani tanpa merusak tanah dan membunuh kehidupan lainnya Revolusi Hijau yang dimulai dan digalakkan Pemerintahan Suharto pada 1976 telah banyak mengakibatkan efek negatif terhadap lingkungan pertanian. Alih-alih ingin meningkatkan produksi pertanian, Revolusi Hijau justru kian membuat lahan pertanian rusak dan petani tak berdaulat. Dimulai dari bibit, - [Program Sektor Pertanian Dibajak Pasar](https://binadesa.org/program-sektor-pertanian-dibajak-pasar-2/) - Pemerintah sudah balik badan dari agenda nawacita pertanian. Mengaggap kedaulatan pangan hanya sebagai peningkatan produksi. Tandanya, redistribusi tanah sebebsar 9 juta ha yang direncankan Presiden Jokowi-JK sampai sekarang belum ada kejelasan. Di sisi lain, justru sektor pasar yang aktif dan seolah memiliki jatah memperluas areal kuasa atas tanah baik di Kalimantan, Sulawesi maupun Papua. Henry - [Kita harus bermimpi ada gerakan sosial yang lebih masif](https://binadesa.org/pertemuan-pendamping-bina-desa-di-yogyakarta-kita-harus-bermimpi-ada-gerakan-sosial-yang-lebih-massif/) - Yogyakarta, Bina Desa: Para pendamping dari Bina Desa berkumpul di Yogyakarta, persisnya di Wisma Semedi (19/1), pertemuan masih akan berlanjut dua hari ke depan. Baik pendamping yang masih aktif mendampingi masyarakat desa bersama Bina Desa mau secara mandiri dan swadaya, sepaham untuk berkumpul dan merefleksikan situasi pedesaan terkini dan tantangannya ke depan. “Situasinya telah banyak - [Kronik Berunding dan simpang Reforma Agraria Awal](https://binadesa.org/kronik-berunding-dan-simpang-reforma-agraria-awal/) - Pasca proklamasi 1945, Hatta menggagas tanah bekas perkebunan Belanda harus diambil alih oleh rakyat. Ironisnya, ia pun yang menjadi ketua delegasi perjanjian KMB yang membuat rakyat harus mengembalikan tanahnya kepada Belanda. Reforma agrarian terutama memang soal politk? Pasca Indonesia merdeka, Pemerintah Indonesia punya semangat kuat melakukan reforma agraria sejati. Bersamaan dengan itu, Indonesia terjebak pada - [Bina Desa Fasilitasi Pendidikan Paralegal di Sulawesi](https://binadesa.org/bina-desa-fasilitasi-pendidikan-paralegal-di-sulawesi/) - Bina Desa, Sulawesi (13/1) Bina Desa memfasilitasi Pendidikan Paralegal dan advokasi rakyat untuk petani dan mahasiswa di Sulawesi Barat. Kegiatan pelatihan paralegal dan advokasi rakyat tersebut berlangsung 13-15 januari 2016. Acara tersebut dihadiri 30 peserta baik dari kalangan aktivis mahasiswa mau pun petani. Kegiatan ini dilaksanakan di hotel Suci Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. - [Kebijakan Agraria era 1950](https://binadesa.org/kebijakan-agraria-era-1950/) - Sempat terjadi nasionalisasi aset Belanda. Militer yang membuat proses nasionalisasi aset asing ini tak dirasakan rakyat banyak 17 Agustus 1950 Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Republik Indonesia Serikat hasil perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 hanya dijalankan kurang lebih delapan bulan. Sistem pemerintahan pun berubah, berlandaskan UUD Sementara (UUDS-1950). Presiden hanya - [Pertanian Keluarga Disingkirkan](https://binadesa.org/pertanian-keluarga-disingkirkan-2/) - “Pemerintah lupa bahwa pertanian Indonesia basisnya adalah pertanian keluarga dan bukan industri. Lebih-lebih kalau kita hitung penyedia pangan non beras, jagung dan kedelai,” ujar Muhammad Nuruddin, Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API) Menurut Gus Din, panggilan akrabnya, setahun Pemerintahan Jokowi-JK masih memperlihatkan sektor pertanian dibangun lewat cara-cara industrialisasi pertanian seperti di eranya Rezim Suharto. “Yang itu - [Mengenang Ben Anderson: Membangun Hidup Akademia](https://binadesa.org/mengenang-ben-anderson-membangun-hidup-akademia/) - Oleh: Daniel Dhakidae Perkenalan kami berlangsung profesional saat urusan penerimaan di universitas. Saya ke Cornell tanpa melamar, dan lebih menjadi tindakan pro-aktif Ben Anderson dalam mencari bakat di Indonesia untuk dididik menjadi peneliti dan mampu menyusun teori sendiri tanpa harus bergantung kepada peneliti asing. Setelah setahun di Cornell, Amerika Serikat, suatu hari Ben berkata kepada - [Dua Paradigma Desa](https://binadesa.org/dua-paradigma-desa/) - Analisis J Kristiadi di harian ini empat hari lalu menempatkan pemilahan dua paradigma sebagai pangkal kisruh desa dalam dua tahun terakhir: desa membangun dan (pemerintah) membangun desa. Kesimpulan Kris berguna untuk memusatkan penyelesaian persoalan pada pemupukan pertemanan paradigma. Tujuannya, memantik implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa melalui soliditas antarpemimpin, antarkelembagaan, dan pola perilaku - [Sediono MP Tjondronegoro, Dari Tentara Pelajar sampai AIPI](https://binadesa.org/sediono-mp-tjondronegoro-dari-tentara-pelajar-sampai-aipi/) - Sediono termasuk keturunan bangsawan Tjondronegoro (ayah) dan Arungbinang (ibu). Di zaman sebelum Indonesia merdeka, keturunan Tjondronegoro banyak yang menjadi bupati di daerah Jepara, Pati, dan Kudus. Adapun trah Arungbinang di daerah Kebumen dan Wonosobo. Waktu Sediono lahir, ayahnya, RM Soetioso Sosro Boesono, menjabat Asisten Wedana, salah satu kota tugasnya, sebelum sebagai Bupati Semarang dan bergelar - [Sediono MP Tjondronegoro: Merosotnya Kemandirian dan Kebersamaan](https://binadesa.org/sediono-mp-tjondronegoro-merosotnya-kemandirian-dan-kebersamaan/) - Hari-harinya kini tidak lagi sesibuk sebelumnya. Kegiatan akademis dan penelitian tidak lagi sebanyak dulu. Tidak lagi duduk sebagai promotor utama pengujian calon doktor, tidak lagi mengajar secara rutin, tidak lagi melakukan penelitian lapangan. Lebih banyak di rumah, tempat menghasilkan karya-karyanya selama ini. Namun, perhatian dan kegiatan tetap di sekitar pemberdayaan masyarakat, seperti Yayasan Akatiga di - [Kewajiban Negara Dalam Hak Atas Pangan](https://binadesa.org/kewajiban-negara-dalam-hak-atas-pangan/) - Kewajiban Negara Dalam Hak Atas Pangan UUD 1945 Pasal 28I ayat (4) mengamanatkan, “Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.” Dalam konteks hak atas pangan, negara dibebani kewajiban untuk memenuhinya sebagaimana hak asasi manusia lainnya. Negara dibebani kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan dan gizi yang terjangkau dan - [Ir. Soekarno: Karena itu, hadapilah persoalan Land reform ini secara zakelijk-objektif](https://binadesa.org/ir-soekarno-karena-itu-hadapilah-persoalan-land-reform-ini-secara-zakelijk-objektif/) - Gagasan perombakan penguasaan atas sumber-sumber agraria telah diusung jauh-jauh hari oleh para pendiri bangsa dan menjadi tuntutan umum di negara-negara yang baru saja bebas dari kolonialisme. Di negara-negara Asia maupun Timur Jauh, tuntutan ini menjadi isu politik utama dalam gerakan antikolonialisme dan periode kemerdekaan. Perlawanan terhadap praktik agraria yang kapitalistis di Indonesia telah berlangsung sejak - [Merefleksikan Pemikiran A.T. Mosher tentang Kesejahteraan Pedesaan, dan Pembaruan Agraria](https://binadesa.org/merefleksikan-pemikiran-a-t-mosher-tentang-kesejahteraan-pedesaan-dan-pembaruan-agraria/) - Pembangunan tanpa didahuli pembaruan agraria (Agrarian Reform) apa jadinya? Apa kata dunia? Sementara dunia telah berusaha keras mengupayakan pembaruan agararia sebagai landasan pembangunan—bahkan itu oleh negara-negara yang pada akhirnya berhaluan kapitalisme dalam transformasi pembangunannya—Indonesia sebaliknya, justeru meninggalkan agenda pembaruan agraria yang merupakan landasan bagi pembangunan masyarakat adil-makmur. Salah satu pemikir yang mengkaji secara holistik pembangunan - [Komunitas Swabina Pedesaan Dalam Perspektif Pembangunan Pedeasaan](https://binadesa.org/komunitas-swabina-pedesaan-dalam-perspektif-pembangunan-pedeasaan/) - Rakyat atau komunitas desa yang kuat adalah syarat mutlak untuk membangun Komunitas Swabina Pedesaan (KSP). Oleh: Kartjono WS* Gagasan pengembangan Komunitas Desa Swabina (KDSB) yang diajukan dalam makalah ini merupakan serangkaian pemikiran teman-teman Bina Desa yang sudah lama menjadi topik pembicaraan dilingkungan Bina Desa. Pemikiran KDSB belum menjadi sebuah konsep baku, tapi baru sebatas gagasan - [Gunawan Wiradi: Jejak Langkah Pembentuk Zaman](https://binadesa.org/gunawan-wiradi-jejak-langkah-pembentuk-zaman/) - “Setiap generasi itu anak zamannya. Persepsinya menangkap gejala dalam masyarakat, pandangan dan sikapnya, dipengaruhi kondisi obyektif pada zamannya…tetapi sekaligus, setiap generasi adalah pembentuk zamannya.” (Gunawan Wiradi) Pada mulanya 28 Agustus 1932 delapan puluh tahun yang lalu. Delapan puluh tahun lebih kini berjalan menuju, sebagai manusia ia pun pernah mengelami guncangan mental dan batin. Sebagai manusia - [Mbak Usrek: “Tidak ada yang sia-sia, belajar pasti ada buahnya”](https://binadesa.org/mbak-usrek-tidak-ada-yang-sia-sia-belajar-pasti-ada-buahnya/) - Dengan bekerja bersama di penghujung tahun 2014, kelompok yang dibangun oleh Mbak Usrek berhasil memiliki dua areal lahan seluas 0,6 ha yang dibeli dengan usaha sendiri dengan cara mencicil. Sulitnya mendapat biaya produksi pertanian membuatnya terdorong untuk menghadirkan pangan yang sehat untuk keluarga, Mbak Usrek kemudian mengorganisir warga dusun lainnya baik laki-laki maupun perempuan untuk - [Program Sektor Pertanian Dibajak Pasar](https://binadesa.org/program-sektor-pertanian-dibajak-pasar/) - Pemerintah sudah balik badan dari agenda nawacita pertanian. Mengaggap kedaulatan pangan hanya sebagai peningkatan produksi. Tandanya, redistribusi tanah sebebsar 9 juta ha yang direncankan Presiden Jokowi-JK sampai sekarang belum ada kejelasan. Di sisi lain, justru sektor pasar yang aktif dan seolah memiliki jatah memperluas areal kuasa atas tanah baik di Kalimantan, Sulawesi maupun Papua. Henry - [Pertanian Keluarga Disingkirkan](https://binadesa.org/pertanian-keluarga-disingkirkan/) - “Pemerintah lupa bahwa pertanian Indonesia basisnya adalah pertanian keluarga dan bukan industri. Lebih-lebih kalau kita hitung penyedia pangan non beras, jagung dan kedelai,” ujar Muhammad Nuruddin, Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API) Menurut Gus Din, panggilan akrabnya, setahun Pemerintahan Jokowi-JK masih memperlihatkan sektor pertanian dibangun lewat cara-cara industrialisasi pertanian seperti di eranya Rezim Suharto. “Yang itu - [Indonesia Dibombardir Sekutu, Reforma Agraria di Awal Kemerdekaan Jalan Terus](https://binadesa.org/indonesia-dibombardir-sekutu-reforma-agraria-di-awal-kemerdekaan-jalan-terus/) - Politik Pertanian/Agraria di Indonesia, berprinsip, “Pemilikan tanah yang sangat luas oleh seseorang di mana terdapat jumlah penggarap yang besar, adalah bertentangan dengan dasar perekonomian yang adil. Tanah tidak boleh menjadi alat kekuasaan orang-seorang untuk menindas dan memeras hidup orang banyak.” “Soal agraria (soal tanah) adalah soal hidup dan penghidupan manusia, karena tanah adalah asal dan - [Dominasi Amerika dalam Konferensi Perubahan Iklim Paris](https://binadesa.org/dominasi-amerika-dalam-konferensi-perubahan-iklim-paris/) - Hasil perundingan Paris dianggap sebagai keberhasilan besar oleh negara maju. Negara maju merasa berhasil bersolidaritas terhadap negara-negara berkembang yang menghadapi dampak buruk perubahan iklim. Tetapi, menurut Direktur Ekskutif Bina Desa, Dwi Astuti, sesungguhnya kesepakatan tersebut tidak lebih hanya menguntungkan korporasi (corporate capture) sekaligus mencerminkan gagalnya pemerintah dalam melakukan negosiasi. Konferensi Perubahan Iklim atau Side Event - [Michael Lipton, Pemikir yang teguh membela produsen pertanian skala kecil](https://binadesa.org/michael-lipton-pemikir-yang-teguh-membela-produsen-pertanian-skala-kecil/) - Siapakah yang tidak mengenal Michael Lipton? Lipton lahir tahun 1937 di London, Inggris. Karir terakhirnya sebagai professor riset pada Institute of Development Studies, University of Sussex, khususnya pada Unit Penelitian Kemiskinan (Poverty Research Unit) yang ia dirikan. Kaliber, pengaruh dan kemashurannya melebihi disiplin ekonomi pembangunan, tempat ia berangkat. David Simon, penulis buku Fifty Key Thinkers - [5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO](https://binadesa.org/5-alasan-rakyat-menolak-ktm-10-wto/) - WTO telah gagal, itulah kenyataanya. Tidak ada capaian penting untuk membuat tata dunia menjadi lebih adil dan sejahtera bersama-sama. Negosiasi berlangsung dengan tidak demokratis, Negara-negara maju cenderung memaksakan kepentingan nasional ekonominya, semantara Negara miskin dan berkembang ditempatkan pada posisi membeo saja pada kepentingan Negara maju. Satu contoh factual, subsidi negara miskin dan berkembang dibatasi de - [Perpangkalan dan Analisis Sosial (Refleksi Pemikiran Kartjono II)](https://binadesa.org/perpangkalan-dan-analisis-sosial-refleksi-pemikiran-kartjono-ii/) - Perpangkalan Perlu kita ingat bersama bahwa apapun yang hendak dibangun diatas bumi suatu negeri harus mengakar secara sosial-kultural. Harus membumi. Harus mempunyai perpangkalan atau mempunyai akar sosial kultural. Semua manusia yang berada dalam bangunan, sistem yang dibangunya harus merasa “krasan” (at home). Mereka tidak merasa asing didalam lingkungannya sendiri. Betapapun modernnya sistem yang hendak dibangun - [Memahami Dunia Pendamping dan Pendampingan (Refleksi Pemikiran Kartjono I)](https://binadesa.org/memahami-dunia-pendamping-dan-pendampingan-refleksi-pemikiran-kartjono-i/) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa), khususnya melalui Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) telah menggunakan kata “Pendamping” sebagai bahasa ungkap untuk mereka yang diasumsikan akan bekerja dengan tenaganya mendampingi pembangunan di desa. Salah satu yang paling riil disebutkan adalah para tenaga pendamping desa akan membantu mengawasi dan mendampingi tiap - [Perjuangkan Kedaulatan Pangan di KTT WTO ke-10](https://binadesa.org/perjuangkan-kedaulatan-pangan-di-ktt-wto-ke-10/) - Pemerintah harus konsisten dalam memperjuangkan Proposal Cadangan Pangan Publik untuk kesejahteraan petani di perhelatan tersebut. Jakarta, binadesa.co: Sejumlah organisasi rakyat melayangkan Surat Terbuka kepada Menteri Perdagangan Repulik Indonesia Thomas Lembong. Mereka yang terdiri dari Indonesia for Global Justice (IGJ), Lembaga Konsumen Yogyakarta, IHCS, Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), BINA DESA, Institut Perempuan, Suara Perempuan - [Mahkamah Konstitusi: Warga Kawasan Hutan yang Mengambil Hasil Alam Tak Bisa Dibui](https://binadesa.org/mahkamah-konstitusi-warga-kawasan-hutan-yang-mengambil-hasil-alam-tak-bisa-dibui/) - Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Mereka menggugat UU Kehutanan. "Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian," ujar hakim konstitusi Anwar Usman saat persidangan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Kamis (10/12/2015). Dalam pertimbangannya, majelis mengabulkan Pasal 50 ayat 3 huruf e dan huruf i karena masyarakat adat - [Lihat, mereka sudah berani bicara tentang dirinya dan lingkungannya](https://binadesa.org/lihat-mereka-sudah-berani-bicara-tentang-dirinya-lingkungannyaitulah-pendidikan-musyawarah/) - Dengan bekal yang dimilikinya, manusia tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan realitas, tapi ia juga memiliki kemampuan kritis untuk membuat pilihan dan mengubah realitas. Manusia Kritis Dalam Pendidikan Musyawarah Dalam sebuah pertemuan pendidikan di desa Taraju, kabupaten Tasikmalaya ketika itu, Romo Dijktra – salah seorang sesepuh dan pendiri Bina Desa-- tiba-tiba tertawa takjub melihat peserta - [Merumuskan Tujuan Stabilisasi Iklim KTT Perubahan Iklim Paris 2015 (2)](https://binadesa.org/merumuskan-tujuan-stabilisasi-iklim-ktt-perubahan-iklim-paris-2015-2/) - Oleh: Bambang Kuss* Konvensi Perubahan Iklim dalam Kerangka Kerja PBB (UNFCCC) dalam Artikel 2 menyatakan tujuannya, yaitu: Stabilitasi konsentrasi gas rumah kaca antropogenik di atmosfer, pada tingkat yang tidak membahayakan sistem iklim dalam suatu kerangka waktu (1) yang membuat ekosistem leluasa untuk menyesuaikan diri pada perubahan iklim secara alamiah, (2) menjamin keamanan produksi pangan, dan - [Konferensi Iklim Paris 2015 Menggalang Kerjasama Global (1)](https://binadesa.org/konferensi-iklim-paris-2015-menggalang-kerjasama-global-1/) - Oleh: Bambang Kuss* Sejak tahun 1960-an para ilmuwan mencemaskan berlangsungnya perubahan iklim yang semakin cepat, yang membahayakan kehidupan di dunia. Perubahan iklim itu dipicu oleh konsentrasi gas rumah kaca buatan manusia (antropogenik) di atmosfer yang meningkatkan pemanasan global. Es di kutub dan di puncak gunung mencair. Cuaca ekstrem makin kerap dan intens dalam rupa gelombang - [Peringati Deklarasi Djuanda, Serikat Nelayan Indonesia Pelopori Reformasi Kebijakan Kelautan-Perikanan di Daerah](https://binadesa.org/peringati-deklarasi-djuanda-serikat-nelayan-indonesia-pelopori-reformasi-kebijakan-kelautan-perikanan-di-daerah/) - 15 Desember 2015 nanti adalah genap 58 tahun deklarasi Djuanda yang merupakan tonggak tidak hanya poros dan identitas maritim bangsa Indonesia, tapi juga nasionalisme dan kebangsaan Indonesia. Pengakuan atas pulau-pulau kecil, wilayah kedaulatan termasuk di dalamnya tanah Papua yang saat itu belum diakui dunia internasional sebagai bagian NKRI, dengan deklarasi Djuanda hal itu tuntas dipertegas. - [Faktor Kemiskinan di Dunia Ketiga Menurut Bernstein](https://binadesa.org/faktor-kemiskinan-di-dunia-ketiga-menurut-bernstein/) - Saat ini menurut FAO sekitar 870 juta warga di seluruh dunia mengalami kekurangan pangan alias kelaparan. Hal ini menurut Berstein sangat ironis, karena sesungguhnya produksi pertanian masih bisa mencukupi kebutuhan pangan populusi di dunia ini. Tetapi di sisi lain mengapa kelaparan masih saja meningkat? “Hal ini ditengarai oleh pertumbuhan kapitalisme yang masif dan karena ekonomi - [Sebab-Sebab Deagrarianisasi](https://binadesa.org/sebab-sebab-deagrarianisasi/) - “Eksklusi (red-penyingkiran) bukanlah proses acak, ia distrukturasi oleh relasi kekuasaan atau atas nama orang yang berkuasa” Indonesia dikenal dengan negara yang agraris atau kaya akan sumber pangan karena tanahnya yang subur. Namun, sangat ironis bahwa hingga saat ini Indonesia masih memberlakukan impor pangan. Tidak hanya impor gandum yang notabene tak subur ditanam di tanah Indonesia, - [Gunawan Wiradi: Reforma Agraria untuk pemula](https://binadesa.org/gunawan-wiradi-reforma-agraria-untuk-pemula/) - Reforma Agraria untuk pemula.[1] Konsep umum, istilah dan sejarah reforma agraria.[2] Agraria sering ditafsirkan sebatas pertanian bahkan lebih sempit lagi tanah pertanian; salah tafsir (fallacy) mana kemudian berkembang menjadi salah-kaprah sejak pemerintah Orde Baru berkuasa di Indonesia. Secara etimologi (ilmu asal usul kata) istilah agraria berasal dari bahasa Latin “ager” (lapangan, pedusunan, wilayah, tanah negara). - [Dwi Astuti: Sekian Koreksi, Tapi Pemerintah Seperti Tak Menggubris...](https://binadesa.org/dwi-astuti-sekian-koreksi-tapi-pemerintah-seperti-tak-menggubris/) - Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementrian Desa (Puslibangdes Kemendesa) menyelenggarakan diskusi meja bundar dengan topik “Membangun Desa dan Desa Membangun”. Diskusi tersebut melipatkan 24 perwakilan dari aktivis pedesaan, ormas, NGO, pemerintah dan akademisi. Anharudin, ketua penyelenggara diskusi dalam pengantarnya menyampaikan bahwa forum tersebut digelar sebagai awal dialog kritis antara pemerintah dengan masyarakat sipil untuk memberikan koreksi terhadap konsep dan implementasi pembangunan pedesaan - [Bukan Drama Menunggu Godot](https://binadesa.org/bukan-drama-menunggu-godot/) - Hiburan kota besar dalam semalam, Sama dengan pembangunan sepuluh desa! Peradaban apakah yang kita pertahankan? Mengapa kita membangun kota metropolitan, Dan alpa terhadap peradaban di desa? Kenapa pembangunan menjurus kepada penumpukan, Dan tidak pada pengedaran? (WS. Rendra, 1977) Bukan dongeng semata, di negara yang korupsi pejabatnya milyaran bahkan triliunan ini, nenek-nenek sekarat menahan lapar, - [Penetapan Kawasan Pertanian dan Perlindungan Petani](https://binadesa.org/penetapan-kawasan-pertanian-dan-perlindungan-petani/) - Oleh: Gunawan* Rabu 5 November 2014, Mahkamah Konstitusi membacakan Putusan Permohonan Uji Materi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan uji materi tersebut. Putusan ini mengakibatkan dihapuskannya pengaturan hak sewa atas tanah negara yang digarap petani. Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa sewa menyewa tanah antara negara dengan warga - [Kedaulatan Pangan dan Tantangannya](https://binadesa.org/kedaulatan-pangan-dan-tantangannya/) - Buku “Tantangan Kedaulatan Pangan” ini tepat rasanya bila dikatakan sebagai kritik (sekaligus simpati) dan juga skeptisisme kalangan ekonomi-politik terhadap pengetahuan empiris para “agroecologists” tentang apa yang dilakukan petani dan aktivitas mereka sebagai praktisi, ketimbang aspirasi mereka terhadap “teori besar” dan keberpihakan, yang mengorbankan pesimisme intelektual untuk optimisme kehendak. ♦ Judul : Tantangan Kedaulatan Pangan ♦ - [Seimbangkan Karbohidrat Agar Tak Kurang Energi](https://binadesa.org/seimbangkan-karbohidrat-agar-tak-kurang-energi/) - Kekurangan energi artinya kekurangan konsumsi karbohidrat dan sebagai penggantinya lemak akan terpakai dan protein akan digunakan sebagai sumber energi. Apabila hal ini terus berlanjut, akan terjadi Kurang Energi Protein (KEP) yang ditandai dengan marasmus dan kwaksiorkor. Energi adalah kemampuan melakukan usaha. Energi disebut juga tenaga. Orang yang energik adalah orang yang penuh tenaga sehingga dapat - [Dwi Astuti: World World Consultative Comittee (WCC) akan Presentasikan Pertanian Keluarga](https://binadesa.org/dwi-astuti-world-council-comitte-wcc-akan-presentasikan-pertanian-keluarga/) - “Kita bersyukur subsatansi deklarasi tersebut disetujui dan akan mulai diimplementasikan dalam pertemuan WCC yang akan datang,” ungkap Direktur Ekskutif Bina Desa, Dwi Astuti. Pada 21-23 September diadakan Konferensi Global Pertanian Keluarga ke- 5 yang diselenggarakan oleh World Rural Forum (WRF) di Derio, Spanyol. Para peserta konferensi ini merupakan jaringan organisasi masyarakat tani, nelayan, dan peternak - [Deklarasi Perempuan Pada Konferensi Internasional Pertanian Keluarga Ke-5](https://binadesa.org/deklarasi-perempuan-pada-konferensi-internasional-pertanian-keluarga-ke-5-2/) - Perempuan ambil bagian dalam Konferensi Internasional Pertanian Keluarga Ke-5 yang diadakan Derio, Spanyol, pada 21-23 September 2015 lalu. Dalam konferensi itu perempuan mendeklarasikan tentang Pertanian Keluarga berdasarkan tantangan dan tujuan bersama yang ingin diwujudkan oleh perempuan dari seluruh dunia. Peserta Deklarasi tersebut adalah Dwi Astuti (AsiaDHRRA), Alessandra (CONTAG), Teresa López (FADEMUR), Izaskun Landaida (Emakunde), Conchi - [Armin Salassa: “Petani Harus Punya Organisasi Tani Yang Kuat Dan Modern…”](https://binadesa.org/armin-salassa-petani-harus-punya-organisasi-tani-yang-kuat-dan-modern/) - Putusnya semangat kemandirian dan kedaulatan petani adalah akibat jangka panjangnya dari politik pertanian yang terintegrasi dengan skema ekonomi kapitalistik dalam beberapa dekade terakhir. Belum lagi, lemahnya kuasa petani dalam menembus akses pasar yang adil bagi petani yang diperparah minimnya dukungan pemerintah terkait permodalan, infrastruktur pertanian dan informasi pertanian membuat kondisi pertanian dan petani menjadi kronis - [Pertanian Alami Jalan Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/pertanian-alami-jalan-kedaulatan-pangan/) - BINA DESA, Aceh: Yayasan Bina Desa – Wilayah Program Aceh Barat menyelenggarakan Seminar Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke 35, (20/20). Mengngkat tema “Pertanian Alami Sebagai Upaya Mewujudkan Kedaulatan Pangan” Bina Desa ingin mendorong pertanian alami dan agenda reforma agraria sebagai jalan nyata mewujudkan kedaulatan pangan. Mardiyah Basuni, Koordinator Bina Desa untuk wilayah Aceh menyatkakan Kedualatan - [Implementasi UU Desa Masih Teknokratis, Banyak Pemerintah Di Daerah Dan Desa Belum Siap](https://binadesa.org/implementasi-uu-desa-masih-teknokratis-banyak-pemerintah-di-daerah-dan-desa-belum-siap/) - Bina Desa, Yogyakarta: UU Desa harus dikawal dalam pelaksanaannya termasuk memberikan kritikan, karena ditemukan cukup banyak tantangan dalam pelaksanaanya. Secara prinsip pelaksanaan UU desa belum ditunjang dengan kesiapan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelembgaan masyarakat desa. Belum lagi situasi desa sedang mengalami penyakit kronis, akibat dr kebijakan sebelumnya baik di sektor kehutanan, penananam modal dan - [Bina Desa Bangun Kerjasama Pertanian dengan Federasi Petani Sulawesi Selatan](https://binadesa.org/bina-desa-bangun-kerjasama-pertanian-dengan-federasi-petani-sulawesi-selatan/) - Selasa, 27 oktober 2015, bertempat di Aerotel Smile Hotel Makassar, Bina Desa dan Federasi Petani Sulawesi Selatan (FPSS) melakukan pendatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama penguatan organisasi tani, pengembangan pendidikan pertanian alami dan pemasaran produksi petani. Armin Salassa selaku Sekjend FPSS dan Khadafi Badjerey sebagai penanggung jawab Program Wilayah Bina Desa untuk Sulawesi sebagai peanda - [Deklarasi Perempuan Pada Konferensi Internasional Pertanian Keluarga Ke-5](https://binadesa.org/deklarasi-perempuan-pada-konferensi-internasional-pertanian-keluarga-ke-5/) - Perempuan ambil bagian dalam Konferensi Internasional Pertanian Keluarga ke-5 yang diadakan di Derio pada 21 – 23 September 2015, adalah tindak lanjut dari Seminar Perempuan tentang pertanian keluarga berdasarkan tantangan dan tujuan bersama yang ingin diwujudkan oleh perempuan dari seluruh benua. Kami ingin menunjukkan bahwa: Kami adalah para pemimpin dalam pengembangan ekonomi lokal dan nasional - [UU Perkebunan digugat](https://binadesa.org/uu-perkebunan-digugat/) - Selain diskriminatif terhadap petani kecil, UU ini pun dijadikan celah perusahaan untuk melakukan pembakaran hutan Bina Desa, Jakarta - Pada Selasa (27/10), sekitar jam 11.00 WIB koalisi Tim Advokasi Keadilan Perkebunan secara resmi mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan ke Mahkamah Konstitusi. Tergabung dalam advokasi ini Bina Desa bersama Indonesian - [Menggugat UU Perkebunan](https://binadesa.org/menggugat-uu-perkebunan/) - [dropcap]J[/dropcap]akarta, 27 Oktober 2015. Pemerintah Republik Indonesia telah mengundangkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan pada tanggal 17 Oktober 2014, yang berarti beberapa hari menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR Periode 2009-2014 lalu. UU ini lahir tidak terlepas dari kemenangan petani dalam Judisial Review di mahkamah konstitusi tahun 2011. Petani tersebut menjadi korban pasal - [Pemerintah Diminta Tidak "Memutilasi" Urusan Desa ke Berbagai Kementerian](https://binadesa.org/pemerintah-diminta-tidak-memutilasi-urusan-desa-ke-berbagai-kementerian/) - Sebanyak 42 Lembaga Swadaya Masyarakat dan penggiat Desa meminta Presiden Joko Widodo untuk memastikan urusan desa sepenuhnya berada di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi. Selain itu, pemerintah juga diminta agar tidak menjadikan urusan desa sebagai proyek semata. “Pada era sebelumnya, tidak ada kementerian yang fokus mengembangkan perdesaan. Karena urusan desa tak - [Negara harus sepenuhnya hadir lindungi Petani](https://binadesa.org/negara-harus-sepenuhnya-hadir-lindungi-petani/) - Hidup Petani Indonesia! [dropcap]B[/dropcap]ina Desa—Jakarta: Gerakan Petani memenangi gugatan Judicial Review atas UU Perlintan (Undang-Undang 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani). Dalam amar putusan yang dibacakan Rabu (5/11), Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Pasal 59 (hak sewa), Pasal 70 (kelembagaan petani), dan Pasal 71 (kewajiban petani bergabung kelembagaan petani). Bina Desa berharap putusan MK ini - [Nawa Cita Kedaulatan Pangan dan Visi Kemaritiman Jokowi diragukan konsistensinya](https://binadesa.org/nawa-cita-kedaulatan-pangan-dan-visi-kemaritiman-jokowi-diragukan-konsistensinya/) - Jokowi-JK dinilai telah memunggungi Nawa Cita Kedaulatan Pangan dan Visi Kemaritiman yang digagasnya sendiri. Apa pasalnya? Menteri yang ditempatkan di dua pos tersebut dinilai hanya akan mengurusi bisnis dan tidak memahami batin petani kecil dan nelayan tradisonal. Petani kecil dan nelayan tradisional pun terancam dipinggirkan korporasi. Bina Desa—Jakarta: Aliansi untuk Kedaulatan Pangan menyatakan penunjukan Menteri - [Wujudkan Kedaulatan Pangan: Kembali ke Basis Penuhi Hak Petani atas Pengelolaan Lahan](https://binadesa.org/bina-desa-wujudkan-kedaulatan-pangan-kembali-ke-basis-penuhi-hak-petani-atas-pengelolaan-lahan/) - Peringati Hari Pangan Sedunia, BINA DESA : “Wujudkan Kedaulatan Pangan: Kembali ke Basis Penuhi Hak Petani atas Pengelolaan Lahan Jokowi-JK telah memilih jalan Kedaulatan Pangan (food sovereignty) sebagai pilihan politik pangannya. Berbeda dengan mazhab ketahanan pangan (food security) di era SBY-Boediono. Hal itu patut di apresiasi. Namun demikian Bina Desa berpandangan bahwa kedaulatan pangan hanya - [“Sebelanga Sawit, Sedikit Kesejahteraan”](https://binadesa.org/sebelanga-sawit-sedikit-kesejahteraan/) - Betapa luas perkebunan sawit di indonesia dan di dunia, namun seberapa besar kesejahteraan rakyat yang diberikan oleh sektor ini? Sangat sedikit kalau tak boleh dikatakan sebaliknya, bisnis industri minyak sawit kerap memperparah kemiskinan yang ada. [dropcap]B[/dropcap]ina Desa—Jakarta: Industri sawit telah menghambat kemungkinan reforma agraria. Negara di mana ekspansi sawit memasuki wilayah mereka, di sana pula - [Mewujudkan Kedaulatan Bangsa Dengan Reforma Agraria](https://binadesa.org/mewujudkan-kedaulatan-bangsa-dengan-reforma-agraria/) - Makalah ini disarikan dari makalah Pidato Ketua Panitia Pengarah Konferensi Nasional Reforma Agraria 2014 “Mengidamkan Reforma Agraria, Mewujudkan Kemandirian Bangsa” oleh Noer Fauzi Rachman, PhD.* Rakyat Indonesia secara keseluruhan selayaknya menyambut abad XXI dengan penuh kegembiraan dan optimisme, namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Banyak kelompok rakyat miskin di seantero desa, pinggir kota, di pedalaman maupun - [Pertanian Alami: Mereka Tahu Tapi Belum Mau](https://binadesa.org/refleksi-pertanian-alami-mereka-tahu-tapi-belum-mau/) - Oleh: Acmad Miftah,--Sekretaris Lembaga Bina Desa [dropcap]P[/dropcap]ertanian Alami adalah sistem budidaya pertanian yang menempatkan semua unsur makhluk di alam raya berjalan sesuai dengan peran dan fungsinya. Di mana masing-masing akan saling bekerjasama untuk menjaga keseimbangan dan keberlangsungan hidup. Sistem bertani tersebut memang sudah dipraktekkan oleh moyang kita dulu, dan sebagian dari petani-petani sepuh sekarang masih - [Paket Bali WTO: Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah Indonesia](https://binadesa.org/paket-bali-wto-menggugat-tanggung-jawab-pemerintah-indonesia/) - (Oleh: Indonesia for Global Justice dan Sekretariat Bina Desa) Jakarta, 14 Agustus 2014. Indonesia for Global Justice (IGJ) dan Sekretariat Bina Desa mendesak Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan proposal subsidi pertanian di WTO. Desakan ini dilakukan atas langkah India yang menolak untuk menandatangani Perjanjian Trade Facilitation akibat proposal subsidi pertanian yang diajukan oleh negara berkembang tidak - [Prahara Perampasan Tanah Petani Karawang](https://binadesa.org/siaran-media-prahara-perampasan-tanah-petani-karawang/) - Usut Tuntas, Tangkap dan Adili Perampasan Tanah Petani di Karawang [Pernyataan Sikap ALIANSI SEPETAK BERSAMA] Jakarta (30/06/2014): Perampasan tanah oleh korporasi yaitu PT. Sumber Air Mas Pratama (SAMP) yang sahamnya telah diakuisisi oleh PT. Agung Podomoro Land terhadap tanah petani di Tiga Desa, yaitu Wanakerta, Wanasari dan Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang melahirkan konflik - [Paradigma Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/glosarium-paradigma-kedaulatan-pangan/) - Paradigma Kedaulatan Pangan (Untuk Komunitas Dampingan Pedesaan) Gagasan kedaulatan pangan sebagai bagian paradigma pembangunan pedesaan persisnya diluncurkan pada World Food Summit 1996 di Roma. Tidak seperti ketahanan dan keamanan pangan yang terbatas pada pendefinisian kepastian kecukupan pangan untuk masyarakat—namun mengabaikan cara dan perolehan pangannya, kedaulatan pangan memastikan hak ekslusif pangan di tangan para produsen pangan - [Petani Kecil Menggugat Takdir](https://binadesa.org/siaran-solidaritas-petani-kecil-menggugat-takdir/) - [Siaran Solidaritas] Konflik Agraria masih melanda rakyat desa, rakyat tani, rakyat miskin, rakyat penggarap laki-laki dan perempuan--terus jadi korban dari ekspansi korporasi yang kerap tak bermoral dan anti kemanusiaan. Solidaritas dan empati adalah ruh kebebasan dan keberanian adalah nyawa pergerakan rakyat. Baru hari-hari yang lalu ibu-ibu di Rembang berjibaku dengan aparat menolak kepentingan korporasi di - [Berbagai hambatan pewujudan reforma agraria (6-habis)](https://binadesa.org/berbagai-hambatan-pewujudan-reforma-agraria-6-habis/) - Pergeseran kepentingan. Penguasa eksekutif, birokrat dan elite politik dalam parlemen (maupun partai2 politik) masa kini tidak memahami apapun tentang reforma agraria. Tidak heran karena generasi yang terlibat dalam politik praktis masa kini merupakan produk didikan pemerintahan Orde Baru yang langsung ataupun tidak langsung telah membutakan mereka dari realitas ketimpangan penguasaan sumber-sumber agraria di negeri ini. - [Kesalahfahaman seputar reforma agraria (5)](https://binadesa.org/kesalahfahaman-seputar-reforma-agraria-5/) - Penjabaran undang-undang agraria 1960:5. Dari judulnya saja, yakni “Peraturan dasar pokok-pokok agraria” jelas bahwa undang-undang ini baru memuat prinsip-prinsip dasar keagrariaan. Oleh sebab itu berbagai ketentuan di dalamnya masih perlu dijabarkan lebih lanjut dalam undang-undang yang lebih khusus lagi. Salah satu penjabaran itu adalah undang-undang 1960:56 perihal penetapan luas maksimum tanah pertanian (yang salah-kaprah disebut - [Reforma agraria di Indonesia (4)](https://binadesa.org/reforma-agraria-di-indonesia-4/) - Cita-cita pendiri negara. Sejak awal para pendiri negara ini bercita-cita mengubah struktur sosial warisan feodalisme dan kolonialisme yang menindas menjadi struktur sosial yang lebih merata, demokratis, sejahtera dan berkeadilan. Kemerdekaan politik adalah langkah pertama supaya bisa mewujudkan suatu pemerintahan oleh bangsa sendiri. Secara teoritis mustahil pengubahan struktur sosial itu bisa terselenggara tanpa kemerdekaan politik lebih - [Model-model reforma agraria (3)](https://binadesa.org/model-model-reforma-agraria-3/) - Ada tiga model. Secara garis besar pola reforma agraria dibedakan menjadi tiga model, yaitu kolektifisasi model sosialis, pertanian keluarga model kapitalis dan pertanian keluarga model neo populis. Sekalipun suatu negara secara normatif menetapkan memilih salah satu model, dalam pelaksanaannya bisa terjadi perkembangan yang berubah arah. Contoh: Italia, semula memilih pertanian keluarga model kapitalis namun perkembangan - [Tujuan dan prasyarat reforma agraria (2)](https://binadesa.org/tujuan-dan-prasyarat-reforma-agraria-2/) - Reforma agraria bertujuan terbangunnya struktur masyarakat yang lebih berkeadilan. Pada awalnya kebijakan land reform adalah suatu kebijakan sosial, yaitu pemerataan penguasaan tanah, bukan sebuah kebijakan ekonomi (produksi); namun kemudian orang sadar bahwa dibutuhkan suatu economic rationale yang mampu memberi alasan dari segi ekonomi mengapa suatu reforma agraria perlu dilakukan. Itulah sebabnya selepas perang dunia kedua - [Konsep umum, istilah dan sejarah reforma agraria (1)](https://binadesa.org/konsep-umum-istilah-dan-sejarah-reforma-agraria-1/) - (Sekilas Tentang Reforma Agraria, bagian 1) Agraria sering ditafsirkan sebatas pertanian bahkan lebih sempit lagi tanah pertanian; salah tafsir (fallacy) mana kemudian berkembang menjadi salah-kaprah sejak pemerintah Orde Baru berkuasa di Indonesia. Secara etimologi (ilmu asal usul kata) istilah agraria berasal dari bahasa Latin “ager” (lapangan, pedusunan, wilayah, tanah negara). Mirip dengan kata itu adalah - [Konsep umum, istilah dan sejarah reforma agraria](https://binadesa.org/konsep-umum-istilah-dan-sejarah-reforma-agraria/) - Agraria sering ditafsirkan sebatas pertanian bahkan lebih sempit lagi tanah pertanian; salah tafsir (fallacy) mana kemudian berkembang menjadi salah-kaprah sejak pemerintah Orde Baru berkuasa di Indonesia. Secara etimologi (ilmu asal usul kata) istilah agraria berasal dari bahasa Latin “ager” (lapangan, pedusunan, wilayah, tanah negara). Mirip dengan kata itu adalah “agger” (tanggul penahan, pematang, tanggul sungai, - [Reforma Agraria Dalam Tajuk dan Rencana](https://binadesa.org/reforma-agraria-dalam-tajuk-dan-rencana/) - Harian Kompas sejak minggu pertama bulan April 2014 secara berkala mengangkat isu Reforma Agraria (Pembaruan Agraria) sebagai wacana dan berita penting. Seolah ingin menegaskan inilah saatnya pembaruan agraria di indonesia menjadi agenda bangsa jika tak ingin kondisi ketimpangan dan kemiskinan bangsa ini kian terpuruk di masa-masa mendatang. Reforma agraria mendesak! Dimulai dengan Tajuk Rencana Kompas - [Gunawan Wiradi: Jejak Langkah Sang Pembentuk Zaman](https://binadesa.org/gunawan-wiradi-jejak-langkah-sang-pembentuk-zaman/) - Pada mulanya 28 Agustus 1932 delapan puluh tahun yang lalu. Delapan puluh tahun yang berjalan menuju kini, ia sebagai manusia pun pernah mengelami guncangan mental dan batin. Sebagai manusia ia juga memiliki tangisan, tetapi dia menahannya. Atau jika menangis, ia menangis sendirian saja. "Laugh! And the world laughs with you. Weep! And you weep alone!" - [Pentingnya Kepemimpinan dalam Reforma Agraria](https://binadesa.org/pentingnya-kepemimpinan-dalam-reforma-agraria/) - Mohamad Shohibuddin* Dalam satu kesempatan, Kepala BPN RI Joyo Winoto pernah menyatakan bahwa 56% aset negeri ini yang terkait dengan sumbersumber agraria dikuasai oleh hanya 0,2% penduduk. Di pihak lain, sementara rata-rata penguasaan tanah oleh petani kian merosot.Saat ini tercatat 7,3 juta ha tanah yang diindikasikan telantar, di mana 1,3 juta ha di antaranya berupa - [Kolonialisme Dan Historiografi Perkulian Tanah Priangan](https://binadesa.org/kolonialisme-dan-historiografi-perkulian-tanah-priangan/) - Data Buku: ♦ Judul:Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa, 1720-1870 ♦ Penulis: Jan Breman ♦ Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014 ♦ Tebal: xvi + 400 halaman ♦ ISBN: 978-979-461-874-5 Globalisasi di tanah Priangan hadir melalui budidaya kopi. Pada level paling bawah atas rantai komoditas global yang menyuplai - [Simalakama Holtikultura dan Polemik Benih](https://binadesa.org/simalakama-holtikultura-dan-polemik-benih/) - Sampai sekarang setidaknya ada 120 perusahaan benih nasional. Sepuluh di antaranya perusahaan besar atau multinasional. Bisnis benih hortikultura terus tumbuh, dengan nilai bisnis Rp 1 triliun per tahun. Tidak besar! Namun, dari nilai bisnis benih yang Rp 1 triliun itu mampu menggerakkan bisnis hortikultura secara keseluruhan dari hulu ke hilir dengan nilai perdagangan Rp 100 - [Pertanian Diabaikan, Pemerintah terlalu fokus eksploitasi komoditas tambang dan minyak sawit](https://binadesa.org/pertanian-diabaikan-pemerintah-terlalu-fokus-eksploitasi-komoditas-tambang-dan-minyak-sawit/) - Reorientasi Pembangunan PEMBANGUNAN Indonesia harus lebih inklusif melalui pengembangan industrialisasi dan pertanian untuk keluar dari pertumbuhan ekonomi rendah. Hasil kajian sejumlah lembaga penelitian memperlihatkan, pilihan strategi pembangunan pasca reformasi ternyata tidak menjawab permasalahan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen tidak cukup menyerap tenaga kerja muda yang setiap tahun masuk ke pasar kerja. Produktivitas tenaga kerja - [Caleg Perempuan, lebih baik mana representasi atau kualitas?](https://binadesa.org/caleg-perempuan-lebih-baik-mana-representasi-atau-kualitas/) - Pemilu 2014 akan bergulir, caleg perempuan pun memenuhi kuota, hanya soal kualitasnya bagaimana, itu tak ada jaminan bahwa mereka akan mampu memperjuangkan kepentingan perempuan dan hak asai manusia. Mereka yang berlatar belakang aktivis sangat kecil, porsinya hanya sekitar 3 persen. Kebanyakan mereka datang dari dinasti atau oligarki kekuasaan. Figur populer lebih mendominasi di 2014 ini. - [Kesenjangan Kian Melebar; Rakyat Kian Terabaikan](https://binadesa.org/kesenjangan-kian-melebar-rakyat-kian-terabaikan/) - Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kaku belum menciptakan pemerataan kesejahteraan akibat haluan kebijakan yang didikte kekuatan pasar. Pembangunan industri manufaktur dan pertanian yang stagnan membuat kesenjangan pendapatan melebar. (Kompas; 03/4) Secara faktual, ada dua hal yang bisa dicermati. Pertama: dengan pertumbuhan penduduk 1,49% per tahun, pada 2015 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 255 juta jiwa. Penduduk - [Monopoli Bisnis di Sektor Air](https://binadesa.org/monopoli-bisnis-di-sektor-air/) - Monopoli Bisnis di Sektor Air JAKARTA, – Air merupakan milik publik. Oleh karena itu, air tidak bisa dikomersilkan dan upaya mengkomersialkannya bertentangan dengan konstitusi. tapi toh kasus di jakarta menunjukan betapa kuatnya monopoli bisnis di sektor air publik. Muhammad Reza dari Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KruHA) di Jakarta, hari Kamis (20/3) menegaskan bahwa - [Tajuk Rencana untuk Satinah](https://binadesa.org/tajuk-rencana-untuk-satinah/) - Jakarta, BINADESA--Demi kamanusiaan, mesti ada harapan untuk Satinah. Negara mesti menunjukan sikap membela yang nyata. Dua tajuk rencana media nasional Kompas dan Tempo (27/3) seakan menegaskan betapa pentinganya perkara ini; betapa pentinganya Satinah untuk diselamatkan dari hukuman pancung. Ke depan tak hanya menyelamatkan TKI yang rentan dengan lingkungan kerjanya, tapi penting untuk membenahi struktur ekonomi - [Sekilas Globalisasi-Neo Liberalisme](https://binadesa.org/sekilas-globalisasi-neoliberalisme/) - Jakarta, Bina Desa--Campur tangan negara terhadap pasar akan membuat ekonomi nasional justeru melambat dan bobrok. Rezim-rezim proteksionis dituding telah membuat rakyatnya sendiri sengsara dan kekurangan pangan. Untuk itu globalisasi melalui liberalisasi ekonomi sangat dibutuhkan untuk tata perekonomian dunia. Benarkah? India dan Cina yang dulu menolak paket globalisasi dan memilih pembangunan berdasarkan artikulasi nasionalnya sendiri, - [Prof. Achmad Sodiki: “Negara menyewakan tanahnya sendiri pada rakyat. Ini seperti era Raffles.”](https://binadesa.org/prof-achmad-sodikinegara-menyewakan-tanahnya-sendiri-pada-rakyat-ini-seperti-era-rafless/) - Mantan Hakim Konstitusi RI Tahun 2008 s/d Tahun 2013 Prof.Dr. H.Achmad Sodiki , SH., dalam pernyataanya sebagai ahli dalam sidang gugatan (judcial review) Undang-Undang 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan) mengatakan betapa negara ini masih tak juga berpihak pada petani. Petani menunggu janji-janji, tapi tak pernah dipenuhi. Petani jadi kuli—kini bahkan jadi kuli di - [UU Perlindungan Petani tak Melindungi Petani](https://binadesa.org/uu-perlindungan-petani-tak-melindungi-petani/) - Melalui Undang-Undang 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan) pemerintah menilai pemberian hak sewa pada petani lebih berkelanjutan ketimbang hak milik. Hak milik membuat tanah rentan dijual lagi oleh petani. Adanya 4 model kelembagaan petani yang dinaungi pemerintah akan memudahkan menjamin tidak terjadi alih fungsi lahan. Namun demkian petani menilai hal itu sebagai korporatisme negara. - [UU Pangan Tidak Berpihak pada Petani Kecil](https://binadesa.org/uu-pangan-tidak-berpihak-pada-petani-kecil/) - Mahkamah Konstitusi, JAKARTA--Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan (UU Pangan) tidak berpihak pada petani kecil. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat Khudori ketika menjadi ahli pemohon dalam perkara Nomor 98/PUU-XII/2013 yang menguji UU Pangan. “Tidak ada pasal-pasal dalam UU Pangan yang mengatur tentang petani kecil termasuk mengecualikan mereka dengan korporasi,” ujarnya di hadapan - [Krisis dan Konsolidasi Agraria](https://binadesa.org/krisis-dan-konsolidasi-agraria/) - “Perjuangan Melawan Penguasa adalah perjuangan melawan lupa.” Milan Kundera. Ekspansi kapitalisme internasional segera saja mengakibatkan hilangnya petani atas tanahnya dan perubahan fungsi tanah, dari tanah dalam kerangka hubungan produksi yang feodalistis - yang oleh Maurice Dobb disebutnya sebagai bentuk-bentuk ekstra ekonomi, yaitu perhambaan/serfdom dan Paul Sweezy yang menekankan pada pertumbuhan produksi untuk pertukaran/exchange – berubah - [Sedikit tentang Revolusi Hijau](https://binadesa.org/sedikit-tentang-revolusi-hijau/) - Dari sejarah dunia kita dapat menelusuri bahwa program pembaruan agraria itu umurnya sudah lebih dari 2500 tahun dari sejak zaman Revolusi Neolithic sampai Green Revolution (akhir dasa-warsa 1960-an dan awal 1970-an). Terkait Green Revolution (revolusi hijau) kita bisa mencatat bahwa sejak lahirnya Orde Baru, pemerintah Indonesia pada dasarnya telah meninggalkan niat politik untuk melakukan pembaruan - [Memperingati Hari Perjuangan Petani Internasional & Hari Hak Asasi Petani Indonesia](https://binadesa.org/memperingati-hari-perjuangan-petani-internasional-hari-hak-asasi-petani-indonesia/) - Pada bulan April ini, paling tidak, terdapat dua momen penting bagi perjuangan pembaruan agraria, yaitu, Hari Perjuangan Petani Internasional yang jatuh pada tanggal 17 April, dan Hari Hak Asasi Petani (HAP) Indonesia pada tanggal 20 April. Sejarahnya, tanggal 17 April 1996 merupakan salah satu hari yang kelam bagi kaum tani di seluruh dunia. Saat itu - [Kilas Sejarah Hari Perempuan Sedunia](https://binadesa.org/kilas-sejarah-hari-perempuan-sedunia/) - 8 Maret boleh menjadi salah satu hari penting bagi sejarah kaum perempuan. Berawal dari 8 Maret 1917 atau 95 tahun yang lalu, setelah perjuangan panjang yang tidak hanya bercampur peluh dan keluh lelah tetapi juga darah sebelum warga dunia baik laki-laki dan perempuan kemudian mencatatnya sebagai sebuah tonggak yang diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia; saat - [Merefleksikan land reform (lagi)](https://binadesa.org/merefleksikan-land-reform-lagi/) - “Malaksanakan land reform berarti melaksanakan satu bagian yang mutlak dari revolusi Indonesia.” (Pidato Presiden Sukarno, Agustus 1960) Sukarno telah lama berujar dengan sepenuh kesadarannya atas kondisi sosio kultural dan geo politik republik kepulauan ini; ”Revolusi Indonesia tanpa landreform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang. Sama saja dengan omong - [Sekilas Sejarah Bina Desa](https://binadesa.org/sekilas-sejarah-bina-desa/) - Bina Desa merupakan Lembaga Organisasi Non-Pemerintah (ORNOP) di bidang pemberdayaan sumber daya manusia pedesaan yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1975 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Lembaga ini dideklarasikan dengan orientasi nirlaba, nonpartisan dan independen. Kelahirannya didasari oleh pemihakan yang kuat terhadap komunitas marjinal pedesaan yang semakin terpinggirkan dalam pembangunan yang lebih mengutamakan pertumbuhan tanpa - [Pembangunan desa berorientasi “kota”](https://binadesa.org/pembangunan-desa-berorientasi-kota/) - Apakah UU Desa dapat mentransformasikan masyarakat desa ke dalam susunan masyarakat yang lebih sejahtera? Berdaya secara ekonomi dan otonom dalam mengatur wilayah kekuasaan dan kebudayaanya sendiri seperti substansi yang diharapkan? Banyak kalangan menilai UU Desa akan mengakhiri “diskoneksi” dalam proses pembangunan dan distribusi kesejahteraan kepada masyarakat desa. UU Desa diklaim memberi ruang yang lebih otonom - [Kilang Minyak Asing Melanggar Konstitusi](https://binadesa.org/kilang-minyak-asing-melanggar-konstitusi/) - Oleh: Kurtubi RENCANA mengerahkan atau mengundang investor asing untuk membangun kilang bahan bakar minyak bertentangan dengan konstitusi dan, oleh karena itu, harus dibatalkan. Pasal 33 Ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 berbunyi, cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Tak ayal lagi, bahan bakar minyak (BBM) merupakan cabang - [Swasembada Pangan Gagal](https://binadesa.org/swasembada-pangan-gagal/) - Lahan Produktif di Sumsel Beralih Jadi Kebun Sawit PALEMBANG — Alih fungsi lahan pertanian di Sumatera Selatan berdampak serius terhadap kemandirian pangan provinsi tersebut. Kini, Sumsel tak lagi jadi lumbung pangan nasional karena gagal mencapai swasembada pangan. ”Luas dan produktivitas lahan pertanian di Sumsel tidak sebanding dengan jumlah penduduk sehingga provinsi ini gagal swasembada pangan,” kata - [Impor Pangan Makin Leluasa](https://binadesa.org/impor-pangan-makin-leluasa/) - Struktur Pajak Melemahkan Daya Saing JAKARTA — Struktur pajak di Indonesia belum mampu menjadi instrumen bagi terciptanya ketahanan pangan nasional. Sebaliknya, pajak justru memberikan keleluasan bagi masuknya produk pangan impor sehingga melemahkan daya saing produk pangan lokal. Hal itu terungkap dalam dialog bisnis Prasetiya Mulya, Rabu (5/3), di Jakarta, dengan tema ”Food Security for Nation Sovereignty: The - [Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013](https://binadesa.org/ada-250-ribu-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-sepanjang-2013/) - Jakarta - Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat hampir 250 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang tahun 2013. Komisioner Komnas Perempuan Saur Tumiur Situmorang mengatakan, lebih dari setegahnya, kekerasan dilakukan oleh personal yaitu kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri. Kata Saur, kekerasan yang dilakukan umumnya berupa kekerasan secara psikis atau psikologi, - [Konflik Agraria sampai kapan?](https://binadesa.org/konflik-agraria-sampai-kapan-2/) - Konflik Agraria sepanjang 2011 tak kunjung reda, di beberapa dairah konflik laten yang seringkali melibatkan aparat keamaan memakan korban yang tidak sedikit. Di Kebumen dan Ogan hilir adalah yang terbaru. Kriminalisasi terhadap kelompok petani terus berlangsung. Di Sumatera Utara, Sebuah bentrokan maut antara warga dengan petugas keamanan atau satpam PT Sumber Wangi Alam (SWA) di - [Kenapa Reforma Agraria Penting?](https://binadesa.org/kenapa-reforma-agraria-penting/) - Kenapa reforma agrarian penting bagi bangsa seperti Indonesia? Dalam sejarahnya bangsa ini adalah bangsa yang terjajah ratusan tahun, hal itu membuat sumberdaya agrarianya dikuasai pula oleh bangsa colonial selama ratusan tahun sehingga setalah merdeka bangsa ini penting melakukan reforma agrarian untuk melakukan penataan kembali struktur pemilikan dan penguasaan sumberdaya agraririanya untuk keadilan rakyat. “Hatta pernah - [Mengapa Bertani Alami?](https://binadesa.org/mengapa-bertani-alami/) - Sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa penyebab perpindahan tangan lahan sawah atau kebun disebabkan oleh karena petani terjerat dalam utang produksi. Berdasarkan catatan Bina Desa, Sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pertanian Alami Bina Desa, Lily Noviani Batara, pertambahan biaya produksi secara signifikan meningkat hampir 100 % sejak tahun 2006 – 2011, dimana sebagian besar peningkatan terjadi - [Food Estate: Pembangunan Pertanian yang salah arah](https://binadesa.org/food-estate-pembangunan-pertanian-yang-salah-arah/) - Gelombang investasi oleh perusahaan besar di sektor pangan nampaknya sedang bergairah. Sebagai contoh, di Indonesia Bin laden Group telah menyatakan akan menginvestasikan US$2 miliar untuk pembukaan food estate di Lampung dan Sulawesi Tengah. Sebelumnya grup yang sama juga telah berencana untuk menggelontorkan US$4,37 miliar pada proyek mereka berupa pembukaan lahan pertanian pangan seluas 500.000 hektar - [Menanam Dalam Ketidakpastian: Cerita Pertanian Alami dari Sulawesi](https://binadesa.org/menanam-dalam-ketidakpastian-cerita-pertanian-alami-dari-sulawesi/) - Cerita Pertanian Alami dari Sulawesi Mereka adalah orang-orang yang bersemangat merawat alam di desanya, menghidupi dan hidup harmonis dengan apa yang bisa diberikan oleh tanah di mana mereka tumbuh. Di Salassae dan desa-desa sekitarnya di Kabupaten Bulukumpa, tua dan muda laki-laki dan perempuan bergandeng tangan mengupayakan kehidupan sosial yang tidak bergantung-- terutama melalui kemandirian sektor - [Sekilas pandang “Pendidikan Musyawarah”](https://binadesa.org/sekilas-pandang-pendidikan-musyawarah/) - Musyawarah adalah nilai manusiawi asli luhur dan khas bangsa Indonesia. Musyawarah adalah budaya dan tradisi pembaharuan. Sejak perumusan awalnya pada periode pertama (1986-1996) Komisi Pendidikan Musyawarah Yayasan Bina Desa beranggotakan di antaranya: Pater J. Distra SJ (Ketua), Gedong Bagoes Oke, KH. Abdul Rachman Wahid/Gus Dur dan Prof. DR. Sajogyo (Guru Besar Sosiologi IPB/Pendiri SAINS) BINADESA.CO—Jakarta. - [Masalah Landreform di Jawa Masa Kini](https://binadesa.org/masalah-landreform-di-jawa-masa-kini/) - Oleh: Imam Yudotomo *) OBYEK LAND-REFORM: TANAH PERKEBUNAN Dengan asumsi bahwa land-reform merupakan usaha untuk menata kembali pemilikan tanah yang dirasa tidak adil dan usaha untuk me-redistribusi tanah yang dikategorikan sebagai obyek land-reform kepada kaum tani yang tidak bertanah, maka ketika gagasan land-reform mulai dibicarakan kaum pergerakan Indonesia di masa penjajahan dulu boleh dikatakan bahwa, - [APAKAH PERTUMBUHAN EKONOMI (YANG KITA DAMBAKAN) JUGA BERARTI BAHWA ANAK-ANAK KITA JUGA TUMBUH BAIK?](https://binadesa.org/apakah-pertumbuhan-ekonomi-yang-kita-dambakan-juga-berarti-bahwa-anak-anak-kita-juga-tumbuh-baik/) - Sajogyo * Jika mendapat undangan hadir dalam “International Experts Seminar on Child Growth and Poverty” (di Hotel Hilton, Jakarta, 10-13 Nopember 2002), apakah itu berarti kita in “pakar” (“expert”), paling tidak di bidang kemiskinan? Sebagai sosiolog yang mengamati pedesaan, karena ada “koneksi” dengan Departemen Kesehatan (pernah mengajar di Akademi Gizi di Bogor), tahun 1972 kami - [KARTEL DI PEKARANGAN KITA](https://binadesa.org/kartel-di-pekarangan-kita-2/) - SEPERTI kisah dalam Ripley's Believe It or Not!, drama lonjakan harga bawang mengungkap statistik perdagangan yang mencengangkan. Jumlah importir bawang kini mencapai 114 perusahaan, dari sebelumnya sekitar 20-an perusahaan. Permohonan rekomendasi impor pun melejit menjadi 5,14 juta ton, dari 203.732 ton pada 2012. Bagaimana dengan keuntungan? Jika dihitung, pada saat harga tinggi di tingkat konsumen - [MK: Semangat undang-undang SBT lebih memfasilitasi industri benih untuk memonopoli perbenihan](https://binadesa.org/mk-semangat-undang-undang-sbt-lebih-memfasilitasi-industri-benih-untuk-memonopoli-perbenihan/) - Mahkamah Konstitusi melalui Putusan No.99/PUU-X/2012 akhirnya mengabulkan gugatan pemohon yang mewakili suara petani kecil, secara keseluruhan MK membatalkan Pasal 5,6,9, 12, dan 60 UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Sebelumnya Pemohon yang mengajukan guggatan undang-undang (Judicial Review) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sisitem Budidaya Tanaman dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan - [Nyanyian Revolusi Pablo Neruda](https://binadesa.org/nyanyian-revolusi-pablo-neruda/) - PUERTO RICO, PUERTO POBRE Aku tahu semua sudah terlambat, tapi kurasa ini perlu dilakukan; sekarang, sebelum aku berangkat untuk menyanyi atau untuk mati: sekarang kumulai. Tak ada kekuatan yang membungkamku tapi sesuatu yang besarkan hari kesedihan dan ini sekutu: mati dengan bajak lalu taburkan tulang-tulang. Aku terpilih sebagai subjek mendidih dengan darah, dengan pohon-pohon palem - [Asep Supriyadi, Dari Buruh Batu Bara Tanamkan Semangat Membara Di Desa Tercinta](https://binadesa.org/asep-supriyadi-dari-buruh-batu-bara-tanamkan-semangat-membara-di-desa-tercinta/) - Menghidupkan desa, meneranginya dengan semangat, menumbuhkannya dengan impian mandiri memang bukan pekerjaan semabarangan orang , termasuk menjadi aktivis atau pendamping komunitas pedesaan. Dibutuhkan tekad, dan sebutlah, darah juang! Hal itu mungkin bisa menggambarkan militansi kader bina desa Jawa Barat, Asep Supriyadi, (33). Pria Sukabumi lulusan SMK Management ini dengan penuh semangat tiada henti, berbuat apa - [MIFEE, siapa diuntungkan?](https://binadesa.org/mifee-siapa-diuntungkan/) - Pada 2010 banyak pihak mengkhawatirkan terjadinya “landgrab” atas tanah dan sumber pangan dan obat masyarakat adat papua (khususnya Suku Malind), juga khwatir akan terjadinya “genosida” kebudayaan bahkan mungkin keturunan (ras). Namun walau ditentang banyak pihak, pemerintah tetap ngotot memulai program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE). Kini setelah hampir tiga tahun berjalan, dampak yang - [Pembangunan, Dominasi asing dan nasib petani](https://binadesa.org/pembangunan-dominasi-asing-dan-nasib-petani/) - Untuk apa mencinta kalau hanya berdusta, lyric lagu lawas itu sekiranya cocok untuk parodi ekonomi politik bangsa terkini---untuk apa bikin undang-undang kalau hanya untuk di gugat? Untuk apa mencintai kalau tak pernah berbalas dicinta? Kata Iwan Fals dalam lagunya: “Untuk apa punya pemerintah kalau hidup terus-terusan susah..” Ibarat asmaradana, baru seumur jagung di sahkan sudah - [Kesejahteraan Petani Masih Terabaikan](https://binadesa.org/kesejahteraan-petani-masih-terabaikan/) - Berbagai masalah masih melanda petani dan masyarakat pedesaan. Seperti masalah akses dan kontrol atas tanah, air, benih, konflik agraria, belum adanya perlindungan harga produk pertanian bagi para petani kecil serta serbuan pangan impor murah yang menyebabkan anjloknya harga produk pertanian dalam negeri. Terkait dengan Rencana Strategis 2010-2014 Kementerian Pertanian dan lebih jauh Rencana Strategis Pemerintahan - [Mempertimbangkan kembali nasib manusia (di tengah kemarau)](https://binadesa.org/mempertimbangkan-kembali-nasib-manusia-di-tengah-kemarau/) - Data Buku : Judul : KEMARAU Pengarang : A.A NAVIS Terbit : GRASINDO, Cetakan VI, Agustus 2003 Tebal : X + 118 halaman Judul di atas segera mengajukan pertanyaan, apa yang dipertimbangkan? Nasib? Tulisan ulasan tentang novel ‘Kemarau’ karya A.A Navis ini tidak hendak membahas nasib sebagai sebuah kaidah langit dan bumi, - [Chairun Nisa: Dari Sastra Iggris, Guru SD, sampai ke Pasru Jambe](https://binadesa.org/chairun-nisa-dari-sastra-iggris-guru-sd-sampai-ke-pasru-jambe/) - “Bersama kaumnya ia terus menerus belajar, mencerahkan sesama dan dirinya sendiri; bekerja bersama rakyat dan istiqomah membangun kaumnya; perempuan.” Bahasa bijak sering menyebut bahwa hidup itu sebuah pilihan, kita yang memilih kehidupan dan kehidupan yang memilih kita; masing-masing akan saling memilih untuk mencapai kebebasannya sebagai manusia. Uangkapan bijak itu rasanya tepat untuk perempuan ini, Khairun - [Kiat Hidup Sehat Dengan Berpikir Positif](https://binadesa.org/kiat-hidup-sehat-dengan-berpikir-positif/) - Kita sudah ketahui bahwa begitu besar pengaruh pikiran terhadap fisik kita. Dalam dunia medis hal ini disebut sebagai psikoneuroimunologi. Sebagai contoh: saat kita melihat sesuatu yang menjijikkan mungkin kita akan merasa mual dan muntah, hal ini bukan berarti mual dan muntah karena lambung yang sakit, namun karena pikiran negatif kita mempengaruhi lambung sehingga timbul rasa - [G-20, politik Negara maju atasi krisis?](https://binadesa.org/g-20-politik-negara-maju-atasi-krisis/) - Harapan agar G-20 memiliki peran yang besar dalam mengatasi krisis global, menciptakan kesetaraan dan keadilan hanya ilusi. Sebab G-20 tidak menjawab persoalan krisis secara subtansial melainkan lebih terarah untuk mempertahankan Kapitalisme baik Kapitalisme ala Anglo-Saxon maupun ala Eropa Continental. Hal tersebut dinyatakan pemerhati ekonomi politik Internasional Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI. Menurutnya, justru G-20 menjadi sarana - [Konflik Agraria sampai kapan?](https://binadesa.org/konflik-agraria-sampai-kapan/) - Konflik Agraria sepanjang 2011 tak kunjung reda, di beberapa dairah konflik laten yang seringkali melibatkan aparat keamaan memakan korban yang tidak sedikit. Di Kebumen dan Ogan hilir adalah yang terbaru. Kriminalisasi terhadap kelompok petani terus berlangsung. Di Sumatera Utara, Sebuah bentrokan maut antara warga dengan petugas keamanan atau satpam PT Sumber Wangi Alam (SWA) di - [Korupsi dan Kemelut Konflik Agraria](https://binadesa.org/korupsi-dan-kemelut-konflik-agraria/) - Kematian tujuh warga Sei Sodong, Ogan Komering Ilir (OKI), akibat konflik agraria menambah daftar panjang korban konflik agraria di tanah air. Padahal, baru sepekan lalu 13 petani Kebumen tertembak saat berhadap-hadapan dengan aparat TNI yang juga dikarenakan konflik agraria. Biasanya, setelah jatuh korban, aspek pidana dari konflik ini segera ditindaklanjuti. Namun, akar masalah utama berupa - [Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut](https://binadesa.org/pupuk-ramah-lingkungan-dari-rumput-laut/) - “Berbagai jenis rumput laut yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis ternyata bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Kandungan unsur hara mikro dan makronya lebih tinggi dari pupuk urea.” Lautan menyimpan begitu banyak sumber daya hayati yang bernilai jual tinggi. Selain beragam jenis ikan, kekayaan laut lainnya yang bermanfaat bagi manusia ialah rumput laut. Selama - [Rapuh Sejak Fondasi](https://binadesa.org/rapuh-sejak-fondasi/) - Pertumbuhan ekonomi dalam dua periode pemerintahan cenderung mengorbankan pemerataan. Pembaharuan agraria secara konsisten, reformulasi distribusi modal, dan pemihakan sektor pertanian secara luas sebagai landasan pembangunan jangka panjang, secara substansial sama sekali tidak jalan. Akibatnya, bangsa ini harus menanggung beban yang kian berat dalam transformasi masyarakat miskin kepada kesejahteraan sosial yang adil dan modern. Beban yang - [Keadilan Agraria tak terfasilitasi, RUU Pertanahan ditolak?](https://binadesa.org/keadilan-agraria-tak-terfasilitasi-ruu-pertanahan-ditolak/) - “Wajah agraria Indonesia diwarnai ketimpangan yang memiskinkan, mengerasnya konflik, dan rusaknya lingkungan yang membuahkan bencana. Masalah agraria yang kronis meliputi seluruh sektor dan semua wilayah.“ Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria, Usep Setiawan. Menurutnya, buruknya rupa agraria Indonesia dibentuk akibat kelakuan instansi/aparat pemerintah, serta bisnis dan preman dari skala global sampai lokal. - [Menyoal Impor Pangan](https://binadesa.org/menyoal-impor-pangan/) - Rumusan kebijakan sosial sejatinya adalah soal politik; dalam arti tak melulu berdasarkan pada apa yang berlangsung dari kondisi sosial; karena sifatnya tak pernah “benar-benar”; kondisi sosial dan kebijakan sosial berlangsung selalu dengan ambivalensi dan paradoks; tak jarang kebijakan publik kerap justeru berlaku karena ada kepentingan dari cara pandang kelompok-kelompok yang “jinak-jinak merpati” di kekuasaan; kerap - [Paket Bali: Kemenangan Negara Berkembang?*](https://binadesa.org/paket-bali-kemenangan-negara-berkembang/) - Di luar dugaan, Konferensi Tingkat Menteri IX WTO di Bali akhirnya berhasil menyepakati Paket Bali. Dirjen WTO Roberto Azevedo dan Ketua Konferensi WTO yang juga Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan bungah. Setelah macet 12 tahun tanpa hasil, sebagian agenda Putaran Doha bisa diselesaikan. Roberto dan Gita yakin hasil ini akan mengembalikan kepercayaan 160 anggota WTO - [WTO Minus Kepentingan Nasional Kita](https://binadesa.org/wto-minus-kepentingan-nasional-kita/) - Sebagai negara yang ikut mendirikan WTO (World Trade Organization) Indonesia hari ini justeru menjadi negara dengan kemiskinan parah, ketimpangan yang melampaui ambang batas, ancaman krisis pangan dan kelaparan yang terus menghantui, juga korupsi yang merugikan negara dan rakyat. Jadi apa keuntungan yang kita peroleh selama ini dari WTO? “Paket Bali” yang akhirnya disepekati (07/12)—berisi proposal - [Pernyataan Sikap PERLINTAN](https://binadesa.org/pernyataan-sikap-perlintan/) - Pernyataan Sikap Tim Advokasi Hak Asasi Petani tentang: “Uji Material (Judicial Review) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani ke Mahkamah Konstitusi” Lembaga Pemohon: Indonesian Human Rights Committee For Social Justice (IHCS), Serikat Petani Indonesia (SPI), Farmer Initiatives for Ecological Livelihoods and Democracy (FIELD), Aliansi Petani Indonesia (API), Yayasan Bina Desa Sadajiwa, Konsorsium Pembaharuan Agraria(KPA), Koalisi - [Masa Depan Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/binadesa-depan-kedaulatan-pangan/) - Oleh: Sabiq Carebesth** Persoalan pangan dan agraria beberapa dekade terakhir tampak diabaikan oleh elit pengambil kebijakan. Kedaulatan bangsa yang salah satunya bisa dilihat dari kedaulatan pangan kini jauh panggang dari api. Kedaulatan yang berarti juga hak eksklusif atas kemandirian negara dalam menghormati, memenuhi dan menjaga keamanan dan ketahanan pasokan pangan rakyatnya. Kini diserahkan dengan brutal - [Jungkir Balik Penguasaan SDA di Indonesia](https://binadesa.org/jungkir-balik-penguasaan-sda-di-indonesia/) - Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memperoleh devisa dari ekspor minyaknya, meskipun bukan satu-satunya. Krisis bahan bakar dunia bermula pada 1973 ketika harga minyak mentah melonjak dari US$ 2 menjadi US$ 12 per barel. Pemerintah ketika itu memandang periode 1973 sampai 1979 sebagai masa kejayaan sektor minyak, walaupun produksinya hanya 2,13 persen dari total produksi minyak dunia. - [Prof. Sajogyo, Pedesaan dan Generasi Zaman Kita](https://binadesa.org/prof-sajogyo-pedesaan-dan-generasi-zaman-kita/) - Masyarakat desa tidak pernah berubah, kondisi sosiologi dalam gerak perubahan idiologi dan idiografi lah yang berbuah. Namun manusia-manusia konkrit di pedesaan tetap saja merupakan sekelompok populasi dengan suatu coak produksi yang khas yang terus-menerus sejak ratusan tahun lalu menjadi penjaga bangsa dan Negara ini, walau pun mereka, masyarakat pedesaan, selalu di abaikan. Masyarakat desa adalah - [Petani Kecil di Tengah Kebijakan Industrialisasi Pangan](https://binadesa.org/petani-kecil-di-tengah-kebijakan-industrialisasi-pangan/) - Inilah negeri ironi. Tempat di mana kebijakan paling penting atas nama kesejahteraan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat jungkir balik dan salah kaprah. Konstitusi dihianati oleh tabiat ‘munafik’ kaum elit pengambil kebijakan yang mengabaikan amanah dan khittah konstitusi bangsa. Inilah negeri yang dikepung laut, tapi mengimpor garam. Inilah pula negara agraris yang mengimpor beras. Bahkan, tahun ini - [Reforma Agraria dan Masyarakat Adat](https://binadesa.org/reforma-agraria-dan-masyarakat-adat/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Maria Rita Roewiastoeti, SH Abstract Pengakuan hak ulayat masyarakat hukum adat (baca: suku-suku pribumi setempat) melalui pemberian recognitie telah lama menjadi tradisi dalam praktik pemerintahan di daerah sebagai jalan tengah untuk mengatasi keterbatasan dalam budaya suku-suku pribumi setempat yang tidak mengenal konsep menjual tanah. Dalam Undang-undang Agraria 1960:5 ternyata - [Pedesaan Sebagai Sumber Pangan](https://binadesa.org/pedesaan-sebagai-sumber-pangan/) - Pendahuluan Konsepsi dasar pengembangan masyarakat dan pedesaan sebenarnya merupakan konsep pembangunan yang sangat lama, standar dan telah diadopsi oleh Indonesia sejak dini, beberapa tahun setelah negara ini merdeka, menyusul pencanangan program tersebut sebagai the global development program oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mencari format pembangunan negara-negara yang lahir pasca perang dunia II guna mengatasi keterbelakangan, - [Hak atas Reforma Agraria](https://binadesa.org/hak-atas-reforma-agraria/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Hak atas Reforma Agraria Gunawan Abstrak Reorganize of capital activation and power consolidation impacted on agrarian structure. Furthermore agrarian reform has used to build agrarian justice, agrarian conflict solving, protecting and fulfill the peasant rights. Indonesian constitution (UUD 1945), Act No. 5 of the year 1960 concerning Basic Regulation - [Reforma Agraria yang Tersandera dan Terlunta](https://binadesa.org/reforma-agraria-yang-tersandera-dan-terlunta/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Reforma Agraria yang Tersandera dan Terlunta, Hendak Kemana? OlehFrancis Wahono Pendahuluan Reforma Agraria adalah sebuah pilihan cara bagaimana pembangunan berkeadilan, penghapusan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian lingkungan hidup dijalankan. Banyak pilihan untuk pembangunan yang tidak harus berkeadilan, kemiskinan yang sekedar diproyekkan dan penciptaan lapangan kerja yang sekedar bekerja - [Sektor Perikanan Diduga Rugikan Negara Rp 218 Triliun](https://binadesa.org/sektor-perikanan-diduga-rugikan-negara-rp-218-triliun/) - Ketua Forum Pers Pemerhati Pelanggaran Perikanan Nasional( FP4N) Ivan Rishky Kaya melaporkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai kerugian perikanan Indonesia yang diduga mencapai Rp218 triliun. "Ini bukan dari illegal Fishing saja tapi juga ilegal leacence. Kami kaget ketika diinvestigasi selain illegal fishing ternayata terdapat juga illegal license (perijinan) yang diduga melibatkan oknum pejabat sendiri," - [Tanpa Perlindungan, Petani Makin Tergilas Kepentingan Industri](https://binadesa.org/tanpa-perlindungan-petani-makin-tergilas-kepentingan-industri-2/) - Kebijakan pangan nasional yang diambil pemerintah saat ini dinilai tidak memberikan perlindungan terhadap petani. Kebijakan yang ada juga tidak mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional, tetapi lebih ke arah politik pencitraan dengan adanya kebijakan bebas bea masuk pangan impor, konversi lahan berorientasi industri, dan tiadanya perlindungan pada petani kecil. Petani kecil pun bisa dipastikan makin - [Komunitas Demokratik atau Liberalisasi Asean, Indonesia Disimpang Jalan](https://binadesa.org/komunitas-demokratik-atau-liberalisasi-asean-indonesia-disimpang-jalan/) - “Liberalisasi ala MEA akan menjadi boomerang bagi Indonesia. Indonesia akan keteteran lagi sepeti pada Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA).” Hendry Saparini__ekonom. Masyarakat Ekononomi ASEAN (MEA) yang sudah dicanangkan di Singapuran sejak 2007 akhirnya menjadi salah satu agenda dan rekomendasi terpenting yang dihasilkan dalam KTT Asean ke-18 di Jakarta. Negara-negara Asean harus mengupayakan dan taat pada - [Perempuan Di Tengah Pasungan Globalisasi](https://binadesa.org/perempuan-ditengah-pasungan-globalisasi/) - Globalisasi, neo liberalisme ekonomi, tidak hanya gagal membuktikan ‘utopia’ surgawi yang mereka janjikan. Janji keadilan dan kesejahteraan untuk semua melalui pasar bebas dan keadilan bagi semua melalui mekanisme pasar yang keuntungannya akan merembes sampai ke titik paling pinggir di mana ribuan manusia baik laki-laki dan perempuan di pedesaan kini gelimpungan sendiri dilumpur kemiskinan. Lebih dari - [Reforma Agraria, Tak Cukup Hanya Dengan BPN](https://binadesa.org/reforma-agraria-tak-cukup-hanya-dengan-bpn/) - Reforma agraria bagi Indonesia adalah hal paling penting dan bisa jadi merupakan alat satu-satunya bagi upaya pembangunan nasional yang lebih demokratis dan berkeadilan bagi rakyat. Keadilan di sector agraria, walau tidak selalu, yang peling riil sekarang ini adalah land reform atau redistribusi tanah. Ada ribuan tanah terlantar yang bahkan pernah dijakanjikan SBY akan di redist, - [Komunitas Sidojoyo, Harmoni Alam dan Kesejahteraan Bersama](https://binadesa.org/komunitas-sidojoyo-harmoni-alam-dan-kesejahteraan-bersama/) - Menjadi sejahtera tidak berarti harus ditempuh dengan segala cara, apa lagi dengan individualism dan merusak harmoni alam. Sebaliknya, menjadi sejahtera bisa, dan memang seharusnya dilakukan dengan cara bersama-sama, dan tanpa merusak tata kehidupan alam se-isinya, pohon belukar dan seekor tikus sekali pun. Pandangan harmoni semacam itu tertuang dalam Sarasehan harlah ke V komunitas 'Sido Joyo' - [RUU Perkoperasian Kapitalis](https://binadesa.org/ruu-perkoperasian-kapitalis/) - RUU Perkoperasian yang sudah diproses lebih dari 10 tahun di DPR, akhirnya ditetapkan dalam agenda legislasi tahun ini. Namun sangat disayangkan Rancangan Undang-Undang Perkoperasian disusun dengan substansi yang kapitalistik. “Koperasi adalah bentuk perlawanan dari kegagalan sistem kapitalisme dan sistem yang ditengarai menjadi jalan tengah bagi ketegangan tarikan sistem dominasi negara dan sistem fundamentalisme pasar. Jadi - [Reforma Agraria Harus Berkadilan Gender](https://binadesa.org/reforma-agraria-harus-berkadilan-gender/) - “BPN pernah mempublikasikan peta konflik yang terus meningkat. Yang menjadi keperihatinan adalah seluruh data tersebut belum bicara tentang perempuan.” Hal itu dinyatakan Direktur Ekskutif BINA DESA, Dwi Astuti, dalam diskusi santai di Kantornya, Otitsa Jakarta Timur. “Karena perempuan tidak terlihat, maka perempuan tidak pernah tersentuh oleh kebijakan. Termasuk kita, penggerak agraria bahkan menutup mata - [Pertanian Alami, Perempuan dan Reforma Agraria Adalah Satu Paket](https://binadesa.org/pertanian-alami-perempuan-dan-reforma-agraria-adalah-satu-paket/) - Demi mendorong dan makin memantapkan pelembagaan desa mandiri khususnya di wilayah dampingan Bina Desa, pada ranah pertanian alami Bina Desa mentargetkan peningkatan perluasan Pertanian Alami dari 183 ha menjadi 320 Ha, dari 66 Rumah Tangga menjadi 115 Rumah Tangga. Salah satu tantangan terberat selama ini dalam mengembangkan pertanian alami salah satunya adalah persoalan lahan yang - [Nelayan Tuntut Permudah Izin Kapal](https://binadesa.org/nelayan-tuntut-permudah-izin-kapal/) - Tegal, Kompas - Sekitar 1.000 nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah, berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kota Tegal, Senin (12/4). Mereka meminta pemerintah mempermudah proses perizinan kapal, menambah alokasi solar bersubsidi, dan menghapus pungutan hasil perikanan. Saat berunjuk rasa, nelayan memblokir jalur pantai utara (pantura)—di ruas Jalan Gajah Mada, Kota Tegal—sekitar lima menit. Aksi - [Mereka Setia Bercocok Tanam Huma](https://binadesa.org/mereka-setia-bercocok-tanam-huma/) - Komunitas Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini masih mempertahankan cara bercocoktanam huma ladang dengan pola berpindah-pindah karena dapat meningkatkan produktivitas. "Sejak nenek moyang kami hingga sekarang tetap pertanian huma ladang dengan menanam pisang, padi dan tanaman pangan lainya," kata Ketua Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy (Wammby) Kasmin Saelani di Rangkasbitung, Senin. Ia mengatakan, - [Lumbung Pangan di Indonesia Timur Rentan](https://binadesa.org/lumbung-pangan-di-indonesia-timur-rentan/) - Meski hingga saat ini Provinsi Sulawesi Selatan masih surplus beras, kondisi di lapangan cukup mengkhawatirkan. Petani tak bisa menggantungkan hidup sepenuhnya dari tanaman padi. Bahkan, ada petani yang terpaksa harus menerima beras dari program beras untuk rakyat miskin. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengancam lumbung pangan Indonesia timur itu. Sejumlah buruh tani dan petani - [G20, Politik Negara Maju Atasi Krisis?](https://binadesa.org/g20-politik-negara-maju-atasi-krisis/) - Harapan agar G-20 memiliki peran yang besar dalam mengatasi krisis global, menciptakan kesetaraan dan keadilan hanya ilusi. Sebab G-20 tidak menjawab persoalan krisis secara subtansial melainkan lebih terarah untuk mempertahankan Kapitalisme baik Kapitalisme ala Anglo-Saxon maupun ala Eropa Continental. Hal tersebut dinyatakan pemerhati ekonomi politik Internasional Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI. Menurutnya, justru G-20 menjadi sarana - [Data Kemiskinan Tidak Akurat, Program Pengentasan Kemiskinan Tidak Efektif](https://binadesa.org/data-kemiskinan-tidak-akurat-program-pengentasan-kemiskinan-tidak-efektif/) - Sulitnya upaya pengentasan kemiskinan salah satunya disebabkan salah kaprah dalam pengumpulan data yang mengakibatkan kesalahan analisis dan tidak efesiennya program pengentasan kemiskinan. Disamping kecenderungan indicator data dalam skala makro yang tidak mencukupi untuk melihat keragaman dan kompleksitas perkeluarga dalam dairah yang berbeda, kecenderungan data seperti bisa diguanakan BPS (Badan Pusat Statistik) cenderung sentralistik. Sebagaimana diketahui, - [In The Time of The Butterflies di Pasrujambe](https://binadesa.org/in-the-time-of-the-butterflies-di-pasrujambe/) - Mengorganisir dan menguatakan komunitas bisa menggunakan beragam media dan pendekatan. Di Pasrujambe (12/7) Co BinaDesa menggunakan media film sebagai pendekatan dan pembongkaran kesadaran kemandirian dan keteguhan komunitas. Hasilnya, dalam sesi refleksi yang dikuti sekitar 23 kaum perempuan yang tergabung dalam beberapa komunitas semakin teguh dan bersemangat memajukan komuntasnya sekalian mengatasi berbagai himpitan persoalan. “Film ini - [Cuaca Buruk Nelayan Garut dan Tasikmalaya Putus Asa](https://binadesa.org/cuaca-buruk-nelayan-garut-dan-tasikmalaya-putus-asa/) - Nelayan pesisir Garut dan Tasikmalaya semakin putus asa karena masih belum bisa mendapatkan tangkapan yang memuaskan dalam dua bulan terakhir. Bahkan, meski mempertaruhkan nyawa pun tidak bisa memperbaiki hasil tangkapannya. "Susah menentukan waktu yang tepat kapan melaut atau tidak. Pernah memaksakan melaut tapi belum sampai melepas jaring kami harus kembali lagi ke pantai karena cuaca - [Buruh Tuntut Jaminan Sosial](https://binadesa.org/buruh-tuntut-jaminan-sosial/) - Kelompok buruh terus mendesak agar pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penyelenggara Jaminan Sosial. Akan tetapi pemerintah masih beralasan harus menghitung rencana tersebut secara teleti sesuai prinsip realistis dan optimal. Kaladang buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) menyatakan pengesahan RUU tersebut adalah harga mati. Tanpa pengesahan RUU tersebut mustahil lima program lain yaitu - [Buah Asing Kalahkan Produk Lokal](https://binadesa.org/buah-asing-kalahkan-produk-lokal/) - Pakar ekonomi pertanian Nandang Najmulmunir menilai, buah-buahan dari negara asing telah mengalahkan produk lokal akibat liberalisasi sektor pertanian sehingga terjadi serbuan produk buah dari berbagai negara, seperti China, Thailand, dan Australia. "Kita bisa lihat buah-buahan impor jauh lebih dominan penjualannya ketimbang buah lokal, termasuk produk buah yang sebelumnya dikuasai dalam negeri, seperti jeruk dan durian," - [BPN: TNI Belum Punya Hak Kelola Tanah di Setrojenar](https://binadesa.org/bpn-tni-belum-punya-hak-kelola-tanah-di-setrojenar/) - Jakarta - Hampir satu minggu pasca bentrok antara TNI-AD dengan warga sipil di Setrojenar, Kebumen, Jawa Tengah, sebagian besar warga masih merasa trauma berkepanjangan, Warga masih was-was akan nasibnya kedepan terkait kepemilikan lahan-lahan pertanian yang meraka miliki setelah kejadian yang menggemparkan itu. Mereka pun mengadu ke BPN Pusat. “Kami datang untuk meminta keadilan, kami meminta - [Bina Desa Luncurkan Jurnal Pedesaan.](https://binadesa.org/bina-desa-luncurkan-jurnal-pedesaan/) - Mengiringi acara puncak memperingati 35 tahun usianya, pada 29 Juni 2010 di JDC (Jakarta Disain Center), Yayasan BINA DESA meluncurkan terbitan barunya berupa JURNAL perdesaan dan reforma agraria yang diberi nama “AGRICOLA”. Francis Wahono, Gunawan Wiradi, dan Dwi Astuti hadir sebagai pembahas dalam peluncuran tersebut. Dalam sambutan peluncuran Agricola, redaktur AGRICOLA, Sabiq Carebest, menyatakan hadirnya - [Bentrok di Sumsel, Tujuh Orang Tewas](https://binadesa.org/bentrok-di-sumsel-tujuh-orang-tewas/) - Jakarta - Sebuah bentrokan maut antara warga dengan petugas keamanan atau satpam PT Sumber Wangi Alam (SWA) di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, menyebabkan tujuh orang tewas. (Kamis, 21/11) Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (21/04/2011). Tujuh orang tewas terdiri tiga orang warga dan empat - [Belajar dari China](https://binadesa.org/belajar-dari-china/) - Produk China membanjiri pasar Indonesia, dari mulai buah-buahan sampai textile, harganya lebih murah, sementara soal kualitas bisa diperdebatkan. Seorang kawan saya di Bandung, Hasim, yang seorang pengusaha distro nyaris gulung tikar karena serbuan produk jadi beruapa pakaian, celana dan asesoris lain yang datang dari China dan harganya sangat murah. Intinya, karena serbuan produk China ke - [Permentan Perizinan Food Estate Mendiskriminasikan Petani](https://binadesa.org/permentan-perizinan-food-estate-mendiskriminasikan-petani/) - Kelompok Kerja Pemberdayaan Ketahanan Pangan Masyarakat yang terdiri dari 15 orang yang mewakili organisasi tani dan organsisasi non-pemerintah, sebagai bagian dari unsur masyarakat yang ada di dalam Dewan Ketahanan meminta agar peremntan perizinanan food astate di tunda. Kelompok Kerja Pemberdayaan Ketahanan Pangan Masyarakat melalui siaran Persnya di Jakarta, 21 April 2010, menilai Rancangan Peraturan Menteri - [Dari Refleksi Natural Farming di Kudus](https://binadesa.org/dari-refleksi-natural-farming-di-kudus/) - Semangat Pertanian Alami Komunitas Desa Dampingan Yayasan Bina Desa Sadajiwa Lebih dari sekedar rutinitas dan ritualitas, pelatihan dan refleksi pertanian alami yang sudah dilakukan berkala oleh Bina Desa, merupakan sikap perlawanan yang nyata terhadap sistem kapitalisasi pertanian di pedesaaan, agar petani bisa berdaulat atas input produksi, distribusi dan konsumsi pangan dan pertaniannya. (Kudus, Bina Desa) - [Negara Belum Sepenuhnya Akui Hak-hak Petani](https://binadesa.org/negara-belum-sepenuhnya-akui-hak-hak-petani/) - (Jakarta: Bina Desa/19/010) Beberapa kalangan dari petani, NGO, gerakan pemuda berkumpul di kantor nasional Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam agenda memperingati hari Hak Asasi Petani (HAP). Mereka merekam dan merefleksikan masih banyak dan berlajutnya kasus-kasus agraria, dan lebih sering petani menjadi korban. Mereka menuntut agar Negara sepenuhnya mengakui Hak Asasi Petni dan membentuk badan penyelesaian - [RAPBN 2011 Berpotensi Melanggar HAM dan Konstitusi](https://binadesa.org/rapbn-2011-berpotensi-melanggar-ham-dan-konstitusi/) - Belanja pegawai dan belanja modal negara terlalu tinggi sehingga untuk pemenuhan hak ekososbud (Ekonomi Sosial dan Budaya) sangat sedikit. Padahal menunjuk pasal 33 dimana negara menguasai sumberdaya alamnya, seharusnya negara bisa memprioritaskan anggarannya untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat. “Volume APBN terhadap PDB di negara yang kapitalis seperti Jepang, Prancis dan Jerman misalnya mendekati 30% , sementara - [Geliat Pertanian Alami di Jawa Barat dan Aceh](https://binadesa.org/geliat-pertanian-alami-di-jawa-barat-dan-aceh/) - Dalam keterbatasan sempitnya lahan dan rusaknya irigasi, warga di Desa Cipeuteuy Kecamatan Kabandungan kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tetap bergeliat mempraktikan pertanian alami demi cita-cita kemandiriannya. Musim Tanam Padi sudah tiba, pagi itu 2 Juli 2011 di kampung Babakan Desa Cipeuteuy, beberapa anggota paguyuban Tani Jaya Mukti sibuk menyiapkan bibit padi dalam persemaian. Tidak hanya itu - [ASEAN Gagal](https://binadesa.org/asean-gagal/) - Dalam pertemuan Asian Piople Frum di Jakarta, banyak kalangan dari ormas buruh dan tani serta NGO menyebut bahwa ASEAN telah gagal menjalankan mandatnya untuk turut menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Lebih dari itu melalui perjanjian CAFTA , Asean bahkan dianggap telah diam-diam mengkudeta konstitusi Negara-negara yang tergabung di dalamnya, termasuk Indonesia. Menurut Daeng dari IGJ, - [Aparat Kembali Lakukan Represi Atas Aksi Petani](https://binadesa.org/aparat-kembali-lakukan-represi-atas-aksi-petani/) - Konflik perebutan lahan kembali memakan korban. Kali ini aksi damai yang dilakukan petani tiba-tiba di jawab dengan tindakan kekerasan oleh kepolisian. Akibatnya Iman (43 th), Yusuf (38 th) tertembak dan mengalami luka-luka di wajahnya, sementara Basri (50 th) mengalami luka memar. Mereka saat ini dirawat secara intensif di rumah sakit terdekat. (JAMBI/BINDES/010) Siang hari sekitar - [Anggaran Sektor Pertanian Paling Diabaikan](https://binadesa.org/anggaran-sektor-pertanian-paling-diabaikan/) - Pemerintah didesak menaikkan anggaran pertanian untuk memperbaiki kondisi pertanian dalam negeri. "Kami usulkan menjadi 10 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," ujar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia, Winarno Tohir, saat berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telewicara video di Istana Negara, Rabu, 22 Juni 2011. Sepuluh persen dari anggaran bukanlah angka - [Analisa IMF Terhadap Ekonomi Indonesia Salah](https://binadesa.org/analisa-imf-terhadap-ekonomi-indonesia-salah/) - Pengamat Ekonomi yang juga CEO EC-Think Indonesia Iman Sugema menilai analisis International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan perekonomian Indonesia akan mengalami overheating salah. Pemerintah jangan sampai membuat kebijakan dengan dasar analisis yang tidak tepat tersebut. Imam menjelaskan, dalam kajiannya yang diterbitkan pada April 2011, Dana Moneter Internasional (IMF) menyimpulkan bahwa perekonomian Indonesia, bersama dengan Argentina, - [Alih Fungsi Sawah Memprihatinkan](https://binadesa.org/alih-fungsi-sawah-memprihatinkan/) - JAMBI, Kompas.com - Alih fungsi sawah di Provinsi Jambi sudah sangat masif hingga mencapai lebih dari 75.000 hektar, dari total luas sawah 191.774 hektar. Banyak petani mengubah sawahnya menjadi kebun sawit dan karet, serta menjualnya ke perusahaan-perusahaan perkebunan. Berdasarkan data Yayasan Setara, lembaga yang bergerak pada bidang advokasi petani, perubahan peruntukan lahan sawah pada tiga - [Pemda Jakarta Diminta Menghentikan Swastanisasi Air](https://binadesa.org/pemda-jakarta-diminta-menghentikan-swastanisasi-air/) - Aksi koalisi masyarakat menolak swastanisasi air jakarta (FPPI, KRUHA, Walhi, JRMK, SBMI, Solidaritas Perempuan, SP PDAM), diterima oleh pemerintah provinsi jakarta, kami diterima oleh biro umum (Bpk Yusda), biro sarana dan prasarana (Bpk Djatnaka dan Bpk Larry Daniel). Kami kecewa karena kami gagal menemui Foke, sebab Foke ada rapat paripurna di DPRD jakarta, kekecewaan kami - [Ahmad Tohari : Petani Tidak Pernah Dianggap](https://binadesa.org/ahmad-tohari-petani-tidak-pernah-dianggap/) - Budayawan sekaligus Novelis kenamaan Ahmad Tohari menyatakan prihatin dengan kondisi kaum tani di Indonesia. Thohari menyatakan memang Negara tidak pernah berpihak kepada petani. Disamping itu ada masalah kebudayaan dimana dalam strata sosial yang dilanggengkan petani selalu di imagekan dalam strata sosial terendah sehingga kebudayaan yang semacam itu makin menyudutkan kaum tani dan dunia pertanian di - [Penderitaan Masyarakat Pesisir Semarang Dan Karawang](https://binadesa.org/penderitaan-masyarakat-pesisir-semarang-dan-karawang/) - Karyono, nelayan dari Karawang, Jawa Barat, dan Masnun, nelayan Semarang, Jawa Tengah menyebut bahwa keberadaan perusahaan mengahcurkan ekologi laut dan pesisir. Pencemaran dan eksploitasi yang dilakukan perusahaan di pesisir menimbulkan kerusakan dan merugikan penghidupan ekonomi masyarakat setempat. Hal itu terungkap dalam kesaksian mereka di Mahkamah Konstitusi ketika sidang gugatan uji materi UU 27/2007 Undang-Undang No. - [ADB: Indonesia Tak Perlu Risaukan Beban Hutang Luar Negeri](https://binadesa.org/adb-indonesia-tak-perlu-risaukan-beban-hutang-luar-negeri/) - (Jakarta, BINA DESA,10/08/010) ADB melalui ekonomnya Edimon Ginting menyatakan agar Indonesia tidak perlua menghawatirkan beban utang luar negeri yang sudah mencapai Rp. 1.625 trilyun. Hal tersebut karena makin kecil rasionya jika dibandingkan dengan PDB Indonesia yang sekarang sudah mencapai Rp 6.253,79 trilyun. Namun demikian, INFID menilai pernyataan bahwa rasio utang Indonesia terhadap PDB terkait posisi - [270 Hektar Tanah HGU Kodam Diponegoro Akan Diserahkan ke Masyarakat](https://binadesa.org/270-hektar-tanah-hgu-kodam-diponegoro-akan-diserahkan-ke-masyarakat/) - Pada Agustus depan, Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah akan membagikan tanah seluas 270 hektar tanah di Cilacap kepada 5.014 kepala keluarga di wilayah itu. Tanah tersebut secara hak guna usaha dimiiki PT Rumpun Sari Antan (Kodam IV Diponegoro) tapi masuk sengketa dengan masyarakat. Perusahaan tersebut memegang hak guna usaha seluas 1300 hektar tapi seluas 270 - [62 Persen Kasus Pelanggaran HAM Terjadi di Wilayah Konflik Agraria](https://binadesa.org/62-persen-kasus-pelanggaran-ham-terjadi-di-wilayah-konflik-agraria/) - (Jakarta/BINADESA) Sekretaris Jenderal Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHSC) Gunawan mengatakan bahwa tindak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap petani dalam sengketa pertanahan cukup tinggi. Dari 4.000 kasus pelanggaran HAM yang diterima Komnas HAM sejak 2009, sebanyak 62 persen atau 3.000 di antaranya terjadi pada konflik agraria dan lingkungan hidup. “Beberapa aktivis petani - [35 Tahun Bina Desa: Mempertahankan Pluralitas dan Musyawarah, Mendorong Kemandirian](https://binadesa.org/35-tahun-bina-desa-mempertahankan-pluralitas-dan-musyawarah-mendorong-kemandirian/) - Dalam peringatan ulang tahunnya yang ke-35 tahun banyak kalangan berharap agar Bina Desa tetap konsisten membangun kemandirian dan kedaulatan perdesaan demi kedaulatan bangsa dengan tetap mempertahankan pluralitas dan musyawarah. Secara khusus Gunawan Wiradi menyatakan harapannya; “Yang harus dipertahankan oleh BINA DESA adalah pluralitas dan musyawarah yang memang menjadi ciri BINA DESA.” Ujar Gunawan Wiradi. Namun - [Pelatihan Pendidikan Pertanian](https://binadesa.org/pelatihan-pendidikan-pertanian/) - “Dalam pertanian alami menjaga harmoni dan organisme kehidupan itu prinsip” Bersama 40 petani laki-laki dan perempuan yang datang dari Sulawesi, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bina Desa kembali melaksanakan kegiatan pendidikan pelatihan pertanian alami bersama “resi” pertanian alami dari Korea, Dr. Cho. “Pesertanya kali ini adalah para petani pendidik dari daerah dampingan - [Tanpa Perlindungan, Petani Makin Tergilas Kepentingan Industri](https://binadesa.org/tanpa-perlindungan-petani-makin-tergilas-kepentingan-industri/) - Kebijakan pangan nasional yang diambil pemerintah saat ini dinilai tidak memberikan perlindungan terhadap petani. Kebijakan yang ada juga tidak mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional, tetapi lebih ke arah politik pencitraan dengan adanya kebijakan bebas bea masuk pangan impor, konversi lahan berorientasi industri, dan tiadanya perlindungan pada petani kecil. Petani kecil pun bisa dipastikan makin - [Bunga KUR Tinggi](https://binadesa.org/bunga-kur-tinggi/) - Tingkat suku bunga kredit usaha rakyat terlalu tinggi bagi petani. Akibatnya, tidak banyak petani yang memanfaatkan fasilitas tersebut sekalipun ada kemudahan dalam akses kredit karena bisa mendapat pinjaman tanpa agunan. Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Hortikultura Nasional Karen Tambayong, Senin (7/5), di Jakarta, tingginya bunga kredit usaha rakyat (KUR) menunjukkan pemerintah belum menganggap penting sektor - [Memperingati Hari Perempuan Sedunia](https://binadesa.org/memperingati-hari-perempuan-sedunia/) - Tanggal 8 Maret boleh menjadi salah satu hari penting bagi kaum perempuan. Berawal dari 8 Maret 1917 atau 93 tahun yang lalu, perempuan di Rusia diberikan hak suara oleh Pemerintah Rusia. Dan inilah menjadi tonggak peringatan Hari Perempuan Sedunia. Inilah hari peringatan tentang perjuangan perempuan di masa silam, masa kini dan masa yang akan datang - [Harapan dan jalan terjal PP Reforma Agraria](https://binadesa.org/harapan-dan-jalan-terjal-pp-reforma-agraria/) - Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto menyatakan pembahasan RPP Reforma Agraria sudah selesai. Bahan RPP tinggal dibicarakan di Sidang Kabinet. “Dengan terbitnya payung hukum ini bakal memberikan jaminan keadilan atas tanah terhadap rakyat. Peraturan ini memungkinkan memberikan akses kepada masyarakat untuk menguasai atau memiliki tanah,” ujarnya kepada media ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa - [Ironi Negeri Bahari Makin Menjadi](https://binadesa.org/ironi-negeri-bahari-makin-menjadi/) - ”Akibat maraknya pencurian ikan kapal asing, Natuna ditaksir rugi Rp30 triliun per tahun. Secara keseluruhan, Indonesia telah mengalami kerugian Rp 80 triliun akibat illegal fishing. Sayangnya, Pemerintah sendiri nyaris tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah pencurian ikan (illegal fishing) karena umumnya kapal asing beraksi dengan memanfaatkan musim Utara di mana kapal-kapal patroli Indonesia tidak mampu - [Diversivikasi Pangan Antara Harapan Dan Isapan Jempol](https://binadesa.org/diversivikasi-pangan-antara-harapan-dan-isapan-jempol/) - Pemerintah dengan kebijakan Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal melalui (Perpres) No 22 Tahun 2009 dinilai gagal menciptakan suatu gerakan bersama, namun harapan akan diversivikasi pangan terus disemai berbagai kalangan perduli kedaulatan pangan guna mengatasi ketergantungan pada bahan pangan tunggal khususnya beras, mengembangkan sumber karbohidrat unggulan lokal menjadi salah satu pilihannya. UPAYA pemerintah untuk - [Berkah Keberagaman Nasi Jangkrik](https://binadesa.org/berkah-keberagaman-nasi-jangkrik/) - Warga harus rela antre melewati jalan sempit, berkelok, dan berdesakan. Tujuannya, sebungkus nasi, penuh berkah dan doa. Pemandangan spiritual yang di jaman kapitalis sekarang makin sulit di dapatkan karena dalam era modern soal makanan didangkalkan menjadi hanya soal pemenuhan konsumsi dan potret keserakahan pola hidup manusia modern. Sungguh tradisi itu mengajarkan, soal pangan adalah juga - [Reklamasi Pesisir Dinilai Merampas Ruang Kelola Rakyat](https://binadesa.org/reklamasi-pesisir-dinilai-merampas-ruang-kelola-rakyat/) - Proyek rekalamasi yang dilakukan pemerintah tidak hanya dinilai rawan korupsi, dampak negative yang paling nyata adalah terampasnya hak kelola nelayan tradisional; hilangnya asset dan kontrol sumberdaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup nelayan yang selama ini sudah terpuruk. Dari data yang berhasil dihimpun gerakan Gerakan Rakyat Anti Reklamasi Pesisir Pantai Indonesia menunjukan, di Jakarta misalnya, kegiatan reklamasi - [Salah Arah Pembangunan, Salah Kaprah Pengentasan Kemiskinan](https://binadesa.org/salah-arah-pembangunan-salah-kaprah-pengentasan-kemiskinan/) - Upaya pengentasan kemiskinan oleh pemerintah rupanya seperti istilah jauh panggang dari api. Anggaran untuk pengentasan kemiskinan terus naik setiap tahunnya, namun penurunan angka kemiskinan justeru tidak signifikan, kalau tidak boleh di sebut justeru kantong-kantong kemiskinan makin meluas di desa-desa. Sementara ditengah sebagian besar orang miskin di sektor pertanian pedesaan berpendidikan rendah dan juga berketrampilan rendah, - [Indonesia Didesak Keluar dari WTO](https://binadesa.org/indonesia-didesak-keluar-dari-wto/) - "Indonesia akan mengusung setidaknya dua agenda yang ingin dicapai dalam KTM Ke-9 di Bali, yaitu fasilitas perdagangan dan paket untuk negara-negara kurang berkembang. Ini akan menjadi batu loncatan dalam menyelesaikan isu-isu yang masih tertinggal di bawah agenda WTO, termasuk penyelesaian Putaran Doha," ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Hal ini dia ungkapkan dalam Pertemuan Kecil Para - [Petani Menggugat Takdir](https://binadesa.org/petani-menggugat-takdir/) - Sebuah penelitian yang dilakukan sejak 1960 an menyebutkan, 1,9 juta jenis tanaman diproduksi dan diciptakan oleh petani, berbanding dengan perusahaan benih yang hanya menemukan 720 ribu jenis tanaman. Sementara khusus untuk tanaman pangan, petani bisa menemukan 5000 jenis tanamn pangan, perusahaan hanya 150 jenis saja. Sementara itu bila perusahaan membutuhkan 10 tahun dan sekian juta - [Benih Padi dan Identitas Budaya Pertiwi](https://binadesa.org/benih-padi-dan-identitas-budaya-pertiwi/) - Warga Kampung Adat Ciptagelar menikmati nasi bersama seusai bergotong royong menanam padi lokal di areal persawahan Dusun Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (16/11). Benih padi yang ditanam adalah salah satu warisan para leluhur mereka yang hingga kini masih tetap lestari. Ibu pertiwi memberkahi hasil padi melimpah kepada petani Kampung Adat - [Dari Bangsa Kurang Gizi Menuju Negara Gagal](https://binadesa.org/dari-bangsa-kurang-gizi-menuju-negara-gagal/) - Oleh: Sabiq Carebesth* Di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang tetap optimistik pada kuartal akhir 2012, ekonomi Indonesia sesungguhnya sedang dilanda kegalauan mendasar antara pertumbuhan yang ajaib di satu sisi, dan kemelaratan “mendadak” yang makin rentan di sisi yang lain. Tak hanya itu, target pertumbuhan juga riskan meleset karena gejolak ekonomi global. Badan Pusat Statistik menyatakan - [Imperialisme Benih Dan Kartel Pangan Di Tengah Gugatan](https://binadesa.org/imperialisme-benih-dan-kartel-pangan-di-tengah-gugatan-2/) - Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun, pada 2015 penduduk Indonesia diperkiran mencapai 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupan makanan berupa beras dengan produksi setara padi 68, 47 juta ton gabah kering giling. Itu dengan asumsi konsumsi, terutama beras per kapita 135, 1 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sebanyak - [Masa Depan Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/masa-depan-kedaulatan-pangan-2/) - Persoalan pangan dan agraria beberapa dekade terakhir tampak diabaikan oleh elit pengambil kebijakan. Kedaulatan bangsa yang salah satunya bisa dilihat dari kedaulatan pangan kini jauh panggang dari api. Kedaulatan yang berarti juga hak eksklusif atas kemandirian negara dalam menghormati, memenuhi dan menjaga keamanan dan ketahanan pasokan pangan rakyatnya. Kini diserahkan dengan brutal kepada institusi “anonim” - [PP Reforma Agraria Sampai Dimana?](https://binadesa.org/pp-reforma-agraria-sampai-dimana/) - “Dengan terbitnya PP Reforma agraria nanti diharapkan akan jadi payung guna memberikan jaminan keadilan atas tanah terhadap rakyat. Peraturan ini memungkinkan memberikan akses kepada masyarakat untuk menguasai atau memiliki tanah,” Demikian mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto pernah menyatakan bahwa pembahasan RPP Reforma Agraria sudah selesai. Bahan RPP tinggal dibicarakan di Sidang Kabinet. ujarnya - [Mewaspadai Imperialisme Benih dan Kartel Pangan](https://binadesa.org/mewaspadai-imperialisme-benih-dan-kartel-pangan/) - Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 1,49 persen per tahun. Pada 2015 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 255 juta jiwa. Penduduk sebanyak itu memerlukan asupan makanan berupa beras dengan produksi setara padi 68,47 juta ton gabah kering giling. Itu dengan asumsi konsumsi, terutama beras per kapita 135,1 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu dan - [Konflik Agraria, Negara Kemana?](https://binadesa.org/konflik-agraria-negara-kemana/) - Reforma agraria adalah alas dari rencana apa pun yang hendak ditempuh Indonesia dalam pembangunanannya. Kalau pembangunan Indonesia tak kunjung menata sistem agrarianya, situasi konflik akan terus berlangsung dan kebijakan atas dunia agraria akan selalu rentan terhadap silang-singkurat dalam proses tarik ulur tiap-tiap kepentingan di dalamnya. ”Program Reforma Agraria......secara bertahap....akan dilaksanakan mulai tahun 2007 ini...Tanah untuk - [Ironis, Negara Abai, Petani Berjuang Sendiri Demi Hak Asasi](https://binadesa.org/ironis-negara-abai-petani-berjuang-sendiri-demi-hak-asasi/) - Terutama sejak kesepakatan dari konsolidasi seluruh gerakan tani dan aktivis pembaruan agraria dalam Konferensi Nasional Pembaruan Agraria untuk pembaruan Agraria dan Perlindungan serta Pemenuhan Hak-hak Asasi Petani di Cibubur pada tahun 2000/2001, gerakan petani terus memperjuangkan pengakuan dunia internasional atas hak asasi petani. Hasilnya pada akhir 2012 lalu Sidang dewan PBB memenangkan promosi pengesahan Kovenan - [Kartel di Pekarangan Kita](https://binadesa.org/kartel-di-pekarangan-kita/) - SEPERTI kisah dalam Ripley's Believe It or Not!, drama lonjakan harga bawang mengungkap statistik perdagangan yang mencengangkan. Jumlah importir bawang kini mencapai 114 perusahaan, dari sebelumnya sekitar 20-an perusahaan. Permohonan rekomendasi impor pun melejit menjadi 5,14 juta ton, dari 203.732 ton pada 2012. Bagaimana dengan keuntungan? Jika dihitung, pada saat harga tinggi di tingkat konsumen - [Transformasi Agraria dan Transisi Agraris](https://binadesa.org/transformasi-agraria-dan-transisi-agraris/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Oleh : Gunawan Wiradi When tillage begins,Other arts follow.The farmers therefore,are the founders of civilization Daniel Webster(in Lewis C. Henry (ed), 1955) PENDAHULUAN Bagi mereka yang sudah terbiasa mengikuti wacana masalah agraria, isi tulisan pendek ini bukanlah barang baru. Hal-hal yang dikemukakan disini hampir semuanya sudah pernah saya tulis dalam berbagai publikasi. - [Menggarap Sawah di Punggung Petani](https://binadesa.org/menggarap-sawah-di-punggung-petani/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Oleh: Damhuri Muhammad Kita tidak bangga kalau hanya memanen padi, kita akan bangga bila memanen padi di sawah kita sendiri. (Multatuli) DALAM tradisi Melayu, kata “tani” merupakan penyempitan dari kata “tahani” yang bila diterjemahkan secara bebas berarti: “menahan diri.” Maksudnya, menahan diri untuk tidak membeli segala sesuatu yang - [Merintis Kelembagaan Pelaksana Pembaruan Agraria dan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia](https://binadesa.org/merintis-kelembagaan-pelaksana-pembaruan-agraria-dan-penyelesaian-konflik-agraria-di-indonesia/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Oleh Usep Setiawan (2) Abstrak Konflik agraria masih jadi problem bangsa Indonesia yang belum kunjung terselesaikan. Berlanjutnya konflik agraria menyebabkan rakyat menjadi korban sehingga kehilangan hak-hak ekonomi, sosial dan budayanya sekaligus. Masyarakat yang diwarnai konflik agraria ibarat masyarakat yang sakit sehingga perlu disembuhkan dengan cara menemukan, menangani dan menyelesaikan akar - [Pak Beye Disurati Akademisi Agraria](https://binadesa.org/pak-beye-disurati-akademisi-agraria/) - Presiden Yudhoyono dengan terbuka dikirimi surat oleh para akademisi pemikir agraria (Jakarta,7/02), mereka meminta agar Yudhoyono mengupayakan penyelesaian konflik agraria di masa lalu dan yang tengah berlangsung. Reformasi hukum dan kemauan politik menjadi acuan utama komitmen pemerintahan Yudhoyono dan jajarannya untuk menyelesakan konflik agraria. Penyelesaian konflik lebih mengedepankan penyelesaian legal formal dengan mengabaikan keadilan substantif - [Ketimpangan Pangan: Negara Maju Vs Berkembang](https://binadesa.org/ketimpangan-pangan-negara-maju-vs-berkembang/) - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyatakan bahwa setidaknya ada 925 juta orang kelaparan dan tidur dalam kondisi perut lapar. Ini berarti satu dari tujuh orang kekurangan pangan setiap hari. Tahun 2010, FAO menyatakan bahwa 98 persen atau 906,5 juta penduduk yang kekurangan pangan adalah warga negara yang tinggal di negara berkembang. Dari jumlah tersebut, dua - [Ke Mana Arah Perekonomian Indonesia?](https://binadesa.org/ke-mana-arah-perekonomian-indonesia/) - [quote]Kekacauan kultur ekonomi semacam itu pada akhirnya membutuhkan campur tangan negara.[/quote] Fakta ekonomi global sekarang menunjukkan 50 persen perdagangan global diisi sektor jasa dan mampu menyerap hingga 60 persen tenaga kerja di seluruh dunia. Hal yang tentu saja sudah bergeser dari era booming oil pada dekade 70-an ketika negara-negara dengan soviet ekonomi tumbang dan investasi - [Lahan Pasir Berbuah Sayur](https://binadesa.org/lahan-pasir-berbuah-sayur/) - [quote]Bertani tidak harus selalu di tanah subur. Lahar pasir pun punya peluang. Inilah inspirasi mandiri dari lumbung sayur mayur masyarakat Kulon Progo.[/quote] DARI kajauhan seorang petani muda nampak memeriksa satu per satu sawi hijau, sambil sesekali meluruskan pundaknya. Topi yang dipakainya terkadang menjadi kain penyeka peluh yang mengucur deras. Di bawah terik mentari ia terus - [Petani Diteror Pembangunan yang Salah Kiblat](https://binadesa.org/petani-diteror-pembangunan-yang-salah-kiblat/) - Berapa manusia di sini yang memenuhi kebutuhannya dengan bertani, dari hasil pertanian dan tata niaga jasa sektor agraris? Jawaban atas pertanyaan itu menunjukan siapa bangsa ini, bangsa agraris. Berbagai hasil pertanian diunggulkan sebagai tulang punggung perekonomian negara. Dan kalau melihat pencanangan Presiden RI pada April 2010 lalu--dan kemudian diulang di depan pertemuan Rakornas Dewan Ketahanan - [Warga Sodong Perjuangkan Lahan Terlantar](https://binadesa.org/warga-sodong-perjuangkan-lahan-terlantar/) - Inilah lahan terindikasi terlantar seluas 82, 17 hektar milik HGU PT. Kencana yang berlokasi di Propinsi: Jawa Tengah, Kabupaten : Pemalang, Kecamatan: Belik, Kelurahan : Sikasur, dukuh Sodong yang menjadi salah satu kawasan dampingan Bina Desa. PT Kencana Sikasur berkedudukan di Kota Pekalongan Selaku pemegang Hak Guna Usaha No: 3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13, tanggal 23 September 1991 dan - [Krisis Pangan Berlanjut](https://binadesa.org/krisis-pangan-berlanjut/) - Krisis pangan terus mengintai republik ini. Tragedi kelaparan yang menewaskan 95 penduduk Distrik Kwor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, beberapa waktu lalu, sungguh memprihatinkan. Negeri ini pernah disebut-sebut sebagai lumbung pangan dunia, tapi kini sebagian warganya meninggal karena kelaparan. Yang lebih menyedihkan, sekitar lima juta anak tidak bisa tidur nyenyak setiap malam karena kelaparan dan mengalami - [Hentikan Kriminalisasi Petani Dan Jalankan Reforma Agraria Sejati](https://binadesa.org/hentikan-kriminalisasi-petani-dan-jalankan-reforma-agraria-sejati/) - Petikan SIARAN PERS BERSAMA Aliansi Gerakan Kaum Tani untuk Reforma Agraria “Hentikan Kriminalisasi Petani Dan Jalankan Reforma Agraria Sejati” Kasus Senyerang Jambi, Mesuji Lampung, Takalar Sulawesi, Tasik Jawa Barat dan daerah lainnya semakin meningkat ke arah konflik sosial yang lebih luas. Hal ini terjadi karena tidak ada sama sekali tindakan konkret dari Pemerintah untuk menyelesaikan - [Masalah Agraria yang Belum (akan) Berakhir](https://binadesa.org/masalah-agraria-yang-belum-akan-berakhir/) - [anti-both] [ezcol_2third id="" class="" style=""] Membaca Buku Masalah Agraria M Tauchid “Masalah Agraria” yang belum (akan) berakhir… Oleh: Sabiq Carebesth [quote]“Masalah agraria, sepanjang jaman, pada hakekatnya adalah masalah politik (Lihat, Christodoulu, 1990; juga Moch, Tauchid, 1952) Siapa menguasai tanah, ia menguasai pangan, atau, ia menguasai sarana-sarana kehidupan! Siapa menguasai sarana kehidupan, ia menguasai manusia! Tanpa ## Pages - [BINADESA](https://binadesa.org/) - Beranda Tentang Kami Visi dan Misi Sejarah Program & Kegiatan Susunan Redaksi Tim Bina Desa Kontak Aksi Sekolah Pedesaan (SEPEDA) Institut Pertanian Alami (IPA) Advokasi Riset & Jaringan People LED Development (PLD) Publikasi Siaran Pers Laporan Infografis Buku Previous Beranda Tentang Kami Visi dan Misi Sejarah Program & Kegiatan Susunan Redaksi Tim Bina Desa Kontak - [Susunan Redaksi](https://binadesa.org/susunan-redaksi/) - Susunan Redaksi Dwi AstutiKetua Pengurus Dona RahayuPimpinan Redaksi Akhmad MiftahDewan Redaksi Maya SaphiraDewan Redaksi SuwartoDewan Redaksi Armin SalassaDewan Redaksi HartatiDewan Redaksi Lodji Dewan Redaksi Ainia PrihantiniDewan Redaksi Dameria RosalinDewan Redaksi AuliaDewan Redaksi NirwanaDewan Redaksi - [SejarahBD](https://binadesa.org/sejarah-bd/) - Sejarah Sejarah Yayasan Bina Desa Kelahiran Bina Desa bermula dari suatu Lokakarya Pengembangan Sumber Daya Manusia Pedesaan di Asia (Development of Human Resources in Rural Asia Workshop – DHRRAW) yang berlangsung tahun 1974 di Swanganivas, Bangkok, Thailand. Sekitar 120 pemerhati pedesaan yang terdiri dari para ahli, pendamping atau organizer, dan simpatisan berkumpul untuk membahas berbagai tantangan dan - [Laporan](https://binadesa.org/laporan/) - Laporan Kajian Dampak Perubahan Iklim Pada Keluarga Petani Kecil Di Pedesaan Desa Binangun Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap Tahun 2025 June 4, 2026 Dari Akar Rumput Ke Perubahan: Cerita Dan Praktik Baik People-Led Development/Pld May 20, 2026 Riset Penelitian Kepuasan dan Dampak Publikasi Bina Desa 2023-2025 February 4, 2026 Annual Report 2025 February 3, 2026 Laporan - [Institut Pertanian Alami](https://binadesa.org/ipa/) - Institut Pertanian Alami Berita Terbaru Hari Keanekaragaman Hayati: Fondasi Kedaulatan Pangan Melalui Pertanian Alami May 22, 2026 Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa Swabina April 23, 2026 Kedaulatan Benih dan Tantangan Perdagangan Global: Antara Hak Petani dan Tekanan Internasional March 24, 2026 Perempuan di Garis Depan Pertanian Alami: Belajar, Bertahan, dan Bergerak dari Lumajang hingga Polman March 20, 2026 Panen - [Infografis](https://binadesa.org/infografis/) - Infografis Perjalanan perjuangan KPNS dalam menyelamatkan ekosistem laut dan mata pencaharian petani rumput laut di Arpal, Arungkeke dan Palajau. September 22, 2025 Kekerasan Gender Pestisida Kimia, Risiko Terpapar Bagi Kesehatan Reproduksi January 10, 2025 - [Siaran Pers](https://binadesa.org/siaran-pers/) - Siaran Pers KEPAL Menyerahkan Tiga Kesimpulan Sekaligus Uji Materi UU Cipta Kerja, Saatnya Hakim MK Membela Putusan MK dan Menegakkan Hak hak Konstitusional Petani dan Nelayan July 10, 2026 MEMBELA HAK PETANI, NELAYAN, DAN MASYARAKAT ADAT : KEPAL AJUKAN UJI MATERIL UU CIPTA KERJA September 20, 2025 Mendesak Tanggung Jawab dan Komitmen Politik Presiden dan - [Donasi](https://binadesa.org/donasi/) - [Buku](https://binadesa.org/buku/) - Buku Modul Pendidikan Pembangunan yang Dipimpin oleh Rakyat May 21, 2026 Koperasi Kredit Daulat Rakyat: Menyelamatkan Jiwa Koperasi dari Jerat Kapitalisme Baru March 31, 2026 Menyonsong Terbitnya Buku “Menanam di Ladang Ranjau” July 3, 2020 Perjuangan Keadilan Agraria : Inspirasi Gunawan Wiradi June 5, 2020 Land Reform dari Masa ke Masa : Perjalanan Panjang Menjajaki - [Bindes Blog](https://binadesa.org/bindes-blog/) - [arj](https://binadesa.org/arj/) - Advokasi, Riset & Jaringan Berita Terbaru CONSULTANCY FOR TRAINING OF TRAINERS (TOT) AND CASCADING WORKSHOPS ON HOUSEHOLD BUSINESS FINANCIAL LITERACY July 14, 2026 KEPAL Menyerahkan Tiga Kesimpulan Sekaligus Uji Materi UU Cipta Kerja, Saatnya Hakim MK Membela Putusan MK dan Menegakkan Hak hak Konstitusional Petani dan Nelayan July 10, 2026 Ketika Perempuan Berdaulat atas Pangan, - [Beranda](https://binadesa.org/beranda/) - [Program dan Kegiatan](https://binadesa.org/program-dan-kegiatan/) - Program dan Kegiatan Dalam rangka memperjuangkan misi dan visinya, maka Bina Desa menetapkan program dan kegiatannya sebagai berikut : Pendidikan Musyawarah Pendidikan musyawarah sebagai suatu pendidikan populer bertujuan membangkitkan kesadaran kritis komunitas marjinal. Pendidikan musyawarah bersifat dialogis, partisipatif, dan mengasah kemampuan komunitas membuat keputusan kolektif. Ruang lingkup pendidikan musyawarah adalah pendidikan bagi komunitas atau kelompok, - [People LED Development](https://binadesa.org/people-led-development/) - People Led Development Berita Terbaru SPA Butta Toa, Selenggarakan Pendidikan Berjenjang Pertanian Berkelanjutan July 28, 2026 Membangun Desa Agroekologi: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Warga June 24, 2026 Modul Pendidikan Pembangunan yang Dipimpin oleh Rakyat May 21, 2026 Dari Akar Rumput Ke Perubahan: Cerita Dan Praktik Baik People-Led Development/Pld May 20, 2026 Koin Tanah - [Buletin Bina Desa](https://binadesa.org/buletin-binadesa/) - Buletin Bina Desa Buletin 153 Download Buletin Buletin 152 Download Buletin Buletin 151 Download Buletin Buletin 150 Download Buletin Buletin 149 Download Buletin Buletin 148 Download Buletin Edisi lainnya >> - [Sekolah Pedesaan](https://binadesa.org/sekolah-pedesaan/) - Sekolah Pedesaan Berita Terbaru Dari Bantaeng hingga Polewali Mandar, ToT Pertanian Berkelanjutan Cetak Fasilitator Transisi Hijau July 30, 2026 Kemitraan Agroekologi Gandeng Media, Bulukumba Jadi Ruang Kolaborasi July 23, 2026 Pendidikan Kritis, Musyawarah dan Kemandirian Kolektif sebagai Pilar Swabina Pedesaan April 20, 2026 Masyarakat Desa Bajiminasa Serahkan Rekomendasi Pembangunan Desa Transformatif dan Inklusif April 13, 2026 Training - [Institut Pertanian Alami](https://binadesa.org/institut-pertanian-alami/) - Pertanian Alami Berita Terbaru SPA Butta Toa, Selenggarakan Pendidikan Berjenjang Pertanian Berkelanjutan July 28, 2026 No Comments Hari Keanekaragaman Hayati: Fondasi Kedaulatan Pangan Melalui Pertanian Alami May 22, 2026 No Comments Daulat di Atas Tanah Sendiri: Pertanian Alami sebagai Roh Desa Swabina April 23, 2026 No Comments Perempuan di Garis Depan Pertanian Alami: Belajar, Bertahan, dan Bergerak dari Lumajang hingga Polman March 20, 2026 - [Homepage](https://binadesa.org/homepage/) - Selamat Datang di Official Website Binadesa.org Yayasan Bina Desa Lembaga Organisasi Non-Pemerintah (ORNOP) di bidang pemberdayaan sumber daya manusia pedesaan Selengkapnya Pustaka Bina Desa Selengkapnya Buletin Bina Desa Selengkapnya Agricola Selengkapnya Yayasan Bina Desa Bina Desa adalah Lembaga Organisas Non-Pemerintah (ORNOP) yang fokus pada pemberdayaan sumber daya insani pedesaan yang didirikan pada tanggal 20 Juni - [Shop](https://binadesa.org/shop/) - [tim](https://binadesa.org/elementor-5730/) - Tim Bina Desa - [Advokasi, Riset & Jaringan](https://binadesa.org/advokasi-riset-jaringan/) - Advokasi, Riset & Jaringan Berita Terbaru CONSULTANCY FOR TRAINING OF TRAINERS (TOT) AND CASCADING WORKSHOPS ON HOUSEHOLD BUSINESS FINANCIAL LITERACY July 14, 2026 No Comments KEPAL Menyerahkan Tiga Kesimpulan Sekaligus Uji Materi UU Cipta Kerja, Saatnya Hakim MK Membela Putusan MK dan Menegakkan Hak hak Konstitusional Petani dan Nelayan July 10, 2026 No Comments Ketika - [Donation Confirmation](https://binadesa.org/donation-confirmation/) - [Donation Failed](https://binadesa.org/donation-failed/) - We're sorry, your donation failed to process. Please try again or contact site support. - [Donor Dashboard](https://binadesa.org/donor-dashboard/) - [Visi dan Misi](https://binadesa.org/visi-misi/) - Visi dan Misi VISI Terwujudnya kehidupan dan tatanan masyarakat yang demokratis, adil dan sejahtera dalam semua dimensi (politik, ekonomi, sosial, budaya) dan semua aspek (perorangan/individu, masyarakat, bangsa dan negara) serta semua tingkat (lokal, wilayah, nasional, regional dan internasional) yang dicapai dengan cara-cara demokratis. MISI Mewujudkan masyarakat pedesaan yang berdaulat dalam sosial-budaya, sosial- ekonomi, sosial-politik dan - [jurnal-agricola](https://binadesa.org/jurnalagricola/) - Jurnal Agricola Nawa Cita Kedaulatan Pangan dan Visi Kemaritiman Jokowi diragukan konsistensinya October 28, 2014 No Comments Jokowi-JK dinilai telah memunggungi Nawa Cita Kedaulatan Pangan dan Visi Kemaritiman yang digagasnya sendiri. Apa pasalnya? Menteri yang ditempatkan di dua pos tersebut dinilai hanya Baca Selanjutnya --> Petani Kecil di Tengah Kebijakan Industrialisasi Pangan October 7, 2013 - [Publikasi](https://binadesa.org/publikasi/) - COMING SOON! Halaman ini sedang dalam proses pengembangan, silahkan kembali lagi saat sudah dibuka KEMBALI KE HALAMAN UTAMAN - [Coming Soon](https://binadesa.org/coming-soon/) - COMING SOON! Halaman ini sedang dalam proses pengembangan, silahkan kembali lagi saat sudah dibuka KEMBALI KE HALAMAN UTAMAN - [Editorial](https://binadesa.org/editorial/) - Editorial Membangun Desa Agroekologi: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Warga Selengkapnya >> June 24, 2026 Desa, Reforma Agraria, Demokrasi, dan Meredam Korupsi Selengkapnya >> April 16, 2026 Orang Muda Pelajari Pengorganisasian Petani dari Serikat Petani Pasundan Selengkapnya >> March 3, 2026 Pengorganisasian Petani Benih Kediri: Perwujudan Pembangunan yang Dipimpin oleh Rakyat menuju Kedaulatan Pangan - [Sosok](https://binadesa.org/sosok/) - Sosok Mengenal Wahyu, Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa, dan Kelompok Petani Peneliti Muda yang Melek Iklim Selengkapnya >> January 21, 2023 Kiai Sadrach, Pasamuwan Mardika dan Desa Swabina: Sebuah Refleksi Kemerdekaan Selengkapnya >> August 17, 2022 Idoy : Berbagi Pengetahuan Pertanian Alami dengan Literasi Selengkapnya >> January 22, 2020 Kartini Terus Berkarya di Usia - [Info Jaringan](https://binadesa.org/info-jaringan/) - Info Jaringan SPA Butta Toa, Selenggarakan Pendidikan Berjenjang Pertanian Berkelanjutan Selengkapnya >> July 28, 2026 Membangun Desa Agroekologi: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Warga Selengkapnya >> June 24, 2026 Mendorong Swasembada Pangan Melalui Pertanian Keluarga dan Diversifikasi Pangan Lokal Selengkapnya >> December 24, 2024 “Merawat Masa Depan Pangan: Kisah Petani dan Nelayan di Tengah - [Kolom](https://binadesa.org/kolom/) - Kolom Anak Muda, Ayo Pulang ke Desa! Selengkapnya >> October 29, 2022 Stop dan Lawan Golden Rice Selengkapnya >> April 30, 2018 Tentang Pendaftaran Tanah Selengkapnya >> April 25, 2018 Polemik Surplus dan Impor Beras Selengkapnya >> April 14, 2018 Merombak Sistem Pertanian Selengkapnya >> March 22, 2018 Kilas Balik Pendampingan Selengkapnya >> March 7, - [Internasional](https://binadesa.org/internasional/) - Internasional Regional Conference APEX: Memperkuat Gerakan Kedaulatan Pangan, Mengubah Sistem Pangan, Menegaskan Keadilan Iklim Selengkapnya >> February 26, 2024 Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif Selengkapnya >> November 29, 2023 FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan Selengkapnya >> November 28, 2023 Belajar Bersama AsiaDHRRA: Memahami Agroekologi, - [Kontak](https://binadesa.org/kontak/) - Kontak Kontak Kami Yayasan Bina Desa Jl. Saleh Abud 18-19 Otista, Jakarta Timur 13330 (021) 8199749, 851 9611 (021) 850 0052 redaksi@binadesa.org Temukan kami Ikuti kami Facebook Twitter Youtube Pinterest Sampaikan Pesan Anda Silakan sampaikan pesan anda melalui formulir dibawah ini Nama Email Pesan Anda Send - [Kontak](https://binadesa.org/kontak00/) - YAYASAN BINA DESA Jl. Saleh Abud 18-19 Otista, Jakarta Timur 13330 Telp: (021) 8199749, 851 9611 Fax: (021) 850 0052 Email: redaksi@binadesa.org Peta Lokasi - [Aksi Kami](https://binadesa.org/aksi-kami/) - [Contact](https://binadesa.org/contact/) - YAYASAN BINA DESA Jl. Saleh Abud 18-19 Otista, Jakarta Timur 13330 Telp: (021) 8199749, 851 9611 Fax: (021) 850 0052 Email: redaksi@binadesa.org Location maps - [Editorial Board](https://binadesa.org/editorial-board/) - Publisher Yayasan Bina Desa Director Dwi Astuti Chief Editor Achmad Yakub Editor Mardiah Basuni Akhmad Miftah Affan Fimansyah M. Chaerul Umam Maya Saphira Slamet Nurhadi John Pluto Sinulingga Realita S. Febiarti - [History of Bina Desa](https://binadesa.org/history-bina-desa/) ## My Templates - [Default Kit](https://binadesa.org/?elementor_library=default-kit) - [PA Template | #7355](https://binadesa.org/?elementor_library=pa-dynamic-temp-fb25bedab2d97b) - [BD homepagee](https://binadesa.org/?elementor_library=bd-homepagee) - Beranda Tentang Kami Visi dan Misi Sejarah Program & Kegiatan Susunan Redaksi Tim Bina Desa Kontak Aksi Sekolah Pedesaan (SEPEDA) Institut Pertanian Alami (IPA) Advokasi Riset & Jaringan People LED Development (PLD) Publikasi Siaran Pers Laporan Infografis Buku Previous Beranda Tentang Kami Visi dan Misi Sejarah Program & Kegiatan Susunan Redaksi Tim Bina Desa Kontak - [Elementor Single Post #7890](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-single-post-7890) - Elementor Single Post #7890 Bina Desa, 17 January 2026 Warta Bulukumba – Ada percakapan-percakapan pagi di balai desa. Telapak tangan petani masih menyimpan bekas lumpur yang mengering, sementara wajah-wajah yang dipanggang matahari musim tanam memantulkan kesabaran yang panjang. Ada yang mencari jawaban mengapa musim tak lagi setia pada kalender yang diwariskan leluhur. Dari ruang belajar - [Elementor Loop Item #8461](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-10) - [Binadesa Homepage](https://binadesa.org/?elementor_library=binadesa-homepage) - Beranda Tentang Kami Visi dan Misi Sejarah Program & Kegiatan Susunan Redaksi Tim Bina Desa Kontak Aksi Sekolah Pedesaan (SEPEDA) Institut Pertanian Alami (IPA) Advokasi Riset & Jaringan People LED Development (PLD) Publikasi Siaran Pers Laporan Infografis Buku Previous Beranda Tentang Kami Visi dan Misi Sejarah Program & Kegiatan Susunan Redaksi Tim Bina Desa Kontak - [arj](https://binadesa.org/?elementor_library=arj) - Advokasi, Riset & Jaringan Berita Terbaru CONSULTANCY FOR TRAINING OF TRAINERS (TOT) AND CASCADING WORKSHOPS ON HOUSEHOLD BUSINESS FINANCIAL LITERACY July 14, 2026 No Comments KEPAL Menyerahkan Tiga Kesimpulan Sekaligus Uji Materi UU Cipta Kerja, Saatnya Hakim MK Membela Putusan MK dan Menegakkan Hak hak Konstitusional Petani dan Nelayan July 10, 2026 No Comments Ketika - [404 Error](https://binadesa.org/?elementor_library=404-error) - Maaf - Halaman tidak ditemukan Halaman yang Anda cari mungkin telah dihapus, namanya diubah, atau sementara tidak tersedia. Kembali ke Beranda - [FooterBinaDesa](https://binadesa.org/?elementor_library=footerbinadesa) - Content Area - [Elementor Header #4869](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-header-4869) - Content Area - [Elementor Green Farm](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-green-farm-3) - Organic Always Fresh Healthy And Organic Farm Food Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. READ MORE Our Services What We Offer Agriculture products Organic Products Fresh Products Dairy Products - [Elementor Green Farm](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-green-farm-2) - Organic Always Fresh Healthy And Organic Farm Food Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. READ MORE Our Services What We Offer Agriculture products Organic Products Fresh Products Dairy Products - [Elementor Loop Item #6681](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-9) - [Elementor Green Farm](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-green-farm) - Organic Always Fresh Healthy And Organic Farm Food Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. READ MORE Our Services What We Offer Agriculture products Organic Products Fresh Products Dairy Products - [Elementor Loop Item #6031](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-8) - Dari Bantaeng hingga Polewali Mandar, ToT Pertanian Berkelanjutan Cetak Fasilitator Transisi Hijau - [Elementor Loop Item #6024](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-7) - [sub-header-fix](https://binadesa.org/?elementor_library=sub-header-fix-2) - Sejarah - [Elementor Loop Item #550](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-6) - [Our Team](https://binadesa.org/?elementor_library=our-team) - Our Team Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, Our Skill Team Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, - [Our Service](https://binadesa.org/?elementor_library=our-service) - Our Service Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, Welcome to Agrinice 25+ Years of Experience in Serving the Needs of Our Customers Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum - [Homepage](https://binadesa.org/?elementor_library=homepage-2) - Shopping For Vegetables & Fruit Is Easier DOWNLOAD APPS Welcome to Agrinice 25+ Years of Experience in Serving the Needs of Our Customers Our Mission Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Our Vission Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. LEARN MORE Register now - [Header](https://binadesa.org/?elementor_library=header) - Content Area - [Global Kit Styles](https://binadesa.org/?elementor_library=global-kit-styles) - [FAQ](https://binadesa.org/?elementor_library=faq) - FAQ Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, What is Natura App Which platforms should my business have a presence on? Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor. Nullam quis risus eget urna mollis - [Contact](https://binadesa.org/?elementor_library=contact) - Contact Us Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, Your name * Email Address * Your subject * Comments / Questions * SEND MESSAGE Address 2118 Thornridge Cir. Syracuse, Connecticut 35624 Phone (406) 555-0120(406) 555-0120 Email support@agrinice.com - [Coming Soon](https://binadesa.org/?elementor_library=coming-soon) - Welcome to Natura Our website is under construction and will be live very soon. Please stay tuned and inspired. Question and inquiries please contact us at hello@natura.com - [Career](https://binadesa.org/?elementor_library=career) - Career Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, We Are Hiring Open Position Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the - [Blog V2](https://binadesa.org/?elementor_library=blog-v2) - Our Blog Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, Dari Bantaeng hingga Polewali Mandar, ToT Pertanian Berkelanjutan Cetak Fasilitator Transisi Hijau Redaksi Binadesa July 30, 2026 No Comments Warta Bulukumba – Ada percakapan-percakapan pagi di balai desa. - [Blog V1](https://binadesa.org/?elementor_library=blog-v1) - Our Blog​ Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, Dari Bantaeng hingga Polewali Mandar, ToT Pertanian Berkelanjutan Cetak Fasilitator Transisi Hijau Redaksi Binadesa July 30, 2026 No Comments Warta Bulukumba – Ada percakapan-percakapan pagi di balai desa. - [About](https://binadesa.org/?elementor_library=about) - About Us Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, Salad Leaves Vegetables Fruits Our History From small to large companies Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the - [Elementor Loop Item #377](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-5) - [Elementor Loop Item #348](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-4) - Elementor Loop Item #348 December 19, 2023 Read more - [Elementor Loop Item #340](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-3) - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. - [Elementor Loop Item #311](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item-2) - Accordion #1 Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Accordion #2 Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. - [Elementor Loop Item #278](https://binadesa.org/?elementor_library=elementor-loop-item) - [Homepage](https://binadesa.org/?elementor_library=homepage) - Yayasan Bina Desa DOWNLOAD APPS Welcome to Agrinice 25+ Years of Experience in Serving the Needs of Our Customers Our Mission Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Our Vission Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. LEARN MORE Register now and start working with - [Restaurant Template .json](https://binadesa.org/?elementor_library=restaurant-template-json) - Our Sweets Handcrafted delights that instantly brighten up your day. Whether its chocolate, vanilla or cinnamon, we use the finest ingredients to produce these mouth watering artifacts. “Tasty food, set inside a lovely coffee house.” It was an real incredible experience for me. The quality of food was only matched by the quality of service ## Donation Forms - [Form Donasi](https://binadesa.org/donations/form-donasi/) - [] ## Elementor Header & Footer Builder - [Footer](https://binadesa.org/elementor-hf/footer/) - Yayasan Bina Desa Lokasi Kami Jl. Saleh Abud 18-19 Otista, Jakarta TimurIndonesia 13330Telp. (021) 8199749, 851 9611Fax. (021) 850 0052Email. redaksi@binadesa.org - [Main Menu](https://binadesa.org/elementor-hf/main-menu/) ## Categories - [Uncategorized](https://binadesa.org/category/uncategorized/) - [Berita](https://binadesa.org/category/berita/) - [Siaran Pers](https://binadesa.org/category/siaran-pers/) - [Kolom](https://binadesa.org/category/kolom/) - [Jurnal Agricola](https://binadesa.org/category/jurnal-agricola/) - [Publikasi](https://binadesa.org/category/publikasi/) - [Editorial](https://binadesa.org/category/editorial/) - [Sekolah Pedesaan](https://binadesa.org/category/sekolah-pedesaan/) - [Pernyataan Sikap](https://binadesa.org/category/pernyataan-sikap/) - [Sosok](https://binadesa.org/category/sosok/) - [Buku](https://binadesa.org/category/buku/) - [Info Jaringan](https://binadesa.org/category/info-jaringan/) - [Internasional](https://binadesa.org/category/internasional/) - [Video](https://binadesa.org/category/video/) - [Foto](https://binadesa.org/category/foto/) - [Buletin](https://binadesa.org/category/buletin/) - [Laporan](https://binadesa.org/category/laporan/) - [People Led Development](https://binadesa.org/category/people-led-development/) - [Infografis](https://binadesa.org/category/infografis/) - [Advokasi, Riset & Jaringan](https://binadesa.org/category/advokasi-riset-jaringan/) - [Pertanian Alami](https://binadesa.org/category/pertanian-alami/) - [Institut Pertanian Alami](https://binadesa.org/category/institut-pertanian-alami/) - [Fairtrade](https://binadesa.org/category/fairtrade/) ## Tags - [Pangan](https://binadesa.org/tag/pangan/) - [Perempuan Mahardika](https://binadesa.org/tag/perempuan-mahardika/) - [Reforma Agraria](https://binadesa.org/tag/reforma-agraria/) - [Berita](https://binadesa.org/tag/berita/) - [Headline](https://binadesa.org/tag/headline/) - [Lowongan Pekerjaan](https://binadesa.org/tag/lowongan-pekerjaan/) - [Pedesaan](https://binadesa.org/tag/pedesaan/) - [Kedaulatan Pangan](https://binadesa.org/tag/kedaulatan-pangan/) - [Advokasi](https://binadesa.org/tag/advokasi/) - [Bertani Alami](https://binadesa.org/tag/bertani-alami/) - [Pertanian Alami](https://binadesa.org/tag/pertanian-alami/) - [Konflik Agraria](https://binadesa.org/tag/konflik-agraria/) - [Kelautan dan Pesisir](https://binadesa.org/tag/kelautan-dan-pesisir/) - [Perdagangan](https://binadesa.org/tag/perdagangan/) - [Pendidikan Musyawarah](https://binadesa.org/tag/pendidikan-musyawarah/) - [Kehutanan](https://binadesa.org/tag/kehutanan/) - [Konstitusi](https://binadesa.org/tag/konstitusi/) - [WTO](https://binadesa.org/tag/wto/) - [Wiradi](https://binadesa.org/tag/wiradi/) - [Sayuran](https://binadesa.org/tag/sayuran/) - [Global](https://binadesa.org/tag/global/) - [Swabina](https://binadesa.org/tag/swabina/) - [internas](https://binadesa.org/tag/internas/) - [Bina Desa](https://binadesa.org/tag/bina-desa/) - [RUU Cilaka](https://binadesa.org/tag/ruu-cilaka/) - [RUU Cipta Kerja](https://binadesa.org/tag/ruu-cipta-kerja/) - [padi](https://binadesa.org/tag/padi/) - [pertanian](https://binadesa.org/tag/pertanian/) - [buku](https://binadesa.org/tag/buku/) - [gunawan wiradi](https://binadesa.org/tag/gunawan-wiradi/) - [publikasi](https://binadesa.org/tag/publikasi/) - [KSP](https://binadesa.org/tag/ksp/) - [SPPB](https://binadesa.org/tag/sppb/) - [aktivitas ekonomi komunitas pedesaan](https://binadesa.org/tag/aktivitas-ekonomi-komunitas-pedesaan/) - [aktivitas sosial komunitas pedesaan](https://binadesa.org/tag/aktivitas-sosial-komunitas-pedesaan/) - [binadesa](https://binadesa.org/tag/binadesa/) - [gerakan komunitas pemuda](https://binadesa.org/tag/gerakan-komunitas-pemuda/) - [gerakan pemuda](https://binadesa.org/tag/gerakan-pemuda/) - [jimpitan](https://binadesa.org/tag/jimpitan/) - [kemandirian desa](https://binadesa.org/tag/kemandirian-desa/) - [kemandirian komunitas](https://binadesa.org/tag/kemandirian-komunitas/) - [musyawarah](https://binadesa.org/tag/musyawarah/) - [pemuda cempaka](https://binadesa.org/tag/pemuda-cempaka/) - [pemuda desa](https://binadesa.org/tag/pemuda-desa/) - [riset aksi partisipatoris](https://binadesa.org/tag/riset-aksi-partisipatoris/) - [solidaritas sosial antar warga desa](https://binadesa.org/tag/solidaritas-sosial-antar-warga-desa/) - [swabina pedesaan](https://binadesa.org/tag/swabina-pedesaan/) - [benih](https://binadesa.org/tag/benih/) - [Diskusi Pertanian](https://binadesa.org/tag/diskusi-pertanian/) - [gerakan masyarakat sipil](https://binadesa.org/tag/gerakan-masyarakat-sipil/) - [hak-hak petani](https://binadesa.org/tag/hak-hak-petani/) - [input pertanian](https://binadesa.org/tag/input-pertanian/) - [kriminalisasi petani](https://binadesa.org/tag/kriminalisasi-petani/) - [masyarakat sipil](https://binadesa.org/tag/masyarakat-sipil/) - [petani kecil](https://binadesa.org/tag/petani-kecil/) - [putusan Mahkamah Konstitusi](https://binadesa.org/tag/putusan-mahkamah-konstitusi/) - [Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan](https://binadesa.org/tag/sistem-budidaya-pertanian-berkelanjutan/) - [Sistem Budidaya Tanaman](https://binadesa.org/tag/sistem-budidaya-tanaman/) - [Undang-undang SBPB](https://binadesa.org/tag/undang-undang-sbpb/) - [UU SBPB](https://binadesa.org/tag/uu-sbpb/) - [UU SBT](https://binadesa.org/tag/uu-sbt/) - [Webinar Pertanian](https://binadesa.org/tag/webinar-pertanian/) - [green bean](https://binadesa.org/tag/green-bean/) - [info lumajang](https://binadesa.org/tag/info-lumajang/) - [inisiatif desa](https://binadesa.org/tag/inisiatif-desa/) - [inisiatif di saat corona](https://binadesa.org/tag/inisiatif-di-saat-corona/) - [inisiatif di tengah covid-19](https://binadesa.org/tag/inisiatif-di-tengah-covid-19/) - [inisiatif masyarakat desa](https://binadesa.org/tag/inisiatif-masyarakat-desa/) - [Insiatif komunitas pedesaan](https://binadesa.org/tag/insiatif-komunitas-pedesaan/) - [kesadaran bersama](https://binadesa.org/tag/kesadaran-bersama/) - [kesadaran komunitas pedesaan](https://binadesa.org/tag/kesadaran-komunitas-pedesaan/) - [kualitas kopi](https://binadesa.org/tag/kualitas-kopi/) - [kualitas produk pertanian](https://binadesa.org/tag/kualitas-produk-pertanian/) - [lapangan kerja](https://binadesa.org/tag/lapangan-kerja/) - [modal sosial](https://binadesa.org/tag/modal-sosial/) - [pandemi covid-19](https://binadesa.org/tag/pandemi-covid-19/) - [pengembangan tanaman pekarangan](https://binadesa.org/tag/pengembangan-tanaman-pekarangan/) - [pisang](https://binadesa.org/tag/pisang/) - [produk kopi](https://binadesa.org/tag/produk-kopi/) - [produk kopi komunita](https://binadesa.org/tag/produk-kopi-komunita/) - [tanaman herbal](https://binadesa.org/tag/tanaman-herbal/) - [import pangan](https://binadesa.org/tag/import-pangan/) - [omnibuslaw](https://binadesa.org/tag/omnibuslaw/) - [Pers Release](https://binadesa.org/tag/pers-release/) - [Siaran Pers](https://binadesa.org/tag/siaran-pers/) - [JAPPA Sulawesi Selatan](https://binadesa.org/tag/jappa-sulawesi-selatan/) - [UU Cipta Kerja](https://binadesa.org/tag/uu-cipta-kerja/) - [Cilacap](https://binadesa.org/tag/cilacap/) - [JKSP Jateng Selatan & DIY](https://binadesa.org/tag/jksp-jateng-selatan-diy/) - [KSP Sidomakmur](https://binadesa.org/tag/ksp-sidomakmur/) - [JKSP SULTENG](https://binadesa.org/tag/jksp-sulteng/) - [pemetaan partisipatif](https://binadesa.org/tag/pemetaan-partisipatif/) - [#savewadas](https://binadesa.org/tag/savewadas/) - [#wadasmelawan](https://binadesa.org/tag/wadasmelawan/) - [ILEP](https://binadesa.org/tag/ilep/) - [People Led Development](https://binadesa.org/tag/people-led-development/) - [Sosok](https://binadesa.org/tag/sosok/) - [Agroekologi](https://binadesa.org/tag/agroekologi/) - [FPAR](https://binadesa.org/tag/fpar/) - [Pertanian Alami](https://binadesa.org/tag/pertanian-alami-2/) - [Pertanian Keluarga](https://binadesa.org/tag/pertanian-keluarga/) - [laporan](https://binadesa.org/tag/laporan/) - [Buletin Bina Desa](https://binadesa.org/tag/buletin-bina-desa/) - [PLD](https://binadesa.org/tag/pld/) - [Sekolah Pedesaan](https://binadesa.org/tag/sekolah-pedesaan/) - [Fairtrade](https://binadesa.org/tag/fairtrade/)