KSP Region Sulawesi: Bertani Alami, Petani Berdaulat

Para peserta refleksi pertanian alami. (Foto : Wahid)

SIGI, BINADESA.ORG – Komunitas Swabina Pedesaan (KSP) Sangulara menjadi tuan rumah kegiatan refleksi pertanian alami KSP Region Sulawesi di Desa Pombewe, Kec. Biromaru, Kab. Sigi pada akhir September lalu. Dihadiri oleh 15 peserta yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah dan turut hadir pula Ketua BPD Desa Pombewe serta Bina Desa yang diwakili oleh John Pluto Sinulingga.

Menurut Ketua KTA (Komunitas Tani Alami Biangloe) Wahid, yang juga menjadi peserta pada kegiatan tersebut mewartakan bahwa peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan tiga fokus yang berbeda, yaitu kelompok 1 fokus pada pemerintah desa, kelompok 2 fokus pada petani yang sudah melakukan pertanian alami tetapi belum berkelompok, dan kelompok 3 fokus pada masyarakat yang belum bertani alami. Setiap kelompok terjun ke warga dan menggali informasi yang sesuai dengan kategorinya tersebut.

Ketua BPD selaku perwakilan dari pemeritahan desa memberikan respon yang positif dan memberikan dukungan untuk melakukan pengembangan pertanian alami. Secara khusus 96% masyarakat di Desa Pombewe adalah petani, 80% diantaranya petani padi dan sekitar 16% petani hortikultura.

Peserta yang telah mempraktikkan pertanian alami mengemukakan bahwa “Dengan bertani alami kita dapat menggapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Sulawesi Tengah”.

Proses kelompok saat menggali informasi kepada warga di kegiatan refleksi pertanian alami Region Sulawesi. (Foto : Irma)

Abdul Wahid salah satu pemuda tani Desa Salassae yang telah melakukan pertanian alami bercerita bahwa pertanian alami telah mengubah banyak hal, mulai dari perilaku, lingkungan, dan kualitas hidup yang semakin baik. “Keberhasilan tidak harus selalu dinilai dari berapa banyak jumlah dan volume yang dihasilkan, tetapi yang terpenting adalah belajar mensyukuri yang ada dan tetap konsisten dengan konsep bertani alami yang kita miliki” tegasnya.

John Pluto Sinulingga mengatakan bahwa petani adalah professor, petani harus mampu merubah pola pikir pertanian dalam mengolah sawah hingga proses pemberian pupuk.

Pertanian alami adalah sistem usaha tani yang memperhatikan berbagai faktor agar kesinambungan usaha tani tersebut dipertahankan dan tidak hanya mengutamakan hasil produksi semata. Proses produksi pertanian alami menempatkan petani sebagai pelaku utama, sehingga hasil akhir dari semua yang telah diusahakan adalah kemandirian dan kedaulatan petani atas usahanya tersebut. Pertanian alami mengajarkan kearifan dan kebijaksanaan.

Kegiatan refleksi pertanian alami ini diakhiri dengan membuat rencana tindak lanjut (RTL) untuk wilayah Sulawesi dan (RTL) setiap kabupaten/desa pada khususnya. Bertani alami, petani berdaulat! (bd042W/bd031)

ARTIKEL TERKAIT

Ibu Bayyinah: Pertanian Alami Sebagai Perlawanan

Podcast Pangan dan Gizi

Pestisida Kimia dan Kekerasan Terhadap Perempuan

5 Alasan Produk Pangan Hasil Pertanian Alami, Penting Untuk Dikonsumsi

Membangun Masa Depan Sehat: Hari Gizi dan Makanan dengan Pemulihan Benih Tanpa Bahan Kimia

Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif