Inisiatif Komunitas Swabina Pedesaan Sallasae Dalam Menyelenggarakan Kemah Pemuda

Febuari 2023 lalu, pemuda tani bulukumba bernyanyi diiringi hujan yang mengguyur di tepi Sungai Kantang yang membelah dua kecamatan di Kabupaten Bulukumba. Disinilah anak-anak muda ini juga melaksanakan kegiatan berkemah. Di tengah gemuruh modernisasi dan kesibukan sehari-hari, nilai-nilai tradisional seperti diskusi, semangat gotong royong, dan interaksi antar warga sering kali terabaikan. Namun tidak dengan anak-anak muda Bulukumba, dimana mereka berusaha menyimpan semangat tersebut dan menghidupkannya kembali. Inisiatif yang diambil oleh Komunitas Swabina Pedesaan Sallasae adalah contoh nyata bagaimana anak muda desa dapat menjadi penggerak dengan membangun kemah pemuda sebagai pusat aktivitas yang berfokus pada pembelajaran, dan pengembangan kreativitas melalui kegiatan yang menyenangkan. Inisiatif ini mencerminkan peran penting pemuda dalam menjaga budaya lokal dan mengembangkan komunitas.

Sekilas pandang ke budaya Sulawesi mengungkapkan tradisi yang kaya akan diskusi dan semangat gotong royong. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga yang sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas, sehingga semangat berdiskusi mulai memudar. Fenomena ini juga tidak luput dari anak muda desa, di mana banyak dari mereka ingin berkumpul dan berdiskusi, namun kurangnya wadah yang memfasilitasi hal tersebut. Melihat perubahan tersebut, Komunitas Swabina Pedesaan Sallasae (KSPS) Bulukumba muncul, dengan tekad kuat, membuat kegiatan Kemah Pemuda sebagai tempat pemuda desa berkumpul, belajar, dan berkembang. Inisiatif ini lahir dari keinginan yang tulus untuk mengembalikan semangat gotong royong dan menghidupkan kembali tradisi diskusi yang dulu begitu kuat.

Kegiatan ini juga tidak terlaksana secara kebetulan, para anak muda yang tergabung didalamnya disatukan oleh semangat dan tujuan yang sama, yakni menginspirasi perubahan positif pada anak-anak muda terutama memotivasi anak-anak muda ini untuk menetap dan membangun desa. Terlebih lokasi perkemahan telah dipillih dengan cermat, yaitu tepi sungai Kantata. Tempat ini tidak hanya indah, tetapi juga strategis untuk membentuk suatu ruang yang bisa mengilhami dan mengedukasi.

KSPS percaya bahwa pemuda memiliki peran sentral dalam proses pembangunan desa. Dalam kegiatan ini, anak-anak muda yang terlibat bukan hanya penonton, tetapi aktor aktif dalam seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan proyek. Dari proses membersihkan lahan hingga membangun tenda. Sinergi ini adalah kolaborasi dengan semangat dan tekad yang tinggi. Peran mereka bukan hanya dalam hal fisik, tetapi juga dalam proses perencanaan. Mereka tidak hanya berbicara tentang bagaimana mendirikan tenda, tetapi juga bagaimana Kemah Pemuda dapat menjadi wadah yang mengilhami dan mendidik. Ini membuktikan bahwa melibatkan pemuda dalam perencanaan adalah kunci untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan. Tak berhenti pada pelibatan anak-anak muda yang juga menjadi peserta utama Kemah Pemuda. KSPS juga mengajak partisipasi yang lebih luas dari masyarakat setempat. Dukungan penuh yang diberikan oleh warga desa dalam membersihkan lokasi dan membangun tenda mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di Sallasae.

Dalam sebuah perubahan sosial skala kecil, partisipasi aktif masyarakat membawa dampak yang signifikan. Kemah Pemuda tidak hanya menjadi tempat berkumpul bagi pemuda, tetapi juga tempat di mana semangat gotong royong berkembang dengan lebih kuat. Kemah Pemuda menjadi pusat interaksi dan diskusi yang bermakna. Ini adalah tempat di mana gagasan-gagasan berputar, inspirasi tumbuh, dan hubungan antara warga semakin erat. Melalui inisiatif ini, masyarakat Sallasae mengalami kebangkitan nilai-nilai tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kegiatan ini juga sekaligus konsolidasi awal untuk menyusun agenda bersama ke depan dengan teman-teman pemuda tani di beberapa desa yang ada di Kecamatan Bulukumpa,” Kata Agung dalam Pesan Whatsapp.

Namun, perjalanan menuju Kemah Pemuda tidaklah tanpa rintangan. Tantangan finansial dan teknis menguji keuletan KSPS. Namun, semangat tak kenal lelah dan kerjasama dengan berbagai pihak membantu mereka mengatasi hambatan. Meski begitu ada catatan penting untuk dapat melibatkan lebih banyak perempuan muda dalam kegiatan ini agar gerakan-gerakan masa depan yang akan diinisiasi juga memastikan keterlibatan perempuan dan melaksanakan keadilan gender. Terlebih yang unik, melalui pendekatan yang kreatif, mereka menjalin kemitraan dengan penjual tenda dan melibatkan seluruh anggota komunitas dalam persiapan perlengkapan dan konsumsi. Ini menunjukkan bagaimana masalah bisa diatasi dengan imajinasi dan semangat kolaborasi.

Hasil konkret dari inisiatif KSPS bukan hanya kegiatan Kemah Pemuda yang telah dilaksanakan, tetapi juga inspirasi yang telah ditanamkan pada pemuda desa. Mereka kini melihat potensi diri mereka untuk menjadi agen perubahan positif dalam komunitas. Dalam rencana masa depan, KSPS memiliki mimpi besar untuk menjadikan Sallasae sebagai destinasi wisata desa yang menarik. Visi ini memiliki dampak yang luas, dari peningkatan ekonomi desa hingga mencegah pemuda pergi merantau jauh.

Kesimpulan: Membangun Masa Depan Bersama

Inisiatif Komunitas Swabina dalam menciptakan Kemah Pemuda adalah cerminan nyata semangat gotong royong dan inspirasi pemuda. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi, tekad, dan semangat, perubahan positif dapat dicapai di mana pun kita berada. Dengan menghidupkan kembali tradisi diskusi dan mengembangkan ruang inspirasi, mereka telah membuka jalan untuk masa depan yang lebih terang bagi desa Sallasae. Kesadaran akan nilai-nilai tradisional dan semangat gotong royong adalah fondasi kuat dari masyarakat yang berkelanjutan. Inisiatif KSPS memberi harapan bahwa melalui upaya bersama, kita dapat menginspirasi dan mewujudkan perubahan yang positif dalam komunitas kita sendiri.

ARTIKEL TERKAIT

HTNM Gelar Pendidikan Advokasi Bagi Petani

Belajar dari Laos: Menjaga, Mengelola Kesuburan Tanah dan Mengelola Hama Secara Alternatif

FPAR: Pentingnya Dokumentasi Pengetahuan Bagi Perempuan Pejuang Kedaulatan Pangan

Belajar Bersama AsiaDHRRA: Memahami Agroekologi, Advokasi Kebijakan dan Keterlibatan Konstruktif

Perluas Komunitas, KSP Lungkong Berganti Nama Menjadi PIDATO

Peta Wilayah Adat Bobongko di Lipu Baulu Menuai Apresiasi