Hadapi Dampak Covid-19, Pemuda Cempaka Populerkan Jimpitan

Menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 terhadap masyarakat pedesaan, komunitas Pemuda Cempaka di desa Sumber Rejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur mempopulerkan kembali tradisi jimpitan sebagai metode jaring pengaman sosial. Keputusan untuk melestarikan tradisi warisan leluhur tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah membincang riset aksi partisipatoris “Desa melawan Corona” baru-baru ini.

Menurut Muhammad Nur Huda, koordinator Pemuda Cempaka, penerapan tradisi jimpitan sebagai cara organisasi membangun semangat kebersamaan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

“Sudah hampir setahun terakhir kawan-kawan mempraktikkan jimpitan ini. Justru karena nilainya nggak besar jadinya nggak terasa. Anggota masyarakat juga tidak keberatan. Justru malah senang karena selain bernilai ekonomi dan sosial, mereka juga merasa lebih aman karena setiap tengah malam selalu ada yang datang memeriksa rumah mereka saat pengambilan jimpitan“, paparnya.

Dikonfirmasi tentang hal baru apa yang dikembangkan, Huda tidak menjelaskan secara spesifik. Menurutnya kata kunci terletak pada sikap konsisten dan inovasi. Dari jumlah warga yang terlibat aktif saat ini akan diperluas kepesertaannya sehingga manfaatnya pun bisa menjangkau lebih banyak orang.

“Saat ini dalam sehari kami bisa kumpulkan beras dari jimpitan antara 4 sampai 5 kilo beras. Dengan rata-rata 4 kilo perhari saja maka dalam satu bulan kami bisa kumpulkan 120 kilo, 1 kwintal lebih. Itu belum kalau ada peserta yang kasih banyak, atau menggantinya dalam bentuk uang. Karena memang semua berdasar kesukarelaaan. Selanjutnya beras itu akan dijual kepada warga yang kurang mampu dengan harga di bawah pasar, atau diberikan dengan cuma-cuma. Tergantung kondisi dan kebutuhannya. Semua dipertimbangkan dan diputuskan melalui musyawarah bersama kawan-kawan”, lanjutnya.

“Sejauh ini dari hasil jimpitan Cempaka sudah punya simpanan sebesar dua belas juta rupiah. Kekayaan bersama ini selanjutnya kita dayagunakan sebaik-baiknya untuk berbagai keperluan kolektif, seperti untuk produksi sayur alami atau untuk menutup kebutuhan-kebutuhan umum warga lainnya. Lebih-lebih dalam masa wabah Corona seperti sekarang ini kami berniat menggalakkan jimpitan sebagai media yang efektif dan multiguna untuk membangun solidaritas sosial antar warga desa”, sambungnya lagi.

Komunitas Pemuda Cempaka merupakan organisasi pemuda desa yang selama ini dikenal aktif melakukan aktivitas ekonomi dan sosial, salah satunya mempraktekkan pertanian alami. Meski baru secara resmi dibentuk pada tahun 2019, namun semangat dan kiprah organisasi anggota Jaringan Komunitas Swabina Pedesaan (JKSP) mitra Bina Desa ini tampak menebar pengaruh positif bagi lingkungan di sekitarnya.

“Banyak warga yang ingin bergabung atau mendirikan komunitas seperti Cempaka ini. Kami tentu senang dan terbuka untuk bekerja bersama dengan kawan-kawan demi membangun kemandirian bersama”, pungkasnya. (ldj)

ARTIKEL TERKAIT