SOPANK Selenggarakan Musyawarah & Konsolidasi Advokasi PA di Kabupaten Tojo Una-Una

Tojo Una-Una, 30 Juni 2025 — Solidaritas Perempuan Kampung (SOPANK) bersama Bina Desa menyelenggarakan Musyawarah dan Konsolidasi Advokasi Pertanian Alami di Kabupaten Tojo Una-Una pada 28–30 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para petani, pegiat pertanian alami, serta organisasi akar rumput dalam upaya memperkuat gerakan kedaulatan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Musyawarah dibuka dengan permainan ice breaking “Jaring Laba-Laba”, sebuah simbol yang menggambarkan realitas petani yang kerap terhubung dan terikat oleh berbagai persoalan struktural. Dalam lingkaran tersebut, peserta saling melempar benang sambil menyebutkan tantangan yang mereka hadapi, memperlihatkan bahwa persoalan pertanian tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait dan perlu diselesaikan secara kolektif.

Selama tiga hari, musyawarah menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi strategi. Para petani dari berbagai desa di Tojo Una-Una bertukar pengalaman mengenai praktik pertanian alami, berbagi pengetahuan tradisional, serta mendiskusikan hambatan yang semakin kompleks dalam menjaga keberlanjutan lahan dan produksi pangan. Dari tingkat desa hingga nasional, peserta merumuskan berbagai isu yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, di antaranya keterbatasan akses terhadap benih lokal, krisis pupuk yang menekan petani kecil, kurangnya dukungan teknis untuk penerapan pertanian alami, serta minimnya perlindungan terhadap lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.

Dalam konsolidasi ini, SOPANK dan Bina Desa menekankan bahwa advokasi pertanian alami bukan sekadar mengurangi atau meninggalkan penggunaan bahan kimia, tetapi juga perjuangan panjang untuk memastikan hak-hak petani atas tanah, air, dan benih terlindungi. Advokasi ini menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk membangun kedaulatan pangan yang berkeadilan, di mana petani memiliki kontrol atas sumber daya produksi dan dihargai sebagai penjaga pengetahuan agraris.

Musyawarah ini diakhiri dengan penyusunan agenda bersama untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada pertanian alami, memperkuat jaringan petani, serta memastikan ruang-ruang belajar dan konsolidasi terus berlanjut. SOPANK dan Bina Desa berharap momentum ini menjadi pijakan baru bagi gerakan pertanian alami di Tojo Una-Una, sekaligus kontribusi nyata dalam memperluas gerakan agraria dan pangan berkelanjutan di Indonesia (DR).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top