Pilar Bangga Mbangun Desa Kabupaten Cilacap

Pembukaan oleh Bupati Kabupaten Cilacap yang diwakili oleh Bapak Agustis, Bappeda Kabupaten Cilacap, Foto : Lugita Nurhajar)

CILACAP, BINADESA.ORG – Bertepatan pada tanggal 25 Juli 2018, Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melakukan Pembukaan Praktikum 2 yang bertempat di Aula Kecamatan Bantarsari. Peserta pembukaan Praktikum 2 Jurusan Kesejahteraan Sosial ini terdiri dari 47 orang diantaranya 38 orang mahasiswa (praktikan), 3 orang perwakilan Bappeda Kabupaten Cilacap, 1 orang perwakilan Kecamatan Bantasari, 3 orang perwakilan dari Bina Desa, dan 2 orang Dosen Jurusan Kesejahteraan Sosial. Pada acara Pembukaan praktikum 2 tersebut, Bapak Bupati H. Tatto Suwarto Pamuji turut memberikan kata sambutan  yang diwakili oleh Bapak Agustis dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cilacap. Pembukaan Praktikum 2 diselenggarakan sebagai awalan dimulainya kegiatan Praktikum 2 sekaligus perkenalan kepada pihak pemerintah setempat seperti Kabupaten, Kecamatan dan Desa menerima kedatangan mahasiswa yang akan berpraktik di Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Adapun kata sambutan yang disampaikan oleh Bupati yaitu persoalan terkait Pilar Bangga Mbangun Desa Kabupaten Cilacap. Mahasiswa UIN Jakarta sebagai praktikan diberikan kesempatan untuk membantu pemerintah desa terkait data yang ada di lapangan untuk memperkuat  Visi Pilar Bangga Mbangun Desa. Ada Empat Pilar Bangga Mbangun Desa yaitu Aspek Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, dan Lingkungan Sosial dan Budaya. Dalam penyampaian Pilar Bangga Mbangun Desa, Bupati Kabupaten Cilacap menjelaskan dimana semua aspek dalam pilar terebut memiliki misi-misi yang harus dicapai atau yang  menjadi target pemerintah selama ini. Seperti dalam aspek pendidikan mempunyai beberapa misi yaitu:

  1. Terwujudnya masyarakat yang melek aksara.
  2. Terwujudnya rintisan wajib belajar 12 tahun.
  3. Peningkatan akses perguruan tinggi.

Aspek kesehatan:

  1. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  2. Pengembangan Desa atau Kelurahan Siaga, dimana disetiap Desa terdapat poliklinik kesehatan, forum kesehatan, gerakan dukung kelompok rentan dan sebagainya.

Aspek ekonomi:

  1. Peningkatan ketahanan pangan dan revitalisasi lubung pangan masyarakat.
  2. Peningkatan produk unggulan seperti karet, gula, pisang, bambu, dan sebagainya.

Aspek lingkungan sosial dan budaya:

  1. Peningkatan swadaya masyarakat.
  2. Membangkitkan swadaya masyarakat.
  3. Terpelihara adat istiadat.
  4. Berkembangnya seni local dan lain-lain.

Di akhir kata sambutannya, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengharapkan semua praktikan dapat menggali informasi lebih dalam terkait Kabupaten Cilacap dan lebih spesifiknya di Kecamatan Bantarsari. Informasi-informasi yang telah terkumpulkan nantinya dapat menjadi bahan dasar dari pemerintah di setiap level dalam penyelenggaraan pemerintahan dan juga untuk membuat perencanaan pembangunan ke depan. Dan pihak Pemerintah Kabupaten Cilacap agar para praktikan dapat memaparkan semua temuan data di lapangan pada penutupan praktikum 2 nanti. Dalam hal penutupan ini pihak Bappeda Cilacap menawarkan penutupan praktikum 2 nantinya dapat dilakukan di Kota Kabupaten Cilacap.***

*Penulis adalah Lugita Nurhajar, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

ARTIKEL TERKAIT

Kampung Laut Kedatangan Puluhan Mahasiswa UIN JAKARTA

Belajar Bersama untuk Membangun Desa

Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa

Potret Praktik Demokratisasi Desa

Menyulap Sampah Menjadi Pundi-pundi Ekonomi

Jalan Panjang dan Terjal Pengakuan Masyarakat Adat