Perempuan Merubah Pandangan Patriarki

Pelaksanaan pendidikan kepemimpinan perempuan di cianjur 8/5 (Foto : Bina Desa)

CIANJUR, BINADESA.ORG – Organisasi Sauyunan Perempuan Petani Binangkit (SPPB) adakan pendidikan kepemimpinan perempuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan pedesaan yang selama ini masih tertindas di Desa Telagasari, Selasa, (08/05).

Ketua SPPB Kartini bercerita tentang awal mula berdirinya organisasi yang sedang ia pimpin. Ia mengatakan awal mula berdirinya SPPB ialah ketika diadakan pendidikan oleh Bina Desa. Setelah diadakannya pendidikan, berdirilah salah satu organisasi perempuan yang ada di Kecamatan Kadupandak yang di sebut SPPB.

“Awalnya organisasi sauyunan memiliki anggota yang tersebar dari delapan desa, kemudian dari delapan tersebut membuat organisasi paguyuban di setiap desa masing-masing,” kata nenek Kartini sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, setelah organisasi Sauyunan sudah penyebaran di delapan desa, namun ada salah satu desa yang masih fakum dalam menjalankan kegiatan.

“Dari delapan desa tinggal tujuh desa, namun, kemudian setelah berbicara dengan bapak camat kami mendapat respon positif untuk melakukan penyebaran ke semua desa. Setelah kami melakukan pendekatan di beberapa desa, kini organisasi sauyunan sudah menyebar di sebelas desa di Kecamatan Kadupandak,” ucap Nenek.

Ia mengatakan, perlunya ada pendidikan kepemimpinan peremuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan dan membongkar pandangan patriarki yang sudah tertanam di masyarakat. Jika perempuan dulu hanya dianggap sebagai orang nomor dua di dalam rumah tangga atau di lingkungan sekitar bahkan di negara, kini perempuan harus merubah pandangan itu.

“Sejak dulu perempuan dengan pandangan patriarki selalu dinomer duakan, perempuan hanya bertugas di dapur, sumur, dan kasur. Kini perempuan harus bergerak memperbaiki diri untuk merubah pandangan itu,” kata Kartini.

Ia juga mengatakan, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan, ia mengajak setiap peserta untuk memperhatikan dan berpartisipasi aktif dalam pendidikan.

“Kita sudah melakukan 14 pelatihan, sekarang adalah pelatihan mengenai pendidikan kepemimpinan perempuan. Jadi jangan sampai kita menyia-nyiakan pelatihan ini,” ungkap

Harapan untuk mendapatkan banyak informasi juga diungkapkan oleh Nasiha dari Desa Sukaraja, ia berharap mendapat banyak pelajaran tentang pergerakan apa saja yang bisa dilakukan oleh perempuan.

“Kedepan selain belajar mengenai kepemimpinan perempuan, saya bisa belajar tentang pengambilan keputusan,” ungkap Nasiha.***

ARTIKEL TERKAIT

Refleksi Persaudaraan Perempuan Pedesaan Sulawesi Selatan

Stop dan Lawan Golden Rice

Belajar Bersama dengan Petani Kakao

Tentang Pendaftaran Tanah

Jaga Ibu Bumi Lestari Tanpa Korupsi

Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa