Perempuan Desa Lubuk Aua

Mardiah Basuni, Koordinator Bina Desa menyampaikan tentang pertanian alami dan keadilan gender di Desa Lubuk Aua. (Foto : Erliati)

AGAM, BINADESA.ORG – “Perempuan harus memahami peranannya dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat”. Demikian yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Bina Desa, Mardiah Basuni dalam menghadiri pertemuan di Lubuk Aua, Bundo Kanduang pada 13 september lalu.

Pertemuan yang bertempat di rumah warga yaitu Erliati yang juga merupakan anggota KPA Agam dan Ketua Yasinan Nurul Ummi ini dihadiri oleh sekitar 40 orang perempuan yang merupakan anggota dari KWT Nurul Ummi, Yasinan Nurul Ummi, dan PKK Jorong Lubuak Aua, Bundo Kanduang. Pertemuan ini untuk memahami bersama terkait pertanian alami dan keadilan gender.

Pada awal diskusi, Mardiah memberikan gambaran kondisi perempuan sekarang ini, yaitu masih banyaknya perempuan yang terdiskriminasikan akibat dari konstruksi sosial yang telah dibanguan selama ini. Lebih lanjut memberikan kesadaran bahwa penting untuk perempuan mampu menyampaikan saran dan usul, perempuan mampu berdiskusi (bermusyawarah). “Semuanya dapat dimulai dari dalam rumah tangga sendiri. Misalnya bagaimana kita memusyawarahkan pembagian tugas-tugas domestik, memusyawarahkan tentang pendidikan anak-anak” tegas Mardiah.

Terkait pertanian alami, Mardiah menyampaikan bahwa tujuan dalam pertanian alami adalah (a) Agar terlepas dari rentenir, (b) Mengurangi sifat tamak, (c) Menanamkan nilai sikap dan perilaku yang peduli dalam menjaga kelestarian alami.

Lebih lanjut menjelaskan persoalan mendasar terkait pertanian alami ialah pola pikir masyarakat khususnya petani, bahwa bertani secara alami itu sulit dan hasilnya kurang memuaskan bahkan hasilnya jauh lebih rendah dari hasil bertani secara kimiawi. Dengan persoalan mendasar tersebut, salah satu tahapan untuk mengubah pola pikirnya yaitu dengan pendidikan musawarah untuk membangun kesadaran masyarakat. “Salah satu contoh ialah yang sedang kita lakukan ini” Ujar Mardiah.

Sementara itu Erliati menyampaikan bahwa senang dengan adanya pertemuan ini dan berharap agar peserta bisa bekerjasama lebih lanjut dengan Bina Desa. “Sehingga kami perempuan dari Jorong Lubuak Aua dapat mempraktikan pertanian alami dan memahami terkait keadilan gender” ujar Erliati.

Terakhir catatan pertemuan ini beberapa hal penting yang perlu dipalikasikan adalah; (1) Materi pengajian dititik beratkan kepada pemahaman terhadap keseimbangan hubungan manusia antar manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar, (2) Mendudukkan kembali pemahaman tentang manusia dan tugasnya di muka bumi ini, (3) Membangun kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling berhubungan dengan lainnya. (bd041E)

ARTIKEL TERKAIT

Deklarasi Rembug Rakyat Laut: Rakyat Berdaulat Menjaga Laut Bersama

Our Ocean Conference: Menyelamatkan Laut Dengan Menjual ?

Bank Dunia, Tinggalkan Desa Kami!

Komunike Musyawarah : “Dunia-Warga Yang Melampaui Kuasa Bank” (World Beyond Banks)

Dunia Tanpa IMF-Bank Dunia: Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Keadilan Sosial

Panen Raya Padi Alami