Pemasaran Bersama : Untuk Kehidupan Keluarga Tani Yang Lebih Berkualitas

Pendidikan perencanaan lahan dan pemasaran bersama di Kadupandak, Cianjur, akhir desember 2017 lalu (Foto: Affan Firmansyah/Bina Desa)

KADUPANDAK, BINADESA.ORG – Dalam usaha pemasaran bersama, perencanaan lahan merupakan suatu keharusan agar produksi komunitas dapat lebih terorganisir. Karena itu pada tanggal 20-22 Desember 2017 yang lalu, Sauyunan Perempuan Petani Binangkit di Kadupandak, Cianjur bersama dengan Bina Desa mengadakan pendidikan “Perencanaan Lahan dan Pemasaran Bersama” yang diikuti oleh sekitar 20 perempuan petani anggota Sauyunan dari 8 Desa di Kadupandak.

H. Aang selaku Kepala Desa Gandasari tempat pendidikan berlangsung dalam pembukaannya menyambut positif pendidikan ini, “Pendidikan tentang pemasaran seperti ini sangat dibutuhkan, terutama di Gandasari karena kami memiliki banyak sekali potensi ekonomi yang bisa dikembangkan” ujarnya.

Dalam pendidikan ini para peserta diajak untuk melihat potensi produksi dan pemasaran seluruh anggota sauyunan serta menghitung dan menghubungkan kebutuhan pasar dan jumlah produksi yang dihasilkan. Hasilnya para peserta menyepakati bahwa sauyunan akan fokus mengorganisir 3 produksi utama para anggotanya, yaitu beras alami, sayuran hijau, dan pangan olahan. Pasar yang dituju adalah anggota sauyunan dan warga desa lain yang membutuhkan produk-produk tersebut.

Fasilitator pendidikan, Putro Santoso Kurniawan yang juga seorang praktisi usaha pertanian, dalam pengantarnya menyampaikan “Pertemuan kali ini bukan hanya pendidikan untuk mengisi pengetahuan, tapi lebih ke arah rapat kerja, agar usaha bersama yang kita cita-citakan dapat terwujud dan berjalan dengan lancar”.

Diskusi kelompok dalam menggali potensi produksi dan pemasaran SPPB akhir desember 2017 lalu (Foto: Affan Firmansyah/Bina Desa)

Peserta juga sepakat bahwa hasil produksi komunitas akan tetap digunakan terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, sisa dari penyisihan kebutuhan konsumsi lah yang akan dikonsolidasikan untuk dipasarkan secara bersama-sama oleh sauyunan. Menurut salah satu peserta, Imas Maesaroh dari Desa Bojongkasih bahwa sauyunan memiliki peluang berupa kemauan yang kuat untuk menjalankan organisasinya, selain dari potensi yang ada yaitu memiliki ternak, terdapat banyak jenis tanaman, terdapat kolam. Sehingga dengan kemauan tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan baik antara kemauan dan kemampuan organisasinya.

“Konsolidasi produk sangat penting dilakukan oleh Sauyunan untuk meningkatkan skala ekonomi dan posisi tawar sauyunan terhadap pasar, hal ini bisa dilakukan jika perencanaan lahan produksi telah dilakukan dengan baik. Perbaikan rantai nilai produk juga dibutuhkan agar petani bisa mendapatkan harga yang lebih baik” ujar Affan Firmansyah, Staf Bina Desa yang turut serta dalam pendidikan ini.

Koordinator sauyunan, Kartini dalam penutupannya menegaskan bahwa “Yang lebih penting dari pertemuan kita selama 3 hari ini adalah setelah kita pulang ke desa masing-masing kita semua menjalankan rencana yang disepakati dalam pertemuan ini, demi cita-cita sauyunan dalam meningkatkan kehidupan keluarga tani di Kadupandak”. Bahwa baik dalam pendidikan ini, semua peserta ingin tahu dan perlu tahu terkait perencanaan lahan dan pemasaran bersama organisasi SPPB. (bd023/bd046IM)

ARTIKEL TERKAIT

Pertanian Alami Memulihkan yang Telah Rusak

Cerita Pengorganisasian dari Filipina

Semua Orang adalah Pemimpin untuk Melakukan Transformasi

Belajar Bertani Alami dari Teh Entin

Membangun Organisasi Rakyat yang Kuat

Menemukenali Pedesaan dengan PRA (Participatory Rural Appraisal)