Menyulap Sampah Menjadi Pundi-pundi Ekonomi

Masyarakat menimbang sampah dan yang menyetorkan sampah akan mendapat buku tabungan untuk mencatat transaksi setoran layaknya kegiatan menabung di bank (Foto : www.bumdesgemawang.co.id)

TEMANGGUNG, BINADESA.ORGSampah sampai saat ini masih menjadi masalah utama bagi masyarakat karena seringkali melahirkan kesan buruk, seperti kumuh dan menjijikkan. Banyak usaha yang telah dilakukan sebagaian besar masyarakat untuk mengubah kesan itu salah satunya para Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Masyarakat mempunyai cara ampuh untuk mengeola sampah menjadi barang berharga yaitu Bank Sampah. Masyarakat yang tergabung PKK membuat Bank Sampah Gemawang tidak lagi menjadikan sampah sebagai masalah, tapi pendulang ekonomi rumah tangga.

Ide pendirian Bank Sampah ramai diperbincangkan media pada 2017, dengan banyaknya masalah yang terjadi masyarakat yang tergabung dalam PKK Desa Gemawang menyelenggarakan pelatihan tentang Bank Sampah yang dibiayai oleh Dana Desa 2017. Meskipun pelatihan diadakan sangat singkat, namun mampu memberi gambaran tentang Bank Sampah. Para kader PKK bersepakat untuk mendirikan Bank Sampah PKK Gemawang. Langkah inovatif dirasakan perlu agar bertujuan untuk menyelesaikan sampah dan mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan sehat, dirilis dari Inovasi Desa Selasa, 20 Februari 2018.

Bank Sampah adalah sebutan bagi tempat yang digunakan oleh PKK Gemawang untuk mengumpulkan dan memilah sampah. Sampah yang sudah terkumpul dan terpilah selanjutnya dikirim ke tempat pengolahan sampah mapun pembuatan kerajinan dari sampah. Pengelolaan Bank Sampah mirip dengan sistem perbankan. Masyarakat yang menyetorkan sampah akan mendapat buku tabungan untuk mencatat transaksi setoran layaknya kegiatan menabung di bank.

Saat ini, Bank Sampah PKK Desa Gemawang baru tahap pengumpulan sampah. Sampah-sampah yang terkumpul dikirim ke perusahaan pengepul sampah. Dari delapan dusun di Desa Gemawang, ada empat dusun yang sudah aktif menyetor sampah. Empat dusun lainnya baru selesai pada tahap sosialisasi.

Perjalanan pengelolaan Bank Sampah selalu mulus tanpa kendala. Pada awal setoran pertama Bank Sampah menghadapi masalah yang cukup berat, sebab perusahaan pengepul tidak menerima sampah plastik. Akibatnya, sampah plastik menumpuk di Bank Sampah. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Bank Sampah berinisiatif mengolah sampah plastik menjadi biji atau rajangan plastik. Pemerintah Desa Gemawang mendukung gagasan itu dengan membelikan mesin perajang plastik.

Kegiatan Bank Sampah PKK Desa Gemawang juga mendapat tanggapan positif dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gemawang. Dengan berkurangnya sampah yang ada di masyarakat menjadikan lingkungan masyarakat bersih. Aktivitas Bank Sampah Desa Gemawang dianggap membantu program Puskesmas dibidang kesehatan masyarakat. Puskesmas Gemawang siap berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan bank sampah itu.*** (bd045IM)

ARTIKEL TERKAIT

Kampung Laut Kedatangan Puluhan Mahasiswa UIN JAKARTA

Pilar Bangga Mbangun Desa Kabupaten Cilacap

Belajar Bersama untuk Membangun Desa

Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa

Potret Praktik Demokratisasi Desa

Jalan Panjang dan Terjal Pengakuan Masyarakat Adat