Langkah Tegap Perempuan Desa Memperjuangkan Kemandirian Desa

Perempuan di Desa Salassae yang mengikuti sekolah perempuan Desa Salassae tiap hari sabtu pukul 09.00 -12.00 (Foto: Bina Desa/Jusmani)

BULUKUMBA, BINADESA.ORG – Dimulai pada Januari 2018 sebagai tindak lanjut pendidikan gender dan rembug perempuan pedesaan di Sulawesi Selatan, sejumlah kader perempuan Desa Salassae melaksanakan pertemuan rutin bagi perempuan desa. Kegiatan rutin tersebut kemudian dikenal sebagai sekolah perempuan Desa Salassae yang diadakan tiap sabtu pukul 09.00 -12.00

Sejumlah 24 Perempuan dari 5 dusun di Desa Salassae secara rutin mengikuti kegiatan ini di sela kesibukannya di kebun dan sawah, di rumah tangga dan kegiatan sosial di desa.

Topik yang dibahas sangat bervariasi, tujuannya adalah menimbulkan kesadaran perempuan Desa Salassae untuk memahami hak dan kewajibannya dalam membangun Desa Salassae.

Pada pertemuan terakhir peserta diajak mendiskusikan tentang potensi pengembangan ekonomi Desa Salassae. Hasil dari diskusi tersebut, setiap kelompok tingkat dusun saat ini telah membuat usaha pengolahan pangan dengan produk beragam mulai dari keripik jagung hingga tenteng kacang.

Peserta juga pernah belajar tentang public speaking, dimana fasilitator kegiatan mengajak peserta untuk tampil di depan teman-temannya, paling tidak untuk memperkenalkan diri dan berbicara persoalan desa di depan publik.

Atau di lain waktu peserta berdiskusi secara serius tentang persoalan dalam bertani alami. Tidak sekedar untuk mencari solusi, namun lebih kepada melatih diri untuk berproses bersama, saling menguatkan dan syukur-syukur dapat membangun aksi bersama yang spontan.

Jusmani, koordinator kegiatan ini menyatakan sekolah perempuan Desa Salassae diharapkan dapat menggugah semangat perempuan desa untuk lebih aktif lagi dalam memperjuangkan hak, memiliki kemampuan lebih baik dalam membangun mimpi kemandirian diri dan desa, mengidentifikasi persoalan desa dan merancang rencana aksi secara berkelompok.

Pekan lalu pertemuan diundur untuk menunggu peserta lain yang sedang mengikuti kegiatan posyandu.

Sembari menunggu, 9 perempuan desa salassae yang telah hadir berdiskusi serius dan ramai. Topiknya? bagaimana membangun organisasi perempuan desa yang kuat dan mandiri.

 

Selamat berjuang ibu-ibu!

ARTIKEL TERKAIT

Peran Masyarakat Kasepuhan dalam Demokratisasi Desa

Polemik Surplus dan Impor Beras

Potret Praktik Demokratisasi Desa

Ruang Demokrasi Bagi Perempuan di Desa Masih Terancam

Constructive Engagement : Upaya Mencapai Tujuan Bersama

Organisasi Sebagai Syarat Mutlak Pembebasan dari Belenggu Kemiskinan dan Pembodohan