Generasi Muda Sulawesi Selatan Peduli Pangan

narasumber dan penyelenggara kegiatan seminar pangan (Foto: Bina Desa/Sujarman)

Bantaeng, BINADESA.ORG – “Masyarakat Kabupaten Bantaeng Menuju Kedaulatan Pangan Sehat” adalah tema yang diusung dalam kegiatan seminar pangan dan pameran pertanian alami se-Sulawesi Selatan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2017. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Serikat Petani Alami Butta Toa Kab. Bantaeng yang bekerja sama dengan Bina Desa dan beberapa organisasi tani dari luar Kabupaten Bantaeng yaitu Kab. Bulukumba ( KSP Salassae), Kab. Takalar ( Time Indonesia) dan Kab. Jeneponto (Pemerintah Desa Sapanang). Kegiatan berlangsung di Gedung Balai Kartini Kab. Bantaeng pada Tanggal 2 November 2017.

“Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa sebagai penyelenggara kegiatan ini adalah sekumpulan generasi muda yang giat dan kreatif. Sejalan dengan tema nasional Hari Pangan Sedunia tahun 2017 yaitu menggerakkan generasi muda dalam membangun pertanian menuju Indoneaia lumbung pangan dunia” dalam sambutan Bupati Bantaeng H.M.Nurdin Abdullah yang di bacakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng Ibu Ir.Rita Siamba Pasha, MM sekaligus membuka acara dengan resmi.

Narasumber Seminar Pangan, Bapak Suwarto Adi sebagai Dewan Pembina Yayasan Bina Desa Sadajiwa menjelaskan perbedaan mendasar ketahanan pangan dengan kedaulatan pangan dan kondisi nasional konsumen hari ini yang hanya menjadikan beras sebagai makanan pokok dengan tidak mementingkan kondisi wilayah daerah yang ada di Indonesia. Suwarto Adi juga menjelaskan pertanian alami  sebagai titik pijak kedaulatan pangan.

Armin Salassa sebagai Sekjen FPSS dalam materinya menjelaskan organisasi tani bukan hanya dijadikan sebagai tempat menyalurkan project atau bantuan dari pemerintah, tetapi organisasi tani sebagai tempat belajar petani dan membentuk SDM dalam memajukan pertanian kita untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Rita. S. Pasha selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab.Bantaeng menjelaskan tentang standar kelas mutu pangan segar yang beredar dan kondisi konsumen produk pangan segar saat ini. Rita Juga menjelaskan pentingnya mendaftarkan produk hasil pertanian maupun hasil olahan sesuai ketentuan perundang-undangan dan diwajibkan mencamtumkan keterangan spesifikasi dalan kemasan terutama beras.

Salah satu pameran hasil produk pertanian alami (Foto: Bina Desa/Sujarman)

Salah satu rangkaian dalam kegiatan tersebut adalah adanya pameran pertanian alami, produk hasil pertanian, dan olahan hasil pertanian dari berbagai organisasi tani di Sulawesi, yang diwakili oleh KSP Salassae, KTA SPA Butta Toa, petani binaan Time Indonesia Kab. Takalar dan UKM kreatif yang ada di Kab. Bantaeng. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta yang mengikuti kegiatan diskusi dan mengunjungi stand pameran yang ada. Generasi muda berperan penting untuk membangun pertanian serta menjadikan pertanian alami sebagi titik pijak kedaulatan pangan. (bd044S)

ARTIKEL TERKAIT

Pertemuan Petani Pendidik Pertanian Alami

Pertanian Alami Pintu Masuk Pengorganisasian

Belajar Bertani Alami dari Teh Entin

Dongkrak Produktivitas Padi dengan Nutrisi Alami Berbasis Sumberdaya Lokal

Merawat Generasi, Merawat Kehidupan

Saat Petani Bicara Soal Impor Beras