Deklarasi Forum Kampung Iklim Kabupaten Bulukumba di Desa Salassae

Pembukaan dalam deklarasi forum kampung iklim di Desa Salassae desember 2017 lalu (Foto: Ponnong/Bina Desa)

BULUKUMBA, BINADESA.ORG – Perubahan iklim merupakan sebuah realitas yang telah dirasakan secara luas di berbagai belahan dunia, sehingga diperlukan aksi nyata untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim serta upaya pengurangan emisi GRK sebagai komponen yang diperlukan dalam pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan KLHK sebagai latar belakang program kampung iklim agustus 2017 saat Desa Salassae meraih penghargaan proklim melalui Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS).

Program Kampung Iklim (Proklim) adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi GRK. Salah satu aksi lokal yang dilakukan, yaitu oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang mengeluarkan kebijakan melalui instruksi Bupati Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pembinaan dan Pendampingan Lokasi Program Kampung Iklim Kabupaten Bulukumba.

Kebijakan tersebut seiringan dengan kampanye yang mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang aktif mensosialisasikan Program Kampung Iklim untuk seluruh wilayah Kabupaten Bulukumba dan tepat pada Desember 2017 lalu mendeklarasikan Forum Kampung Iklim. Forum ini adalah wadah komunikasi dan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan di bidang lingkungan, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim, baik yang sifatnya adaptasi maupun mitigasi.

Para petani alami KSPS yang turut hadir dalam deklarasi Forum Kampung Iklim serta membawa berbagai produk alaminya (Foto: Ponnong/Bina Desa)

Armin Salassa yang mewakili Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS) dan didaulat untuk mendeklarasikan Forum Kampung Iklim melihat adanya kebijakan tersebut sudah tepat, sehingga semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat bisa aktif terlibat dalam mendorong perbaikan lingkungan. Forum Kampung Iklim ini, tambah Armin sebagai wadah komunikasi dan koordinasi dalam melaksanakan gerakan kampung iklim, dan tempat belajar bersama, sehingga masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Armin mengatakan, “Semoga ini menjadikan makin eratnya kerjasama antar warga Desa Salassae, Petani dan Pemerintah Desa untuk berperan menjaga bumi. Hal ini juga harusnya diintegrasikan dengan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya”. Ia pun mengingatkan bahwa pihaknya dapat meraih penghargaan  pada agustus 2017 lalu karena sebagian besar petani mempraktikan pertanian alami yang ikut serta mendinginkan bumi dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, Misbawati A Wawo menyebut upaya kampanye proklim sebagai gerakan meningkatkan pemahaman dan wawasan masyarakat tentang perubahan iklim untuk melaksanakan berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi lingkungan secara terstruktur. “Kami berharap ke depan selalu ada penambahan jumlah lokasi proklim yang merupakan lokasi peduli iklim yang pada akhirnya akan membantu upaya dalam penurunan emisi gas rumah kaca dan memberikan pengakuan terhadap masyarakat yang berpartisipasi aktif” pungkas Misbawati dalam kegiatan kampanye proklim di lapangan Desa Salassae, desember 2017 lalu.

Deklarasi forum kampung iklim ini dihadiri oleh 45 desa se-Kabupaten Bulukumba dan dirangkaikan dengan pameran produk pertanian oleh KSPS. (bd031)

ARTIKEL TERKAIT

Belajar Bertani Alami dari Teh Entin

Dongkrak Produktivitas Padi dengan Nutrisi Alami Berbasis Sumberdaya Lokal

Merawat Generasi, Merawat Kehidupan

Saat Petani Bicara Soal Impor Beras

Selamatkan Alam dengan Bertani Alami

Upaya Petani Desa Bangsal Kembali ke Pertanian Alami